
Setiap hari pertumbuhan Arkana semakin menonjol.Bahkan,kini ia mulai merangkak dengan menggunakan perut nya.Setiap hari Azizah mengisi hari nya yang kosong dengan menemani baby Arkana.
Azizah merindukan Raka.Namun,Sella melarang Azizah untuk sering-sering datang berkunjung,itu bisa membuat baby Raka tidak bisa tinggal tanpa Azizah.
Kadang Azizah di antar Satria untuk datang ke rumah sakit untuk melihat Raka.Meskipun tidak bisa mengendong sang Anak,melihat Raka baik-baik saja sudah membuat Azizah lega.
"Mas,ini sudah satu Minggu Raka di rumah sakit,berapa lama lagi waktu yang di butuhkan dokter Sella?"
"Kenapa kamu bertanya begitu? apa kamu merindukan nya?"
Satria duduk di samping Azizah,yang sedang menemani Arkana bermain.
"Iya,ibu mana sih yang enggak merindukan anak nya"langsung saja jawaban Azizah membuat suasana menjadi haru biru.
"Sabar sayang,serahkan semua nya pada Allah.Aku yakin Raka akan baik-baik saja setelah pengobatan ini"ungkap Satria,yang kini mengusapkan kepala Azizah yang bersandar pada bahu nya.
"Besok acara pernikahan Bara,sayang mau kirimkan kado apa?"Satria meminta pendapat sang istri.
"Berikan sesuatu yang istimewa untuk Bara"
"Bagaimana kalau mobil? selama ini Bara hanya menggunakan mobil Aldo saja atau mobil keluarga nya"
"Mas,apa itu tidak berlebihan? jika kamu memberi nya mobil,Om Andara akan tersinggung nanti nya"pungkas Azizah.
"Kamu benar juga,jadi apa dong sayang,aku bingung!"Satria mulai menunjukkan wajah cemberut nya.
"Heeem,bagaimana dengan tiket bulan madu?"
"Untuk kita juga?"Satria langsung menunjukkan wajah bahagia nya kepada Azizah.
"Sebelum Raka baik-baik saja,kita tidak akan kemana-mana mas"
"Iya-ya Aku tahu,kali ini aku akan memberikan tiket bulan madu untuk satu Minggu,biar Bara kesenangan!"cibir Satria.
"Kalau mau ngasih sesuatu itu yang ikhlas mas"
"Iya aku ikhlas kok sayang,seperti aku mencintai mu ikhlas lahir batin ku"ucap Satria,sembari mengecup bibir Azizah tanpa permisi,membuat Azizah terkejut.
"Mas"Azizah segera memukul bahu Satria saat ia merasa malu,apalagi melihat wajah Satria dari dekat,membuat Azizah tidak bisa menyembunyikan raut wajah nya yang memerah.
"Papaapappa"rewel Arkana,saat melihat ke dua orang tua nya yang sedang bergurau.
"Nah sayang liat,Arkana saja senang lihat kamu bahagia.Arkana sayang,cepat dewasa ya sayang,biar bisa jaga Mama mu saat papa enggak ada di dekat nya"Satria langsung meletakkan Arkana dalam pangkuan nya.
__ADS_1
"Jika aku pergi lebih dulu,apa yang ingin mas katakan pada ku di hari terakhir kita bersama?"pertanyaan itu membuat raut wajah Satria berubah.
"Sayang,jangan katakan itu,please aku belum siap sayang!"Satria segera merebahkan kepalanya di pangkuan Azizah.
"Sayang.Jodoh,rejeki,pertemuan,maut.Itu sudah di atur oleh sang maha pencipta,kita disini hanya sementara mas.Bukan dunia yang kita kejar,tapi akhirat yang sedang kita tunggu!"
"Sayang aku tahu,semua kita akan kembali pada Nya.Tapi boleh kah,permintaan dan doa ku disaat hari terakhir mu,aku ingin pergi bersama dengan mu di hari itu,karena aku tidak akan bisa hidup tanpa mu!"
Azizah mengusap lembut kepala Satria yang masih berbaring di atas pangkuan Azizah.Wanita ini tersenyum menanggapi ucapan Satria.
"Kematian itu tidak bisa di request sayang.Siap 'kan amal baik mu sayang,agar Allah menempatkan kita berdua di tempat yang semestinya"
"Amiin.Aku mencintai mu istri ku"
"Aku juga mencintai mu suami ku"
Satria memegang tekuk Azizah dan menarik nya kebawah,pria ini kembali mencium bibir sang istri,sekali lagi membuat Azizah membulatkan mata nya.
"Sudah waktu nya kembali ke kantor,sayang aku akan kembali ke kantor ada meeting sore ini dengan klien dari Bayuwangi,ini klien baru purna.Aku melihat profil perusahaan nya bagus,bahkan keluarga ini sudah memiliki anak perusahaan nya di luar negeri"
"Semoga usaha dan kerja keras mas membuahkan hasil.Setiap langkah kaki mas,ada doa ku untuk keberhasilan mas"
"Terimakasih istri ku!"Satria mengelus pipi Azizah,lalu turun dari ranjang,dan membenarkan jas nya yang kusut.Azizah sendiri segera turun dari ranjang dan memakai cadar.
"Mau mengantar mas ke depan"
"Eeeemmm"Satria pun keluar dari kamar dengan mengendong Arkana dalam pelukan nya.
Azizah membawa tas kerja Satria bersama nya.Tiba di depan ruang tamu,Azizah melihat Rani yang baru saja kembali dari pasar.
"Ran,kamu membelikan ayam tadi 'kan?"tanya Azizah.
"Ya ampun Nyonya,Rani lupa!"Rani menepuk jidat nya.
"Yasudah,nanti biar aku saja yang beli sendiri,sekalian mau belanja keperluan baby Raka dan Arkana"
"Maaf ya Nyonya"
"Iya enggak apa-apa"Rani pun permisi dan kembali bekerja.
"Mau aku temani sayang?"
"Tidak usah mas,aku bisa sendiri,mas fokus kerja saja,nanti aku minta sopir untuk anterin buat belanja"
__ADS_1
"Iya,nanti pergi nya hati-hati,kabari aku kalau kamu sudah pergi dari rumah"
"Iya mas"
Setelah Azizah mencium punggung tangan suami nya.Satria pun pergi meninggalkan rumah dengan mobil silver nya.
"Dadah Papa"ucap Azizah sembari melambaikan tangan Arkana ke arah mobil Satria.
Tit..Tit..
Satria membunyikan klakson,sebelum ia keluar dari pagar rumah nya.Setelah Satria pergi,Azizah pun kembali masuk ke dalam.
Azizah langsung pergi ke dapur,melihat apa saja yang harus di beli nya.
"Nyonya,daging salmon tadi enggak ada di swalayan tempat biasa kita belanja"
"Rani kamu bantu aku catat,apa saja yang harus dibeli ya,nanti kamu antar catatan itu ke kamar"
"Baik Nyonya"
"Aku mau tidurin Arkana dulu"
Azizah pun pergi meninggalkan dapur,menuju kamar baby R dan Ar.
Setelah memarkirkan mobil nya di tempat parkiran,Satria segera bergegas menuju lobi kantor.
Satria melihat Anita yang sedang menunggu nya disana.
"Pak,meeting nya di batalkan di purna.Tuan Wiguna mau mengadakan meeting di mall terdekat sini,karena Beliau sedang ada survei di tempat tersebut"
"Tidak masalah,kita bisa berangkat sekarang"
"Baik Pak"
Satria dan Anita meninggalkan lobi.
"Apa kamu membawakan proposal yang ku berikan kepada mu tadi pagi?"
"Iya pak.Aku membawa nya bersama,aku juga membawa beberapa dokumen penting lain nya"
"Kerja yang bagus.Bulan ini ada bonus untuk mu,serta aku punya tiga tiket untuk mu dan Laura,kalian boleh mengambil cuti dan pergi liburan"
"Terimakasih pak.Tapi,apa tidak masalah kami berlibur dengan perusahaan dalam keadaan yang sangat membutuhkan kami pak"
__ADS_1
"Tidak masalah.Aku bisa mengatasi nya,kalian butuh liburan"tukas Satria.Anita membuka pintu mobil untuk Satria.Mereka menggunakan mobil kantor untuk pergi meeting di luar perusahaan.