WANITA SIMPANAN TUAN REY

WANITA SIMPANAN TUAN REY
Mengerjai


__ADS_3

Vio sudah bisa menduga jika suaminya itu tak akan mau minuman buatan ibu penjual warung tenda itu. Tetapi dengan sedikit paksaan darinya akhirnya mau.


Awalnya tuan Rey sangat jijik sekali melihat makanan-makanan yang dihidangkan di depan mereka ini. Dirinya hanya mengamati Vio makan dengan lahap yang terlihat sangat enak. Dirinya hanya menahan air liurnya saja. Vio yang melirik dirinya lalu menyuapinya pakai tangannya langsung.


"Ayo buka mulutnya sayang....Aaa...aaa"tuan Rey tentu saja tak merespon, Vio mengancam jika tak mau membuka mulutnya malam ini Vio akan tidur dikamar lain. Runtuh sudah pertahanan tuan Rey kali ini.


Awalnya hanya sesuap, lama-lama habis juga apa yang terhidang di depannya ini. Tak hanya sampai di sini jalan-jalan mereka. Vio mengajaknya memasuki mall. Dirinya beralasan akan membeli sesuatu di sana.


Tetapi apa yang dilakukan Vio di sana. Vio hanya keluar masuk toko tak jelas apa yang dia butuhkan.


"Sebenarnya kamu ini mau membeli apa, kenapa dari tadi hanya keluar masuk toko saja, dan satupun tak ada barang yang kau beli." kesal suaminya.


"Hey kenapa kamu marah, tadi kamu sudah janji akan menemaniku jalan-jalan seharian ini, jadi kita nikmati saja waktu kita hari ini." Rupanya Vio tak mau kalah juga dari suaminya.


Hingga sore menjelang, tuan Rey kakinya terasa mau patah. Tapi tetap saja mengikuti kemauan istri nakalnya ini. Awas saja nanti dirinya akan memberinya pelajaran di atas ranjang, dan tak akan kenal ampun. Begitulah balitanya meronta.


"Sekali lagi jika tak ada yang kamu cari, aku yang akan memberimu pelajaran nanti" bisiknya di telinga istrinya itu.


"Vio yang mendengar tentu saja merasa tegang dengan ancaman penuh makna ini."


"Kamu tak tahu iya jika aku ini sedang mencari hadiah untukmu" rayunya berpura-pura baik hati. Padahal dirinya hanya menghindari ancaman dari suaminya saja.


"Benarkah, kalau begitu carilah yang bagus untukku." Katanya bersemangat lagi.


"Cih baru di kibulin begitu saja sudah sangat percaya, baiklah mengerjai tuan arogan diteruskan." gumamnya sangat pelan hingga suaminya tak bisa mendengarnya.


Berputar, bolak balik, keluar masuk itulah yang dilakukan Vio. Akhirnya dirinya menemukan sesuatu yang unik. Semoga saja tuan arogan ini tak marah. Begitulah batin Vio.


"Sayang kamu tidak tahu iya jika dari tadi itu aku mau membelikanmu ini"


"Besuk jika pergi ke kantor di pakai iya." Katanya lagi sambil memamrekan benda di tangannya. Ternyata yang dilihat tuan Rey hanya sebuah penjepit dasi yang di pegang ditangannya. Sepertinya Vio ini mencari benda yang unfaedah banget hanya demi bisa mengerjai suaminya ini.

__ADS_1


"Hi hii hi...!!! kalan lagi aku bisa mengerjaimu tuan." Gumamnya gira saat dirinya melengos sambil menahan tawa yang sudah ingin meledak itu.


Tetapi siapa sangka jika tuan Rey sangat menyukai apa yang dibelikan Vio terhadapnya itu, dirinya merasa dihargai sebagai seorang suami dan di perhatikan oleh istrinya.


"Terimaksih istriku." Mencium puncak kepala Vio di depan pegawai toko itu.


Iya toko yang Vio masuki ini adalah toko barang-barang branded, hanya sebuah penjepit saja harganya menembus angka fantastis. Hanya orang-orang tertentu yang memasuki toko itu.


Jalan-jalan kali ini Vio tak mau pulang dengan membawa tangan kosong, dirinya memilih tas, sepatu, make up. Apa saja yang terlihat di matanya akan dibeli.


Alhasil ketika pulang lagi-lagi menyiksa tuan Rey. Dengan membawa banyak barang belanjaan Vio. Namun anehnya tuan Rey sedikit pun tak mengeluh sama sekali.


"Sudah, ada yang mau dibeli lagi tidak." Tanya tuan Rey.


"Aku rasa sudah tidak ada, emmm iya aku ingin satu minggu dua kali pergi kesalon." Katanya sok centil di depan suaminya itu.


"Terserah kamu saja."


"Ayo masuklah, tuan Rey sudah membukakan pintu mobil untuknya."


"Sepertinya kelinci nakal ini sedang mengerjaiku" bergumam pelan.


"Tak apalah asal dirimu senang." katanya lagi pada dirinya sendiri.


Tunggu saja balasannya saat di rumah, rasanya tuan Rey sudah tak sabar ingin sampai rumah dan akan membalas kelinci kecilnya yang seharian ini sudah mengerjai dirinya habis-habisan. Awas saja nanti, tuan Rey tentu saja mengetahui ide licik istrinya.


Biarkan dirinya senang, tuan Rey hanya mengikuti alurnya saja . Hingga tak terasa perjalanan mereka telah sampai pada pelataran rumahnya. Pintu gerbangnya itu membuka otomatis walupun dibantu oleh penjaga rumahnya.


Rupanya si kelinci kecil tukang mengerjai itu masih terlelap di alam mimpinya. Mungkin karena kelelahan atau kekenyangan, atau bisa jadi dua-duanya menyerang secara bersamaan.


Dirinya menggendong tubuh ramping Vio dan membawanya ke kamar mereka.

__ADS_1


"Pak tolong barang-barang di mobil di bawa masuk iya." Perintahnya pada penjaga rumah mereka.


"Baik tuan." Kata bang Asep karyawan tuan Rey itu.


***


Tengah malam Vio baru bangun dari tidur lelapnya, dirinya menyipitkan matanya menyesuaikan cahaya lalu mengumpulkan seluruh kesadarannya dengan berdiam diri di tempat tidurnya beberapa saat.


" Jam berapa ini" sambil melihat jam dipergelangan tangan kirinya.


"Huaah rupanya aku tertidur cukup lama."


"Kau sudah bangun." Suara bariton itu membuat Vio terlonjak kaget memegangi dadanya, saking kagetnya.


"Cek kau ini mau membuatku jantungan iya." Vio berdecak kesal telah dikagetkan suaranya.


"Sana mandilah dan bersihkan dirimu" perintahnya pada istri bandelnya itu.


"Tak usah kau suruh aku juga akan mandinya."


Mulut Vio sangat gatal rasanya jika tak membantah sekata saja omongan suaminya itu. Lalu dirinya berjalan ke arah kamar mandi dan membersihkan dirinya di sana.


Sedangkan tuan Rey mengamati Vio berjalan ke arah kamar mandi itu hingga bayangan tubuh Vio tak terlihat lagi. Dirinya duduk di sofa dengan laptop menyala, meneruskan pekerjaannya yang sempat tertunda. Dirinya membalas email masuk dan sesekali membalas chat istri pertamanya.


Kali ini ada yang membuatnya kaget dengan isi chat terakhir dari nomor mommynya. Jika dirinya diminta pulang ke Moscow satu bulan sekali. Itu sangat tidak mungkin dirinya akan terlalu cepat bolak balik antar di Bali ke Moscow.


Akhirnya dengan perdebatan yang alot tadi terjadilah kesepakatan jika dirinya setiap satu bulan sekali dirinya pulang ke Moscow. Mommynya sama sekali tak bisa di tawar. Ini sepertinya soal menantu kesayangannya.


Baiklah turuti saja dari pada debat terlalu panjang tak baik buat kesehatan berfikirnya. Vio yang di dalam sana sepertinya berendam. Hal ini sudah sejam tuan Rey menunggu tapi batang hidungnya tak muncul juga.


"Vio keluar..." teriaknya sambil mengetuk pintu..

__ADS_1


dan


Bersambung


__ADS_2