
"Tapi...." ucapan Rey terhenti.
Menarik nafas, lalu mengeluarkannya perlahan. Menceritakan bagaimana pilunya Angel selama menjadi istrinya dulu.
Saat saat awal pengantin baru, dimana malah membuat Rey lari dari Angel, untuk mencari pelampiasannya. Hingga menemukan seorang wanita cantik.
Ketika itu wanita muda dan sangat cantik, memiliki kulit putih susu, rambut hitam legam. Memberikan dirinya bandrol yang sangat mahal.
Setelah melakukan One Night Stand dengan seorang perempuan asal Indonesia. Membuat Rey ingin menjadikannya simpanan, tanpa berpikir panjang. sayangnya mendapatkan penolakan mentah mentah.
"Kau mau jadi simpananku nona??"
"Tidak terimakasih"
"Kenapa?"
"Karena aku tidak mau memperumit hidupku"
Ya Tuan Rey yang kala itu yang ingin mengunjungi sebuah bisninya di kota X. Ia telah melakukan One Nigh Stand dengan salah satu wanita dikota itu
Rey menirukan ucapan perempuan itu, sambil melirik istrinya genit penuh minat. Vio menaikkan sudut alisnya. Kenapa suaminya yang begitu berwibawa malah berubah seratus delapan puluh derajat menjadi genit begini jika berdekatan dengannya.
"Jadi..." Rey tak meneruskan ceritanya, mendekatkan wajahnya pada wajah Vio.
Mereka saat ini duduk di sofa panjang, "Apa?" tanya Vio menaikkan sudut alisnya.
Oh Tuhan, membuat Rey menepuk jidatnya sendiri. Bagaimana mungkin istrinya bisa bersikap dingin begini, padahal Rey sudah menceritakannya begitu jelas dan rinci, tidak ada satupun ceritanya yang terlewatkan.
"Masih kelanjutannya lagi tidak?"
"Aku sudah siap mendengarkan ini." kata Vio lagi.
"Aku merasa kalau istriku ini pura pura lupa atau pelupa iya?"
"Iya jadi saat itu adalah yang pertama untukmu melakukan hubungan suami istri seperti itu?" tanya Vio sudah di rundung rasa penasarannya.
"Hemmm." jawab Rey hanya sebuah gumaman. Lalu mencium leher jenjang Vio yang menurutnya wanginya memabukkan.
"Ayo lanjutkan dulu, atau aku tidak bisa tidur karena penasaran ini." teriak Vio tanpa sadar.
"Apanya yang dilanjutkan, targetnya juga sudah kena kan." jawab Rey pelan.
Membuat Vio reflek mendorong tubuh Rey hingga teejengkang ke belakang, dan hampir terjatuh dari duduknya, karena posisi Rey memeluk tubuh Vio dari depan.
"Sayang, kau melakukan KDRT lagi ini."
__ADS_1
"Jadi, kamu punya wanita simpanan lagi selain aku hah." Kata Vio. Berdiri dari duduknya dan berkacak pinggang.
Rey yang sedang fokus memegang pantatnya yang terasa seperti ditancapkan ditanah itu membuatnya dengan cepat pandangannya mendongak, menatap istrinya yang memelototkan matanya.
"Sayang, kamu bicara apa sih?" tanya Rey tidak paham.
Benar dugaannya jika istrinya ini amnesia, sudah melupakan semuanya. Dia mudah lupa akan sesuatu.
Haha kayak author juga mudah lupa. Alias pelupa. Tapi suka ngomel ngomel kalau tau sesuatu belum jelas.
Vio berbalik, jalan menuju arah pintu keluar, dengan menghentakkan kakinya. "Gawat dia marah, bisa bisa tidak ada jatah untuk malam ini." gumam Rey pelan. Dirinya bangkit dengan kilat untuk mengejar istrinya.
"Sayang dengarkan aku dulu, kamu salah paham." kata Rey, menahan tangan Vio. Lalu menariknya hingga jatuh kepangkuanya, terduduk berdua di sofa tunggal.
"Apa kamu tidak ingat sama sekaki, jika yang aku bicarakan itu adalah dirimu?"
"Hemmmm, dan ternyata kamu pun juga sama bukan, kamu terlihat seperti wanita malam, yang menjual tubuhmu, tapi malam itu, ternyata aku susah masuk."
"Dan ternyata akulah yang merobek keperawananmu." ungkap Rey, berbicara pelan, agar tak menimbulkan kemarahan istrinya lagi.
Vio menoleh pada suaminya, masih terdiam belum bersuara sama sekali, merasa dirinya sangat malu, lalu ingatannya menerawang jauh pada kejadian saat itu.
Dimana saat dirinya terusir dari keluarga besar orang tua angkatnya, jika keluarga angkatnya takut semua hartanya jatuh ke tangan Vio.
Fani merupakan Suhunya, dan dirinya baru pemain pemula, tapi terlihat seperti pemain utamanya.
"Jadi, apa kamu sudah ingat, kejadian malam itu?"
"Kau tahu, sejak kejadian malam itu, aku tidak pernah bisa tidur nyenyak, malam malamku selalu dihiasi dengan wajahmu."
"Hingga membuatku menyuruh seseorang untuk mencari dirimu, "
"Tapi ternyata usahaku tidak berjalan mulus, ditambah lagi dengan statusku yang aku miliki saat itu." ungkap Rey melemahkan suaranya.
Mulut Vio terkatup rapat, ingin mengeluarkan suaranya, tapi seolah tenggorokannya tercekat. "Jadi kamu menguntit?" kata Vio akhirnya bersuara.
"Iya begitulah, target belum ketangkap, jadinya segala cara dihalalkan." ucap Rey enteng.
Membuat Rey teriak kesakitan, lantaran mendapatkan cubitan diperutnya. "Ahhhhh Uhhhhh sayang, kau melakukan Kdrt lagi, kamu bisa kena tindakan hukum pasal kdrt atas penyiksaan suami kamu." keluh Rey, beralih mendesis.
"Kenapa tidak setia pada satu perempuan saja, lagian juga Angel itu kan cantik dan baik hati, apanya yang kurang."
"Aku tidak pernah mencintainya, pernikahan kami karena dijodohkan,"
"Jangan bicara begitu, nyatanya kalian juga memiliki anak kan." kata Vio lagi.
__ADS_1
"Keluargaku merasa jika kami memerlukan penerus diperusahaanku, jadinya aku berusaha mewujudkannya."
"Aku juga merasa melakukan kewajibanku saja, sebagai suami, mungkin bisa dibilang rasa kasihan rasaku pada Angel,"
"Kamu bisa bicara begini karena Angel sudah meninggal, coba saja jika dia masih hidup." ketus Vio. Merasa kalau semua lelaki adalah buaya darat.
"Apaan, aku bicara kenyataan, apa kau tak mempercayaiku." kata Rey lagi.
"Aku sangat mencintai istriku." kata Rey, sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Vio.
"Buaya darat memang begini sepertinya," jawab Vio mendengus kesal.
"Sayang, aku bukan buaya darat."
"Bukan buaya darat, tapi buaya dari Rusia." Vio mencibir.
"Kenapa dulu kamu sangat galak ketika memiliki Chris?"
"Bahkan aku ingin menggendongnya saja kamu sangat marah." tanya Vio memicingkan matanya.
Rey terdiam, memang dasar wanita, kalau lelaki memiliki kesalahan seratus tahun yang lalu pun juga akan selalu di ingat terus. Batin Rey menarik nafas panjang, lalu mengeluarkannya perlahan.
"Aku hanya takut saja." jawab Rey singkat.
"Takut melukai Chris?"
"Kesehatan Angel sangat buruk, dia tidak mungkin memiliki anak lagi, jadi aku merasa harus menjaganya dengan baik." jawab Rey lagi.
"Hanya itu alasan kamu?"
"Lalu kenapa kamu tak mau memiliki anak denganku?" tanya Vio ingin mendengarkan alasannya.
"Aku takut tidak bisa menjadi orang tua yang baik, kasih sayangku juga akan terbagi, sementara Chris juga masih kecil kan, masih membutuhkan aku."
"Ah tapi tak apa, aku puas sekali, karena kamu sudah berulang kali ditolak putrimu sendiri." kata Vio, lalu tertawa terbahak bahak. Hingga membuat bahunya bergetar.
Hal itu entah kenapa malah membuat Rey sangat bahagia mendengarkan suara tawa istrinya yang lepas begini.
"Yah kamu sudah membalasnya, tapi ada hal lain yang sangat aku sesali." kata Rey sedih.
"Apa itu?" tanya Vio, menghentikan tawanya.
"Aku tidak bisa mendampingi momen momen bahagia ketika putriku berada didalam kandungan." ucap Rey menekuk wajahnya.
Ahhh kalian memang sweet banget sih.
__ADS_1