WANITA SIMPANAN TUAN REY

WANITA SIMPANAN TUAN REY
Kunjungan ke Rumah Utama


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini Angel tidak bisa tidur dengan nyenyak, pikirannya selalu terbayang dimana keberadaan suaminya, pasalnya suaminya pamit kerja keluar kota, namun sulit dihubungi.


Siang itu kala dirinya sedang duduk di ayunan belakang rumahnya, ia mendengarkan suara yang sangat berisik dari arah ruang tengah. Hingga membuatnya haru beranjak dari tempat duduknya dan mencari ke arah sumber suara.


"Kamu..., bukankah kamu adiknya Adit iya?" tanya Angel kala dirinya melihat Vio sore itu sedang berkunjung ke rumahnya.


"Ehhh kak Angel, iya kak, aku lupa kalau beberapa bulan ini belum sempat kemari menjenguk tuan kecil."


"Ohh tak tak apa, kamu bisa kesini kapan saja yang kamu mau, pintu rumah ini akan selalu terbuka lebar untukmu."


"Terimakasih kak, tapi dimana tuan kecil?" tanya Vio pada Angel.


"Aku panggilkan pengasuhnya sebentar."


"Kamu bisa duduk di sana dulu." tunjuk Angel pada tempat yang ia tempati tadi.


"Baiklah, aku akan menunggu tuan kecil disana."


"Ih iya maaf kak, aku tak membawa apa-apa kemari, hanya ini yang bisa aku bawa untuk tuan kecil." menyerahkan tiga buah paper bag, entah apa itu sisinya.


"Seharusnya kau tak perlu repot-repot begini. Hanya dengan dirimu datang kemari saja sudah membuatku memiliki teman."


Vio hanya tersenyum simpul, setelah Angel berlalu dari hadapannya, dirinya pergi ke taman belakang rumah, tempat itu dulu adalah tempat favoritnya, apa lagi ayunan diujung sana, tempat ia bersantai kala di sore hari, ketika dirinya menunggu kepulangan Rey.


Vio melihat-lihat sekelilingnya, ternyata rumah kaca buatannya juga masih sama hijau, dan ditanami banyak sayuran yang seperti ia tanami dulu.


"Benar-benar masih terawat, sama seperti dulu." kala dirinya mendekati rumah kaca itu.


"Oh itu tanaman kesukaan suamiku, entah sejak kapan, dia jadi hobi menanam buah dan sayur." Angel tiba-tiba saja muncul dibelakang Vio dan mengagetkannya.


"Ehh kak Angel, kakak sudah kembali."


"Mana tuan kecil kak?" tanya Vio lagi yang melihat tangan kosong Angel.


"Itu disana, ayo kesana, dia masih terlelap dalam tidurnya."


Vio berjalan mengikuti Angel dibelakangnya. "Wahh semakin tampan saja." puji Vio takjub, seketika dia ingin sekali menggendongnya.


"Iya, suster Ana bisa minta tolong ambilkan cemilan untuk baby Chris saat bangun nanti." pinta Angel menoleh pada suster Ana.


"Baik nyonya."


"Sudah bisa apa kak dia?" tanya Vio tak henti-hentinya melihat baby gembul Chris itu.

__ADS_1


"Dia sudah belajar jalan, sepertinya tidak sabar sudah ingin lari saja." cerita Angel sangat antusias.


"Wahhh sepertinya dia tumbuh dengan sangat baik."


"Ehmm iya, dia suka makan apa saja, bahkan ketemu sepatu papanya saja dia makan."


"Aku sampai bingung padanya, karena semuanya yang dia pegang pasti masuk mulut."


Vio mendengarkan dengan antusias cerita Angel."Wahh dia sepertinya bayi yang sangat cerdas, memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi."


"Kakak harus benar-benar mengawasinya dua puluh empat jam sepertinya, kalau tidak dia belum bisa mana baik dan mana tidak."


"Ehh...ehhh, dia mengerjapkan matanya lucu."


"Iya, makanya kau cepatlah menikah, dan buat bayimu sendiri." canda Angel pada Vio.


"Masalahnya belum ada lelaki yang mau sama aku kak, disisi lain, aku juga harus mandiri dulu." jawab Vio terdengar sedih.


"Ehmm iya, nikmatilah dulu masa mudamu, karena jika nanti kau sudah menikah, maka duniamu akan berbeda."


"Kakak benar, aku akan menikmati masa-masa seperti ini," Vio ikut menimpali candaan Angel.


"Bagaimana mungkin aku bisa menyakiti wanita sebaik Angel, hatinya bagaikan bidadari tak bersayap." batin Vio memandang Angel intens.


"Boleh, kamu duduk yang nyaman, akan aku taruh dia di pangkuanmu."


Vio mengambil posisi duduk ternyaman nya, kemudian Angel menaruh baby Chris di atas pangkuannya.


"Bagaimana kak, kalau aku memiliki bayi apa sudah pantas?" Vio tertawa geli.


"Emmm iya, kau sudah sangat cocok jika memiliki bayi sekarang." Angel ikut tertawa geli.


"Baiklah, aku akan mencari bibit premiumnya dulu kak, agar bisa menghasilkan anak yang sangat tampan seperti tuan kecil ini."


"Kau akan mencarinya dimana?"


"Entahlah kak, aku akan mencari pria tampan dan kaya, jika ada tapi." tawa Angel dan Vio menggema hingga terdengar sampai pada ruang tengah.


Bertepatan dengan itu, Rey dan Adit memasuki rumah, dan terdengar sepotong dari obrolan Vio.


"Siapa yang berbicara itu?" seperti suaranya Vio, Rey menoleh kearah Adit, meminta pendapatnya.


"Apa mungkin benar nona Vio tuan." kala mereka belum melihat batang hidungnya si pemilik suara.

__ADS_1


"Aku tidak yakin, baru saja tadi pagi aku tinggalkan, yang benar saja dia sudah menyusul..." ucapan Rey terhenti. Kala ternyata dugaannya itu benar.


"Siapa yang ingin mencari lelaki kaya dan tampan." Rey mendekati mereka berdua, menatap tajam ke arah Vio.


"Ehh itu hanya candaan kami saja kok sayang, ternyata kamu sudah pulang." Angel memeluk suaminya, dan mengambil tas kerja Rey.


"Kau jangan melihat Vio seperti itu, dia akan takut padamu nanti." tegur Angel pada suaminya itu.


"Bawa sini Chris, aku tak yakin dia bisa menjaganya dengan baik putra kita." ketus Rey mengambil paksa baby Chris dari pangkuan Vio.


Tentu saja hal itu membuat Vio sakit hati, toh walaupun Vio berusaha mengabaikan omongan sengit Rey.


"Sudahlah Vio, jangan dengarkan suamiku, dia memang begitu ketus kalau dengan perempuan mana saja." Angel berusaha membela Vio dan menenangkannya.


"Tak apa kak, aku sudah terbiasa kok mendapatkan hinaan seperti ini." Vio berusaha memendam amarahnya, agar tak meluap didepan Angel.


"Ck, bersikap manis seperti ini membuatku ingin mual saja." cibir Vio dalam hati.


"Adit, lain kali kau urus adikmu dengan benar, agar tak menyentuh anakku sesuka hatinya, aku khawatir dia membawa virus kemari." ucapnya tanpa dosa pada Adit.


"Cieh, anda berbicara seperti itu pada nona Vio, awas saja tuan anda harus bersiap-siap akan ditinggalkan oleh nona Vio jika sikap anda begini terus." batin Adit mengumpat, dirinya ikut kesal juga mendengarkan ucapan menyakitkan yang keluar dari mulut Rey.


"Aku sebelum kemari sudah mandi memakai sabun, dan dalam keadaan sehat tuan."


"Aku rasa andalah yang bermasalah." ucap Vio, mulutnya sudah sangat gatal ingin menonjok muka mengesalkan Rey.


"Sudahlah sayang, ayo kamu ingin makan apa?" Angel menarik tangan suaminya itu, mengambil baby Chris dan memberikan pada suster Ana.


"Vio tunggulah dulu, aku akan ke atas sebentar." perintahnya pada Vio.


"Tidak perlu kak, aku juga sudah akan pulang dengan kakakku kok."


"Oh iya kak, terimakasih sambutannya."


"Kenapa kamu seperti itu, apa kau tak menganggapku?" tanya Angel bersedih.


"Jangan seperti itu kak, kapan hari jika ada waktu kita bisa main bersama kan."


Angel mengangguk, lalu Vio berpamitan, dan melihat balik tatapan tajam Rey padanya, Rey seperti siap menghunus mangsanya kala dirinya menatap Vio.


"Dasar lelaki iblis bermuka dua." gumam Vio sangat pelan, namun Adit yang di sebelahnya masih bisa mendengarnya.


Adit yang mendengarkan umpatan Vio tersenyum tipis, dan berbalik segera, agar Rey tak melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2