
Ceklek !
Satria terkejut,saat melihat Aldo telah kembali ke kamar itu lagi,dengan cepat Satria menutup wajah sang istri.
"Bagaimana ?"Satria menghampiri Aldo,Pria ini terdiam,ia menatap lesu ke arah Satria,Aldo tidak tahu harus berkata apa.
"Kenapa Kamu diam,katakan!"Teriak Satria,Aldo segera menceritakan semua informasi yang ia dapatkan dari pria itu.
Satria mengepalkan tangan nya, mendengar jawaban dari Aldo.Sebelumnya Satria masih bisa menerima nya,apapun yang di lakukan orang terhadap Azizah,masih di batas wajah menurut nya.Tapi,setelah kejadian ini,Satria tidak dapat lagi mentoleransi nya,ia akan membuat perhitungan dengan mereka semua.
"Aku akan membawa nya kembali ke Jakarta!"
"Apa kamu gila!dia masih belum siuman,biarkan diam menginap semalam disini!"
"Benar yang di katakan Aldo,biarkan dia menginap semalam disini,aku akan membantu kalian memesan tiket untuk besok pagi,dan aku sendiri yang akan mengantar kalian ke bandara!"Pungkas Putri,
"Ayolah Sat,yakin lah semua akan baik-baik saja!"Aldo menenangkan Satria yang masih dalam keadaan emosi dan marah,Aldo melihat tangan Satria yang terluka akibat memukul pria itu.
"Put,bantu obati teman ku ini,jangan biarkan dia ikut sakit,aku takut dia tidak dapat kembali besok!"
"Aku bisa mengobati nya sendiri!"Satria menolak untuk di obati.
"Jangan keras kepala,biarkan Putri yang mengobati mu!"Akhir nya Satria memilih untuk nurut dan membiarkan Putri mengobati luka nya.
Setelah tangan nya di obati,Aldo dan Putri meninggalkan dua orang itu di dalam kamar,mereka segera pergi ke kamar masing-masing.
"Sayang,maafkan aku,yang datang terlambat!"Ucap Satria berulang kali,bahkan pria ini tanpa sengaja menjatuhkan air mata nya.
Satria mengelus punggung tangan Azizah,dan juga mengelus wajah sang istri dengan lembut.Satria juga menyentuh sudut bibir Azizah yang berdarah.
Sepanjang malam Satria menunggu Azizah siuman,bahkan ia tidak dapat tidur dengan begitu nyenyak sebelum sang istri siuman.
* * *
__ADS_1
Sampai di Jakarta...
Tiba di rumah Purna,Satria menekan bel rumah dengan tidak sabaran,ia menekan nya berkali-kali.
"Bi,coba liat siapa pagi-pagi yang datang bikin rusuh di rumah orang "Ketus Astuti,yang sedang mengambil nasi untuk suami nya.
"Baik -Nya!"Bi Atun segera berjalan ke arah pintu depan.
Ceklek !
"Den Satria..."Ucap Bi Atun,saat melihat Satria yang masuk kedalam rumah,saat pintu terbuka.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun,Satria langsung menghampiri orang tua nya yang berada di meja makan.
"Sayang kamu sudah pulang?"Tanya Astuti dengan ramah.Astuti tersenyum bahagia saat melihat Satria pulang sendiri.
Pertanyaan itu tidak di jawab oleh Satria,dengan langkah besar pria itu segera berjalan ke arah meja,dan menarik alas meja,sehingga hidangan yang tertata rapi di atas meja berserakan di lantai.
Prang! Ting ! Prang!
"Satria,apa yang kamu lakukan!"Teriak Adi dengan keras,dan ikut berdiri dari tempat duduk nya.
"Papa bertanya kepada Ku?kenapa papa tidak bertanya kepada perempuan yang menjadi istri papa ini!"Ketus Satria,sembari menunjuk ke arah Astuti,tentu saja membuat wanita ini syok dan melebarkan mulut nya,tangan nya bergerak untuk menutup nya.
"Satria!"Teriak Adi lagi,"Jaga bicara mu,dia masih mama mu,dimana sopan santun mu!"Suara lantang Adi memenuhi seluruh ruangan itu,entah sejak kapan dua orang pembantu datang untuk melihat,Bi Atun terlihat ketakutan saat melihat Satria yang begitu marah kepada Astuti.
"Mama?Papa bilang perempuan ini Mama ku?apa dia masih pantas di sebut seorang ibu setelah berencana untuk mem-bunuh menantu nya sendiri!"Teriak Satria dengan lantang,Adi atau pun ke dua pembantu tersebut ikut terkejut,Astuti membulatkan mata nya,saat mendengar ucapan Satria.
"Sat,mama memang membenci Azizah,tapi mama tidak berencana untuk membu-nuh nya!"Astuti memegang lengan sang anak,ia berusaha untuk menyakinkan Satria,kalau dirinya bukan pelaku atas kejadian yang menimpa Azizah.
"Ma,kita sudah hidup belasan tahun,aku mengenali mama,aku tahu sifat asli mama.Mama tidak perlu berakting di depan ku,aku bukan Papa yang selalu menerima kejahatan mama.Selama ini aku diam,tidak membuat perhitungan dengan mama,karena Azizah meminta ku untuk tidak melawan mama.Tapi,yang mama lakukan hari ini sudah kelewatan batas,ini sudah menyangkut nyawa seseorang!"
Adi dapat melihat kekecewaan dari raut wajah Satria yang begitu dalam,Adi sendiri kecewa dengan istri yang bisa berlaku begitu kejam kepada menantu mereka.
__ADS_1
"Satria,katakan,apa yang telah di perbuat ibu mu"
"Dia mengirim seseorang ke Bali untuk mencelakai Azizah,bahkan Pria itu ingin mele-cehkan Azizah,saat ini Azizah masih di rawat di rumah sakit!"
"Satria percaya sama mama.Mama bukan pelaku nya"Astuti memegang lengan Satria,Adi segera menarik sang istri.
Plak!
Satu tamparan melayang di pipi Astuti,wanita itu terkejut.Sudah hidup berumah tangga belasan tahun,Adi belum pernah menampar sang istri,ini untuk pertama kali nya pria itu berani menampar istri nya.
"Papa kecewa sama mama!"Adi segera pergi meninggalkan Astuti dengan Satria di ruang makan.
Satria segera berlalu menuju kamar nya,Astuti mengejar Satria dari belakang.
"Sayang apa yang kamu lakukan "Tanya Astuti,saat melihat Satria yang membereskan semua pakaian nya,dan dia memasukan nya ke dalam koper,beserta pakaian milik sang istri.
"Aku akan pergi dari rumah ini,membawa Azizah bersama!"
"Tidak.Jangan lakukan itu,Mama mohon,jangan tinggalkan mama sendiri Sat!"Astuti menahan tangan Satria,saat Pria itu akan keluar dari kamar dengan membawa koper.
Satria berusaha melepaskan tangan Astuti,sehingga tubuh Astuti terduduk di atas lantai,dengan menatap kepergian Satria.
"Satriaaaaa"Teriak Astuti dengan keras,"Jangan tinggalin Mama nak,hiks..hiks!"Astuti segera bangkit dari duduk nya dan mengejar Satria.
Satria sudah masuk ke dalam mobil nya,Satria langsung memutar arah mobil tersebut.
Tok..Tok..
"Sat,buka,jangan pergi,Mama mohon,jangan tinggalin Mama!"Ucap Astuti berulang kali,berusaha menyuruh Satria untuk membuka pintu mobil.Namun,kali ini keputusan Satria sudah bulat.
Bruuummm....
Mobil bewarna silver tersebut,sudah pergi meninggalkan halaman rumah Purna.Astuti mengejar nya,sampai bayangan itu pun hilang,Astuti duduk di aspal sembari meratapi nasib nya yang di tinggal sang anak.
__ADS_1
Bi Atun,datang untuk membantu Astuti,"Nyonya apa yang Anda lakukan,ayo masuk!"Astuti segera berdiri dengan di bantu oleh Bi Atun,sebelum ia kembali masuk dalam halaman rumah nya,Astuti sekali lagi menoleh ke arah bayangan mobil Satria yang sudah hilang.