WANITA SIMPANAN TUAN REY

WANITA SIMPANAN TUAN REY
Belajar


__ADS_3

"Bundaaaa..." suara cempreng seorang anak yang berusia lima tahun lebih itu menginterupsi konsentrasi Vio.


"Tuan kecil anda berhati-hatilah." namun siapa sangka jika anak itu sama sekali tidak mempedulikan omongan Adit hingga tidak sengaja terjatuh sendiri.


"Tuan anda...."


"Huaaaaa...."


Adit yang baru saja berjalan mengejar Chris, dibuat terkejut ketika mendapati bocah yang sudah kritis di usianya yang baru genap lima tahun itu.


Adit segera mengangkat tubuh mungil Chris, dan membawanya masuk ke dalam ruangan lantai tiga, untuk mencari kota p3k.


"Lutut anda jadi terluka kan."


"Bundaaa...., mana bunda..., sakiiiiit." suara tangisnya memekik di telinga, membuat siapa saja yang tidak tahu mungkin mengira habis dihajar ayahnya.


Ketika Adit memasuki butiknya siang itu, terlihat ramai pengunjung. Sehingga Adit dan Chris menjadi pusat perhatian.


***


"Anne..., apa kau mendengar suara anak kecil?" tanya Vio kala dirinya seperti mendengarkan suara anak kecil berteriak.


Sedangkan Anne yang sibuk dengan baju-baju di manekin tidak begitu konsentrasi dengan indera pendengarannya.


"Saya tidak mendengarnya nona Vio.."


"Benarkah..., tapi tidak mungkin aku salah dengar."


"Bundaaa..., mana bunda..., sakiiit."


"Nahh itu... itu, apa kau mendengarnya?" tanya Vio menajamkan indera pendengarannya.


"Iya nona, mungkin saja anaknya pengunjung sedang mencari ibunya."


"Aku seperti mengenal suara anak itu." Vio bergumam yang msih terdengar oleh Anne karyawan Adit.


"Baiklah Anne, aku tinggal sebentar iya, ini yang gaun pink kamu pasang diujung sana, yang warna soft blue kamu pasang disebelahnya iya." Vio menaruh gaun-gaun ditangan Anne.


"Baiklah nona."


Vio berjalan ke arah sumber suara, kebetulan sekali dirinya berada dilantai bawah. "Itu Adit..., apa jangan-jangan dia membawa Chris." ah baru membayangkan saja sudah membuat dirinya berbunga-bunga begini.


"Adit... Adiit tunggu." teriak Vio.


Adit yang berjalan tergesa itu menghentikan langkahnya dan berbalik, masih berdiri ditempatnya.


"Chris... kamu kemari lagi..."


"Bundaaa..." teriak Chris yang menjatuhkan dirinya dari gendongan Adit.


"Tuan kecil kaki anda sedang terluka tuan." namun tak dihiraukan oleh Chris, saking girangnya hingga Chris terjatuh untuk yang kedua kalinya, hingga yang kedua ini meninggalkan lebam diarea lututnya.

__ADS_1


"Sudah kubilangi, tapi masih saja tak percaya, begini kan jadinya." sorot mata Adit terlihat mengintimidasi mata Chris hingga membuatnya ketakutan.


"Anak bunda jatuh, sini sayang ayo bangun."


Vio mempercepat langkahnya, Adit yang melihatnya terasa ngilu sendiri,"Jangan berlari jika tidak ingin terjadi sesuatu." kesal Adit, kali ini sorot matanya mengintimidasi Vio.


"Adit kau menakutkan jika begini."


"Dan kau tak akan mendengarku jika aku tidak sedikit lebih kejam." suara nada dingin Adit.


Hingga membuat Vio tak jadi berlari, karena terlihat tubuh mungil itu sudah diangkat Adit lebih dulu. "Mau kau bawa kemana Chris Adit." teriak Vio.


Drama itu jika orang lain melihat seperti suami istri yang memperdebatkan soal anak, apa lagi terlihat Vio yang hami besar.


Bahkan seluruh karyawan Adit yang berjumlah dua puluh lima orang yang terdiri dari lantai satu dan dua itu pun tidak ada yang tahu siapa suami Vio, mungkin mereka mengira jika Adit telah menghamili kekasihnya yaitu Vio.


"Adiit..tunggu, kamu mendengarku tidak."


Adit menghentikan langkah kakinya, menunggu Vio untuk mendekat, melihat Chris yang menahan sakit dan tangisnya membuat Vio tak tega.


"Sayanhnya bunda, jika sakit dan ingin menangis tak apa sayang."


"Menangislah."


"Tidak bunda, kata Papa kalau anak laki-laki tidak boleh menangis, harus kuat,"


"Chlis kan anak laki-laki." jelasnya pada Vio. Namun masih saja keluar air mata sedikit dari sudut mata indahnya Chris.


"Ayo..." Adit mensejajarkan langkahnya dengan Vio, berjalan memasuki lift untuk menuju ke lantai atas.


"Kemana lagi kalau bukan mengobati lukanya."


***


.


.


"Auhhhhh sakiitt..." teriak Chris...


"Tahanlah sayang, ini hanya luka kecil, seharusnya Papa kamu nanti tidak marah kan?" Vio memiliki traumanya tersendiri, jika Chris bersamanya takut kenapa-kenapa, dan hal itu membuat Vio dimarahi habis-habisan oleh Rey. Mungkin karena Rey khawatir jika Vio akan mencelakai putranya. Namun Vio juga tak sejahat yang Rey pikirkan.


"Jangan berpikir terlalu jauh, biar ini menjadi urusanku." suara datar Adit, sambil tangannya sibuk membersihkan luka-luka di kaki Chris.


"Bunda jangan takut iya, Chlis tidak akan bilang sama Papa kok."


"Oh Tuhan kamu memang anak bunda sayang." Vio memeluk tubuh imut Chris dan menciumi puncak kepalanya.


Setelah Adit membersihkan luka-luka lebam di lutut dan di kaki Chris, kini Chris mencoba berdiri dari duduknya. "Gimana...? apa masih sakit sayang?" tanya Vio serius.


"Sudah tidak lagi bunda, jadi bunda jangan sedih lagi iya..."

__ADS_1


"Kau memang pintar sekali membuat hati bunda senang sayang."


"Apa jagoan bunda ini sudah makan?"


"Belum?"


"Baiklah ayo makan sama bunda..."


"Hanya dia saja yang ditawari makan." suara Adit menginterupsi.


"Hah aku lupa jika ada kamu, jika kamu mau juga, ayo kemeja makan." ajak Vio pada Adit.


"Hemmm masak apa memangnya?"


"Tidak ada yang istimewa, hanya masak Malatang isi berbagai jenis jamur."


Adit dan Chris mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan, lalu menunggu Vio menyajikan berbagai makanan. Ternyata perkataan tidak sesuai dengan perbuatan. Vio menyajikan Malatang isi jamur, Daechang, Salmon panggang, Spicy Seafood, dan ada berbagai macam desert seperti Tanghulu Rainbow Jelly dan masih banyak lagi.


"Makanan semeja penuh begini aku bilang tidak ada yang spesial."


"Hah aku rasa ini hanya untuk membunuh rasa bosanku saja."


"Cobalah, ayo sayang makan."


"Hah bunda masaknya banyak sekali." Chris dibuat takjub dengan aneka makanan dihadapannya itu, semuanya terlihat menggoda dimatanya.


Vio mengisi piring Chris terlebih dahulu, lalu mengisi piring Adit. "Kau seperti istriku sungguhan jika begini."


"Jangan terus bermimpi, aku tak akan menikah lagi tahu."


"Ini sudah makanlah, jika kurang kamu bisa nambah sepuasnya,"


"Bagaiamana sayang makanannya?" tanya Vio menoleh pada Chris yang terlihat sangat lahap.


Chris tak menjawab dirinya memberikan dua jempol yang diarahkan pada Vio. "Masakan bunda semuanya enak-enak."


"Baiklah jika mau setiap hari mampir kesini iya, maka aku akan memasak yang lain lagi besuk."


"Jangan berbicara seperti itu, aku takut tuan Rey akan curiga."


"Itu urusanmu dengannya, kau bisa memberikan alasan yang tepat padanya."


"Aku tak janji.."


"Kau menyebalkan Adit, tidak bisa melihat orang senang." kesal Vio mengerucutkan bibirnya.


"Jika tidak demi kamu, maka aku akan memaksa tuan kecil balik lagi." suara datar Adit terdengar menyebalkan ditelinga Vio.


"Bunda aku mau itu." tunjuk Chris pada buah strawberry yang dibuat Tanghulu.


Adit begitu terkejut kala Chris memakan Tanghulu buatan Vio. "Kenapa kamu kaget seperti itu?" tanya Vio memicingkan matanya ke arah Adit.

__ADS_1


"Tidak," Adit menggelengkan kepalanya


"Tidak kenapa?" tanya Vio serius...


__ADS_2