
ADEGAN 21+ BOCIL SKIP AJA IYA, BAHAYA NANTI. INI ADEGAN UNTUK EMAK-EMAK AKU KASIH REFERENSI ROMANTIS NANTI KALAU KALIAN SETIA LIKE, KOMEN, SIRAM BUNGA JUGA BOLEH ....
******
Vio kali ini benar-benar memanjakan dirinya, dan ketika dirinya pulang kerumah. Fani sangat heran dengan kelakuan sahabatnya kali ini, hingga memutar-mutar tubuh Vio bolak balik dan melihat dari atas kebawah.
"Jangan bilang kalau kamu sekarang sudah menjadi simpanan om-om berperut buncit iya"cecar Fani pada Vio
"Kalau iya memangnya kenapa" jawab Vio cuek.
Reflek saja Fani menjewer telinga Vio, "Aduuuh sakit Fani, kau ini apa-apaan cih" kesal Vio.
"Dirimu yang seperti ini harus dikasih pelajaran iya, supaya waras"
"Fani aku ini waras, seratus persen waras" Vio tak mau kalah.
"Lalu apa yang kamu lakukan ini, ini tidak benar dengan dirimu menjadi simpanan om-om berperut buncit yang banyak uangnya itu"
"Mending kerja sendiri tetapi membawa berkah bagi hidupmu"
"Bagaimana jika nanti dirimu ketahuan oleh istrinya" Fani ngoceh kemana-mana.
Sedangkan Vio hanya dimasukan telinga kanan dan keluar telinga kiri.
"Aku memberitahumu seperti ini, kamu mengerti apa tidak ceih" Fani sepertinya sudah diubun-ubun lever tingkat kemarahannya.
"Tenang dulu Fan, kalau kamu ngomen-ngomel terus bagaimana aku mau bercerita" Vio mendudukan dirinya di depan ruang televisi sambil menaruh barang-barang yang ada ditangannya hasil belanja hari ini.
Di ikuti Fani yang duduk di sampingnya yang berada di sofa panjang itu.
__ADS_1
"Apa yang mau kamu katakan"
Dengan berat hati Vio menceritakan duduk permasalahannya dari awal dirinya bertemu hingga dijebak, tak ada yang terlewatkan satu pun.
***
Hari berganti hari, tak terasa sejak kejadian Vio diberhentikan dari tempatnya bekerja kini dirinya hanya berdiam diri dirumah saja, tiba-tiba dirinya dihampiri oleh dua orang berpakaian seragam hitam rapi seperti bodyguard dan menjemput dirinya atas perintah tuan Rey.
Bukan Vio namanya jika langsung percaya saja pada omongan dua orang pria berpakaian rapi itu. Sehingga salah satu dari mereka menelpon tuan Rey dan menyuruh Vio yang mengangkatnya, ternyata benar itu adalah suara tuan Rey yang memberikan perintah pada anak buahnya untuk menjemput dirinya.
Vio beralasan jika dirinya belum siap dan menyiapkan barang-barangnya, tuan Rey yang dasarnya tak mau dibantah tentu saja tak mau dikadali oleh Vio yang banyak alasan.
Akhirnya dengan berbagai drama itu, pemenangnya ada tuan Rey dengan segala ancamannya. Vio mengikuti dua bodyguard itu dengan langkah gontai, saat di dalam mobil dirinya mengabarkan jika telah diculik oleh suami sialannya itu.
Tetapi sialnya Fani juga tak membalas isi pesan chatnya itu. "Sepertinya aku akan masuk kandang buaya" batin Vio
Sampailah sekarang dirinya berada di istana Megah tuan Rey. Dirinya begitu takjub melihat bangunan megah itu dengan tanaman yang sangat luas, air mancur yang dibawahnya terdapat ikan-ikan koi, dan berbagai jenis mobil bermerk. Dirinya jadi teringat jika kemaren meminta mobil pada tuan Rey.
Sedangkan Vio yang tak biasa diperlakukan istimewa itu terasa tidak enak hati. Hanya diam dan sedikit tersenyum pada asisten rumah tangga tuan Rey serta pekerja lainnya.
"Mari saya antar anda ke kamar utaman nyonya" ucap salah satu bodyguard mereka tadi.
Vio digiring menuju lantai dua dan ditunjukkan dimana letak kamar barunya. "Ini kamar anda nyonya, jika menginginkan sesuatu maka anda bisa bertanya pada kami atau kepala asisten rumah tangga disini nyonya"
Vio kemudian membuka pintu kamar itu dan merebahkan dirinya disana hingga ketiduran sampai malam, setelah penjelasan bodyguard tadi panjang lebar memberitahu segala sesuatu yang ada di rumah itu.
Tanpa diduga tuan Rey malam itu pulang dan nyampai di mansion tengah malam, seluruh penghuni rumah sudah terlelap kecuali yang berjaga malam dan satpam di depan.
Ceklek....pintu kamar terbuka menampakkan Vio yang tertidur lelap di ranjangnya, sepertinya Vio sangat kelelahan sehingga saat tuan Rey mendekatinya dan menciumi seluruh wajahnya tak ada pergerakan disana.
__ADS_1
"Sepertinya kamu sangat kelelahan, apa saja aktivitasmu sehingga membuatmu terlelap seperti ini" gumam tuan Rey dalam hati.
Tuan Rey membenarkan posisi tidurnya Vio dan menyelimutinya, kemudian dirinya memasuki kamar mandi dan membersihkan diri disana, selesainya dirinya hanya menggunakan celana pendek bokser saja dan langsung bergabung bersama Vio, Sepertinya dirinya sangat merindukan aroma tubuh ini sehingga mendekapnya dan menciuminya.
Tuan Rey menciumi seluruh wajah Vio dan terakhir mencium bibirnya, sepertinya ia akan menikmati bibir ini setiap hari.
Sedangkan Vio yang sudah berada di alam mimpinya, dirinya seperti sedang berciuman dengan tuan Rey dan terasa seperti sangat nyata.
Tubuhnya kini saling menempel dan saling mendekap satu sama lain. Tuan Rey tak melepaskan pelukan itu barang sebentar. Hingga dirinya terlelap di alam mimpi.
Keesokan harinya Vio terbangun lebih dulu, matanya menyipit menyesuaikan cahaya yang masuk dalam celah gorden. Vio tak bisa bergerak seperti ada beban berat ditubuhnya, ketika kesadarannya telah terkumpul ia baru mengingat jika kemaren dirinya telah diboyong kerumah tuan Rey. Vio menoleh betapa terkejutnya dirinya.
"Kau sudah bangun" suara berat itu telah membuyarkan lamunannya.
"Kamu kapan pulang" tanya Vio basa basi, sebetulnya dirinya sangat deg-deg an jika berada di posisi seperti ini, walaupun dirinya pernah bersentuhan langsung dengan tuan Rey.
"Kenapa, apa kau merindukanku" tanya tuan Rey. Detik berikutnya tuan Rey bangun dari tempat tidur dan mengangkat tubuh Vio membawanya masuk kedalam kamar mandi.
"Ahhh apa-apaan kau ini" Vio dipanggul seperti karung beras dan memukul-mukul punggung tuan Rey, kemudian diceburkan ke dalam bath up, tuan Rey menyalakan saluran air, dan mengisinya dengan air hangat yang telah ditetesi aroma terapi yang menenangkan. Disusul dengan dirinya ikut masuk kedalamnya.
"Kau tak usah mengundang seluruh isi rumah ini dengan teriakanmu" ketus tuan Rey
"Aku masih mengantuk, kenapa kau main angkat-angkat saja, jika ingin mandi ya mandi saja sen..." balasnya tak kalah sengit, tetapi belum juga menyelesaikan pembicaraannya bibirnya sudah di sambar oleh tuan Rey dengan menggebu-gebu. Awalnya Vio terkejut, dirinya membeku beberapa saat dengan ciuman tiba-tiba itu, tuan Rey yang merasa ciumannya tak dibalas sedikit menggigit bibir mungil Vio untuk membuka mulutnya dan merasai dengan lidahnya.
Vio yang terbawa suasana itu akhirnya membalas ciuman tuan Rey dan terhanyut dalam suasana romantis, Vio sudah kehilangan akal jika dalam situasi seperti ini, dirinya tak bisa memikirkan apapun kecuali dirinya yang menginginkan lebih sentuhan tuan Rey. Tangannya merayap memegang tongkat yang sudah berdiri tegak itu. Tuan Rey yang sudah tak sabaran dengan lihainya membuka kain yang menempel pada tubuh Vio dan mengangkat Vio dipangkuannya. Mengarahkan Vio menari-nari disana hingga lenguhan panjang itu terdengar saling bersahutan.
"Aaaakuu....akan keluar" teriak Vio tereangah-engah
.....
__ADS_1
Bersambung