WANITA SIMPANAN TUAN REY

WANITA SIMPANAN TUAN REY
Bersama Angelica


__ADS_3

Walaupun pernikahan mereka hasil dari perjodohan tidak menutup kemungkinan jika tuan Rey telah menaruh hari pada istrinya itu.


Malam ini setelah mereka menyelesaikan pergumulan panas suami istri hingga dini hari, mereke terlelap dalam tidurnya, bisa jadi mungkin karena kelelahan.


Entah berapa kali mereka mengulang kegiatan panas itu, Angelica benar-benar seperti wanita yang kurang belaian suami. Mungkin benar adanya karena suaminya jarang pulang.


Tetapi Angelica tetap menjaga kehormatannya sebagai seorang istri. Entah itu tuan Rey atau Angelica tidak bisa dibenarkan semua.


Sinar mentari memasuki celah kaca dikamar itu, tuan Rey bangun terlebih dahulu sambil mengucek matanya. Ia menyipitkan matanya berada dimana sekarang dirinya berada. Ia lupa jika semalam dirinya telah tidur bersama dengan istrinya.


Segera saja dirinya memasuki kamar mandi dan membersihkan diri di sana, ketika dirinya bangun ternyata hari sudah sangat siang.


Tuan mendapati istrinya yang duduk di sandaran ranjang yang masih mengumpulkan kesadarannya. "Sayang kamu kok tidak bangunin aku" pintanya


"Hemmm iya aku juga baru bangun, aku tak tega jika harus mengganggu tidurmu yang masih nyenyak" tuan Rey


"Kau sudah mandi" tanyanya


Karena terlihat tuan Rey keluar kamar mandi menampakkan rambutnya yang masih basah, aroma maskulin khas sabun mandi yang menguat di indera penciumannya, dirinya masih menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya.


"Sayang bawa aku ke kamar mandi" rengeknya


Tanpa banyak berkata tuan Rey mengangkat tubuh istrinya dari ranjang dan mendudukkan di pinggiran wastafel. Kemudian mengisi bathub dengan air hangat untuk istrinya mandi.


"Mandilah dan bersihkan dirimu " pintanya


Sambil berlalu dari dalam kamar mandi, tuan Rey hari ini ingin istirahat sebentar sebelum dirinya pergi kerumah sakit untuk membesuk ibunya itu.


Ia hanya menggunakan kaos rumahan, dan celana pendek yang menambah kesan ketampanannya meningkat dari biasanya. Kemudian mengambil MacBook dari dalam tasnya.


"Ternyata kamu anak yang kuat" gumamnya pelan


Ia tak menghubungi Vio karena saat ini telah bersama istri pertamanya. Tentu saja ia harus bersenbunyi dari istrinya jika ingin melihat atau menanyakan kabar tentang istri ke duanya itu.


Lama ia mengamati kegiatan istri keduanya itu yang sudah memulai pekerjaannya di kantornya. "Mulai sekarang berhentilah bekerja, apa masih kurang kartu yang aki berikan kemaren" perintahnya pada Vio di dalam chat.


"Cek ia sama sekali tak menghiraukan ponselnya" kesal tuan Rey


Jika saat dirinya sedang tidak serumah dengan istrinya sudah pasti menghubungi wanita pujaan hatinya itu.

__ADS_1


Sedangkan kondisi di kantor tuan Rey, Vio telah di panggil ketua divisi kebersihan. Jika mulai saat ini dirinya diberhentikan dari kerjanya, alasannya karena kinerjanya kurang bagus.


Tentu saja hal ini membuat Vio tak terima, seketika ia mengambil ponselnya di saku bajunya. Siapa lagi yang berani melakukan ini semua jika bukan satu orang itu, yang tak lain adalah bosnya.


Vio sudah sangat kesal setengah mati. Ia mencari dimana nomor itu berada yang kemaren sempat mengirimi pesan pada dirinya. Tutttt....sambungan telepon itu tersambung.


Tuan Rey segera turun ke lantai bawah, ia pergi ke taman belakang yang jarang dikunjungi oleh istrinya itu.


"Hallo"


Satu kata tetapi malah membuat hatinya berdebar, tetapi Vio cepat tersadar jika niatnya awal tadi ingin protes terkait pekerjaannya.


"Anda tak berhak memecat saya seenaknya iya, memangnya salah saya dimana sehingga dipecat tiba-tiba" kesal Vio sudah diubun-ubun. Mungkin jika saat ini tuan Rey berada di hadapannya ingin sekali dirinya menonjok wajah itu.


"Kamu, jelas saja salah karena kamu sekarang sudah menjadi istrinya bos" tuan Rey menjawab dengan santai tanpa beban


Tetapi berbeda respon yang diterima Vio, Vio malah mengeraskan suaranya mengomeli suaminya itu


"Iya tapi temanku Fani akan curiga jika aku dipecat tiba-tiba, kamu ini bos apa bukan sih" seenaknya saja gumamnya pelan tetapi masih bisa didengar tuan Rey


Tadi pagi Vio berhutang cerita pada Fani, karena Fani mendapatkan telpon dari rekanya jika ada pengerjaan urgen ditempatnya bekerja.


"Kamu mengataiku"


"Aku bosnya jadi terserah aku mau berbuat apa" mode arogannya keluar


"Iya tapi tak bisa begitu dong, aku kan masih pengen kerja, kalau aku tidak kerja lalu aku harus melakukan apa" Vio frustasi sepertinya


"Kamu bisa pergi ke salon, jalan-jalan, shoping atau apa saja yang kamu suka dengan uang itu"


Tadinya Vio yang sudah ingin naik pitam mendengar ide cemerlang itu seketika langsung berbinar, wajahnya yang tadinya muram langsung berubah auranya.


"Hah ide bagus, baiklah karena sekarang aku sudah menjadi istrinya bos, aku akan melakukan itu semua"


Tuttt...


Sambungan telpon dimatikan sepihak oleh Vio, seketika tuan Rey menyesali omongannya tadi, ia menelpon balik ke Vio.


Tuttttt....

__ADS_1


Tersambung tetapi tak diangkat, kesal sudah pasti yang dirasakan tuan Rey, kemudian dirinya berbalik akan mengecek MacBook nya kemana istrinya itu akan pergi, tetapi dirinya sangat terkejut saat mendapati istrinya tiba-tiba dibelakangnya.


"Sayang habis telpon siapa" tanya Angelica


"Tidak ada, tadi hanya mengecek email masuk saja sambil mencari udara segar" kilahnya, tuan Rey tak mau memandang mata istrinya takut dirinya ketauan berbohong.


"Baiklah ayo masuk, kita sarapan bersama lalu pergi kerumah sakit" pinta istrinya sambil menggandeng lengan suaminya itu.


Mereka duduk berhadap-hadapan, makan makan bersama dengan dirinya dilayani seperti ini tak seperti biasanya. Kenapa di saat dirinya lelah dengan pernikahannya malah istrinya berubah menjadi wanita baik seperti ini.


Padahal selama dua belas tahun pernikahan ini dirinya sudah sangat mengalah, tak pernah sekalipun komplain dengan apa yang dilakukan istrinya itu.


"Sayang mau lauk yang mana" tanya Angelica


"Apa aja boleh"


Dengan cekatan istrinya itu mengambilkan beberapa lauk di piring suaminya dan juga dirinya, sedangkan tuan Rey hanya diam dan memperhatikan istrinya.


Ia jadi berpikir yang tidak-tidak, apakah istrinya itu mengetahui jika dirinya memiliki wanita simpanan hingga bersikap sebaik ini padanya. Tetapi teka teki itu tak terpecahkan hingga dirinya menyimpulkan jika Angelica melakukan semua ini dengan tulus.


"Sayang kau di sini dulu lebih lama, aku masih merindukanmu"


Seketika itu tuan Rey menoleh kearah istrinya namun belum berniat menjawab keinginan istrinya itu.


"Maafkan sikapku selama ini, jika suka membantah perintahmu, itu semua karena dulu aku tak menyukai perjodohan ini"


"Tetapi setelah aku pikir-pikir aku takut kehilangan kamu"


Dari omongan Angelica, sepertinya insting seorang istri sangat kuat, sehingga apa yang dilakukan oleh suaminya diluar sana, secara tak langsung sampai pada istrinya seolah alam memberi tahunya.


"Akan aku pikirkan nanti, sekarang selesaikan makananmu dan kita kerumah sakit" tuan Rey akhirnya memberikan jawabannya.


Selesai makan mereka telah bersiap akan pergi kerumah sakit menjenguk ibunya itu. Tuan Rey menunggu istrinya yang berganti pakaian.


Biasanya seorang Angelica jika berdandan itu bisa menghabiskan waktu satu jam, bahkan bisa lebih. Sehingga tuan Rey berbincang-bincang dengan asisten rumah tangganya sambil menunggu istrinya turun.


Tuan Rey menanyakan kegiatan apa saja yang dilakukan istrinya selama dirinya tak ada.....


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2