
Waktu sudah berlalu hampir empat jam.Terlihat seorang dokter yang baru saja menyelesaikan tugas nya.
"Sus,kalian keluar lah lebih dulu,dan bawa Nyonya Astuti ke ruangan inap nya.Hati-hati jangan sampai terjadi apa-apa,pasien yang jadi pendonor ini,biar aku yang mengurus nya!"Ujar dokter tersebut.
"Baik dok,kami akan membawa Nyonya Astuti ke ruangan inap nya"Beberapa pendamping dokter segera menarik hospital bed milik Astuti menuju pintu keluar.
Ceklek !
"Mama.."Lirih Satria,yang berjalan ke arah pintu yang terbuka,begitu juga dengan Adi.
"Tuan,kami akan membawa pasien ke ruangan inap,untuk saat ini pasien masih dalam keadaan pengaruh obat bius"
"Sus,bagaimana dengan pendonor nya?"Tanya Satria,
"Pendonor tadi mengalami syok pada jantung nya,sehingga denyut nadi melemah,dan seperti nya dokter sedang menangani pasien tersebut.
"Sat,kamu bisa menunggu Bella disini,biarkan Mama mu aku yang akan melihat nya"
"Baik Pa"Dalam hal ini,Satria hanya bersikap seperti orang yang peduli terhadap orang lain.Bagaimana pun,Bella sudah melakukan hal besar untuk keluarga Purna.
Sembari menunggu Bella,Satria pun mencoba menghubungi nomer Azizah,dan masih saja nomer itu tidak aktif.Semakin membuat Satria cemas dan panik seketika.
"Sayang,dimana kamu"Gumam Satria menatap layar ponsel nya.
Ceklek !
Pintu ruangan itu terbuka,Satria segera menoleh dan melihat kearah Bella yang terbaring lemah di atas ranjang pasien.
"Dok,mau di mana kemana pasien ini?"
"Aku akan membawa nya ke ruangan inap"
"Baiklah dok,silahkan !"Dokter tersebut segera mendorong Bella ke ruangan inap.Satria terus saja memperhatikan wanita itu.
'Bukan kah,denyut nadi pasien melemah,dan syok jantung,tapi ia terlihat baik-baik saja'Batin Satria,
"Pasti ada yang tidak beres!"Lanjut Satria,berjalan ke arah pintu ruang operasi,tangan Satria bergerak untuk memutar handle pintu ruangan operasi.
"Tuan Muda"Seru dokter yang tadi menangani Bella,dan Astuti.
"Iya dok"Satria segera menoleh.
"Nona Bella meminta saya untuk memanggil Anda"
__ADS_1
"Saya akan menemui nya "Satria langsung pergi untuk melihat Bella.
'Bukan kah seharusnya dia masih belum siuman?meskipun ragu,Satria tetap pergi untuk menemui Bella di dalam ruangan nya.
Dokter yang tadi memergoki Satria,segera masuk ke dalam ruangan operasi,dan mengunci pintu kamar tersebut dari dalam.
"Maafkan Aku,aku terpaksa melakukan ini,karena kamu sendiri tidak mau menerima uang sepersen dari mereka yang kaya itu,terpaksa Aku melakukan pekerjaan ini!"Gumam dokter tersebut,berdiri di tepi hospital bed milik wanita yang mendonorkan ginjal nya untuk Astuti.
Dokter tersebut kembali melihat data pasien,atas nama Azizah.Ternyata Azizah pergi ke rumah sakit satu hari lebih awal untuk melakukan pemeriksaan,dan ia juga di rawat begitu baik disini satu hari sebelum operasi.
Azizah terpaksa membohongi Satria,karena ia tidak ingin Satria mengetahui nya.Azizah tidak ingin di salah pahami oleh Satria,dia melakukan itu semua atas keinginan nya dan itu tulus di berbuat begitu.
Setelah menutupi seluruh tubuh Azizah.Dokter tersebut segera membawa keluar Azizah dari ruangan operasi.
Dokter itu mendorong ranjang Azizah menuju lantai dua,dimana kamar mayat berada dan di lantai dua juga khusus untuk pasien yang jarang di jenguk oleh keluarga mereka.
"Dokter Anwar!"Panggil dokter Mela,yang melihat Pria itu mendorong ranjang pasien,biasanya itu di lakukan oleh perawat.Jangan dokter tersebut berdegup kencang,apalagi seorang Mela yang memanggil nya,wanita itu pasti akan bertanya panjang lebar.
"Dok,kenapa anda melakukan ini sendiri,biarkan saya saja yang membantu anda"
"Tidak perlu Bu,Anda bisa melakukan perkejaan lain,ini mayat yang baru meninggal tadi saya hanya mengantar nya ke kamar mayat"
"Eeem,kalau begitu saya permisi dulu"Mela segera pergi dan turun ke lantai satu.
Setelah mengantar Azizah ke kamar pasien asing,dokter Anwar langsung keluar dari ruangan itu,dan kembali turun dari lantai dua.
* * *
Di dalam ruangan Bella,Satria terus saja memperhatikan wanita itu,Satria belum percaya sepenuh ya atas apa yang di lakukan wanita itu.
"Aku mau ke kamar mandi?"
"Kata dokter kamu belum bisa turun dari ranjang"
"Tapi kamu bisa membantu ku bukan?"
"Eeem"
Ceklek !
Sandrina datang dan langsung menghampiri Bella,
"Sandrina sudah disini,aku akan pergi untuk melihat mama"Satria segera pergi.
__ADS_1
"Satria"Teriak Bella dengan keras, Sandrina langsung memelototi nya,agar jangan berteriak,karena orang pasien tidak pernah berteriak.
Satria sudah pergi.Namun,Bella masih kesal.
"Seperti nya Kak Satria tidak peduli dengan apa yang kakak lakukan,sia-sia saja kakak melakukan itu semua".
"Memang nya apa yang Kakak lakukan?"Bella kembali bertanya.
"Bukan kah,kakak mendonorkan ginjal kakak untuk Tante Astuti?"Bella tersenyum mendengar ucapan Sandrina."Atau jangan-jangan kakak tidak melakukan itu"
"Ha...Ha...Ha..Hmmm"Sandrina segera menutup mulut Bella yang tertawa begitu keras.
"Kenapa Kakak tertawa,nanti yang lain bisa mendengar nya"
"Kamu pikir aku bodoh?aku tidak bisa mendonor ginjal untuk Tante Astuti,karena aku sedang mengandung"
"Mengandung?"Ulang Sandrina,
"Kecilkan suara mu,Aku memang sedang mengandung dan ini bukan anak Satria,aku akan menggugurkan nya.Aku sudah melakukan pemeriksaan di rumah sakit lain"
"Kenapa Kakak bisa kecolongan seperti ini?"Tanya Sandrina yang memang sudah tahu,jika sang Kakak adalah wanita simpan pria luar negeri,Pria itu yang selama ini membiayai Bella dan Adik nya.
"Aku juga tidak tahu,tapi tenang saja,pria itu sudah mengirim Aku uang,dan aku akan segera melakukan abor-si!"
"Lakukan,jangan sampai rahasia ini di ketahui keluarga Purna kak,atau enggak rencana kakak akan gagal"
Brak!
"Siapa itu?"Tanya Sandrina saat mendengar suara gaduh di luar ruangan Bella.
Ceklek !
Disaat Sandrina pergi untuk melihat tidak ada seorang pun yang berada di luar ruangan itu.
"Siapa?"Tanya Bella,saat sang adik sudah kembali ke dalam.
"Tidak ada orang,mungkin kucing yang mengorek tempat sampah"
Seseorang bersembunyi di balik dinding,takut dua bersaudara itu akan mengetahui keberadaan nya.
'Sejahat itu mereka kepada keluarga Purna,dan mereka terlalu licik.Jika bukan Bella,siapa pasien yang mendonorkan ginjal nya untuk Bu Astuti"Gumam Mela,Mela menyimpan rekaman suara Bella dan Sandrina,ia akan menjadikan itu alat bukti,disaat ia sudah mendapatakan bukti lain.
Mela teringat kalau Satria meminta dirinya untuk mencari data pasien,Mela bergegas menuju ruangan tata usaha rumah sakit.
__ADS_1