
Hari ini adalah yang di tunggu - tunggu ustaz Zaki.Dimana Zuhra akan di lamar oleh seseorang,dan saat itu juga Zuhra akan berstatus sebagai seorang istri.
Meskipun kini keluarga Adam tak seperti dulu lagi,namun masih ada beberapa kerabat dekat yang datang membantu lamaran tersebut.
"Kakak aku gugup"Zuhra,terlihat duduk di tepi ranjang,Zaki sudah menemani nya sejak tadi,sembari menunggu calon suami Zuhra datang.
Setelah menerima pesan masuk,Zaki pun mengajak Zuhra untuk turun.
"Mereka sudah tiba di lorong,ayo kita tunggu dibawah"
Zuhra hanya menurut saja,tanpa membantah sedikit pun,karena ia sudah sangat percaya dengan pilihan Kakak nya itu.
Di tempat lain,ada beberapa mobil mewah yang ikut datang melamar seseorang untuk calon istri Gus Zayn.
"Gus,apa kamu yakin ini tempat nya?"tanya Aisyah,hari ini ia akan menemani Gus nya untuk lamaran,karena hanya Aisyah keluarga yang di miliki Gus Zayn.
"Iya ini benar,Gus sudah lama enggak ke sini,tadi Gus udah hubungi Zaki,harus nya benar disini"tukas Zayn,
Aisyah hanya mengangguk saja,lalu ia melirik sang suami yang duduk diam saja dari tadi.Karena,orang yang mau di nikahin Gus adalah wanita yang pernah mencelakakan ibu nya Al.
"Mas,kalau kamu tidak nyaman,kita bisa tidak usah masuk"Aisyah memegang lengan Al,
"Tidak,kita akan masuk"Al tidak mungkin membiarkan mereka begitu saja.Karena hanya Aisyah yang di miliki Zayn saat ini,dan Al tahu itu.
"Aisyah tahu,mungkin Umi kecewa,dan Papa Alex,pasti marah sama Aisyah.Tapi,mas ini sudah pilih Gus,Aisyah hanya bisa membantu lamaran saja"Aisyah menunduk,Al tahu,jika sikap nya telah melukai hati sang istri.
"Sayang,tidak apa-apa.Umi tidak akan marah,karena Umi bukan orang pendendam,namun sebaliknya,umi telah memaafkan mereka"pungkas Al,yang kini mengusap kepala sang istri,yg bersandar pada bahu nya.
Sopir Langsung memarkirkan mobil mereka tepat di depan rumah bewarna putih dua tingkat itu,terlihat mewah dan juga bersih,hanya saja tamu tidak datang begitu banyak,apalagi mengingat kejadian yang pernah di alami oleh keluarga ini.
Baru saja,Al dan Aisyah turun,dengan di ikuti oleh Zayn.Tak lama tiga mobil lagi juga baru masuk,dan itu membuat Aisyah terkejut.
"Mas,bukan kah itu mobil Papa?"bisik Aisyah,
"Iya,itu mobil Papa,mereka datang sebagai orang tua dari keluarga membelai pria"pungkas Al,Aisyah segera memeluk Al dengan erat.
Umar dan Yusuf turun di mobil lain,bersama dengan Maryam.Mereka berdua menggandeng tangan Maryam dan kini berdiri di sisi kiri dan kanan Maryam.
Di mobil lain,ada Fatimah dan Alex yang baru saja turun.Fatimah memegang kursi roda milik Alex,pria itu meminta Fatimah untuk selalu berada di samping nya.
"Aku bangga pada anak-anak ku,setidak nya Umi sama Papa sudah melihat besarnya mereka seperti apa,mereka tumbuh menjadi anak-anak yang baik,dan mereka juga tidak haus akan kekuasaan saat ini,aku harap kedepan nya akan selalu begitu"ungkap Al,
"Didikan dalam keluarga itu penting mas,kita bisa mengawasi mereka selama mereka di rumah,tapi di luar rumah kita tidak pernah tahu,apa yang mereka lakukan.Jadi,kita bisa membimbing mereka dengan baik,selama mereka berada di rumah"
"Benar sayang"
Setelah semua orang turun dari mobil,dan mereka menghampiri Aisyah dan Al,serta Gus Zayn.Mereka pun berjalan ke arah pintu masuk,dan di sambut hangat oleh keluarga Zaki.
Lamaran berjalan dengan lancar,dan juru bicara tentu saja Alex dan Maryam,dan itu membuat keluarga Zaki tidak ragu sedikit pun.
Namun,disaat calon membelai wanita akan bertemu dengan keluarga dari pihak laki-laki.Zuhra terkejut,pasalnya Maryam ada di sana,wanita yang pernah bermasalah dengan nya.
Melihat Zuhra tidak mendekat,lalu Maryam bangkit dan berjalan ke arah Zuhra,semakin membuat Wanita ini gugup dan takut.
"Maaf!"langsung kata-kata itu terucap dari bibir Zuhra,dan ia menundukkan kepala nya di depan Maryam.
"Kenapa kamu meminta maaf,bukan kah,ini adalah takdir?"ujar Maryam memegang wajah Zuhra.Wanita ini dapat melihat netra Maryam yang tak pernah menaruh rasa dendam kepada nya.
"Ayo"Maryam segera menuntun Zuhra ke depan semua orang.Dan Aisyah terlihat bahagia dengan lamaran yang berjalan begitu lancar.
__ADS_1
* * *
Divia baru saja selesai wawancara,dan ia baru keluar dari ruangan tersebut.
"Alhamdulillah,berjalan dengan lancar"gumam Divia memegang dada nya,lalu ia mendengar pesan masuk dari ponsel nya.Divia segera membuka dan melihat,sebuah foto yang di kirim oleh Raka kepada nya.
[Bagaimana wawancara nya?]
"Alhamdulillah lancar"
[Aku ikut senang,see you]
Divia hanya mengirim stiker senyum kepada Raka,saat membaca pesan terakhir pria itu.Lalu,Divia memilih untuk segera pulang,agar bisa membantu sang ibu di rumah.
Kediaman Bara. .
Mentari hanya bersantai di kamar,menikmati masa liburan sekolah nya.
Tok ! Tok ! Tok !
"Masuk"teriak Mentari dari dalam,Kejora segera masuk,dan melihat anak nya yang sedang duduk memainkan ponsel.
"Sayang,bagaimana dengan sekolah mu?"
"Sekolah ku lancar-lancar aja ma,kenapa ma?"
"Kalau kita harus pindah ke Inggris apa kamu akan tetap disini,atau ikut mama sama Papa kesana?"
"Mau tinggal disini sama Kakek sama Nenek Mela,Mentari mau disini saja,banyak teman !"pungkas nya,
"Apa enggak apa-apa sayang? nanti mama jarang pulang Lo sayang?"
"Maaf,jika ucapan Mentari menyinggung perasaan mama"Mentari segera memeluk Kejora,membuat Kejora,tidak dapat lagi menahan tangisan nya,ia terus saja menangis di pelukan Mentari,sampai tidak sadar kalau Bara sudah memperhatikan mereka berdua.
Bara tersenyum,lalu ia berjalan mendekat ke arah Mereka berdua yang ada di atas ranjang.
"Kenapa kalian berdua menangis?"goda Bara,
"Ratu sama Princess mana boleh menangis nanti jelek tahu"lanjut Bara yang kini duduk di belakang Kejora.
"Hiks Hiks Hiks.Aku belum bisa menjadi ibu dan istri yang baik.Aku malu pada diri ku sendiri,yang sering meninggalkan kalian berdua disini,maafkan Aku mas,Mentari!"
Bara segera memeluk Kejora,dan mengusap lembut punggung sang istri.
"Kamu tidak salah,aku yang salah,mungkin sebagai suami belum memberikan kebahagian yang selama ini kamu cari!"pungkas Bara,mendengar ucapan Bara,membuat Kejora membulatkan mata nya.
"Mas,aku bukan mencari kebahagian di luar sana,aku melakukan ini semua untuk masa Mentari dan masa tua kita nanti,jangan berkata seperti itu,sebagai istri Aku sudah sangat bahagia dengan ada nya kamu"
"Aku bangga memiliki Papa dan Mama seperti kalian,karena banyak di luaran sana yang tak seberuntung aku"Mentari langsung menyela duduk di tengah-tengah Bara dan Kejora.
Waktu pun terus berputar,dan sore telah pergi meninggalkan waktu nya.Malam pun tiba,Kejora menyiapkan makan malam untuk anak dan suaminya.Di rumah yang dulu di hadiahkan oleh Aldo dan Putri.Meski tidak sebesar rumah utama,namun rumah itu terlihat mewah dan nyaman.
Dengan penghasilan Bara dan Kejora,mungkin mereka bisa membeli yang lebih besar dari itu,namun Kejora memilih untuk tinggal di tempat itu,dalam bentuk menghargai pemberian Aldo dan Putri.
"Mas,bagaimana perusahaan kita,apa aman-aman saja?"
"Aman sayang,kata Dio besok ada meeting dengan perusahaan Hasbro!"
"Waah,perusahaan Hasbro lumanyan besar juga Lo mas,Ceo nya kata nya masih muda,gantiin Papa nya.Dia juga lulusan luar negeri,mereka juga punya cabang Hasbro di luar negeri"mendengar pujian itu,Bara langsung menatap Kejora dengan tatapan dingin.
__ADS_1
"Ceo nya sekitar umur 28th kalau enggak salah.Wajah nya seperti masih umur 20an gitu mas,pokoknya beruntung kita bisa bekerja sama dengan Hasbro!"Kejora langsung duduk di kursi nya,Mentari melihat ke arah Bara,yang sudah menahan cemburu.
"Kapan ya aku bisa bertemu dengan Ceo Hasbro,mau nya besok ikut meeting ya mas"
"Terus...Terus saja,tunggu sampai sendok garpu patah baru berhenti!"cibir Mentari yang terus menatap Bara,yang sedang menahan cemburu.
Kejora baru sadar,kalau Bara paling benci kalau dia memuji pria lain di depan nya.
"Tapi,tetap Ceo Permata yang buat Mama jatuh cinta dan susah tidur siang malam"lanjut Kejora,yang kini menatap Bara,lalu menggoda nya.Namun,pandangan Bara,masih belum berubah juga raut wajah nya masih kesal.
"Tiga ronde deh malam ini ya"goda Kejora dengan kedipan mata yang membuat Bara tidak bisa marah lagi,kepada istri nya itu.
"Janji itu ya,tiga ronde!"tegas Bara,lalu melanjutkan makan nya.
Gluk!
Kejora menelan ludah,dan menghela nafas nya.Mentari hanya terkekeh melihat tingkah dua orang yang berada di depan nya itu.Meskipun bisnis membuat mereka jarang bertemu,namun keluarga ini selalu harmonis,dengan sikap Kejora yang keras kepala,Bara berubah menjadi sikap yang lebih mengalah dan juga menjadi sangat menyayangi Kejora.
Makan malam pun berlalu,Mentari segera menuju kamar nya.Setelah membereskan dapur dan meja makan,Kejora menyusul Bara yang sudah duluan ke kamar.
Kejora melihat Bara yang sedang serius di depan laptop nya.Pria itu duduk di atas ranjang,sembari memakai kaca mata yang membuat Kejora gemes akan tingkah nya itu.
"Sudah selesai? sana mandi dulu"titah Bara,padahal Kejora baru saja akan duduk di tepi ranjang,dan ingin menggoda Bara,tapi pria itu selalu bersikap serius saat di depan laptop.
"Aku mandi dulu mas.Cup!"Kejora masih sempat mencuri kesempatan untuk mencium pipi Bara,sehingga membuat pria itu menatap tajam ke arah nya.Namun,Kejora hanya menanggapi nya dengan senyuman khas di bibirnya,lalu beranjak ke kamar mandi.
Ceklek !
Pintu kamar mandi terbuka,setelah beberapa menit yang lalu tersebar suara air yang jatuh dari shower.
Kejora keluar dengan handuk yang sengaja di lilitkan di tubuh nya,ia sengaja tidak memakai baju mandi,untuk menggoda Bara.
"Mas,aku sudah siap mandi,ayo kita tidur!"seru Kejora yang berjalan ke arah Bara.Pria ini segera mendongak dan menatap Kejora,dari atas hingga bawah,membuat seluruh tubuh nya panas dingin.
"Hi...Hi...Hi..."Kejora tertawa seperti Kunti membuat Bara terkejut.
"Kejora,apa yang kau lakukan!"pekik Bara,
"He..He..He..Maaf suami ku!"Kejora memindahkan laptop yang ada di atas pangkuan Bara ke atas nakas,lalu kini gantian dia yang di atas pangkuan Bara.
Gluk!
Bara menelan Saliva nya,melihat gunung kembar yang kini berada tepat di depan mata nya.Meskipun ini bukan yang pertama,atau yang kedua bukan juga yang ke tiga,mungkin ini yang ke seribu kali nya,mereka duduk dengan posisi itu.Namun,masih membuat jantung Bara berdegup kencang,seakan-akan baru saja selesai berlari seribu kilo meter.
"Apa mas,deg-degan?"bisik Kejora,Bara hanya diam saja,apalagi kini jari jemari Kejora mulai menyentuh wajah,dan juga leher Bara.Kejora mulai menggoda sang suami,agar segera bertindak,namun nyata nya Bara menunggu sampai batas mana kepandaian Kejora dalam melakukan hal itu semua.
Kejora melepaskan kaca mata Bara,meletakkan itu di atas laptop.Lalu ia mengalungkan tangan nya di leher Bara,sehingga membuat gunung kembar Kejora semakin dekat dengan wajah Bara.Tentu saja itu membuat akal sehat Bara semakin memberontak untuk segera bertindak tidak waras.
Tangan kekar Bara,kini melepas lipatan handuk yang melilit di tubuh Kejora.Sehingga pandangan di depan mata membuat dada Bara sesak,dan ia sulit bernafas,dengan cepat Kejora mencium bibir tebal merah kecoklatan itu,lalu memainkan lidah di dalam nya dengan intens sembari menghitung satu persatu gigi yang berbaris di sana dengan lidah nya.
Tangan Kejora terus meremas rambut Bara,disaat ciuman itu kian memanas,dan kini Bara mulai menurunkan bibir nya ke leher Kejora,sehingga terdengar ******* demi ******* yang keluar dari mulut Kejora.
Permainan bibir itu berlangsung beberapa menit,sebelum ia melanjutkan ke tahap yang lain.Kejora membantu membuka kancing piyama Bara,satu persatu kancing nya mulai terlepas,hingga memperlihatkan otot perut Bara yang sixpack.
Kejora menyentuh nya dengan lembut,lalu ia mengecup nya dengan pelan, sehingga muncul erangan dari mulut Bara yang tak sengaja lolos.Mendengar itu membuat Kejora tersenyum.
Bugh!
Bara mendorong tubuh Kejora ke atas kasur,lalu membuat handuk yang menutupi rambut nya yang basah.Bara menarik selimut lalu menutupi mereka berdua,dan handuk yang ada di tubuh Kejora sudah di buang oleh Bara ke lantai.
__ADS_1
Jadi malam ini,malam yang panjang untuk mereka berdua,malam yang sangat romantis setelah LDR beberapa bulan yang lalu.Dan malam ini adalah hadiah terindah yang di berikan Kejora untuk sang suami.