WANITA SIMPANAN TUAN REY

WANITA SIMPANAN TUAN REY
Bertemu Keponakan Baru


__ADS_3

Perjalanan dari Bali menuju kota Moscow memakan waktu Tiga puluh empat jam. Dengan ditempuh menggunakan pesawat pribadi Rey.


"Kemana suster Ana?" tanya Vio.


"Kenapa kamu tak mengajaknya?"


"Ssttt diamlah, anak anak sedang tidur, jangan banyak tanya, atau..., "


Rey menjeda ucapannya, menyeringai melirik Vio dengan maksud lain. "Apa tanya Vio tidak begitu memperhatikan ekspresi suaminya."


"Kamu ingin melakukan kegiatan yang lain?"


"Tidak aku tidak mau."


Vio pura pura memejamkan matanya, lalu tangan Rey sedang melanglang buana kemana mana. Membuat Vio melenguh dalam diamnya.


"Kau pura pura tidur sayang." bisiknya terdengar erotis ditelinga Vio.


Membuat bulu kuduk Vio terasa merinding. "Hemmm."


"Ahhhh." teriak Vio. Langsung dibungkam oleh Rey dengan ciumannya. Bagaimana tidak teriak, Vio merasa terkejut lantaran tiba tiba saja tubuhnya diangkat. Mereka berpindah tempat. Didalam pesawat Rey, di desain sangat elegan namun terlihat mewah.


Terdapat banyak kamar di dalamnya. Setiap ruangan memiliki fasilitas kualitas premium. Seperti selimut, lemari pendingin serta isinya.


Terdapat tempat penyimpanan barang barang berharga dan pakaian. "Ahhh kamuuu."Desah Vio frustasi.


"Bernafas sayang, apa lama tidak ciuman membuatmu lupa bagaimana caranya bernafas."


Rey kembali melahap bibir tipis Vio ketika Vio akan membuka suara, decapan demi decapan begitu berisik. Untung saja suara bising pesawat membuat aktivitas keduanya tidak mengganggu yang lainnya. Suara berisik misalnya.


"Apa kamu tidak ingin memberikan adik pada Revi?" bisiknya lagi.


"Tidak, aku rasa dua anak sudah cukup." balas Vio.


Lalu menghentikan aktivitasnya. "Kenapa?" tanya Rey masih tak menghentikan ciumannya di seluruh wajah Vio.


"Tidak, kamu jangan membuatku hamil, aku tidak mau menambah anak lagi." kata Vio.


"Aku tidak janji, jika Tuhan masih memberi kesempatan, maka kita tak bisa menolaknya." jawab Rey. Detik berikutnya Vio begitu kalah telak.

__ADS_1


Sentuhan manis Rey, yang selama ini ia rindukan begitu membuatnya lupa daratan. Persetan dengan rasa bencinya dulu, yang ia tahu sekarang ia sangat menikmati momen momen seperti ini.


"Keluarkan suaramu sayang." bisik Rey lagi.


Puas berciuman, mulutnya turun membuat stempel diarea lehernya, tanganya sudah traveling ke tempat favoritnya.


"Ak akuuu tidak tahan." suara Vio tersengal lantaran menahan hasrat yang menggebu gebu.


Tangan Rey berputar putar, terkadang dengan gerakan pelan dan terkadang dengan gerakan memutar membuatnya menggelinjang, dan mencapai dititik puncak klimaksnya.


Hingga membuat Vio menjambak rambut suaminya kegelian. "Bahkan ini belum apa apa sayang, tapi sudah membuatmu mabuk." kata Rey ditelinga Vio. Membuat Vio menutup kedua matanya.


"Ayo naiklah," perintah Rey membimbing Vio naik ke atas tubuhnya.


Dengan reflek, Vio bergerak menari disana hingga membuat Rey seperti terbang. "Jangan tahan suaramu sayang, aku menyukainya."


"Akkk akkkku tiii tidak tahann." rancau Vio. Memejamkan matanya. Terlihat sangat seksi dimata Rey. Mereka masih menggunakan pakaian lengkap. Kali menirukan gaya bercinta orang yang sedang berselingkuh.


"Apa kamu ketawa ketawa sendiri." tanya Rey begitu kegiatan mereka selesai.


Kini mereka tiduran saling memeluk satu sama lain. "Tidak ada, aku merasa seperti menjadi selingkuhanmu saja jika gaya bercinta kita seperti tadi." ucap Vio.


"Kamu memang selingkuhanku." kata Rey.


"Tapi itu dulu, apa kamu tidak ingat, bagaimana awal pertemuan kita dulu."


"Ehmmm iya aku ingat, bermula ketika aku menjadi selingkuhanmu." jawab Vio enteng.


"Tapi aku sama sekali tak pernah menyesalinya. Karena aku sekarang memiliki Revi dan juga Chris." jawab Vio, pikirannya melanglang buana ke waktu terdahulu.


"Ehmmm iya kamu benar, memang tak ada yang perlu disesali."


"Memang, apa lagi yang kurang, aku memiliki segalanya sekarang, tetapi hanya satu yang belum kesampaian." kata Vio menoleh pada suaminya, seolah memberi kode.


"Jalan jalan keliling dunia dengan menggunakan Kapal Pesiar." kata Vio lagi.


"Kapan kamu siap, aku akan mengajakmu."


"Kapan saja aku juga siap." jawab Vio.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mengatur ulang jadwalku untuk tiga bulan ke depan."


"Eh tunggu tunggu, tapi bagaimana dengan sekolahnya anak anak?" tanya Vio menoleh pada suaminya, manik hitam Vio bertemu dengan manik kehijauan milik suaminya.


"Tidak usah khawatir, aku bisa mendatangkan guru private untuk mereka, jika kamu khawatir mereka akan tertinggal pelajaran." kata Rey.


Setelah sampai di bandara Moscow. Sudah ada mobil jemputan utusan dari rumah utama. Kabar kepulangan Rey ini terdengar sampai ke telinga kakaknya.


Sayang sekali karena kepulangan Rey ini tidak ada keponakannya, yaitu Arka. Sehingga hanya disambut ibu, ayah dan kakaknya saja.


"Kenapa kamu diam saja, mau mampir makan dulu." tanya Rey yang sedang mendekap putrinya Revi, sedang tertidur di dalam pelukannya.


"Aku masih belum siap ketemu ibu kamu." katanya.


"Masalah itu tidak usah kamu pikirkan, aku akan membawamu ke apartemen."


Hal itu membuat Vio bisa bernafas dengan lega. Akhirnya dirinya tidak harus bertemu ibu dan ayah mertuanya sekarang.


Sebelum sampai ke rumah juga mereka mampir ke restauran langganan Rey dari dulu, bahkan dari ayah ibunya yang turun temurun sampai pada kakaknya dan juga dirinya.


"Mau memilih menu apa?" tanya Rey yang saat ini posisi mereka sudah berada di restauran.


"Menu apa yang rekom disini?" tanya Vio balik. Dirinya membolak balikan buku menu itu, lantaran tidak mengerti bahasanya. Hanya melihat dari gambarnya saja. Akhirnya Vio memilih Beef Stroganoff. Makanan ini merupakan sajian dari potongan dadu daging sapi dan saus kental dengan jamur atau tomat. Beef Stroganoff itu sendiri memiliki cita rasa yang gurih, asin, pedas dan sedikit asam. Rasa asam didapatkan dari penggunaan saos khas Rusia, yaitu smetana.


Selanjutnya ada menu Shashlik. Di mana hidangan ini kurang lebih sama dengan sate di Indonesia. Hanya saja Shashlik terbuat dari daging sapi berbumbu yang dipotong-potong kecil dan ditusukkan pada bilah besi tajam dengan cara dipanggang. Biasanya Shashlik juga dilengkapi sayuran seperti paprika, tomat dan jamur yang disantap bersama sepotong roti panggang dan irisan bawang bombay.


Terakhir menu yang dipilih Vio ada Honey Cake sebagai hidangan penutup. Ketika sedang asyik makan. Terdengar anak anaknya berlari larian saling mengejar antara kakak dan adik itu.


Hingga sapaan seseorang pada Chris membuat mereka terhenti. "Chris kamu kan?" tanya Irene kakak Rey.


"Yes, Mam " jawab Chris. mendongak menatap Chris. Lalu dipeluknya dengan erat Chris. Karena sudah lama tidak bertemu keponakannya membuat Irene begitu merindukannya.


"Kakak." suara cadel Revi memecah dua orang yang saling melepas rindu.


"Mam ini Revi adikku." kata Chris memperkenalkan Revi. Namun Revi terdiam ditempatnya.


Revi menggunakan Dress berwarna pink sebatas lutut dengan rambut yang dikepang dan poni. Khas Vio jika mendandani anaknya.


"Sini sayang, kenalan sama tante, sini tante peluk."

__ADS_1


"Itu adiknya Chris, anaknya siapa sayang?"


"Apa orang tua Revi juga ikut?" tanya Irene. Namun Revi malah menarik narik tangan Chris untuk mengajaknya pergi dari hadapan Irene.


__ADS_2