
Hari ini setelah menemani Angel makan siang, tuan Rey tak kembali lagi ke kantornya, dirinya sibuk membuat aturan untuk istrinya ini, semata-mata tuan Rey melakukan ini semua untuk istrinya yang sedang mengandung buah hatinya.
Siapa sangka di usianya yang matang ini tuan Rey akan di karuniai buah hati yang selama ini di didambakannya. Sejenak dirinya melupakan Vio istri simpanannya.
Sepertinya sebentar lagi tuan Rey akan jarang pulang ke Bali, karena kini istrinya sedang mengandung, dirinya harus mendampingi istrinya di saat-saat seperti ini, apa lagi masa-masa mengidam Angel dan makanan apa saja yang dimakan wanita itu, bahkan tuan Rey yang mengatur semuanya.
Tuan Rey akan membuat sebuah kejutan untuk keluarga besarnya maupun keluarga besar Angel. Semuanya akan di undang dirumah besarnya ini.
Sore hari persiapan perayaaan kejutan untuk orang tua mereka telah di persiapkan dengan sedemikian rupa, aneka hidangan menu telah di persiapkan dari Chef handal yang dipekerjakan oleh tuan Rey di rumah mereka, berbagai jenis kue dan buah-buahan juga tersedia di sana.
Ini hanya pesta perayaan kecil bagi tuan Rey, tetapi bagi rakyat jelata mungkin ini pesta besar-besaran, walaupun yang di undang hanya beberapa gelintir orang saja.
Tuan Rey juga sudah meminta asistennya Adit untuk mengirim baju baru untuk dirinya dan juga istrinya, yang di desain warna senada. Ini memang pesta dadakan, tetapi walaupun kata orang dadakan, pesta ini terstruktur di mata orang lain, karena semuanya harus terlihat sempurna.
Seorang pelayan datang mengetuk pintu kamar mereka, membawa dua paper bag berisi pakaian tadi yang di minta oleh tuan Rey.
Di sore hari, kondisi Angel sudah membaik, sehingga selang infus yang tertancap di tangannya sudah bisa di lepaskan, kali ini Angel menerima paper bag, lalu membukanya, betapa dirinya sangat terkejut, melihat gaun indah berwarna Biru kesukaannya.
"Sayang, katanya pestanya sederhana saja, lalu kenapa kamu membelikan aku baju baru." Protesnya pada tuan Rey.
"Ini memang pesta sederhana." Jawabnya singkat.
"Tapi baju ini sangat mewah jika hanya dipakai pesta sederhana saja."
Betapa sangat memandang takjub Angel melihat gaun berwarna biru, dengan model A Line Dress itu, yang memiliki potongan sebatas lutut, dan bagian atasnya berenda, yang sangat pas jika di tempelkan pada tubuhnya.
"Apa kamu tidak menyukainya, atau aku pesankan dengan model yang lain?" Tanya tuan Rey yang saat ini baru saja menyelesaikan pekerjaannya yang tadi di antarkan oleh Adit ke rumah utama.
"Hah tidak....tidak, aku rasa gaun ini sudah pas di tubuhku, lalu untuk apa lagi aku meminta ganti." Kata Angel sambil membolak balikan gaunnya itu.
"Baiklah, sekarang bersiaplah."
"Ayo."
Tuan Rey mengangkat tubuh ringkih istrinya ala bridel dan membawanya ke kamar mandi.
Seketika Angel yang tubuhnya terasa melayang itu sontak saja mengalungkan ke dua tangannya ke leher suaminya.
Di sana tuan Rey dengan telaten menyiapkan air hangat untuk istrinya, memberikan tetesan aroma terapi dengan harum lavender, tentu saja bersama dengan dirinya memasuki bathup itu.
"Kenapa menutupnya." Tanya tuan Rey, kala dirinya menggosok punggung mulus istrinya.
"Tentu saja, aku sangat malu tahu." Kata Angelica, masih dengan posisi yang sama.
"Tak usah kau tutupi pun aku juga sudah beberapa kali merasakannya."
Saat ini posisi ke dua tangan Angel menutup ke dua dadanya yang sangat menantang itu, tapi tuan Rey juga tak sampai hati jika harus memakannya saat ini.
"Sayang." Panggil Angel.
"Hemmm."
"Selama aku hamil, bolehkah aku memiliki permintaan." Kata Angel hati-hati.
"Apa, katakan."
__ADS_1
"Aku ingin kamu tak usah kembali ke Indonesia iya, aku mohon, aku takut menghadapi ini sendirian." Kata Angel memohon, dengan mata yang sedikit berair.
Tuan Rey malah menciumi seluruh wajah istrinya dan terakhir bibir, ditahannya agak lama ciuman itu, hingga mereka sesaat terhanyut suasana, jika bukan Angel yang memekik memegang perutnya.
"Aduhhh perutku."
"Kenapa," seketika wajah panik tuan Rey mendominasi ke khawatirannya.
Mereka membilas tubuhnya bersama, lalu tuan Rey mengambil bathrobe yang tergantung dan memakaikan pada Angel dan satunya untuk dirinya.
"Angel," panggilnya dengan tatapan mengintimidasi.
"Iya." Angel yang berjalan cepat mendahului suaminya itu berbalik melihat tuan Rey dengan ekspresi yang tak bersahabat.
"Kamu ini sedang hamil, pelan-pelan saja jalannya, tak perlu terburu-buru seperti itu."
Melihat raut muka istrinya yang sepertinya sebentar lagi akan menangis itu, dirinya menghampiri Angel dan merengkuh tubuh kurus istrinya.
"Aku minta maaf telah berbicara seperti tadi, aku hanya khawatir saja jika terjadi apa-apa dengan anak kita."
Angel diam terpaku, belum ada reaksi apa pun darinya. Sepertinya tuan Rey tadi salah berbicara, hingga membuat istrinya sangat sedih, dan hampir menangis, mungkin ini juga efek kehamilan Angel, yang bertambah sensitif.
Tuan Rey telah banyak mengetahui ini, bahkan sebelum Angel hamil, karena dirinya sangat ingin memiliki anak, sehingga dirinya mencari banyak referensi buku-buku tentang ibu hamil.
"Di usia kandunganmu yang masih sangat muda, aku harap kamu tak banyak bergerak terlebih dahulu iya," katanya memberitahu Angel dengan hati-hati, takut tersinggung lagi dengan ucapannya.
"Aku tak bergerak, hanya berjalan saja."
"Hemmm." Meski begitu tuan Rey tak percaya, takut Angel berbuat yang tidak-tidak, hingga dirinya memperkerjakan orang yang tugasnya hanya mengawasi istrinya saja.
"Kenapa kamu mengetahui banyak hal soal kehamilan."
Tuan Rey tergagap, mendengarkan pertanyaan Angel. Hingga dirinya menjawab random.
"Itu karena aku sering mendengarkan temanku menceritakan soal istrinya." Kilahnya beralasan.
"Benarkah, wahh pasti kamu banyak memiliki pengetahuan di bandingkan aku." Kata Angel takjub.
"Hemm, nanti kamu juga bisa belajar bagaimana cara menjadi orang tua yang baik, nanti aku akan meminta Adit membawakan buku-buku referensi, dan kamu bisa membacanya saat tak ada aktivitas."
Angel mengangguk setuju dengan usulan suaminya itu, Lalu tuan Rey berganti pakaian, semi-semi formal, menggunakan kemeja berlengan pendek, dan celana jeans panjang, ditambahkan aksesoris jam tangan keluaran terbaru merek dunia, menambah kadar ketampanan tuan Rey.
Sedangkan Angel mengeringkan rambutnya terlebih dahulu, membubuhkan make up tipis di wajahnya, yang memang sangat cantik alami, dan sedap bila di pandang mata. Bibirnya diolesi lip crayon warna peach di padukan warna pink.
Mereka telah selesai dengan persiapan mereka yang hampir memakan satu jam setengah itu, lebih tepatnya Angel yang memakan waktu make up sangat lama.
Sejenak mereka saling mengagumi satu sama lain, namun terpecahkan kala sebuah ketukan pintu dari kepala pelayannya menginterupsi, bahwa tamu-tamu mereka sudah siap.
Bahkan di akhir dandannya mereka sempat berdebat hanya persoalan sepatu, Angel menginginkan sepatu high heels sedangkan tuan Rey tak akan mengijinkan dirinya menggunakan hak tinggi.
Angel sempat merajuk dan ingin menangis, namun drama perkara sepatu itu tentu saja tuan Rey pemenangnya, dengan segala akal bulusnya.
Padahal Angel bilang jika hanya menggunakan flat shoes saja dirinya tidak bisa tampil percaya diri, namun tuan Rey terus-terusan memuji kecantikan istrinya hingga membuat Angel luluh di buatnya.
"Sayang lihatlah, aku akan terlihat kerdil jika berjalan beriringan denganmu, aku sangat malu." bisiknya pelan.
__ADS_1
"Kamu jangan lihat mereka, lihat saja aku." Kata tuan Rey tak mau kalah.
Kali ini tuan Rey tak boleh lemah, soal sepatu dari pada terjadi apa-apa dengan Angel pikirnya.
"Wahh tokoh utama kita sudah datang ini," sahut Arka mulai mencairkan suasana ini.
"Memangnya ada kabar bahagia apa, sehingga paman mengumpulkan semua orang seperti ini." Arka sangat ingin tahu.
"Aku akan memberitahu kalian, setelah ini."
Acara inti telah akan di buka oleh pemilik rumah ini, siapa lagi jika bukan tuan Rey, di sana hadir juga ke dua orang tua Angel tuan Sanan dan nyonya Sanan.
Jarang-jarang sekali mereka bisa berkumpul seperti saat ini. Ini sangat kebetulan, mereka tak banyak memiliki jadwal padat, hingga bisa berkumpul seperti ini.
Ibu dan ayahnya tuan Rey juga tak kalah penasaran, begitu juga kakak perempuannya ini. Tentu saja semua orang sangat ingin tahu, kabar bahagia apa yang ingin mereka sampaikan.
Tuan Rey memulai, membuka acaranya, di sana juga ada seseorang khusus yang di tugaskan olehnya untuk mendokumentasikan party ini.
"Baiklah, karena semua orang sudah berkumpul, maka akan aku buka saja acara makan malam ini."
"Aku hanya ingin berbagi kebahagiaan untuk kalian semua, jika Angel telah mengandung anakku."
Sontak saja suasana saat itu sangat riuh, orang tua baik dari Angel maupun tuan Rey tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur.
"Oh Tuhan, akhirnya aku akan memiliki cucu." Kata nyonya Sanan dengan senyum mengembang di wajahnya.
Ibu dan ayahnya tuan Rey bahkan tak kalah bahagia mendengarkan kabar ini, ibunya tuan Rey langsung memeluk menantu kesayangannya ini.
"Selamat Rey, akhirnya impianmu akan terwujud juga sebentar lagi, jaga Angel baik-baik, jangan membuatnya menangis atau pun bersedih."
"Karena akan mempengaruhi perkembangan janin istrimu nanti." Kakak perempuannya itu memberikan petuah panjang lebar.
"Selamat paman, akhirnya berhasil juga bercocok tanamnya." Kata Arka random.
"Cek kau ini, menikahlah sana, biar kamu bisa bercocok tanam juga." Rey juga menjawab asal keponakannya ini.
"Kalau itu juga tak usah om suruh, aku juga akan bercocok tanam sendiri nanti."
"Apa kamu bilang, sembarangan saja kamu ini, jangan coba-coba meniduri anak orang jika kamu belum siap untuk bertanggung jawab atas hidupnya."
Mamanya Arka melotot galak ke arah putranya itu. Padahal maksud Arka juga nanti jika dirinya sudah menikah.
"Bukan sekarang mom, tapi nanti." Katanya membela diri.
"Tante, tolonglah aku dari mamaku "
Arka malah berlari ke belakang Angel untuk mencari perlindungan dari amukan singa betina.
"Kau jangan coba-coba meminta perlindungan dari istriku."
"Ck...paman ini pelit sekali." Arka berdecak malas.
Sedangkan di lain Negara, Vio menscroll sosial medianya, hatinya sangat kesal tanpa sebab.
dan
__ADS_1
Bersambung