WANITA SIMPANAN TUAN REY

WANITA SIMPANAN TUAN REY
Kembali


__ADS_3

Hari ini semuanya sudah berjalan normal, Vio sudah sembuh dari sakitnya, begitupun Rey sudah rapi dengan pakaian kerjanya, dia akan kembali ke Bali hari ini.


"Kau akan kembali ke Bali sekarang?" tanya Vio bersedekap dada.


"Ehmm iya kenapa?" Rey berdiri di depan cermin sambil membenahi dasinya.


"Kenapa tak bilang padaku?" Vio mengerucutkan bibirnya.


"Ini sudah bilang." memutar badannya dan berjalan mendekat ke arah Vio.


"Kenapa? hemm katakan apa yang kau inginkan?"


"Aku ikut pulang ke Bali." rajuknya memeluk tubuh Rey yang sudah wangi.


"Sayang, mengertilah..., aku akan kembali lagi menjemputmu nanti. Tapi sekarang aku harus kembali untuk mengurusi bisnisku di Bali dan juga Moscow."


"Kau tahu, untuk memberikan fasilitas kualitas premium untukmu perlu adanya sebuah kerja keras. " Rey memberikan pengertian dengan lembut, mencium puncak kepala Vio.


Vio terdiam memikirkan akan kata-kata Rey yang baru saja keluar dari mulutnya. "Tapi beneran kan, nanti kamu akan kembali lagi menjemputku?" tanya Vio membenamkan wajahnya di dada bidang Rey, menghirup aroma maskulin itu dalam-dalam.


"Tentu saja. Kau ingin kemana nanti?"


"Aku ingin jalan-jalan berkeliling di berbagai negara dengan menaiki kapal pesiar." ucap Vio random.


"Aku tak bisa janji untukmu, tapi akan aku usahakan."


"Selain itu ingin apa lagi?"


"Aku ingin fasilitas di dalam villa ini di lengkapi apa saja."


"Contohnya?"


"Alat untuk gym, rumah kaca, rumah hewan, dan juga belum ada kolam renangnya."


"Baiklah, nanti akan ada seseorang yang mengerjakan sesuai yang kau mau."


"Sebentar, jangan pergi dulu. Aku masih ingin seperti ini." Vio semakin dalam memeluk Rey, seolah ia tak ingin melepaskannya.


"Oh iya bagaimana kabar Chris?" tanya Vio pada Rey.


"Dia sudah mau jalan."


"Benarkah, aku jadi kangen dengannya."


"Bolehkan jika aku pulang ke Bali nanti pergi menjenguknya."


Rey terdiam sebentar, melihat wajah Vio yang memelas membuatnya tak sampai hati.


"Baiklah, aku akan membawanya untukmu."


"Kira-kira kapan kamu akan kembali kesini untuk menjempuku?" tanya Vio mendongak menatap wajah tampan Rey.


"Dua minggu lagi mungkin."


"Kenapa lama sekali, aku akan kesepian. Ternyata kamu hanya omong kosong saja untuk mau berlaku adil padaku." kesal Vio.

__ADS_1


"Aku sudah berada dua minggu disini, sejak kamu hilang."


"Dan waktu dua minggu lagi untuk Chris dan juga Angel, apa kau masih kurang?"


"Padahal waktu kemaren itu gilirannya Angel."


"Ya udah terserah kamu saja. Mau pergi ya pergi saja sana." Vio berjalan keluar kamar, menghentakkan langkah kakinya kesal dan membanting pintu kala dirinya menutup.


Rey yang melihat emosi istri mudanya meluap-luap itu hanya melihatnya saja sampai punggungnya tak terlihat lagi di pandangan matanya.


🌷🌷🌷


.


.


"Anda sudah siap tuan?" tanya Adit yang menunggu Rey sudah sejak sejam yang lalu.


"Hemmm ayo." jawab Rey singkat.


"Apa anda ada masalah dengan nona Vio tuan?" tanya Adit hati-hati, setelah mereka memasuki kabin helikopter yang sedang mendarat di halaman luas depan villanya itu.


"Ehmmm, aku tak mengerti lagi, kenapa dia memiliki tingkat emosi yang sangat tinggi."


"Anda harus banyak bersabar ketika menghadapi nona Vio tuan, dia memang masih belia."


"Kau benar, dia berbeda dengan Angel, kalau Angel sangat tenang dan dewasa pembawaannya."


"Anda benar tuan, tapi jangan sampai spekulasi anda ini terucap ketika anda sedang bersama nona Vio, bisa terjadi perang dunia ke tiga nanti." Adit mengingatkan Rey.


"Kenapa letak dasi anda.."


Belum juga Adit meneruskan ucapannya, kata-katanya sudah di potong Rey. "Kau jangan terlalu banyak bicara, ini tadi karena Vio merajuk, makanya aku tak sempat melihat dandananku sendiri." semprotnya pada Adit.


"Apa saja jadwalku hari ini?" tanya Rey.


"Anda ada meeting dengan tuan Aldo, dua hari lagi anda ada agenda meninjau perusahaan pusat yang ada di Moscow tuan."


"Ehmmm persiapkan nanti, agar kau tak ada hal lain yang ketinggalan."


"Baik tuan."


Setelahnya Rey memejamkan matanya, memikirkan Vio yang masih merajuk tadi ketika ia tinggalkan, tak seperti biasanya. Jika ia kembali maka akan diantarkan pada pintu depan rumah, hingga tak terlihat lagi dirinya.


Mungkin karena memghadapi Vio yang seperti itu, membuatnya sangat sensi. "Semoga saja tak ada korban hari ini." batin Adit ikut memejamkan matanya.


🌷🌷🌷


.


.


"Sudah sampai tuan." Adit membangunkan Rey, helikopter kali ini mendarat di rooftoop perusahaannya. Dirinya turun dengan sangat gagah dan berwibawa. Ciri khas dari seorang pemimpin.


Disusul Adit yang berjalan mengekor di belakangnya,"Kau buatkan aku secangkir teh nanti."

__ADS_1


"Baik tuan, anda bisa menunggunya di ruangan nanti." kala mereka sedang berjalan beriringan.


Rey berjalan menuju ruangannya, yang sebelumnya bertemu asisten Mia. "Selamat pagi tuan." Mia menyapa, membungkuk hormat dengan ciri khas pakaian seksi yang ia kenakan.


Rey tak membalasnya, bahkan hanya sekedar melirik saja tidak, hingga Adit yang berada di belakangnya rasanya ingin menertawai Mia.


"Apa kamu melihatku?" ketusnya.


"Saya tidak melihat anda nona, tetapi hanya melirik saja." Adit, lalu segera menutup pintu ruangan Rey.


"Jam berapa sekarang?" tanya Rey yang melepas jasnya, dan di sampirkan di sandaran kursi kebesarannya.


"Baru jam delapan tuan."


"Jam delapan?" tanya Rey.


"Lalu jam berapa akan ada meeting dengan tuan Aldo?"


"Itu nanti jam sepuluh tuan,"


"Mana berkasnya untuk meeting nanti?"


Adit bingung sendiri, pekerjaan mana yang harus di dahulukan, katanya tadi minta secangkir kopi, baru saja Adit menggiling kopi di mesin penggilingan, sudah di minta melakukan hal yang lain.


"Setelah ini akan saya ambilkan untuk anda tuan." Adit meracik kopi untuknya.


"Ck, membuat secangkir kopi saja kenapa begitu lama sekali kau ini."


Adit hanya diam tak menjawab, tak mau memperkeruh suasana, "Anda sedang kurang servis apa bagaimana tuan?" begitulah isi pikiran Adit.


"Ini kopi anda tuan,"


Setelahnya Adit mengambil beberapa berkas yang diminta untuk Rey.


"Ini tuan berkas yang anda minta tadi." menyerahkan beberapa lembar file di depan Rey.


"Tuan Aldo akan mengajukan untuk memperluas pasar?" saat Rey membaca sebuah file di depannya.


"Itu baru rencana tuan, jadi masih belum pasti, tetapi jika anda tak menyetujuinya juga tak akan berjalan kan."


"Hemm kau benar, tapi kau rasa belum saatnya memperluas pasar, kita inovasikan saja produk lama dengan mengeluarkan produk baru."


"Kita ganti bentuk pengemasannya dengan desain yang menarik para pembeli."


"Baiklah tuan, bisa anda usulkan dengan tuan Aldo."


"Hemmm dam kau, ini bawa lagi keruanganmu,dan teruskan pekerjaanmu." Rey menyodorkan map plastik itu kembali pada Adit.


"Baiklah tuan, saya pamit dulu keruangan saya." Adit berjalan membungkuk hormat.


"Ck, selalu saja bos yang benar, dan bawahan yang salah." umpat Adit.


dan


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2