Wanita Cadar Tanpa Mahkota

Wanita Cadar Tanpa Mahkota
Satu Bulan Telah berlalu


__ADS_3

Terlihat Azizah dan Rani yang turun dari dalam mobil Satria,ke dua berhenti tepat di depan sebuah mall.


"Sayang,benaran tidak mau aku temani?"Tanya Satria,


"Tidak usah mas,aku bisa pergi bersama dengan Rani,bukan kah,pagi ini mas ada meeting?"


"Iya,tapi bagaimana bisa kamu pergi bersama dengan Rani?"


"Tuan,aku bisa menjaga Nyonya sebaik aku menjaga diri ku sendiri,Anda tidak perlu khawatir!"Ujar Rani,


"Rani,aku mempercayakan mu menjaga Azizah,jangan biarkan dia membawa barang belanjaan nya,kamu tahu,dia tidak bisa capek!"


"Siap Bos,semua perintah mu akan ku laksanakan "Azizah tersenyum melihat tingkah Rani,wanita muda ini selalu bisa membuat Nyonya muda dan Tuan muda tersenyum melihat tingkah dia.


"Aku pergi dulu,Rani ingat pesan ku!"


"Iya Tuan"


"Hati-hati mas"Satria mengangguk,sembari tangan menyentuh setir mobil,lalu pergi meninggalkan tempat itu.


"Nyonya apa yang mau anda belikan dulu?"


"Persediaan bahan makanan masih ada di rumah Ran?"


"Nyonya,Tuan sudah bilang,kita hanya boleh belanja keperluan anda saja,tidak boleh memikirkan dapur saat berada disini!"Tukas Rani,Azizah hanya tersenyum.


"Biar sekalian,jadi kamu nanti hari Minggu tidak perlu repot lagi untuk pergi berbelanja!"Ujar Azizah,


"Tetap tidak boleh,itu biar urusan Rani,hari ini Nyonya hanya boleh fokus pada keperluan Nyonya saja!"Tegas Rani,lalu mengajak Azizah untuk melihat-lihat berbagai macam pakaian muslimah.


"Tidak menyangka ya,dunia sebesar ini,bisa terlihat begitu kecil!"Seru seseorang,Azizah dan Rani langsung menoleh ke arah sumber suara.

__ADS_1


"Non Sandrina?"Gumam Rani,yang memang mengenal Adiknya Bella.


"Rani kamu masih mengingat Ku?aku pikir semenjak dekat dengan Nyonya baru kamu ini melupakan aku!"


"Ayo Nyonya kita pergi!"Rani mengenal sifat ke dua kakak beradik itu dengan sangat betul,jadi dia tidak ingin mendapat masalah,segera mengajak Azizah untuk pergi dari sana.


"Tunggu!"


"Aah"Azizah menahan hijab nya yang di tarik kasar oleh Sandrina.


"Non,Sandrina.Apa yang kamu lakukan,ini sungguh tidak sopan!"Ketus Rani,yang kesal.


"Anak kemarin sore,mau berbicara soal sopan dengan aku?"Sandrina melangkah mendekat,sembari tangan di dada.


"Kenapa?apa kamu takut?semua orang tahu,kalau Nyonya mu ini pelakor?bahkan dia bisa menghilangkan nyawa orang lain?"Sandrina berteriak agar semua orang mendengar,dan ia sengaja mengiring opini itu,untuk membuat Azizah malu.


"Jaga ucapan kamu,siapa yang kamu maksud pelakor,aku ini istri sah nya mas Satria,justru kakak mu yang selalu datang menggoda suami ku!"Pungkas Azizah,


"Benar,Non Bella yang selalu datang ke rumah Purna untuk menggoda Tuan!"Sambung Rani.


Benar saja,perbuatan Sandrina,mampu menarik sejumlah perhatian pengunjung di tempat itu,bahkan semua orang menggisipi Azizah.


"Itu tidak benar,kamu tidak bisa berkata begitu kepada Nyonya!"Rani berusaha membela Azizah,


"Ayo Ran,kita tidak perlu meladeni wanita ini!"Azizah ingin pergi.Namun,seseorang sekali lagi berusaha menghentikan langkah nya.


Zuhra datang ke hadapan Azizah dan Rani,ternyata Zuhra dan Sandrina adalah teman sekolah dulu,tidak heran sifat mereka berdua sangat sama,tidak jauh berbeda,selain penampilan mereka yang berbeda.Zuhra mengenakan hijab,sedangkan Sandrina tidak.


"Oh,tidak menyangka dapat bertemu,mantan Kakak ipar disini!"Cibir Zuhra,yang berjalan ke arah Sandrina.


"Jadi ini calon kak ipar yang kamu cerita itu,yang di nikahi oleh Ustaz Zaki?untung saja ustaz Zaki tidak jadi menikah dengan wanita ini,dia mau mencoba menipu ustaz Zaki dengan diri nya yang tak suci lagi!"

__ADS_1


Tentu saja ucapan Sandrina mampu membuat sejumlah orang menghina Azizah,membuat wanita bercadar itu,gemetar berdiri di tengah keramaian,bahkan Rani yang mendengarkan itu juga cukup terkejut.


Azizah langsung menarik Rani bersama dengan nya,lagi-lagi membuat Sandrina dan Zuhra tidak tinggal diam begitu saja,sebelum mempermalukan Azizah lebih banyak lagi.


"Kenapa pergi?kamu takut semua orang tau?kamu juga takut suami mu tau?kalau kamu sudah menipu nya?"


Awal nya Azizah tidak ingin melawan dua wanita itu.Namun,ia tidak tahan melihat dua wanita itu yang terus-terusan menghina nya.


"Kain cadar mu itu,hanya untuk menutupi dosa mu saja,kamu tidak lebih suci dari pada pela-cur yang sering nangkring di jalan,bahkan kamu terlihat begitu rendah!"


Kata-kata Sandrina sekali lagi,membuat Azizah sakit hati,Azizah mengepalkan tangan nya.Namun,ia masih tidak merespon ucapan Sandrina.


"Mungkin dulu pekerjaan nya itu ya ngela-cur demi kehidupan mewah,dia 'kan hanya orang desa,cuma bisa mengandalkan tubuh nya!"Sambung Zuhra,penampilan nya yang sopan tidak mencerminkan sifat nya yang begitu buruk.


"Berapa semalam mereka membayar mu?apa Kak Satria juga membayar mu untuk tidur dengan nya?"


Plaaak!


Satu tamparan kini melayang di pipi Sandrina,membuat wanita itu terkejut,begitu juga dengan Zuhra.Ada Rani yang tersenyum begitu puas melihat adegan itu.


"Bagaimana masa lalu ku bukan urusan mu,aku hanyalah korban waktu itu,bukan seperti mu,yang rela naik ke atas ranjang orang lain,demi mendapatkan apa yang kamu cari,apa tas branded mu ini di dapatkan dari kamu menari di atas ranjang orang lain?atau dari Pria yang beristri yang terus kamu kejar?"Kata-kata yang keluar dari mulut Azizah begitu berbisa,Sandrina atau pun Zuhra tidak menyangka Azizah dapat membalikkan fakta begitu cepat.


"Wajah cantik mulus ini,apa juga di biayain dengan hasil keringat di atas ranjang,bersama dengan om-om,awal nya aku tidak ingin membuka kartu mu ini,tapi melihat sifat mu yang begitu angkuh tidak heran,banyk orang yang tidak ingin dekat dengan mu,atau pun berteman dengan mu di purna!"Lanjut Azizah,Sandrina mengerakkan gigi nya,dia ingin melayangkan yang nya ke arah Azizah.


Pak!


Azizah langsung menahan nya,


"Jangan sekali-kali menyentuh ku dengan tangan kotor mu ini,kita berdua beda kelas!"Ucap Azizah,menepis tangan Sandrina,membuat wanita itu semakin geram,lalu Azizah pergi meninggalkan Zuhra yang terkejut melihat Azizah,dan juga mendengar rahasia yang tidak pernah ia tahu tentang Sandrina.


"Bagaimana bisa kamu membiarkan dia pergi!"Teriak Sandrina kepada Zuhra,

__ADS_1


"Maaf San,kalau soal ini aku enggak mau ikut campur!"Zuhra pun pergi meninggalkan Sandrina yang kesal.


"Sialan!"Teriak Sandrina yang begitu marah.


__ADS_2