
Hari ini adalah hari minggu, dimana seluruh karyawan pekerja kantoran pada libur bekerja. Rata-rata dari mereka yang libur bekerja akan bermalas-malasan bangun tidur. Dan waktunya biasanya lebih digunakan untuk bersih-bersih dirumah dan bersantai, atau sebagian mungkin merencanakan liburan keluarga bersama teman-temannya.
Tetapi berbeda kali ini dengan yang dilakukan Vio. Vio kali ini akan bersemangat pergi jalan-jalan bersama Fani ke mana yang dia mau. Menurutnya hari ini adalah hari kebebasan tanpa peraturan yang ribet. Dirinya tidak suka ribet tidak suka di atur, dan tidak ingin terburu-buru menikah. Tetapi yang ia dapatkan malah sebaliknya. Dirinya menikah lebih cepat, banyak aturan ini itu, dan kesenangannya terganggu, padahal semua itu adalah hal yang dibenci Vio.
Hari ini saking semangatnya Vio bangun lebih pagi dari biasannya. Membersihkan diri menggunakan celana roll up short dan kaos oblong yang kebesaran. Dirinya lebih suka terlihat tomboy dari dari pada kelihatan feminim. Pagi-pagi sekali Vio sudah memulai aktifitasnya, setelah keluar kamarnya pergi ke taman belakang yang aksesnya langsung menghadap ke laut. Di sana Vio menyirami bunga-bunga.
Iya semenjak Vio datang kerumah ini, seluruh tatanan rumah ini dirinya yang mengatur, mulai dari tata letak perabotan rumah, halaman depan hingga belakang, banyak yang dirombak jika tak sesuai pandangan matanya. Bahkan hal sedetail apapun dapat Vio amati. Seperti misalkan asisten rumah tangganya menaruh tempat sabun mandi setelah mengisi ulang tidak sesuai, dirinya dapat melihat.
Seperti saat ini ditaman belakang, dirinya telah mengoleksi banyak berbagai jenis tanaman. Bunga Krisan, Petunia, Anggrek dan masih banyak lagi koleksi tanaman bung Vio. Tak dapat dipungkiri walaupun Vio sangat brutal suka seenaknya sendiri tetapi dirinya sangat rapi dalam berbagai hal. Hingga membuat beberapa asisten rumah tangganya itu heran.
Mungkin bagi para asisten rumah tangganya ini merupakan suatu bencana mendapatkan majikan yang terstruktur seperti ini. Meletakan wajan saja harus baris mulai dari yang terkecil hingga yang besar. Tetapi ada untungnya juga sebenarnya, jika dipandang akan kelihatan rapi dan jika ingin menggunakan kita tinggal melihat dari urutan yang mana yang mau kita pakai.
Vio menyiram bunga sambil bersenandung ria seperti perasaanya saat ini yang sedang bersenandung bahagia. Bagaimana tidak hari ini adalah hari kebebasannya tuan yang menjengkelkan banyak aturan itu. Tidak tahu saja jika tukang kebun yang berseliweran dirumahnya itu adalah para bodyguardnya. Agar tidak terlalu kentara, tuan Rey meminta mereka dipekerjakan sebagai tukang kebun, tukang mengelap kaca setiap pagi dan masih banyak lagi. Jika Vio keluar nanti tentu saja ada bagian dari mereka yang akan mengikutinya.
"Hah bahagianya aku hari ini, hemm baiklah Vio nikmati hidupmu hari ini," menyemangati dirinya sendiri.
Vio masuk ke dalam rumah besar itu dan berteriak pada salah satu asisten rumah tangga.
"Bik masak sarapan apa haru ini?" Tanyanya pada salah satu asisten rumah tangga yang berjalan ke arahnya karena teriakannya tadi.
"Hari ini masak omelette, salad buah dan susu nyonya."
"Mari nyonya bisa menunggu sambil duduk sebentar biar saya siapkan."
"Baiklah tidak pakai lama iya."
Vio menghubungi Fani di sela menunggu bibi menyiapkan sarapan paginya.
"Hallo Fan, Kau bersiaplah hari ini kita bersenang-senang."
__ADS_1
"Benarkah, apa kamu sudah mengantongi ijin suamimu?"
"Sudahlah siapa dulu gitu, Vio mau di lawan," dirinya menjawab pertanyaan Fani dengan nada sombong.
"Benarkah, tetapi jika terjadi sesuatu dengan suamimu kau jangan libatkan aku." Fani.
"Tak akan, pokoknya hari ini kiya bersenang-senang, kesalon, makan-makan, nonton film, shoping."
"Aku tak sekaya kamu tahu." Fani memotong ucapan Vio spontan.
"Hey kau jangan merendah seperti itu, nanti itu semua aku yang traktir, pokonya kita bersenang- senang hari ini, kita habiskan uangnya si tuan sombong itu." Berbicara sekenanya. Tidak tahu saja jika dirinya saat itu sudah di rekam pembicaraannya.
"Baiklah terserah kamu saja." Kata Fani pasrah.
Sambungan telepon mereka tutup dan Vio akan menyantap sarapan paginya kali ini. Ditengah-tengah dirinya sedang mengunyah makanannya ternyata tuan Rey menelpon dirinya.
Vio pura-pura tidak mendengar, malah meneruskan mengunyah makanannya lalu. Dirinya hanya melirik sekilas siapa yang menelponnya dikala dirinya sedang menikmati sarapan paginya begini. Oh ternyata tuan Rey hingga panggilan ke empat barulah Vio angkat karena tuan Rey akan menerornya jika tak segera mengangkat teleponnya.
"Jika ingin berjalan-jalan jangan mengajak teman laki-laki,"
" Ya aku tahu, jangan menggunakan pakaian seksi, jangan pulang terlalu malam." Dan masih banyak lagi, hingga Vio merasa jengah sendiri.
"Menyebalkan," gumamnya pelan, tetapi sialnya malah di dengarkan oleh seseorang yang berada diseberang sana.
***
"Anak ini dikasih hati mintak jantung, awas saja jika suka membangkang, hukuman apa yang akan aku berikan nanti." gumamnya pelan.
Tuan Rey terlihat sedang menekan nomor seseorang disana, dirinya meminta menambahkan bodyguard untuk istri nakalnya itu.
__ADS_1
"Kau ikuti mereka nanti, jangan sampai ketinggalan jejaknya, tambahkan orang yang mengawasinya."
Klik...!!!!
Sambungan telepon dimatikan sepihak, saat ini dirinya sedang menemani istrinya ke salon, lalu pergi ke butik langganan istrinya.
"Sayang menurut kamu baju yang ini sama yang ini bagusan yang mana?" Tanya Angelica Sanan pada suaminya yang sedang fokus dengan ponselnya.
"Terserah kamu saja mau memilih yang mana." Katanya dengan tatapan masih di layar ponsel ditangannya.
"Tetapi kau tak memperhatikanku, dari tadi hanya bermain ponselnya saja." Protesnya.
"Bagus yang ini lebih cocok, karena yang ini warnanya soft cocok dengan sifat kamu yang lembut itu."
Blushhh....Seketika wajah Angelica menjadi merah merona mendengarkan pujian dari suaminya, bagaimana tidak ini adalah hal yang langka bagi dirinya. Selama mereka menikah, jarang sekali Angelica jalan berdua dengannya seperti saat ini, waktunya hanya sibuk digunakan untuk kerja-kerja dan kerja, seperti tak ada hal lain dalam hidupnya selain bekerja.
Saat ini Angelica berniat akan memperbaiki hubungannya dengan suaminya itu, dirinya sudah bertekad akan memperbaiki komunikasi antara dirinya dan tuan Rey.
"Kamu bisa saja."
"Kamu ambil dua-duanya juga tidak apa-apa."
Tuan Rey berjalan menuju kasir lalu membayar baju-baju yang sudah dipilih istrinya tadi.
"Ahh ternyata sikapmu bisa semanis ini." Gumam Angelica Sanan pada suaminya ini.
"Ayo...kenapa bengong di situ," tanyanya.
"Ahhh iya,"
__ADS_1
Mereka hari ini telah menghabiskan waktu bersama, ada hal baru yang tak Angelica ketahui selama ini, jika suaminya ini sangat lembut dan penyayang dibalik sikap dinginnya dan arogannya itu.
Besuk-besuk lagi hal apa lagi yang dirinya tak diketahui. Kenapa dirinya tidak dari dulu melakukan semua ini. Ahhh terlambat bukan sihh jika baru mengenalnya sekarang. Pikirnya bermonolog.