WANITA SIMPANAN TUAN REY

WANITA SIMPANAN TUAN REY
Pulang ke Rumah Utama


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, tiga minggu sudah Vio berada di Seoul Korea Selatan, hari ini adalah jadwal kepulangan Vio. Bahkan diluar dugaan, yang semestinya pulang satu minggu setelah operasi tetapi lebih lama dari waktu yang diperkirakan.


"Anda sudah siap nona?" Adit.


Vio sudah memilih rumah minimalis, tetapi karena belum jadi dirinya akan pulang ke rumah lama dulu. Tentu saja disini Adit yang merasa was-was, takut jika nona mudanya membuat keributan disana.


"Sudah, ayo tunggu apa lagi."


Dari awal Adit juga tak bercerita apa pun mengenai tuan Rey dan istrinya yang menempati rumah itu. Bahkan tuan Rey sendiri kini disibukkan dengan aktivitasnya yang sehari-hari menemani Angel, karena tiba waktunya persalinan sudah dekat.


Perkiraan kurang dua minggu lagi waktu persalinan Angel, seluruh persiapan sudah hampir maksimal. Seperti kamar calon anak mereka yang terletak di ruangan sebelahnya, terhubung langsung dengan kamar utama yang direnovasi menjadi kamar bayi nuansa baby boy, seluruh ruangan di hias sedemikian rupa, seperti box bayi, lemari bayi serta bajunya.


Perjalanan Vio dari Soul ke bandara Denpasar Bali memakan waktu sebelas jam dua puluh menit. Adit yang mengikutinya hanya diam saja. Mereka menaiki mobil yang diminta Adit dari kantor dan sopirnya juga.


"Hah sampai rumah juga akhirnya." Vio menoleh kesana kemari melihat seisi rumah, ada banyak perubahan penataan letak furnitur yang semula ia tata rapi, ada beberapa bagian yang berpindah tempat.


"Kenapa semuanya berubah."


Vio menghampiri guci besar yang semula ia letakkan di sudut ruang tengah berpindah ke sisi lain, sayup-sayup terdengar suara orang yang sedang berbincang mesra.


Lalu Vio menoleh kesana, detak jantungnya bekerja lebih cepat dari bisanya, "Mungkinkah ia." Lirih Vio terhenti. Tepat berhenti dibelakang mereka.


"Sayang sebelum aku melahirkan aku ingin makan ayam bakar seperti kemaren yang bumbunya pedas." Suara Angel sedang merengek pada Rey.


Koper Vio tadi ia tinggalkan diruang tengah, karena dirinya sibuk melihat tatanan furniture yang banyak berubah. Belum sempat ia naik ke kamar utama.


"Ehmmmm ....!!! apa kedatanganku mengganggu kalian." Setelah Vio mengumpulkan seluruh keberaniannya buat menyapa dua orang yang sedang bermesraan di depan matanya ini.


Rey dan Angel reflek menoleh ke belakang mendengarkan suara Vio, "Kamu, kamu sudah pulang." Rey sedikit terkejut, tetapi ia bisa menguasai hatinya dengan baik karena ada Angel dan calon anaknya yang harus ia pikirkan kali ini.


"Ehmm iya, apa aku mengganggu kalian karena kedatanganku kemari."


"Tidak, kita malah senang kedatangan tamu yang bisa menemani istri saya kemari."

__ADS_1


"Iya kan sayang." Menoleh kearah Angel meminta persetujuannya.


"Cih hubungan dengan istrinya juga seromantis ini, apa buaya darat ini biasa menggombal dengan banyak wanita, cih aku kasihan sekali dengan istrinya." Vio berdecih dalam hati.


"Ehhmm siapa dia sayang?" Tanya Angel mulai curiga pada Rey.


"Heh kenalkan nyonya, nama saya Vio saya adiknya asisten Adit." Vio mengulurkan tangannya pada Angel, semula Angel yang sudah merasa curiga kali ini percaya setelah mendengarkan penjelasan dari Vio.


"Baiklah tuan buaya, aku akan mengikuti permainanmu, sejauh mana kita bisa bertahan." Batin Vio tertawa dalam hati. Ia tak mau menjadi istri yang lemah dan terus di tindas, apa lagi mendapatkan julukan pelakor atau perebut lelaki orang.


"Ehmmm iya maafkan kami nyonya tuan, untuk beberapa hari ke depan mungkin kami akan merepotkan tuan dan nyonya, saya titipkan adik saya kesini apa di ijinkan tuan dan nyonya?" Tanya Adit ikut menimpali sandiwara yang dibuat dadakan. Padahal Adit sendiri sudah senam jantung takut akan ke bongkar Kebohongan yang tercipta tanpa rencana ini.


"Tentu saja boleh, iya kan sayang."


Adit dan Vio terdiam menunggu jawaban dari tuan Rey. " Ehmm kalau tuan Rey keberatan saya bisa membawa adik saya tinggal di apartemen saya kok nyonya."


Seketika Adit mendapatkan pandangan tajam dari tuan Rey, kedua tangannya mengepal, bahkan pandangannya kali ini ingin menguliti Adit hidup-hidup.


"Panggil pak Sun dan suruh rapikan sekarang juga."


Suara tegasnya terdengar mengerikan, apa lagi jika melihat ekspresi air muka nya, rasanya akan mundur lima langkah menghadapi situasi seperti ini.


"Ehmm kenapa sayang?" Tanya Angel.


"Tidak, alangkah lebih baiknya jika Vio tinggal dirumah ini, dia bisa menemanimu." Bicaranya lantang tak mau dibantah.


Seketika nyali Adit menciut menghadapi situasi seperti ini. "Oh Tuhan, kenapa jadi bunuh diri, ini mulut memang tak bisa diajak kompromi." Batin Adit bingung menghadapi situasi. Dirinya orang yang serba salah dalam situasi ini.


"Tidak aku akan tinggal bersama kak Adit saja di apartemen,"


"Aku akan tinggal disana dulu."


Ide jahil Vio muncul seketika, untuk menciptakan api cemburu hati tuan Rey sangatlah seru bagi Vio.

__ADS_1


"Aku tak mau tinggal disini jika banyak peraturan, hidupku pasti tak akan bebas kak Adit, ayo pulang ke apartemen sekarang."


"Nona anda tidak tahu dalam situasi ini aku akan dimasukkan dikandang harimau suami kamu." Batin Adit menjerit.


Adit diam saja ditempatnya bagaikan sebuah pajangan, tak menjawab bahkan untuk bernafas saja terasa sesak. Melihat ekspresi tuan Rey saat ini lebih baik menghadapi sepuluh klien yang sulit ditaklukkan.


"Ayo kak, permisi tuan nyonya." Vio berjalan menyeret Adit. Sehingga mau tak mau Adit mengikuti langkah kaki Vio.


Andaikan saja jika saat ini tak ada Angel di sampingnya, entahlah yang akan terjadi, bisa saja perang dunia ketiga sedang dimulai.


Angel hanya mengangguk saja menjawab permintaan maaf dari Adit. "Maafkan adik saya nyonya, kami permisi dulu." Adit hanya berani menyapa nyonya Angel.


"Maafkan saya tuan, ini bukan salah saya kan seharusnya." Batin Adit terus berbicara, ia tak bisa tenang menghadapi masalah ini.


Nanti saja jika situasi sudah tenang Adit akan menghadapi tuan Rey, dan menjelaskan semua yang terjadi.


Sekarang mau tak mau Adit harus mengurus istri mudanya dulu mencari tempat tinggal. "Anda mau tinggal dimana nona?" Tanya Adit setelah berada didalam mobilnya.


Saat ini Adit sendiri yang membawa mobil tuannya dan mengendarai sendiri. "Ya kemana lagi, ke tempat tinggalmu lah." Jawab Vio ketus.


"Anda akan mempersulit hidup saya nona jika tinggal bersama saya nanti."


"Aku tak peduli, sudahlah jangan banyak tanya, turuti saja kemauanku."


Memang ini lah tujuan Vio membuat tuan Rey emosi dan jika sudah kepancing nanti supaya menceraikannya. Jika sudah seperti ini dialah yang akan menjadi pemenangnya.


Sungguh Vio sangat susah diatur dari awal, dalam situasi apa pun tak akan pernah bisa ditindas.


dan


Bersambung


Like dan Komennya dong buat readernya tuan Rey

__ADS_1


__ADS_2