Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Kecelakaan


__ADS_3

Azizah yang merasa Bella dengan sengaja mendorong nya,dia segera memegang tangan Bella,dan kedua nya serasa tarik menarik,dalam keadaan itu,dan tentu saja tangan ke dua nya terlepas.


Tit...Tit..Tit...Suara klakson mobil,yang berjalan ke arah mereka,dengan kecepatan lumanyan tinggi,padahal di perumahan itu,jarang orang mengemudi dengan kecepatan tinggi.


"Azizah!"


"Sayang!"Satria dan Astuti berteriak secara bersamaan disaat melihat Azizah yang akan terjatuh.


"Agggrrrhh"


Braak!


"Haaah!"Azizah terpaku,sembari mata nya terus menatap ke arah Bella yang terhempas ke jalan aspal.


Satria berlari untuk melihat keadaan Azizah,begitu juga dengan Astuti yang mendekat ke arah Azizah dan Satria.


"Sayang kamu tidak apa-apa?"Sembari memeriksa keadaan Azizah,


"Aku tidak apa-apa mas.Tapi,Bella..."Azizah dan Satria melihat kearah Bella yang berbaring di jalan dalam keadaan sekarat.


Ckiiitttt!


Sebuah mobil berhenti tepat di depan rumah Satria.Mobil itu,milik Aldo,yang baru saja datang bersama dengan Mela.


"Bagaimana keadaan nya?"Tanya Aldo,Satria menggelengkan kepala nya.Mela langsung mendekat untuk memeriksa denyut nadi.Dalam keadaan mata terbuka,dan juga terlihat ke dua tangan yang patah.Bahkan seperti nya kaki juga ikut patah.


"Dia ke guguran!"Ungkap Mela,Astuti dan Azizah membulatkan mata nya,yang memang tidak mengetahui kalau Bella sedang mengandung.Kecuali,Satria dan Aldo serta Mela.


"Hamil?"Tanya Astuti,


"Benar Bu,Bella sedang hamil,usia kandungan nya satu bulan,aku bertemu dengan dokter kandungan yang berkonsultasi dengan nya di rumah sakit lain,dokter itu adalah teman kuliah ku dulu!"


Sebuah mobil juga berhenti di belakang mereka,dan secara bersama mereka menoleh dan melihat orang yang datang.

__ADS_1


"Nah,itu dokter yang saya maksud.Saya berencana untuk mengundang nya kemari untuk memberitahu ibu,kalau Bella sedang mengandung anak pria lain!"Saat Mela memberitahu kalau anak yang di kandung Bella adalah anak pria lain,langsung saja raut wajah Azizah berubah menjadi lega.


"Selamat siang"Ucap wanita dewasa itu,sembari mengulurkan tangan nya ke arah Mela dan juga Astuti.Disambut hangat oleh ke dua nya yang sama-sama profesi seorang dokter.


"Harus nya tadi malam kami sudah kembali kesini,tapi Tante Mela melarang aku untuk membawa pulang Azizah dalam keadaan sakit!"Ujar Satria,


"Bu,ini dokter Obgyn!"Mela memperkenalkan dokter tersebut kepada Astuti,


"Astuti,direktur rumah sakit purna!"


"Sella Marcela,dokter Obgyn di rumah sakit Mutiara!"


"Ini Azizah,dan ini suami nya Satria.Ini anak saya Aldo!"


"Senang berkenalan dengan kalian semua!"


"Senang juga bisa berkenalan dengan Tante Sella"Sambung Aldo,


Setelah mereka berkenalan,mereka pun melihat keadaan Bella yang sudah di dikerumuni banyak orang.Astuti juga sudah memanggil ambulance untuk membawa pulang jenazah Bella ke alamat nya.


Setelah ambulan tiba,jenazah Bella langsung di masukan ke dalam mobil jenazah.Sella dan Mela berpamitan untuk kembali.Begitu juga dengan Aldo.


Setelah semua orang pergi,Satria langsung mengajak untuk masuk dan istirahat.


"Sayang,hati-hati kamu belum sembuh!"Ujar Satria menuntun Azizah menuju pintu depan.


"Satria!"Panggil Astuti,Satria menghentikan langkah nya dan menoleh ke arah Astuti.


"Maafkan mama.Mama sudah salah memilih orang untuk mu,Mama benar-benar tidak tahu,kalau Bella sejahat itu sama kita"Terlihat permintaan maaf yang tulus dari Astuti membuat Satria pun tidak tega melihat sang ibu yang begitu sedih.Azizah menyuruh Satria untuk mendekati Astuti.


"Mah,semua nya sudah selesai sekarang,dia juga sudah mendapatkan balasannya,sekarang kita bisa memulai nya dari awal lagi mah!"Satria memegang tangan Astuti.Namun,netra Astuti melirik ke arah Azizah yang berdiri di belakang Satria.


"Sayang kemari!"Satria menyuruh Azizah untuk mendekat.Namun,Azizah terlihat Azizah yang ragu untuk menghampiri mereka berdua.

__ADS_1


"Tidak apa-apa !"Lanjut Satria.Saat melihat Azizah yang tidak mau mendekat.


"Ada yang mau mama katakan!"


"Eeemm,Mama..."Astuti terlihat ragu untuk berbicara kepada mereka.


"Mah,ayo kita masuk,di luar terlalu panas!"Ujar Azizah memegang tangan ibu mertua nya.


Astuti langsung memeluk erat tubuh Azizah saat wanita itu berbicara lembut kepada nya.


"Mah,kamu menyakiti Azizah "Ujar Satria,Astuti segera melepas pelukan nya.


"Maaf sayang,maaf.Terimakasih,kamu sudah mau mendonorkan ginjal mu untuk Mama,maafkan semua kesalahan mama yang selama ini sudah banyak menyakiti mu!"Ucap Astuti,Azizah hanya tersenyum menanggapi ucapan Astuti.


"Ma,kita keluarga,aku sudah lama memaafkan mama,aku tidak membenci Mama"


"Kamu begitu baik,kenapa aku tidak bisa melihat ketulusan dalam diri mu,kenapa aku terus-terusan berpihak kepada wanita ular itu,padahal kamu adalah orang yang paling baik di nikahi oleh Satria!"


"Ma,orang nya sudah meninggal tidak seharusnya,mama mengumpat nya.Kita doakan saja yang baik-baik untuk nya,semoga Allah menerima semua amal ibadah nya!"Pungkas Azizah.


"Entah terbuat dari apa hati mu Azizah,kamu sudah baik orang nya,Mama saja yang buta,tidak bisa melihat kebaikan mu!"Astuti menyentuh wajah Azizah,air mata nya menetes,Azizah langsung menyeka nya,


"Ayo ma,kita masuk,mama juga belum sembuh total 'kan?"


"Benar,ayo kita masuk"Satria menuntun dua wanita yang paling di cintai nya untuk masuk ke dalam rumah.


Di kediaman Bella. . .


Terlihat Sandrina yang sedang menangisi sang kakak.Meskipun hari ini kemati-an sang anak.Papa Bella juga enggan untuk kembali melihat Anak perempuan nya yang terakhir kali.


"Aku tidak akan membiarkan keluarga mereka hidup bahagia,setelah apa yang mereka lakukan untuk Kakak "Gumam Sandrina di samping tubuh kaku Bella.


Tidak ada yang tersisa selain kerugian yang di miliki Bella,bahkan ke dua tangan dan kaki nya patah saat kecelakaan itu.Bahkan ank yang dia kandung juga keguguran.

__ADS_1


"Apapun yang terjadi kepada Kakak,aku akan membalas nya dua kali lipat,lebih parah dari ini"Sandrina mengepalkan tangan nya,melihat peti ma-ti Bella yang sudah di bawa keluar.


Ada beberapa orang yang membantu Sandrina untuk membawa Bella ke tempat peristirahatan terakhirnya.Sandrina mengikuti nya dari belakang,dan bingkai foto milik Bella ada di tangan nya.


__ADS_2