
"Sini sayang, wahh kamu imut sekali sih, membuatku gemas saja."kata Irene melihat pipi Chuby Revi.
Tetapi Revi berlindung di belakang Chris, setelah melihat Irene yang memandangnya gemas.
"Kakak ayo, Kakak ayoooo." teriakan Revi mengundang Rey dan juga Vio menoleh ke arah mereka.
"Sayang Revi kenapa?" tanya Vio wajah memucat, takut terjadi sesuatu dengan putrinya.
"Sebentar biar aku cek dulu." kata Rey, bangkit dari duduknya tanpa meminta persetujuan Vio.
Langkah panjangnya berjalan menuju dimana mereka berada, memang saat ini Irene sedang berjongkok membelakanginya. Hingga membuat pandangannya tidak jelas siapa yang mendekati anak anaknya.
"Chris sudah Papa bilang, kalau main main tidak boleh jauh jauh, kau tahu kalau adikmu takut sama orang baru." suara bariton Rey telah memecah percakapan diantara mereka.
Hingga membuat Irene ikut menoleh, "Jangan membentaknya, dia tidak salah, yang salah iya kamu, kenapa tidak membawa suster jika sedang berada diluar seperti ini," jawab Irene membela Chris.
"Kakak, Kakak ada disini juga?" tanya Rey yang tadinya marah berapi api malah berbanding terbalik.
"Iya, kenapa? kamu kaget, bukankah malam ini kamu diminta Mommy pulang?" tanya Irene, menyilangkan tangannya setelah berdiri.
"Aku belum bisa pulang malam ini kak, mereka butuh istirahat dulu dan ketenangan, aku akan pulang ke Apartemenku untuk sementara." jawab Rey datar.
"Kamu memang selalu semaunya saja, sudah lama juga tidak bertemu orang tua, bukannya mengunjungi malah menghindar,"
"Tapi terserah kamu saja lah,"
"Tapi aku mau meminta ijin darimu kalau Chris aku bawa iya?"
"Tidak." ucap Revi dan Rey bersamaan.
"Oh Mayyyy, kalian memang sangat kompak sekali,"
"Siapa gadis kecil yang ada bersama Chris ini?" tanya Irene.
Memang Rey belum pernah cerita jika dirinya menikah lagi dengan wanita selain Angel, dan memiliki putri cantik yang diberi nama Revi.
Dirinya hanya mengabarkan jika akan pulang bersama istri barunya, hanya bilang begitu pada ibunya.
"Papa ayo pulang, ayo pulang." Revi beralih memeluk kaki Rey, lalu mengangkat tubuh imut Revi kedalam dekapannya.
__ADS_1
Mendengar anak kecil memanggilnya dengan sebutan Papa membuat Irene terkejut, hingga membuat mulutnya terbuka, dan salah satu tangannya manutup mulutnya yang menganga.
"Jadi.., jaa jaadi dia putrimu?" tanya Irene tidak percaya.
Belum sempat Rey menjawab, terdengar suara dari Vio. "Sayang siapa sih yang menganggu Revi sampai membuatnya berteriak seperti itu?" tanya Vio berjalan mendekat ke arah mereka.
Irene menoleh ke arah sumber suara, lalu matanya menatap tajam pada Rey, seolah meminta penjelasan. Mengerti arti tatapan yang dilayangkan padanya membuat ia mencari alasan untuk kabur dari sana.
"Tidak siapa siapa, hanya orang iseng saja, sudah ayo kita kembali." kata Rey membawa mereka balik. Lalu Vio dan Chris menurut saja yang di giring Rey dari belakang.
Rey menoleh menatap Irene dengan mengangkat salah satu jempol tangannya. Seolah nanti saja jika mau meminta penjelasan.
"Dasar adik tidak tahu diuntung, awas saja jika nanti pulang." gumam Irene setengah kesal.
"Siapa sih sayang tadi? sepertinya kalian kenal?" tanya Vio masih penasaran.
"Tidak siapa siapa, hanya orang yang suka mengganggu anak anak kita saja," jawab Rey datar.
Tapi kenapa malah membuat Vio semakin tidak percaya, pikiran pikiran buruk seolah melintas begitu saja di dalam otaknya.
"Jangan banyak mikir yang tidak tidak, atau.."
"Akan membuatmu pendek umur." jawab Vio kesal, mengerucutkan bibirnya lucu. Hingga membuat Rey sangat gemas dan ingin menciumnya saat ini juga.
"Apaan sih, tidak sabaran sekali." gemas Vio.
Menatap tajam suaminya, karena saat ini masih ada orang lain didalam sana, yaitu sopirnya yang ada di depan. "Hanya sedikit saja." bisiknya pelan.
Karena kesal Vio melengos tidak mau lagi melihat ke arah suaminya yang tidak tahu waktu dan tempat.
Begitu sampai di Unit apartemen, terlihat Vio menelisik di setiap sudut ruangan dan dia menemukan foto foto pernikahan Angel dengan Rey.
Lalu Rey yang mencari keberadaan istrinya tidak ada, ditempat tidur utama. Berinisiatif mencari dikamar sebelah. Ternyata Vio sedang membuka buka album foto pernikahannya dulu.
"Ini foto kalian?" tanya Vio yang sudah tahu itu foto siapa.
Rey tidak langsung menjawab, tetapi memeluk Vio dari belakang dan menciumi tengkuk lehernya, menghirup dalam dalam, seolah ada ketenangan disana.
"Hemmm." Rey hanya menjawab dengan hanya sebuah deheman.
__ADS_1
"Ternyata pesta kalian dulu sangat mewah, aku jadi iri jika melihatnya." celetuk Vio tiba tiba. Lalu setelah sadar dengan apa yang ia ucapkan. Vio menutup mulutnya kembali.
"Aku bisa membuat pesta yang lebih mewah dari itu, apa mau kamu membuat resepsi pernikahan kita?" tanya Rey.
"Tidak ah, aku malu, lagian anak anak sudah pada besar besar juga." jawab Vio lagi.
"Tidak apa apa, hitung hitung sambil merayakan hari Anniversary kita juga begitu, bagaimana menurutmu?" tanya Rey.
"Tapi kita belum bertemu orang tua kamu, bagaimana tanggapan mereka, pasti akan sangat tidak suka padaku, wanita remahan yang tidak punya apa apa."
"Lalu masuk menjadi ratumu dan bersanding denganmu." kata Vio sendu.
"Mereka tidak sejahat yang kamu kira, mungkin kesan pertama mereka seperti orang galak, tapi jika sudah mengenalnya juga baik kok." kata Rey lagi.
"Ah benarkah?"
"Aku malah jadi takut untuk bertemu mereka." kata Vio menggelengkan kepalanya.
"Lalu kapan kamu siapnya kalau kamu takut terus begini."
"Mereka juga ingin melihat cucu perempuan satu satunya di keluarga Faras." kata Rey.
"Hemm nanti dulu, biar aku pikirkan." jawab Vio.
"Baiklah, nanti setelah bertemu orang tuaku kamu baru bisa menyimpulkan sendiri." jawab Rey.
"Untuk foto foto itu, kamu bisa membuangnya jika kamu cemburu." jawab Rey yang sudah tahu apa isi hatinya.
Vio mengurai pelukannya lalu melepaskan diri dan berbalik melihat suaminya, kedua tangannya membingkai wajah Rey.
"Sayang dengarkan aku dulu, aku akui aku memang sangat cemburu, dulu kalian menikah dengan perayaan yang mewah, restu kedua orang tua, dan juga kerabat dan teman yang mendampingi kalian." kata Vio.
"Sedangkan aku, aku tidak pantas mendapatkan itu semua, aku hanyalah wanita remahan debu yang kamu temukan dijalanan." kata Vio.
"Jadi foto foto itu tetap aku simpan, supaya nanti kalau Chris besar bisa melihat foto ibunya, dan mengenali bagaimana cantiknya ibunya dulu."
Rey sama sekali tidak menyela pembicaraan Vio, mendengarnya hingga selesai. "Sayang kamu salah."
"Bukan seperti yang kamu pikirkan, aku menikah karena dijodohkan, jadi tidak ada cinta di antara kita."
__ADS_1
"Selam bertahun tahun kita hidup dalam urusan kita sendiri sendiri."
"Tapi..." ucapan Rey terhenti.