Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Malam


__ADS_3

Malam pun tiba,sesuai janji yang sudah di sepakati oleh mereka semua,Satria maupun Azizah sedang bersiap-siap untuk turun menemui yang lain,yang mungkin sudah berkumpul di halaman belakang Villa,di sebelah kolam renang.


Drrt..Drrt..Drrt..


"Iya"


[Kamu dimana?kenapa belum turun?]


"Masih di kamar,sebentar lagi!"


[Cepat kesini,bantu Aku,tadi Bara sudah keluar mencari beberapa botol minuman untuk menemani malam kita]


"Tunggu aku turun !"


[Oke]


Setelah memutuskan panggilan nya dengan Aldo,Satria melirik sang istri yang masih duduk di tepi ranjang.


"Ada apa?kamu lelah?"Satria memegang tangan Azizah yang saat ini berjongkok di depan sang istri.


"Aku merasa kurang sehat mas"


"Kalau kamu sakit,istirahat saja,aku akan turun cari obat untuk mu,setelah membantu Aldo,aku akan kembali ke kamar!"Tukas Satria,


"Tidak usah mas,aku istirahat sebentar,Mas turun saja!"


"Benar tidak apa-apa?"


"Iya benar"


"Tapi aku kok enggak tega ya?"Satria memegang wajah sang istri yang belum mengenakan cadar.


"Sudah aku enggak pa-pa,cepat turun,mungkin mereka membutuhkan bantuan mas!"


"Oke,aku turun dulu,sepuluh menit lagi aku kembali,kamu istirahat saja dulu"Sembari membantu Azizah untuk berbaring,lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh sang istri.Sebelum pergi meninggalkan Azizah,tidak lupa Satria mengecup kening Azizah.


Blam!


Setelah memastikan pintu kamar tertutup,Satria segera turun ke lantai bawah,tepat di depan tangga ia bertemu dengan Putri.


"Pak Satria,bisa bantu saya ?"Tanya Putri yang ragu,


"Mau di bantu apa?"

__ADS_1


"Saya mau mengambil kotak ikan yang ada di persimpangan jalan,kata sopir ada pohon tumbang,jadi dia tidak bisa melewati tempat itu,tidak jauh,sekitar sepuluh menit sampai!"


"Oke,baiklah.Sekalian aku mau mencarikan obat untuk Azizah"


"Azizah sakit?"


"Iya,katanya kurang enak badan!"


"Kalau gitu,ayo cepat pergi,pergi bisa cepat beli obat!"Putri dan Satria,segera pergi meninggalkan villa.


Lima menit berlalu,Azizah yang terus berbaring di kamar,merasa bosan,lalu ia mengenakan cadar nya,dan turun untuk menemui Satria di belakang villa.


Tiba di samping kolam renang,disana hanya ada Aldo sendiri yang sedang membakar kayu untuk penanganan ikan.


"Loh,Pak Aldo sendiri?dimana Mas Satria?"


"Lah,bukannya Satria di kamar?"


"Katanya turun untuk membantu Pak Aldo,Aku pikir dia sudah disini!"


"Satria belum ke sini,mungkin lagi di kamar mandi,kamu duduk saja dulu,Putri juga belum membawa ikan nya,Bara sudah pergi membeli minuman!"Azizah segera pergi untuk duduk di tepi kolam renang.


"Permisi Tuan,Nyonya!"Seru seseorang yang mengagetkan Aldo dan Azizah,mereka menoleh bersamaan,ke arah orang yang memanggil mereka.


"Nyonya bernama Azizah?"Tanya wanita paruh baya yang memakai baju pelayan.


"Oh,tadi Tuan Satria,menitipkan pesan kepada saya,Tuan Satria meminta anda untuk menemui nya di kamar!"Ujar Pelayan itu,


"Anda siapa?bukan kah,kata putri pelayan di villa sudah cuti?"Tanya Aldo,yang penasaran,


"Awal nya saya memang cuti,tapi mendengar Non Putri akan membawa teman kemari,jadi saya kembali untuk membantu Non Putri!"


"Ooo.."Aldo,menatap curiga kearah pelayan itu,Wanita paruh baya dengan pakaian pelayan segera berpamitan.


"Pak Aldo,saya tinggal dulu ya,nanti saya dan mas Satria kembali lagi"


"Oke,tidak masalah!"Azizah segera pergi meninggalkan tempat itu,dan kembali ke kamar nya untuk menemui Satria.


Sepuluh menit kemudian,seperti yang di katakan Putri mereka telah kembali,di depan pintu masuk,Satria dan Putri juga bertemu dengan Bara.


"Loh,kalian dari mana?"Tanya Bara,yang memegang kantong penuh dengan minuman.


"Baru saja kembali,pergi mengambil kotak ikan yang ada di persimpangan jalan !"

__ADS_1


"Oo,ayo kita masuk,seperti nya Aldo sudah menunggu lama"Ujar Putri,mereka bertiga segera masuk ke dalam halaman villa dan menemui Aldo di belakang villa.


Azizah sendiri baru saja tiba di depan kamar nya.


Ceklek !


Azizah membuka pintu kamar,tapi di kejutkan dengan pemandangan kamar yang gelap,hanya ada lampu tidur yang menyala.


Blam!


Setelah menutup kembali pintu kamar nya dan mencari keberadaan Satria.Saat melihat seseorang yang berdiri di balkon,Azizah segera menghampiri orang tersebut.


Azizah langsung memeluk pria itu,yang ia yakini adalah suami nya sendiri.


"Mas,sedang apa kamu disini?"Tanya Azizah yang memeluk pria itu dari belakang,tapi setelah Azizah mencium aroma yang berbeda,Azizah segera melepas pelukan itu.


"Siapa Kamu?"Tanya Azizah yang sudah duluan mundur dua langkah,


"Ha...Ha..Ha.."Gelak tawa pria itu mengejutkan Azizah,apalagi saat pria itu berbalik dan menatap tajam ke arah Azizah.


"Siapa kamu?sedang apa kamu disini?"Tanya Azizah lagi,yang berdiri dalam keadaan gemetar,ketakutan nya kian membara,apalagi melihat wajah pria itu yang tak ramah untuk dilihat,selain tatapan me-sum pria itu juga mencoba mendekati Azizah yang perlahan-lahan mulai mundur,untuk menjauh dari Pria itu.


Disaat Azizah berusaha untuk lari,Pria itu segera menangkap tangan mungil Azizah.


"Mau lari kemana kamu sayang,kamu sudah membuat ku menunggu lama,aku sudah mengikuti kalian sejak dari kemarin,tapi kamu malah ingin pergi meninggalkan ku?"Ucap Pria itu,seketika trauma masa lalu Azizah kembali melintas di ingatan nya.


"Lepas,apa yang ingin kamu lakukan,lepaskan aku.Tolong..."


"Stttt....!"Pria itu meletakkan jari di bi-bir nya sendiri,sembari memberi isyarat untuk Azizah agar diam.


"Masih tertutup saja,aku bisa melihat wajah cantik mu,apalagi sampai kain ini bisa terbuka,dan aku bisa melihat pemandangan yang selama ini tertutup.Ha..Ha..Ha.."Pria itu kembali tertawa,


"Hiks..Hiks..Ku mohon,lepaskan aku,jangan lakukan itu kepada ku!"Azizah berusaha melepaskan tangan pria itu.


"Tidak semudah itu,sebelum aku bersenang -senang dengan mu,aku tidak akan membiarkan kamu pergi!"Ujar pria itu,


"Tolong...Siapapun yang mendengar tolong aku,Mas Satria....!"Teriak Azizah dengan keras.Namun,pria itu hanya tersenyum jahat ke arah Azizah,


"Percuma berteriak,ruangan ini kedap suara,sekuat apapun kamu berteriak,orang lain tidak akan bisa mendengarkan nya!"


Tap!


"Aaagrh" Teriak pria itu dengan keras,saat Azizah menginjak kaki nya,dan juga menusuk sendok garpu di tangan pria itu,entah sendok garpu milik siapa yang terletak di atas nakas,untung saja Azizah melihat nya.

__ADS_1


Ceklek!


Azizah segera membuka pintu kamar,dan berlari,untuk menuruni tangga,sampai di tengah-tengah anak tangga,Pria itu kembali menangkap tubuh Azizah.


__ADS_2