WANITA SIMPANAN TUAN REY

WANITA SIMPANAN TUAN REY
Kunjungan Arka


__ADS_3

Mungkin jika orang bilang dirinya seperti anak remaja yang sedang kasmaran.


Mungkin seperti inikah rasanya jatuh cinta.


Sedangkan Vio yang berjalan keluar dengan tergesa-gesa dihentikan jalannya oleh Mia. "Tunggu dulu" Mia


"Kau ada urusan apa dengan bos"


"Bukan urusan kamu" Vio menjawab dengan santai


Mia mengamati wajah Vio dengan seksama, ia melihat bibir Vio sedikit membiru akibat ciuman sebentar tadi, berarti dugaannya benar jika Vio habis menggoda bosnya.


"Jadi itu benar"Mia


"Semua tak ada urusannya denganmu, urus saja dirimu sendiri, dan tak usah ikut campur urusan orang lain" geram Vio


"Cek kalau ****** tetap saja ******, memang dasar kamu itu sama seperti ibumu yang ****** suka menggoda suami orang" ejeknya pada Vio dengan santai.


Seketika Vio meradang mendengar ibunya diejek seperti, tentu saja tak terima dengan reflek ia menampar wajah Mia.


"Ku peringatkan kepadamu sekali lagi jika itu semua tak ada urusannya denganmu" Vio berkata dengan muka yang sudah merah padam menahan emosi.


Mia yang akan membalas tamparan Vio tangannya lebih dulu dicekal dan plintir ke belakang oleh Vio.


Setelah kepergian Vio, Mia sangat kesal tak bisa membalas tamparan tadi. "Awas saja akan aku balas nanti" sambil memegangi mukanya bekas tamparan Vio tadi.


Sedangkan di dalam ruangan itu tuan Rey hatinya sangat bahagia seperti baru saja memenangkan lotre.


Tokk...tok suara ketukan pintu menginterupsi dari arah luar.


Tuan Rey membukakan pintu "Cek ternyata kamu" ia berdecak sambil berjalan kearah sofa memposisikan tubuhnya duduk di sana.


"Ada apa kemari" tuan Rey


" Aku ingin mengunjungi pamanku mumpung aku sedang berkunjung kemari" Arka


"Rupanya kamu masih ingat jika kamu masih mempunyai paman" tuan Rey mengingatkan


"Tentu saja, itu karena paman tak pernah pulang ke Moscow" protes Arka pada pamannya itu.


"Apa kabar paman selama tinggal di negara ini" tanya Arka seperti menunjukkan kepedulian pada pamannya itu. Memang keponakannya yang paling peduli selama ini Arka.


"Hemm seperti yang kamu lihat" sambil mengedikkan bahunya.

__ADS_1


"Sepertinya paman sangat betah sekali tinggal di sini" Arka bertanya dengan penuh curiga.


"Kenapa memang, jika paman lebih betah tinggal di sini" tanya tuan Rey balik pada Arka itu.


"Ya sepertinya di sini ada perempuan lain yang membuat paman bahagia selain tante Angelica" Arka berbicara juga asal menebak.


Tetapi tuan Rey hanya diam dan menjawab dengan senyum tipis. "Dia tak pernah mempedulikan aku" jawab tuan Rey kemudian sambil membuka laptopnya dan mengecek email masuk.


"Ya sepertinya begitu tante Angelica asik dengan dunianya sendiri, apa dia lupa jika dirinya telah bersuami" Arka mengingat-ingat kelakuan tantenya itu yang lebih banyak waktu di luar dari pada dirumah melayani suaminya.


"Apa semua itu karena paman terlalu baik padanya" tebak Arka


"Tidak, selama ini aku sudah mengingatkan mana batasan mana yang tidak, tetapi seperti itulah dirinya tak bisa dikendalikan jika itu menyangkut keinginannya" tuan Rey mengungkapkan isi hatinya pikirannya jauh menerawang sambil mengingat tingkah Angelica Sanan yang tak bisa di kendalikan dalam hal bertindak.


"Lalu apa rencana paman ke depannya" tanya Arka penasaran


"Apa paman tak ada niat memiliki keturunan dari wanita lain"


"Tetapi opsi itu bisa di gunakan jika tante Angelica tak mau mengandung anaknya paman, karena biar bagaimana pun usaha paman ini juga butuh penerus" Arka memberikan usul, terdengar konyol memang semua ini.


Tetapi sudah berulang kali tuan Rey membicarakan hal ini berulang kali dengan istrinya namun istrinya masih belum mau mengandung. Sementara usia semakin tahun semakin bertambah jika bukan dari sekarang lalu kapan lagi.


Ahhh mengingat itu semua tuan Rey jadi teringan Vio yang baru saja sehari menjadi istrinya itu, itu semua juga karena kelicikannya yang telah menjebak gadis itu.


"Sepertinya dugaanku benar" Arka


"Apa" tuan Rey tak mengerti yang dimaksud Arka karena seluruh hati, dan pikirannya telah dikuasai perempuan yang bernama Vio itu.


"Cek paman ini, biar ku tebak jika paman memiliki gadis pujaan hati, kalau boleh tau apa dia karyawan di kantor ini" tanya Arka penasaran


Tok...tok


Percakapan mereka dihentikan dengan suara ketukan pintu, setelah pintu terbuka rupanya Vio mengantarkan minuman pesanannya tadi. Kebetulan sekali ia membawa dua minuman karena di sana ternyata ada dua orang.


"Maaf tuan saya kesini mengantarkan minuman pesanan anda" Vio meletakkan minuman itu di atas meja lalu permisi pamit dari sana.


Arka diam saja mengamati perempuan itu"Wahhh ternyata pegawai paman cantik-cantik" pujinya


Setelah Vio sudah berjalan keluar dan menghilang di balik pintu.


Tuan Rey masih diam saja belum merespon apa-apa.


"Perempuan tadi juga oke jika menjadi istri simpanan paman, dan aku orang pertama yang akan mendukung paman"

__ADS_1


Seketika tuan Rey menoleh ke arah keponakannya itu. Seperti cenayang saja anak ini tau apa yang aku lakukan. Begitulah dalam hati tuan Rey, namun dirinya belum merespon sama sekali.


"Bagaimana kabar oma dan opa di sana" tuan Rey malah mengalihkan pembicaraan lain


"Semuanya baik-baik saja, paman tak perlu mengkhawatirkan soal oma dan opa karena di sana ada mama dan papa" Arka


"Paman tau tidak sebetulnya oma dan juga opa sangat mengharapkan anak dari paman dan tante Angelica"


"Tapi ya sudahlah kami semua mendoakan yang terbaik untuk paman" curhatnya pada pamannya itu


"Aku hampir setiap hari mendengar oma berdoa untuk kalian agar segera memiliki keturunan"


"Sudahlah jangan terus membahas soal itu, mungkin sudah ditakdirkan paman hidup tanpa anak" jawab tuan Rey lalu menutup laptopnya dan berganti membuka ponselnya.


Di sana ia sedang membuka aplikasi chat, dan mengirim pesan pada Vio. Hanya menanyakan lagi apa dan setelah mendapatkan jawaban dari pegawainya itu hatinya sangat bahagia seperti ada kupu-kupu yang beterbangan di perutnya.


"Paman lagi mengirim pesan pada siapa" Arka memperhatikan gerak gerik pamannya yang terlihat senyum-senyum sendiri itu.


"Tidak ada" lalu menutup kembali ponselnya


"Kamu sebetulnya ada perlu apa datang ke negara ini" Cecar tuan Rey pada keponakannya lagi


"Aku ada rapat bersama organisasi pengusaha muda" jawab Arka


"Lalu kau menginap di hotel mana" tuan Rey


"Aku menginap di Villa temanku, tak jauh dari sini, sehingga aku mampir kemari menemui paman" Arka masih berbicara santai dengan satu kaki di lipat


"Berapa hari acara rapat kamu" tuan Rey


"Dua minggu jika cepat, paling lama satu bulan"


"Berarti kamu baru datang hari ini apa bagaiman tadi"


"Sudah tiga hari yang lalu aku berada disini"


"Rapatnya berpindah-pindah tempat supaya kami juga tak bosan dengan suasananya" Arka menjelaskan


"Sekalian juga jalan-jalan di tempat-tempat yang belum pernah aku kunjungi"


"Memangnya kapan kamu pernah jalan-jalan dan membuang waktumu" jawaban tuan Rey itu simpel tetapi terdengar cukup telak di telinga.


"Baiklah kapan hari aku undang ke tempat paman dan jangan lupa ajak juga wanita pujaan hati paman"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2