
Tuan Rey menanyakan kegiatan apa saja yang dilakukan istrinya selama dirinya tak ada.
Asisten rumah tangganya itu jadi ragu-ragu ingin menjelaskan pada majikannya.
"Katakanlah tak usah ada yang kau tutupi dariku, selama ini aku yang menggajimu, jadi kau tak perlu takut pada siapa pun kecuali padaku" sergah tuan Rey
" Ehmm ti..tidak ada yang aneh tuan selama nyonya anda tinggal, tetapi" asisten rumah tangga itu menggantung ucapannya
"Apa, teruskan saja aku ingin mendengar apa yang ingin kau sampaikan padaku"
"Tetapi aku sering mendapati nyonya diam-diam menangis di dalam kamar tuan" akhirnya asisten rumah tangga itu memberi keterangan yang jelas pada tuannya
"Menangis diam-diam" ulang tuan Rey
"I..iya tuan, nyonya sering menangis diam-diam di dalam kamarnya dan hampir setiap hari, nyonya menyalahkan dirinya sendiri, sehingga anda tak mau pulang kemari tuan"
Tuan Rey terdiam sejenak dengan penjelasan asisten rumah tangganya itu, memang Angelica ini tipe orang yang sangat gengsi untu memperlihatkan kesedihannya didepan orang lain.
Mungkin selama ini tuan Rey melihatnya sangat ceria, percaya diri dan keras kepala. Tapi siapa yang tahu isi hati seseorang. Setelah mendengarkan penjelasan dari pembantunya itu dirinya jadi merasa bersalah. Apalagi tuan Rey bukan tipe orang yang tega menelantarkan apa yang sudah menjadi miliknya.
Jika soal wanita simpanan biarlah semua itu menjadi urusannya, yang penting saat ini istrinya bahagia terlebih dahulu.
"Baiklah kau boleh kembali bekerja" tuan Rey
Untuk urusan Vio nanti bisa di pikirkan lagi. Ini semua juga tak ada yang dibenarkan baik dirinya maupun istrinya. Mungkin hanya masalah miskomunikasi saja.
Angelica menginginkan dirinya itu menghargainya, memujinya, dan memanjakannya. Jika perkara nomor satu dan tiga mungkin sudah dilakukan oleh tuan Rey, kalau nomor dua itu yang namanya perempuan tentu saja butuh pengakuan, apalagi dari suaminya.
Istrinya yang pertama itu sulit dipahami. Karena menurutnya sangat misterius. "Sayang ayo, aku sudah siap" Teriak Angelica yang baru saja turun dari tangga terakhir.
"Lagi memikirkan apa" tanya Angelica pada suaminya itu
"Tidak ada ayo"
Untuk kali ini tuan Rey berencana mengajak istri pertamanya makan malam untuk menebus kesalahannya selama ini.
Didalam mobil "Apa kegiatanmu selama aku tak ada" tuan Rey
"Tidak ada, tidak ada yang aku lakukan selain pergi ke butik, terkadang pergi kerumah mommy" jawab Angelica
Sepertinya ia menyimpan kesedihannya dengan rapat, ada apa dengan dirinya, begitulah batin tuan Rey.
"Aku tadi membawakan makanan untuk mommy" Angelica memperlihatkan rantang yang berada ditangannya.
"Hemmm baiklah"
__ADS_1
"Sayang"
"Iya, apa ad ingin kau sampaikan" tuan Rey seperti mengerti apa yang ingin di sampaikan padanya itu
"Ehmm iya, aku sepertinya sudah siap memiliki anak darimu" terang Angelica
Bagaimana tidak senang, tentu saja tuan Rey senang. Tetapi kenapa di saat dirinya sudah menikah lagi dengan wanita lain. Ah semuanya sudah terlanjur, iya sudahlah pikir tuan Rey.
"Ehmm apa kamu tidak senang mendengar permintaanku" tanya Angelica
Tuan Rey menoleh kearah Angelica bingung harus menjawab apa. Tentu saja aku senang.
"Baiklah aku akan memakan makananan yang dapat menunjang program kehamilanku" Angelica
Tuan Rey terdiam mendengarkan celotehan istrinya itu.
Sampailah mereka di di basemen rumah sakit terbesar di kota itu. Tuan Rey keluar membukakan pintu mobil untuk istrinya, karena dirinya tahu jika istrinya kesusahan membawa barangnya yang akan di berikan nanti kepada ibunya.
Mereka berjalan beriringan melewati setiap loro rumah sakit dan memasuki lift bersama, tak di duga di dalam pintu tuan Rey bertemu dengan kolega bisnisnya yang bernama tuan Aldo.
"Anda sedang berada di sini juga tuan" sapa tuan Aldo yang melihat tuan Rey itu
Dua orang yang saling bergandengan tangan mesra itu menoleh ke asal sumber suara.
"Ehmm iya saya sedang menjenguk saudara saya yang sedang sakit dirumah sakit ini tuan" Aldo
"Kalau anda apakah juga akan menjenguk kerabat anda yang sakit juga tuan" tanya tuan Aldo sekedar basa basi
"Ehmm iya ibu saya sedang di rawat disini sudah tiga hari"
Tuan Aldo menganggukkan kepalanya. "Kalau begitu semoga ibu anda lekas sembuh tuan" tuan Aldo turut mendoakan kesembuhan ibunya
"Ehmm iya terimakasih doanya, doa yang sama untuk kerabat anda yang sakit" jawab tuan Rey balik.
Ibunya tuan Rey dan kerabat tuan Aldo berada di lantai yang sama sehingga mempertemukan mereka.
***
Di dalam rumah sakit menampakkan di sana hanya ada papa mertuanya, karena semalam kakak kandung tuan Rey dan juga suaminya sudah berjaga, kini giliran dirinya dan juga Angelica.
"Hallo mom, apa mommy sudah makan" tanya Angelica pada ibu mertuanya itu
"Mommy mu tadi sudah makan, tetapi hanya sedikit sekali, bagaimana bisa segera sembuh jika makannya seperti itu" omel ayah mertuanya itu
"Baiklah tak apa, dad kami membawakan bekal untuk mommy makan"
__ADS_1
"Ayo sini biar aku suapi mommy" tawar Angelica yang terdengar seperti sebuah perintah.
Ayah mertuanya menyingkir dari sana yang semula duduk di samping ibu mertuanya itu, "Jika daddy lelah bisa pulang saja, biar kami yang menjaga mommy" tawar tuan Rey
Akhirnya ayahnya tuan Rey itu pulang di jemput oleh sopir untuk beristirahat dirumah. Angelica menyuapi ibu mertuanya sedangkan tuan Rey membuka ponselnya.
Sedari tadi ia sudah merindukan bagaimana kabar gadis itu. Dirinya mengirim pesan pada Vio" Sedang apa" tuan Rey
"Siapa yang kamu tanya" Vio
Iya sekarang Vio sudah menjadi istrinya walaupun statusnya istri simpanan, sehingga dirinya tak akan sungkan-sungkan lagi padanya dengan berbicara aku, kamu dengan tuan Rey.
"Tentu saja kamu yang aku tanya, masak kuntilanak"
"Kau mengataiku kuntilanak " kesal Vio
"Bukan kamu, kembaranmu mungkin"
"Cek kau ini, aku sedang menghabiskan uang suamiku" Vio
Sambil memotret dirinya yang saat ini sedang di salon, habis ini dirinya akan pergi ke mall belanja sepuasnya.Vio sudah merancang belanja apa saja nanti.
"Apa kartu ini tak akan habis jika aku gunakan terus menerus" tanya Vio
"Tidak itu kartu tanpa limit"
"Baiklah, tapi apa bisa aku mendirikan sebuah butik dengan kartu ini" tanya Vio asal, niatnya hanya mengerjai tuan Rey saja. Salah siapa sudah menjebak dirinya. Jadi dirinya tak akan mau rugi menjadi istri simpanan, harus bersinar dan tampil modis pikirnya.
"Tak usah menggunakan kartu itu, aku akan bilang pada Adit soal permintaanmu itu"
"Baiklah, tetapi aku juga ingin kendaraan mobil baru"jawab Vio random
"Hemm iya"
"Dan nanti aku akan membeli perhiasan yang mewah"
"Sudah itu dulu, sekarang aku tutup telfonnya, aku mau menyelesaikan perawatanku dulu"
Panggilan dimatikan Vio, kemudian dirinya melihat foto-foto yang dikirim Vio itu dengan senyum tipis di bibirnya.
"Sedang apa sayang, kenapa senyum-senyum" tanya Angelica penasaran
"Tidak ada, ini adit berhasil memenangkan tendernya kali ini" bohongnya
Tak mungkin kan jika dirinya berbicara jujur jika yang membuatnya tersenyum adalah istri simpanannya yaitu Vio
__ADS_1