WANITA SIMPANAN TUAN REY

WANITA SIMPANAN TUAN REY
Drama Makan


__ADS_3

Seketika tuan Rey mengambil jasnya yang tadi tergantung di kursi kebesarannya, dirinya berlari keluar ruangan, berjalan dengan tergesa seperti di kejar rentenir.


Dulunya Kendra menyukai Angelica Sanan, yang merupakan adik tingkat, atau dua tahun lebih muda, tetapi hanya berbeda jurusan saja saat sama-sama kuliah di London.


Angelica yang memiliki kecantikan khas wanita rusia dengan rambut pirangnya, hidung mancung, bibir tipis dan memiliki watak yang lembut.


Tetapi tidak,dimata tuan Rey Angelica adalah wanita liar yang semaunya sendiri dan sulit di atur.


Angelica Sanan juga berteman baik dengan Kendra, semua isi hatinya ia ungkapkan saat bersama Kendra, dan ketika Kendra mengetahui jika Angel menyukai tuan Rey itu dirinya memilih meredam perasaannya sendiri, karena ia tak mau bersaing dengan sahabatnya sendiri.


Baginya melihat orang yang di sukai bisa tersenyum bahagia saja sudah membuatnya bahagia. Berbeda dengan tuan Rey yang tidak peduli dengan perasaan Angel selama ini telah memendam perasaannya padanya, dirinya malah terkesan cuek dan tak begitu mempedulikan sesuatu.


Jika di usut kisah cinta mereka seperti benang kusut. Tak berujung. Bagaimana tidak Kendra telah sejak lama menyukai Angel, tetapi Angel menyukai temannya sekaligus sahabatnya Yaitu Rey. Sedangkan Rey sendiri menyukai perempuan lain yang pertama kali di tidurinya saat ia mabuk, siapa lagi jika bukan Vio istri simpanannya itu.


Dia telah lama menikah dengan Angel, tetapi dirinya selalu menghindari berinteraksi terlalu banyak dengan Angel. Sehingga setelah beberapa tahun kemudian di usia pernikahannya yang beberapa tahun iyu dirinya di temukan dengan gadis belia nan manis walupun saat itu penglihatannya samar-samar karena dirinya mabuk.


Sejak saat itu dirinya tak bisa melupakan malam panas itu. Setelah sekian tahun dirinya menikahi Angel barulah dirinya baru bisa membuka hatinya. Selama ini hari-harinya hanya di sibukkan dengan kerja dan kerja.


Angel sendiri di mata tuan Rey sibuk sendiri bersama teman-temannya, walaupun akhir-akhir ini dirinya berubah banyak.


Tetapi anehnya tuan Rey tak akan Rela jika istrinya di ambil sahabatnya, walaupun pernikahan mereka tak ada cinta.


Tuan Rey pulang ke rumah dijemput oleh sopir pribadinya.


"Pak apa bisa lebih cepat lagi." Pintanya pada sopir pribadinya itu.


"Bersabarlah tuan, kondisi jalanan sangat ramai."


Rasanya tuan Rey ingin segera sampai dirumah dan memeluk istrinya itu.


Setengah jam kemudian, mobil mewahnya telah memasuki pelataran rumahnya yang sangat megah bak istana itu, lalu tanpa sopir membukakan pintu mobilnya, dirinya sudah keluar terlebih dahulu, berjalan setengah berlari.


Tuan Rey tak sabaran kali ini, menaiki anak tangga dengan loncat-loncat, sungguh tubuh sempurna itu sangat indah di pandang mata jika sedang mode panik seperti ini.


"Angel..." Panggilnya pada Angel saat membuka pintu, dirinya melihat Angel dengan muka pucat nya seperti tak bernyawa, tergeletak di atas ranjang king size miliknya.


Sungguh hatinya terasa seperti terkena tusukan beberapa anak panah, tepat mengenai jantungnya. Hatinya sakit, merasa bersalah, bercampur menjadi satu, setelah dirinya mengetahui cerita yang sebenarnya dari Ken.


"Sayang," Panggilnya lagi. Meraih tubuh lemah itu dan memeluknya sayang, bagaimana dirinya akan menebus dosanya pada istrinya itu.


Disana hanya ada mereka berdua, setelah meminum obat atas saran dari Dokter Kendra, supaya istirahat saja nyonya muda mereka.


"Kenapa kamu tak pernah bercerita kepadaku, apa kamu tak mempercayaiku sebagai suamimu, apa aku suami yang buruk di matamu."


Dirinya mengeluarkan semua unek-unek yang ada dalam hatinya selama ini, dirinya telah salah menilai Angel dan berspekulasi yang buruk tentang diri Angel.


Nyatanya semua itu salah. Dirinya telah mengabaikan Angel yang berjuang melawan sakitnya sendiri antara hidup dan mati. Sungguh tak rela dirinya jika yang mendampingi pengobatan Angel adalah sahabatnya sendiri Kendra.


Tanpa terasa air matanya menetas mengenai wajah cantik Angel,seketika itu Angel langsung membuka matanya.


"Kenapa menangis,"


Bukannya menjawab tuan Rey malah memeluk tubuh ringkih istrinya, iya akhir-akhir ini istrinya sepertinya telah mengalami penurunan berat badan secara signifikan.


Dirinya juga sering mendapati istrinya mual dan muntah di pagi hari, hingga susah sekali makan. Sepertinya itulah pemicu berat badannya turun.


"Apa kamu mengalami masalah di kantormu sayang?" Tanya Angel ingin tahu.


Tuan Rey menggelengkan kepalanya, dirinya tak mampu berkata-kata lagi, hingga menciumi seluruh wajah Angel.


"Sayang berhenti, kamu kenapa?"


"Aku mencintaimu," ungkapnya tiba-tiba.


"Apa, coba ulangi sekali lagi, apa aku tak salah mendengar."


"Aku mencintaimu istriku, Angelica Sanan." Seketika dirinya telah lupa jika memiliki wanita simpanan lain di hatinya.


"Apa aku sedang bermimpi, apa aku sedang tidak sadar, jika iya aku tak ingin bangun dari mimpiku." Saking senangnya hingga meneteskan bulir air matanya tanpa sadar.


"Tapi sepertinya aku tidak sedang bermimpi," Angel berucap setengah sadar, setengah tidak.


"Tidak, ini nyata, yang ada di depanmu ini adalah suami kamu yaitu Reymon Regan Faras."


Perjuangannya selama ini akhirnya di balas juga oleh suaminya. Dicintai oleh lelaki yang ia dambakan sejak lama. Sering kali Angel merasa kecewa saat tuan Rey lebih mementingkan wanita lain, dari pada dirinya. Bahkan dirinya sangat cemburu buta jika tian Rey lebih nyaman meminta bantuan pada sekretarisnya yang selalu berpenampilan seksi itu, agar menarik perhatiannya.


Namun dirinya memilih untuk menutup mata dan telinga kala ia mendengar desas desus tak sedap dari suaminya dan sekretarisnya yang katanya bermain serong itu.


Entahlah, itu hanya gosip murahan atau memang nyata, yang jelas saat ini dirinya bahagia, terasa ada kupu-kupu yang hinggap di perutnya.


"Rasanya waktu indah ini tak ingin berputar."

__ADS_1


"Kenapa." Tuan Rey memasuki selimutnya Angel, dan memposisikan tangannya sebagai bantalan kepala Angel. Walaupun tangan kirinya sedang tertancap jarum infus, namun tak menyurutkan mereka saat ingin bermesraan.


"Karena aku ingin seperti ini terus," ujarnya.


"Mulai saat ini dan seterusnya kita akan seperti ini terus."


Tuan Rey tak henti-hentinya menghujani banyak ciuman di kening, mata, hidung, pipi dan terakhir di bibir Vio.


"Kenapa kamu tak pernah mengeluh sedikit pun padaku?"


"Apanya?"


"Aku sudah tau semuanya."


Angel menggigit bibir bawahnya, bingung mau menjawab apa, dirinya juga takut salah atau membuat suaminya itu marah.


"Maafkan aku, itu karena aku tak mau merepotkanmu, tak mau mengganggu pekerjaanmu, dan terlebih lagi, aku ingin terlihat menjadi wanita sempurna di mata kamu."


"Apa itu salah "


"Jelas saja salah, kamu tak menghargai aku sebagai suami kamu."


"Sekarang terima hukumanmu." Seketika itu tuan Rey mencium bibir Angel tanpa ampun, menyesap dengan penuh perasaan, berbeda dengan sebelumnya. Jika ciuman sebelumnya karena kewajiban sebagai suami, tetapi kali ini dengan perasaan yang mengalir dari hatinya untuk istri tercintanya ini.


"Sayang jangan."


Ketika tuan Rey akan membuka pakaian milik Angel, dirinya baru ingat pesan dokter Kendra, jika kemungkinan besar dirinya saat telah berbadan dua, tetapi karena rasa penasaran telah menguasai hatinya, sehingga Angel tadi telah meminta tolong pada bibi Marry untuk dibelikan alat tes kehamilan dari berbagai merek, mulai dari yang murah hingga yang mahal.


Setelah dibantu bibi Marry masuk ke kamar mandi, dan mencelupkan alat-alat itu. Angel tak mau menunggunya, dirinya takut kecewa. Sehingga di tinggalkan begitu saja alat-alat itu dalam kamar mandi sana.


Sedangkan bibi Marry terus saja meyakinkan dirinya untuk mengecek tespeknya tadi. Bibi Marry memaksa ingin melihat hasilnya dan ternyata, memang sesuai harapan nyonya mudanya.


"Kenapa," tuan Rey tak menghiraukan kata-kata Angel, dirinya memaksa membuka dasternya dari bawah sehingga terpampang benda kenyal kesukaan dirinya, tuan Rey langsung melahapnya tanpa ampun.


Ceklek pintu kamar terbuka, menampakkan dua orang yang yang saling memadu kasih, betapa terkejutnya bibi Merry yang melihat adegan dewasa yang sedang live di depan matanya itu.


"Maaf nyonya, tuan saya tidak sengaja." Pintu di tutup otomatis, bibi Marry mengira jika tuannya itu masih di kantor dan belum pulang, niatnya datang ke kamar nyonya mudanya tadi hanya ingin mengantarkan makan siang dan menyiapkan minum obat saja.


Siapa sangka, bibi Marry malah menemukan adegan yang tak seharusnya terlihat oleh matanya.


Angel Reflek menarik kepala suaminya yang sedang mengisap pucuk benda kenyal kesukaannya itu, seketika menarik dasternya reflek.


Tak usah kau masukan hati, ini wajar, kita suami istri. Jawabnya santai tanpa beban. Tidak tau saja jika Angel saat ini ingin tenggelam saja di dasar laut paling dalam karena malu.


"Itu kalai kamu yang tidak tahu malu, kalau aku sangat malau tahu." Ketusnya.


Tuan Rey melirik istrinya sekilas, melihat istrinya yang dari tadi memegangi perutnya, dirinya mengira jika Angel sakit perut.


"Apa kamu sakit perut?" Tanya tuan Rey khawatir dan penuh perhatian.


"Tidak, siapa bilang aku sakit perut." Ketus istrinya.


Ahh seharusnya dirinya lah yang marah, karena kesenangannya terganggu, tapi ini kenapa malah istrinya yang merajuk.


"Kalau tidak kenapa dari tadi ke perhatikan terus menerus memegangi perutmu."


Mendengar pertanyaan itu Angel langsung menarik tangannya dari sana, dan tersenyum kikuk pada suaminya. Tetapi bukan tuan Rey namanya jika langsung percaya begitu saja.


"Katakan."


"Apa??"


Angel bahkan tak berani menatap mata suaminya itu, mukanya memalingkan kearah yang lain.


"Katakan apa yang kau sembunyikan dariku lagi."


Pertanyaan itu terdengar singkat, tetapi sorot mata tajam tuan Rey seperti sedang mengintimidasi lawannya.


"Ehmmm itu, emmmmm anu..."


Angel bingung sendiri mau menjelaskan pada tuan Rey bagaimana, karena dirinya sama sekali belum berani memutuskan untuk memberi tahu suaminya.


" Ehmmm sayang, maafkan aku." Akhirnya kata-kata yang keluar dari mulutnya.


"Meminta maaf karena apa?"


"Kalau je depannya nanti aku tak mau jauh-jauh dari kamu." Detik berikutnya Angel malah menangis tersedu-sedu seperti anak kecil yang meminta sesuatu pada orang tuannya.


"Tak apa, katakan kau ingin akau bagaimana?" Tanya lagi.


"Aku tak ingin jauh-jauh dari kamu, karena kalau aku jauh dari kamu, dia akan menyiksaku." Katanya penuh teka teki.

__ADS_1


"Dia, maksud kamu."


"Aku tak mengerti apa?" Tuan Rey masih bingung dengan kata-kata Angel barusan.


Otaknya berhenti berfikir, tetapi tetap saja masih bingung.


"Iya dia akan menyiksaku." Angel meraih tangan suaminya, lalu meletakkan di perutnya perlahan.


"Dia yang ada di dalam sini."


"Benarkah itu,"


Angel mengangguk lemah, menatap suaminya lama, dia ingin tahu akan seperti apa reaksi suaminya jika mengetahui dirinya mengandung anaknya.


Tuan Rey sangat terharu mendengarnya, ia berjanji pada dirinya sendiri, tak akan meninggalkan Angel sendirian barang sebentar saja.


Tuan Rey memeluk Angel dan menghujani ciuman di perut Angel. Akhirnya cita-citanya terkabul menjadi seorang ayah.


"Aku tak pernah merasakan bahagia, melebihi apa pun selain mengetahui dirimu hamil."


"Mulai sekarang kamu tak boleh keluar rumah sendirian, selain tanpaku, makananmu harus di atur harus yang sehat dan bergizi, kamu tidak boleh mengerjakan apa pun selain beristirahat saja di dalam kamar."


"Hey sayang, aku hanya hamil, bukan sakit." Protes Angel pada suaminya yang mulai muncul mode posesifnya itu.


"Iya aku tahu, tapi nyatanya sekarang kamu sakit."


"Masih mau membantah jika dikasih tahu suamimu, hemmm." Menciumi wajah istrinya bertubi-tubi.


Tak lama kemudian tuan Rey berdiri dari sana dan kelihatan sedang menghubungi seseorang, lalu memencet tombol khusus di dalam kamarnya, tanda memanggil asisten rumah tangganya yang berada di dapur bawah.


Tak berapa lama suara ketukan pintu kamarnya terdengar, lalu dirinya memesan banyak makanan sehat yang bisa di makan istrinya.


"Sayang, kamu ini sangat berlebihan." Protes Angel.


"Sudah diam saja tak usah banyak protes."


"Itu karena aku sangat menyayangi kalian, apalagi dia." Meraba perut datar Angel dan menciumnya sekali lagi.


Tak berapa lama makanan yang di pesannya tadi datang, kini tuan Rey sendiri yang turun tangan menyuapi istrinya ini. Sepertinya bisa dihitung jari dirinya menyuapi istrinya ini, itu karena mungkin hubungan mereka dulu yang kurang baik.


"Kita akan memberikan kejutan mommy dan daddy nanti." Kata tuan Rey.


"Benarkan?"


"Hemmm iya, menunggu dirimu sehat dulu, kita periksakan ke dokter obygn, nanti akan ku tanyakan pada Kendra."


"Baiklah."


"Sekarang aku akan menyuapi kamu dengan bubur ini, buka mulutmu."


'Aku tak mau." Angel malah menutup mulutnya dengan ke dua telapak tangannya.


"Sayang aku mohon, jangan seperti ini, paksalah demi dia."


"Tapi aku tak mau, itu tak enak."


"Tapi aku mau menyuapi dia, bukan kamu." Kilahnya.


Rasanya seumur-umur mending dirinya rapat dengan klien yang terkenal sulit ditaklukan, dari pada dirinya harus membujuk istrinya yang banyak drama ini, padahal hanya perkara makan saja.


Dirinya telah banyak memenangkan tender mengalahkan klien, dan lawan-lawannya di dunia bisnis. Tapi seakan lemah jika perkara soal wanita.


Melihat usaha suaminya yang tak patah arang itu akhirnya Angel mau membuka mulutnya dan menerima suapan dari tangan suaminya.


Walaupun dengan sedikit ancaman, anehnya dirinya bisa memakan semua yang ada di depannya ini, padahal tadi pagi makanan apa pun setelah di makan akan keluar lagi.


Kali ini Angel makan dengan lahab, sepertinya ada yang salah dengan dirinya. Pikirnya tak terima.


Atau memang keinginan anaknya yang tak mau jauh-jauh dsri ayahnya.


Sungguh anak yang membela ayahnya kali ini, padahal tadi pagi saja menyiksa ibunya hingga saat berendam sudah habis tenaganya hingga ketiduran sampai seluruh tubuh Angel membiru.


Awas saja nanti, dirinya akan mencoba makan sendirian lagi


.


.


Namamya juga wanita simpanan judulnya. Jadi ya tak akan meninggalkan istri sahnya lah iya.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian iya. Aku sangat suka loh membaca komen-komen kalian gt

__ADS_1


__ADS_2