WANITA SIMPANAN TUAN REY

WANITA SIMPANAN TUAN REY
Modus


__ADS_3

Saat ini suasana hati tuan Rey sepertinya kurang baik, setekah menerima telepon dari mommynya beberapa menit yang lalu.


"Kenapa mandi saja bisa lama sekali" tuan Rey.


"Aku tadi sedang berendam" jawab Vio tak kalah cuek. Vio yang masih mengenakan bathrobe itu berjalan melewati suaminya dan duduk di depan cermin rias sambil mengeringkan rambutnya.


"Sini biar aku saja yang melakukan" hairdryer di tangan Vio itu di ambil alih olehnya. Tuan Rey mengeringkan rambut istrinya dengan telaten, sedangkan Vio hanya mengamati saja dari cermin di depannya itu.


"Kenapa dengan dirinya, sepertinya ada yang tidak beres" batin Vio bermonolog sendiri.


Tetapi Vio malas bertanya. Hingga acara mengeringkan rambut itu selesai. "Sudah" tuan Rey.


"Sekarang aku meminta bayaranku" tuan Rey memeluk istrinya dari belakang dengan menciumi aroma wangi sampo di rambut Vio.


Vio hanya diam saja dengan perlakuan suaminya itu.


" Aku sangat capek" kata Vio beralasan.


Tapi bukan tuan Rey namanya, jika dirinya di kibulin terus menerus dan akan terus percaya begitu saja.


"Benarkah" ciuman erotis itu tak henti-hentinya di leher Vio. Tentu saja Vio yang awalnya biasa saja kini ada getaran aneh dalam dirinya, seketika itu dadanya berdetak kencang, tak seperti biasannya.


Lalu detik berikutnya terjadilah pergumulan panas di antara mereka. Acara bercinta itu terulang kembali pada pengantin baru. Hingga suara dering ponsel milik tuan Rey berbunyi lebih dari dua puluh kali tak di hiraukan. Itu karena dalam mode silent.


Mereka seketika lelah dengan tubuh sama-sama polos, dan posisi tidur saling memeluk. Seperti tak ingin kehilangan di antara keduanya.


Pagi hari menjelang, kali ini tuan Rey bangun lebih pagi, bersiap akan ke kantor. Pakaian yang sudah rapi dan berjalan keluar dari kamarnya. Tuan Rey berjalan terburu-buru karena akan ada meeting yang tak bisa di tinggalkan.


Bahkan dirinya akan sarapan nanti saja di kantor. Tuan Rey berpesan pada bibi yang ada dirumah, jika nanti nyonya mereka bangun segera dibuatkan sarapan pagi.


"Anda sudah siap tuan" tanya Adit yang sudah menunggu dirinya sedari tadi.


"Ehmmm.... ayo"


Sepanjang perjalanan di dalam mobil, Adit telah mengamati tuannya itu, jika mukanya hari ini kelihatan berseri. Berbeda dengan biasannya.


Sepertinya hari ini tak akan terjadi tragedi yang menakutkan. Batin Adit bermonolog sendiri.

__ADS_1


"Apa sudah kau siapkan dengan sempurna" tanya tuan Rey tiba-tiba ditengah-tengah lamunan Adit.


"Maksud anda butik untuk nona tuan" tanya Adit memastikan.


"Ehmmm iya, untuk siapa lagi" tuan Rey


"Semuanya sudah siap, sesuai permintaan anda tuan"


Saat itu Adit sedang berada dirumah, waktu malam hari, tiba-tiba saja mendapatkan telepon dari tuan Rey jika dirinya diminta membuatkan hadiah butik untuk istri simpanannya itu.


Tentu saja Adit yang sedang bersantai saat itu kalang kabut, menyiapkan permintaan tuannya ini. Untungnya juga gerakan Adit sangat cepat dan dirinya memiliki bawahan yang dapat di percaya.


Cinta memang buta, bisa melemahkan pikiran seseorang, bahkan bisa membunuh logika, jika Adit jadi dirinya. Tak akan sudi di repotkan oleh wanita. Mungkin Adit berkata demikian karena dirinya juga belum pernah merasakan budak cinta oleh seseorang yang telah membuat hatinya bertekuk lutut.


Hadiah yang diminta oleh tuan Rey sudah Adit persiapkan dengan sempurna, mulai dari desain, tata letak ruangan hingga hingga konsep yang lainnya finish.


"Jangan lupa tuan jadwal anda nanti siang adalah memberikan kejutan pada nona Vio" Adit mengingatkan tuan Rey.


"Hemmm baiklah" jawabnya singkat.


Sedangkan di mension, Vio melanjutkan tidurnya. Dirinya sangat kelelahan akibat semalaman di gempur habis-habisan oleh suaminya itu. Vio sendiri juga heran, jamu apa yang diminum oleh suaminya itu, sehingga menyebabkan tak pernah puas melakukan ritual percintaan.


***


.


.


Dikantor tuan Rey berjalan begitu elegan dengan suasana hati yang baik. Setiap kali berpapasan dengan karyawan dirinya menunjukkan senyum tipis.


"Wahhh tampan sekali bos kita jika tersenyum" ucap karyawan yang berpapasan dengannya.


"Hey kau tak boleh lama-lama memandangnya, lama-lama menetes itu air liurmu" teman satunya lagi menimpali.


"Alangkah indahnya di dunia ini jika dipenuhi lelaki tampan seperti bos kita"


Begitulah kira-kira bisik-bisik karyawan perempuan yang ada dikantor itu. Bagaimana tidak hal ini sangat langka di temuai. Biasanya bosnya ini jarang tersenyum dan selalu memasang wajah dingin. Sehingga menciptakan aura yang menegangkan bagi siapa saja yang berpapasan dengannya.

__ADS_1


Tuan Rey berjalan melewati Mia yang menyapanya.


"Selamat pagi tuan" sambil mengangguk sopan. Mia yang selalu berpakaian seksi, dan berharap dirinyalah yang menjadi perempuan ke dua di hati tuan Rey.


Bagaimana tidak, Mia berpakaian sangat ketat, roknya di atas lutut, dan kemeja yang memiliki belahan dada rendah.


Setelah kejadian tragedi soal kopi itu, tuan Rey tak mau lagi meminta tolong pada Mia untuk meminta bantuannya membuatkan kopi. Dirinya meminta Adit menyediakan mesin kopi di dalam ruangannya. Sehingga dirinya membuat sendiri racikan kopi itu. Walaupun kopi yang dirinya minum tak senikmat kopi buatan Vio.


Setidaknya dirinya tak akan mendapatkan jebakan dari Mia yang sangat membenci Vio.


Mia sendiri juga sangat girang jika rumor beredar Vio telah dikeluarkan dari perusahaan ini akibat lalai dalam tugas. Tentu saja orang pertama yang bersorak senang adalah Mia. Saudara yang berbulu domba.


Tok....tok...!!!


Suara ketukan pintu dari luar, "Masuklah" teriaknya.


"Rapat sebentar lagi akan dimulai tuan" Mia memberitahu tuan Rey.


"Hemmm" jawabnya hanya gumaman saja.


Mia mengangguk kembali dan berjalan keluar. Beberapa menit kemudian tuan Rey berjalan keluar dengan wibawanya sebagai seorang pemimpin.


Ternyata di sana sudah akan dimulai rapatnya. "Bisa kita mulai sekarang" tuan Rey.


Salah seorang karyawan presentasi maju ke depan, tanpa di duga jika hasil presentasinya langsung di setujui olehnya. Mungkinkah karena hari ini dirinya dalam suana baik. Ahh jika begitu seluruh karyawan akan mendoakan kebaikannya supaya bosnya setiap hari menebar energi positif.


"Kau bisa realisasikan hasil presentasinya tadi, untuk lebih lanjut kau bisa datang ke ruanganku" perintahnya pada bawahannya.


" Baik, Terimakasih tuan atas persetujuan anda, saya secepatnya akan keruangan anda nanti"


Rapat itu telah selesai, mereka kembali dalam ruangannya masing-masing. Tuan Rey sebelum memulai pekerjaannya bisanya membuat kopi terlebih dahulu, di mesin penggilingan khusus. Setelah selesai membuat kopi dirinya baru saja akan mendudukkan tubuhnya di kursi kebesarannya.


Dering ponselnya sudah berbunyi...ternyata dari Angelica Sanan, istri pertamanya yang menelpone...


dan


Bersambung

__ADS_1


lanjut besuk lagi iya


jangan lupa like komen dan vote


__ADS_2