Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Kemarahan Satria.


__ADS_3

Tanpa menjawab ucapan dokter Anwar,Satria sudah melayangkan beberapa kali pukulan nya kepada dokter tersebut.


"Mas,hentikan apa yang kamu lakukan"


Satria tidak memperdulikan teriakan Azizah,yang Satria tahu saat ini adalah meluapkan emosi nya kepada pria yang memakai seragam dokter di depan nya.


Perawat yang tadi menemani dokter Anwar,sudah lari dari ruangan itu,meninggalkan dokter Anwar yang sedang di hajar oleh Satria.


Azizah segera turun dari ranjang nya,dengan sekuat tenaga menahan rasa sakit. Untuk menghentikan sang suami yang sedang memukul dokter Anwar.


"Mas,hentikan !"Azizah mencoba menarik lengan Satria.Satria yang tengah terpengaruhi dengan kemarahan dan emosi nya sengaja menepis tangan Azizah yang memegang nya.


"Agrh"Pekik Azizah saat diri nya terhempas ke lantai.


Ceklek !


"Satria!"Teriak Aldo berlari untuk melepaskan dokter Anwar di tangan Satria.


"Kamu bisa membu-nuh nya,lepaskan tangan mu!"Aldo berusaha memisahkan Satria dari dokter Anwar.Namun,tenaga Satria lebih kuat dari Aldo,sehingga tidak membuat nya berhasil memisahkan ke dua orang itu.


Duaaagh!


Duaaagh!


"Sebelum kau bertindak,harusnya kau tau Azizah itu istri Ku!"Teriak Satria,menarik kerah kemeja dokter Anwar.Wajah dokter Anwar sudah babak belur di hajar oleh Satria,dengan sudut bi-bir yang sobek,dan mata bengkak membiru.


"Uhuuk!Ma-Maaf Tuan mu-muda"Ucap dokter Anwar terbata,setelah muntah darah,terlihat baju putih bersih yang ia kenakan kini ternoda dengan darah akibat dari perbuatan nya.


"Sat,lepas!"Titah Aldo,berusaha menarik pria itu.


"M-mas!"Lirih Azizah,Wanita itu sendiri takut melihat Satria yang begitu emosi,bahkan ia tidak berhenti- henti melayangkan pukulan ke arah dokter Anwar.


Dugh!


Satria menghempaskan tubuh dokter Anwar ke lantai.Lalu ia melirik sang istri yang kini berada lantai juga.


"Sayang!"Satria segera menghampiri Aziza,lalu memeluk wanita itu dengan erat.Bahkan Satria tak henti-henti nya,menci-um kening dan ke dua pipi Azizah.


"Kenapa harus begini?kenapa menyembunyikan ini semua dari ku"Tanya Satria,yang memegang ke dua pipi Azizah.Air mata Azizah jatuh berlinang di depan Satria,secepat kilat Satria langsung menyeka air mata itu.

__ADS_1


"Jangan menangis!Aku yang salah,aku yang membawa mu dalam duka ini,aku yang tak bisa menjadi suami yang melindungi mu,aku lah yang salah,maafkan aku,please jangan menangis,sudahi tangisan mu!"Satria kembali memeluk sang istri.


Setelah Satria mulai tenang,lalu ia melirik ke arah Aldo dan dokter Anwar.Satria membantu Azizah untuk bangkit dari lantai,dan kini ke dua nya berdiri tak jauh dari Aldo dan dokter Anwar.


"Bawa dia ke kantor polisi,aku akan menuntut nya.Buat dia tidak bisa bebas dengan jaminan.Buat hidup nya lebih buruk dari yang ia buat kepada Azizah!"Ujar Satria,melihat dokter Anwar dengan tajam.


Aldo segera menyeret dokter Anwar dari ruangan itu.Mela pun datang untuk melihat Azizah dan Satria.


Ceklek !


"Satria.Baringkan Azizah,Tante akan memeriksa nya,dan Tante membantu obat suntikan untuk menetralkan rasa sakit yang di derita Azizah"


"Emm"Satria langsung membantu Azizah untuk berbaring,setelah itu Mela langsung memeriksa Azizah.


Sepuluh menit berlalu,setelah menyuntik obat,Mela memberikan rekaman video dokter Anwar kepada Satria sebagai bukti untuk memperkuat kasus dokter Anwar.


"Tante,aku akan membawa Azizah pulang,aku ingin merawat nya di rumah!"Ujar Satria.


"Jika terjadi sesuatu segera bawa kemari,aku akan memeriksa ulang,dan membantu dokter lain untuk menyembuhkan sakit Azizah!"


"Terimakasih banyak Tante!"


"Sama-sama,yang penting saat ini Azizah sudah akan baik-baik saja"


Ada beberapa perawat yang ikut terlibat,juga di seret ke kantor polisi oleh Aldo.Mela tersenyum bahagia kepada Azizah,ia senang setelah melihat keadaan Azizah akan baik-baik saja.


* * *


Sebuah mobil Taxi berhenti tepat di depan rumah Purna.Satria segera turun,saat melihat Bella dan Astuti akan memasuki mobil untuk pergi,Satria melarang Azizah untuk turun.


"Pak,tunggu sebentar,jangan pergi dulu,aku akan membayar dua kali lipat ongkos nya,biarkan istri saja duduk disini sebentar!"


"Baik Tuan!"


"Sayang,kamu tunggu disini sebentar,jangan turun dulu sebelum aku kembali!"


"Iya mas"Satria segera turun untuk menghampiri Astuti dan Bella.


Ceklek !

__ADS_1


Astuti baru saja membuka pintu mobil,


Blam!


Satria menutup nya dengan paksa,membuat Astuti dan Bella terkejut bersamaan.


"Sat,apa-apaan sih kamu,baru pulang bukan nya peluk mama dulu,tapi malah bikin kaget!"Cetus Astuti yang kesal,karena sudah di bikin jantungan oleh Satria.


"Mas Satria sudah pulang?"Tanya Bella dengan manja,dan berjalan ke arah Satria.


Drrt...Drrt...Drrt...


Ponsel Bella bergetar,itu panggilan dari dokter Anwar,pihak kepolisian yang mencoba menghubungi Bella melalui telepon milik Anwar.


Mata Bella membulat saat menatap layar ponsel milik nya,Satria juga ikut mengintip nya dari samping.


"Kenapa tidak di angkat,itu 'kan dokter yang menangani kamu operasi ?"


"I-Iya,tapi aku sedang buru-buru mau pergi bersama dengan Tante!"Ujar Bella,mematikan panggilan dari dokter Anwar.


"Iya Sat,Mama sama Bella mau pergi untuk melihat gaun pengantin mu!"


"Gaun pengantin?siapa yang nikah?"Tatapan Satria menatap tajam Astuti.Membuat Astuti tidak berani membuka mulut,ia tahu saat ini Satria sedang menahan amarah nya.


"Sat,apa kamu baik-baik saja?"Astuti memegang lengan Satria.


"Kalau mas Satria capek,ayo aku temani istirahat!"Dengan percaya diri Bella mencoba memberi perhatian kepada Satria.


Pak!


Satria menepis tangan Bella,membuat Bella marah.


"Ini balasan mu,setelah apa yang ku lakukan untuk mama mu!"Teriak Bella,Satria langsung tersenyum miring,dan itu membuat Bella atau Astuti bingung.


"Sssttt!"Satria meletakkan jari nya di bi-bir Bella,membuat wanita itu sedikit takut,apalagi kini netra Satria yang memerah.


Mereka baru sadar,jika jari-jari Satria terluka,


"Sat,kenapa tangan mu?"Tanya Astuti,yang ingin memegang tangan Satria.Namun,segera mungkin Satria menarik nya kembali.

__ADS_1


"Sampai kapan kamu akan mempertahankan kebohongan mu?Kamu sudah menipu banyak orang.Tapi,kamu juga ingin melakukan kejahatan yang lebih parah lagi dari ini?setelah kamu mencoba memanfaatkan kebaikan orang lain,kamu juga ingin merenggut nyawa orang lain,atas keegoisan mu Bella!"Teriak Satria di ujung perkataan nya.Membuat Wanita itu sontak terkejut,dan menatap ke arah Satria.


"Sat,apa yang kamu katakan!hentikan omongan kosong mu,Bella belum sembuh,kamu bisa menyakiti hati nya!"Tukas Astuti,Satria langsung menoleh ke arah Astuti dan memberi peringatan kepada Astuti agar tidak melibatkan diri dalam masalah yang sedang di selesaikan oleh Satria dengan Bella.


__ADS_2