WANITA SIMPANAN TUAN REY

WANITA SIMPANAN TUAN REY
Akhir


__ADS_3

"Apa masih lama?" tanya Vio menoleh pada suaminya.


"Sebentar lagi, kenapa? apa kamu gugup?"


Vio terdiam, tidak menjawab pertanyaan suaminya, ia berusaha menguasai dirinya, agar ketika bertemu ibu dan ayah mertuanya tidak segugup ini lagi.


Tidak berapa lama perjalan sudah sampai didepan rumah yang terlihat seperti kastil, tidak jauh beda dengan rumah barunya yang baru saja ia tempati setelah pindah ke Bali.


"Jangan gugup, tarik nafas dalam dan genggam tanganku." pinta Rey pada Vio.


Vio mengangguk kecil. Mobil yang membawa mereka masuk ke dalam pekarangan rumah orang tua Vio. Terlihat halaman yang sangat luas, didepan rumah orang tua Rey juga terdapat beberapa tanaman.


"Apa ibu kamu juga menyukai tanaman?" tanya Vio, ketika matanya menelisik melihat sekeliling rumah orang tua Rey.


Rey mengangguk,"Kenapa kamu tidak pernah cerita?"


Rey malah mengangkat bahunya tak tahu, "Mau sampai kapan kita berdiri disini, ayo kita masuk."


Chris sudah masuk lebih dulu, lalu disusul Rey yang sedang menggendong Revi yang masih terlelap. Sedangkan Vio melambatkan jalannya. Seolah olah kakinya terasa enggan masuk kedalam rumah ini.


"Omaaa Opaaaa," teriak Chris kala dirinya memasuki rumah gedongan.


Suasana rumah begitu sepi, hingga suara berisik Chris memecah keheningan. "Suara siapa itu, seperti suara cucuku?" tanya nyonya Faras pada suaminya.


"Kau benar, sepertinya itu memang suara Chris." kata tuan Faras. Lalu meletakkan surat kabar ditangannya dan berdiri dari duduk santainya untuk mencari ke arah sumber suara.


"Oh Tuhan, Chris kamu." ucap tuan Faras sedikit terkejut. Lalu dengan langkah santainya berjalan ke arah Chris.


"Opaaaa tangkap aku." Chris berlari ke arah tuan Faras.


"Cucu Opa kemari bersama siapa?" tanya tuan Faras, terlihat tidak ada siapa siapa dibelakang cucunya.


Lalu belum sempat Chris menjawab, terdengar suara Rey. "Dad aku pulang." katanya. Rey berdiri ditempatnya.


Tuan Faras merasa terkejut dengan kedatangan Rey kali ini. Lantaran tidak memberi kabar jika pagi ini akan datang kemari.


"Dad apa Dad tidak senang aku pulang kemari?" tanya Rey.


Tapi langkah tuan Faras malah mendekat ke arah Rey, dan memberi pengertian pada cucunya terlebih dulu"Cucu Opa yang tampan, sana cari Oma dibelakang dulu iya." kata tuan Faras.

__ADS_1


"Ternyata kamu masih ingat rumah, Dad pikir kamu sudah tidak ingat rumah." kata tuan Faras terlihat datar dan garang. Lalu pandangan matanya beralih menatap Vio yang berdiri dibelakang Rey, jaraknya tidak terlalu jauh.


"Dia istriku Dad." ucap Rey akhirnya sebelum ayahnya berucap, dirinya memberitahu lebih dulu, seolah mengerti jika orang yang ada dibelakangnya itu siapa?


"Ayo ajak istrimu duduk disini, aku akan memanggil Mommymu dulu." kata tuan Faras.


Lalu Rey mengajak Vio untuk duduk di sofa ruangan keluarga, pandangan matanya melihat seisi ruangan, terlihat foto keluarga, yang terpampang jelas disana adalah foto Angel yang masih diakui menjadi istri Rey. Membuat Vio merasa rendah diri dan bingung harus bersikap bagaimana pada ayah dan ibunya Rey nanti.


"Jangan gugup, mereka tidak akan menggigitmu." bisik Rey pelan. Ternyata Revi ikut terbangun dari tidur lelapnya.


"Sayang kau sudah bangun." tanya Rey memandang wajah Revi yang matanya masih merah.


"Papa ayo pulang, ayo pulang." teriak Revi, ia begitu sulit adaptasi ditempat yang baru. Bahkan tak mau turun dari gendongan Rey.


Melihat Revi yang begitu rewel, Vio berinisiatif mengambil alih putrinya dari Rey. "Sayang ini juga rumah Oma kamu, Oma jadi sedih kalau cucu Oma yang cantik tidak mau mengunjungi Oma." kata Nyonya Faras yang tiba tiba saja datang dan berkata demikian.


Rey menoleh ke arah sumber suara, ternyata ibunya sudah duduk di sofa tunggal, lalu di ikuti tuan Faras, sedangkan Chris sudah berada dibelakang rumah melihat hewan hewan ternak kakeknya.


"Aku tidak mau, aku tidak mau." teriak Revi. Mendekap erat tubuh Vio.


"Baiklah Rey, bawa istri dan putrimu ka kamar, mungkin saja mereka lelah." kata nyonya Faras.


"Sayang Bunda mau ke kamar mandi sebentar, ayo sini kemari sama Papa." kata Rey.


Waktu makan siang, keluarga besar Rey sudah berkumpul termasuk kakaknya Irene. Kecuali anak dan juga suaminya, mereka masih sibuk dengan pekerjaannya masing masing.


"Aku curiga, apa wanita itu istri keduamu?" tanya Irene langsung mencecar Rey.


"Aku tidak mau basa basi lagi, memang dulunya Vio adalah istri mudaku, atau madunya Angel."


"Kau gila Rey, apa Angel sakit sakitan karena mengetahui suaminya telah berselingkuh?" tanya Irene sudah bersungut sungut.


"Kakak salah, justru hubungan kami baik baik saja, hingga suatu ketika Vio pergi dan meminta cerai dariku, barulah ketahuan jika Angel sedang sakit,"


Rey menjelaskan secara rinci, dari awal pertemuannya dengan Vio hingga saat ini, awalnya Irene merasa keberatan, tapi ini juga pilihan Rey, lagian Rey juga bukan anak kecil lagi.


Sedangkan untuk nyonya dan tuan Faras hanya mengikuti saja. "Baiklah apa pun keputusanmu Mom hanya bisa mendoakan yang terbaik saja buat kalian."


"Lagian Chris juga terlihat sangat sayang dengan adiknya." ucap Ibunya.

__ADS_1


Revi dan juga Vio makan didalam kamar, lantaran Revi masih tidak mau bertemu dengan orang baru, hingga membuat Vio merasa tidak enak.


Namun yang mengantarkan makan siang mereka berdua ternyata malah nyonya Faras sendiri. "Makanlah nak, aku ibunya Rey, dari tadi belum kenalan kan."


"Aku sudah tau siapa kamu dan juga cucuku, dia cucuku perempuan satu satunya kan." kata Nyonya Faras.


"Tidak usah sungkan begitu, anggap saja seperti rumah sendiri."


Vio mengangguk dengan tersenyum tipis, Revi terlihat asyik bermain dengan mainan barunya, yang baru saja datang. Begitu Revi dan Chris datang, nyonya Faras meminta seseorang untuk membeli aneka mainan.


Ternyata Ibu mertuanya dengan suaminya itu tidak beda jauh. Jika membeli sesuatu langsung satu box truk.


"Panggil aku Mommy iya," kata nyonya Faras. Vio mengangguk mengerti.


Perjalan cinta yang awalnya begitu sulit Vio lalui. Hampir saja membuat dirinya lelah dan menyerah dalam kehidupan ini, namun jantung hatinya mampu menerangi jalannya yang buntu.


Aditlah yang berjasa dalam perjalanan dirinya mengalami kesulitan. Malam hari Rey sudah duduk bersanding dengan Vio, kedua anak anaknya sudah tidur di kamar sebelah dengan Chris.


"Aku tidak menyangka jika waktu telah membuat kita bersama lagi." kata Rey.


"Makanya kamu harus bersyukur, padahal aku sudah berniat tidak mau bersama kamu lagi." ungkap Vio.


"Tidak akan aku ijinkan kamu kabur dariku." ucap Rey terdengar arogan.


"Tapi walaupun begitu aku tetap terjerat dalam pesonamu kan." kata Vio lagi.


"Tentu saja, kalau tidak jangan harap kmu bisa bertemu Revi."


"Kamu mengancamku." ucap Vio memicingkan matanya.


"Iya, supaya ibunya masuk dalam perangkapku."


Lalu Rey menarik tangan Vio, mendekapnya dan mencium seluruh wajahnya bertubi tubi, "Istri simpananku." bisiknya lagi.


*SELESAI*


Terimakasih untuk semuanya sudah menemani perjalanan cinta mereka, sampai bertemu di karya baruku yang lainnya iya. Semoga kalian yang baca karyaku selalu sehat dan banyak rejeki Aamiin.


Jangan lupa tinggalkan komennya

__ADS_1


__ADS_2