
Ceklek !
Pintu ruangan itu terbuka,Azizah menyeka kembali air mata nya,seseorang datang ke ruangan Azizah.
"A-Azizah!"
"Tante!"
Ke dua nya terkejut,dan dengan langkah besar Mela melangkah ke arah ranjang Azizah,melihat wanita yang sebelum nya ia temui bersama dengan Aldo,hari ini malah berbaring di ranjang rumah sakit.
"Apa yang terjadi?kenapa kamu disini?"Mela,yang memegang tangan lembut nan lemah itu,mata nya yang sayu menatap rapuh ke arah Mela,air mata tak henti-henti nya keluar dari netra bening itu.
"Azizah"Lirih Mela lagi,wanita ini langsung merangkul Azizah ke dalam pelukan nya,ia tahu pasti ada sesuatu yang tak beres dari tadi pagi.Mela sudah curiga dua hari yang lalu dengan dokter Anwar.
"Kenapa kamu melakukan ini Azizah,kamu tahu,betapa gelisah nya Satria saat mengetahui jika yang donor ginjal untuk Mama nya adalah Bella.Karena Satria tidak ingin berhubungan dengan wanita itu lagi!"
"Bel-Bella?kenapa Bella Tante?"
"Iya,Bella dan dokter Anwar sudah memanipulasi semua nya,bahkan Astuti saat ini sudah tahu,jika yang donor ginjal untuk nya adalah Bella calon menantu dia!"Ungkap Mela,yang menatap penuh iba kepada wanita itu,wanita yang begitu baik.Namun,semenjak masuk ke dalam keluarga itu,hidup Azizah selalu di penuhi dengan kesengsaraan.
"Tante,jangan katakan apapun kepada Mas Satria,aku tidak ingin mas Satria merasa bersalah,aku tidak suami ku membenci Mama nya,aku hanya ingin Mama Astuti hidup nya normal dan baik saja,aku tidak ingin dia hidup dalam keadaan tekanan,karena hanya memiliki satu ginjal!"Ujar Azizah,
"Bagaimana dengan mu,apa kamu bisa melakukan itu?bukan kah kamu sendiri sedang program hamil?bagaimana kedepan nya,apa kamu bisa melewati itu semua?apa Satria akan terus berada di dekat mu?"Berbagai macam pertanyaan keluar dari mulut Mela,wanita lain yang menganggap Azizah sebagai wanita yang baik.
"Tante,jangan katakan itu,aku yakin aku bisa melewati ini,kalau pun tidak selama nya mas Satria berada di sisi ku,aku yakin garis takdir yang di berikan Allah selalu lebih indah dari keinginan ku!"Azizah memegang tangan Mela,Wanita ini dapat merasakan dingin nya tangan Azizah,sehingga ia sendiri tidak dapat menahan air mata yang menetes ke atas tangan mereka.
"Kenapa Tante menangis?serahkan semua pada Allah,Allah tidak pernah mengabaikan doa-doa dari hamba nya"
"Sayang,kenapa begitu mulia hati mu,aku bangga bangat sama kamu,aku berharap Aldo atau pun Bara bisa menemui wanita sebaik kamu,Kamu adalah bidadari surga Satria,Azizah!"
"Tante tolong janji satu hal kepada ku!"Pinta Azizah,Mela dapat menebak apa yang di inginkan Azizah.
"Jangan lakukan itu,Tante tidak bisa melakukan itu,Satria atau pun Astuti berhak tau,menantu yang ia benci dan di hina terus di maki,hari ini telah memberi satu kali kesempatan untuk hidup normal kepada nya!"
__ADS_1
"Tante,Azizah mohon,jangan lakukan itu,sampai Azizah sembuh!Azizah sendiri yang akan kasih tau mas Satria kalau nanti Azizah sudah sembuh,percaya sama Azizah!"Mela menatap dalam netra Azizah,sebenarnya ia punya rasa iba yang luar biasa untuk Azizah,tapi mau gimana lagi,Azizah sendiri tidak ingin semua orang tahu.
Tap...Tap...Tap...
"Seseorang datang,Azizah aku harus bersembunyi!"Ujar Mela,karena ia tidak ingin seseorang mengetahui keberadaan Mela.Maka,rencana Mela akan gagal.
Ceklek !
"Azizah,bagaimana kabar mu?"Tanya dokter Anwar yang datang untuk memeriksa Azizah,dan membawa beberapa obat suntikan kepada Azizah.
"Saya baik dok"Azizah menyembunyikan ponsel nya,lalu dokter Anwar segera memeriksa Azizah.
Mela yang melihat itu pun segera mengambil Vidio,untuk barang bukti,atas perbuatan yang di lakukan Anwar.
Drrt..Drrt.. Ponsel milik Mela bergetar,dokter Anwar terkesiap.
'Ada orang lain di dalam ruangan ini?'Batin dokter Anwar.Azizah menyadari itu.
"Maaf dok,ponsel saya bergetar,seperti nya suami saya menelpon "Ujar Azizah,dokter Anwar tersenyum lega.
"Terimakasih dok"dokter Anwar hanya mengangguk,lalu pergi meninggalkan ruangan Azizah.
Melihat Anwar sudah pergi,Mela kelar dari tempat persembunyian,setelah berpamitan dengan Azizah dia pun keluar dari ruangan itu.
Di luar ruangan Mela melihat suster yang berjalan ke arah ruangan Azizah,Mela langsung bersembunyi ke ruangan mayat,yang kebetulan belum di kunci.
Ceklek !
"Kita makan dulu ya"Ucap Suster itu dengan ramah.Azizah mengangguk nya.
'Semoga Tante Mela tidak ketahuan oleh mereka'Batin Azizah yang khawatir dengan keadaan Tante Mela.
Azizah yang di bantu oleh suster itu pun segera menikmati makan malam nya.Mela segera keluar dan turun dari lantai dua rumah sakit purna.
__ADS_1
Dengan langkah cepat,Mela segera menuruni anak tangga dan berjalan ke arah ruangan Bella,karena Mela ingin mencari Satria.
Namun,di lorong rumah sakit,Mela hanya bertemu dengan Aldo dan Bara yang datang untuk melihat keadaan Astuti.
"Mama"Mela mengatur nafas nya,Aldo melihat Bara,begitu juga dengan Bara.
"Apa yang terjadi?"Tanya Aldo.
"Mama mu berbicara dengan kalian,tapi tidak disini,kita bicara dirumah"
"Oke,mama tenang dulu ya,ambil nafas dalam- dalam "Mela langsung mengatur nafas nya kembali,setelah ia merasa lega,Mela pun pamit sama Aldo dan Bara untuk kembali ke ruangan nya.
Aldo dan Bara segera pergi untuk melihat Astuti.
Ceklek !
"Masuk Aldo!"Ucap Adi yang begitu ramah.
"Bagaimana keadaan Tante?"Tanya Aldo,
"Alhamdulillah sudah membaik,tiga hari lagi,sudah bisa pulang"Sahut Adi,Aldo dan Bara mendekat.
"Kalian berdua kalau mau cari mantu harus seperti Bella,dia sudah berkorban banyak untuk Tante,bahkan hari ini dia mendonorkan ginjal nya untuk Tante"Pungkas Astuti,Aldo dan Bara hanya bisa saling pandang satu sama lain.
'Sudah ku duga,wanita ini pasti akan membela wanita ular itu mati-matian !'Bara mendengus kesal mendengar ucapan Astuti.
"Bara apa kamu baik-baik saja?"Tanya Astuti,
"Aku baik-baik saja,tapi tidak setelah mendengar ucapan Tante"Cibir Bara,Aldo segera menyenggol Bara,dan terlihat Bara mengerucutkan bibir nya itu.
"Tante,dimana Satria?"Tanya Aldo,
"Satria,seperti nya ada di dalam ruangan Bella!"
__ADS_1
"Kalau begitu,kami akan melihat nya Tante,ada yang ingin ku bicarakan dengan Satria"Ujar Bara,Astuti mengangguk.
Ke dua saudara itu segera keluar dari ruangan Astuti,tiba di luar ruangan Aldo memarahi Bara yang tidak bisa menjaga sikap nya di depan Mama Satria.