WANITA SIMPANAN TUAN REY

WANITA SIMPANAN TUAN REY
Rumah atau Kastil


__ADS_3

"Aku belum siap bertemu dengannya,"


"Setidaknya jangan pergi diam diam seperti ini lagi." Adit merendahkan suaranya.


"Aku ingin berpisah dengannya." ungkap Vio akhirnya.


"Kamu akan menyiksa seluruh karyawannya jika sampai hal ini terjadi."


"Maksud kamu apa?" tanya Vio.


"Iya dia akan berubah menjadi kepribadian yang lain jika berpisah denganmu, tidak ada senyum dan tidak ada wajah ramah lagi, yang ada aura negatif setiap kali keluar dari dirinya."


"Dan itu imbasnya pada anak buah maupun karyawannya."


"Mereka mendapatkan ancaman, jika tak dapat menemukanmu, mereka akan dipecat tanpa pesangon."


"Apa kamu begitu tega menanggapi hal ini."


"Aku bukan memprovokasimu untuk kembali lagi padanya, aku bahkan ingin sekali kamu berpisah dengannya, lalu menikah denganku,"


"Tapi itu rasanya tidak mungkin, atau umurku akan pendek dibunuh oleh suamimu nanti, jika hal ini sampai terjadi." kata Adit panjang lebar.


"Tapi aku masih membencinya."


"Rumah baru untukmu sudah jadi, sejak kepergianmu, ayo kamu pulanglah kesana."


"Jika kamu tidak ingin menemuinya."


Vio terdiam mendengar penuturan Adit, masih menimbang kata katanya, "Baiklah aku akan pulang kerumah baru saja kalau begitu." Vio akhirnya menyetujui saran saran Adit.


"Kemasi barang barangmu, Revi akan ada bersamaku." saat ini Revi sedang tertidur didalam gendongan Adit.


Tidak berapa lama Vio kembali dengan tasnya, tidak banyak barang yang ia bawa, hanya tas ransel yang isinya pakaian Revi saja.


"Ayo." setelah Vio muncul dari belakang Adit.


"Hanya itu barangmu?" Adit menaikkan sebelah alisnya.


"Iya, namanya juga orang kabur, kalau bawa barang banyak juga keburu ketahuan lah."


"Hah luci sekali, sekarang juga sudah ketahuan."


"Biar saja."


"Baiklah, ayo berpamitan pada Nyonya Aldo."


"Setidaknya datang dengan baik, pulang pun juga begitu." Adit melesat berjalan menuju dimana keberadaan Nyonya Aldo.


Padahal Nyonya Aldo begitu bahagia dengan keberadaan Vio dan putrinya, tapi kini ia menjadi sedih lagi.


"Siapa foto anak kecil tadi?" tanya Adit.


Saat ini mereka sudah berada didalam mobil,"Anaknya, tetapi itu dulu, sekarang mereka tidak tahu keberadaan anaknya dimana."


"Bisa begitu."

__ADS_1


"Bisa, buktinya itu yang mereka alami."


Adit menganggukkan kepalanya, tanda mengerti, lalu melajukan mobilnya membelah jalanan kota Bali, dan tujuan utamanya adalah rumah yang diminta Vio dulu, belum sempat ditempati malah Vio sudah kabur duluan.


Sebuah rumah bagaikan kastil, yang terbangun megah, sisi pelataran rumah itu begitu luas,bahkan dibelakangnya terdapat area luas untuk sebuah pesawat pribadi yang akan Landing, memiliki kolam renang di rooftop, terdapat area rumah kaca.


Vio sampai tak bisa berkata kata lagi dibuatnya, "Ini rumah apa istana?" tanya Vio pada Adit.


"Menurutmu?"


"Dari sini saja sudah jelas, jika aku bukanlah tandingannya."


"Tapi bukan rumah yang seperti ini yang aku minta."


"Terimalah, jangan banyak protes, bukankah suami kamu ini memiliki selera yang bagus."


"Tak dapat diragukan lagi kemampuannya dalam hal apa pun." lanjut Adit dengan Revi berada dalam gendongannya.


"Ehmmm iya terserah kamu saja."


"Ahhh aku akan sangat pegal kakiku, jika harus bolak balik naik turun tangga atau hanya sekedar berputar putar dirumah ini."


"Sudah tersedia tukang spa pribadi untukmu, ada lift untuk akses sampai lantai atas, apa lagi yang kau takutkan." ucap Adit seolah mengerti apa isi dalam pikiran Vio.


"Ini berlebihan namanya, ahhh susah memang jika berhadapan dengannya mengenai sebuah permintaan."


"Ini sebagai bukti cintanya padamu, seharusnya kamu bersyukur, sekali lagi kamu mengulang perbuatanmu, maka aku tak ikut ikutan."


"Ck, bicaranya saja begitu, nyatanya juga suka ikut ikutan kan." dumel Vio.


"Hei kenapa malah diam dan duduk disana?" teriak pada menoleh ke belakang, dirasa tak terdengar langkah kaki Vio.


Vio mendapatkan tempat duduk ternyamannya, di taman terdapat kursi yang terletak dibawah pohon buah Matoa, yang daunnya lebar lebar dan sangat rindang dibawahnya.


"Oh astaga, dia mengeluarkan jurus andalannya." Adit menepuk jidat, padahal tangannya sudah terasa kram menggendong Revi yang tertidur.


"Baiklah tunggu disitu."


Adit meletakkan Revi dikamar tidurnya, yang baru saja kemaren memanggil tukang dekorasi untuk menghias kamar yang begitu mewah dan luas, Adit telah mendesain ulang sesuai kesukaan Revi, kuda poni dan juga tokoh kartun lainnya.


"Ayo naiklah."


"Memangnya kamu bisa naik motor?" tanya Vio meragukan Adit.


"Kamu meragukanku, iya udah aku putar balik ini kalau kamu tak mau."


"Baiklah baiklah tunggu aku, begiti saja ngambek kamu ini." Vio mencibir sambil mendudukkan tubuhnya dibagian penumpang.


"Aku rasa aku akan kelelahan, bisa tidak letak garasinya dipindah."


"Jangan banyak protes, atau tuan akan melakukan hal yang lebih gila lagi." ungkap Adit.


"Aku kan hanya membuat semuanya menjadi mudah, protesnya dimana iya."


"Terserah lah,nyonya besar memang selalu benar."

__ADS_1


Setelah sampai didalam rumah, Vio sangat tahu bagaimana selera suaminya itu, menyukai desain yang minimalis tetapi terlihat elegan.


"Ini rancangan siapa?"


"Suami kamu, memangnya siapa lagi?"


Ternyata di teras belakang terlihat pahatan tanggal, bulan dan tahun mereka menikah.


"Bagaimana apa kamu menyukainya?" tanya Adit menaikkan sebelah alisnya.


"Ehmmm iya, aku rasa aku harus mengapresiasi ini semua."


"Itu harus." lanjut Adit.


"Ayo ke lantai atas, akan aku tunjukkan dimana letak kamar kamu berada."


"Baiklah ayo, aku juga sudah sangat kepo."


Vio membuntuti langkah Adit sampai pada lantai paling atas, ternyata seluruh pembantu pada sibuk dengan kegiatannya masing masing, terlihat dari lantai tiga.


"Oh mereka semua pekerja disini?" tanya Vio.


"Iyah, kau bisa lihat kan apa yang mereka kerjakan." jawab Adit.


Lalu membuka pintu kamar utama yang akan ditempati Vio dan tuan Rey.


"Aku belum siap bertemu dengannya, kamu jangan bilang dulu padanya iya." pinta Vio lagi.


"Ehmmm tapi aku tidak bertanggung jawab, jika suatu hari dia kemari hanya sekedar berkunjung, lalu menemukan istrinya."


"Tidakkk jangan sampai." teriak Vio lagi.


"Hei dia masih berhak penuh atas dirimu."


"Aku tahu."


Hingga tiba waktunya makan malam Adit masih berada disana menemani Revi bermain. lalu memotret mengambil banyak gambar.


"Dia begitu lucu."


"Uhh menggemaskan."


"Jangan lebai, dia memang menggemaskan sejak lahir tau." sahut Vio.


"Iya aku tahu, tapi hal ini malah membuatku sedih." kata Adit sambil memandang foto foto hasil jepretannya.


"Kenapa?"


"Sebentar lagi aku akan susah bertemu dengannya, karema hukuman dari suami kamu, kau tahu di sudah merencanakan banyak h untukku, hanya karena aku menyembunyikan kamu, padahal kan bukan begitu."


"Tapi kenapa sekarang kamu masih bebas berkeliaran?"


"Aku mendapatkan tugas baru, aku rasa dia sebentar lagi akan kemari."


"Kemari?" Vio membeo.

__ADS_1


"Ehhmmm siapkanlah mental kamu, jika bukan nanti iya besuk, atau lusa mungkin."


Vio begiti panik dan tidak siap.


__ADS_2