WANITA SIMPANAN TUAN REY

WANITA SIMPANAN TUAN REY
Pesan


__ADS_3

Vio tak menjawab tuan Rey dirinya malah asyik membuka ponselnya kembali.


"Kalau ada orang sedang berbicara denganmu tolong di dengarkan."


Tuan Rey mengamati istri simpanannya itu dengan seksama, perkataannya sama sekali tak di indahkan. Satu menit, dua menit, sepuluh menit masih saja dirinya di cuekin hingga pada detik berikutnya ponsel itu di rebut kembali oleh suaminya.


"Kembalikan ponselku," tangannya meraih ponsel yang berada di tangan tuan Rey, tetapi tangan tuan Rey malah mengangkat tangannya semakin tinggi ke udara.


"Tidak akan kembali ponsel ini kalau kau tak menghiraukan aku." Kesalnya pada istri mudanya ini. Benar-benar menguras emosi mengurus istrinya yang satu ini. Tuan Rey mungkin harus menyiapkan strategi untuk menaklukan istrinya ini agar tak jadi perempuan pembangkang.


Masalah ini akan kebal pada Vio, jika dirinya menekan Vio, maka Vio akan semakin brutal, Vio bukan tipikal orang yang lemah lembut suka basa basi.


"Siniin gak ponselnya, akan ku gigit tanganmu lho."


Tuan Rey menyeringai menaikkan sebelah alisnya. Dirinya malah menantang keberanian Vio kali ini.

__ADS_1


"Coba saja kalau kau berani," kata tuan Rey dengan sudut bibir terangkat.


"Siapa bilang aku tak berani menggigitmu."


"Ahhhhhh kau ini gigimu seperti singa."


Teriaknya. Hingga seluruh karyawan yang sedang asyik makan sambil mengobrol itu reflek menoleh ke arah mereka. Tuan Rey dan istrinya menjadi pusat pemandangan kali ini. Tetapi mereka masih tidak sadar.


"Wah romantis sekali tuan Regan bersama istrinya, masih suka main-main kayak gitu." Ucap salah satu karyawan yang melihat mereka.


"Yah betul, mereka pasangan yang serasi, yang perempuannya cantik, dan yang lakinya tampan."


"Aku akan berdoa jika di masa depan nanti ingin mendapatkan suami seperti tuan Regan, sudah tampan, royal ke istri mana mana kaya raya lagi, hidupku akan berasa jadi rayu." Teman satunya lagi malah berkhayal tak jelas.


"Ck...kau ini berkhayal saja terus, jika jatuh nanti juga sakit nona."

__ADS_1


Begitulah bisik-bisik para karyawan mereka tiada henti sambil melihat ke arah mereka. Sedangkan tuan Rey santai saja menanggapi hal seperti ini, dirinya menjadi pusat perhatian itu adalah hal yang sudah biasa. Diluaran sana banyak sekali wanita-wanita memandang kagum padanya, bahkan rela menjadi istri ketiga dan ke empatnya. Banyak perempuan yang mengidolakan tidak hanya ketampanan dan wibawanya tentu saja juga dirinya yang sukses dengan karirnya sebagai bos beberapa perusahaan ternama, itu adalah miliknya.


Benar-benar idaman kaum calon mertua jika memilih menantu nanti. Guan Rey memegangi tangannya yang tadi di gigit oleh Vio dengan mendesis.


"Rasain, itu hukuman orang yang suka jahil," katanya.


"Gigimu ini benar-benar seperti taringnya macan, lihatlah tanganku jadi memerah seperti ini." Desisnya.


"Ini juga karena kamu jika di nasehatin tak menghiraukanku." Tuan Rey tak mau kalah.


Vio mendengus kesal, enggan sekali melihat suaminya itu.


"Ayo ikut aku."


Tuan Rey menyeret istrinya ke tempat lantai dua, memasuki ruangan pribadi istrinya nanti, dimana ruangan ini di desain khusus untuk Vio nanti. Disinilah tempat tuan Rey menasehati istrinya panjang lebar. Dengan kondisi ponsel masih tersita.

__ADS_1


"Apa kau mengerti" akhirnya setelah meberikan pesan-pesan panjang lebar pada istrinya.


Lama Vio tak langsung menjawab dirinya hanya melirik tuan Rey sekilas. Dengan berbagai banyak drama tentunya antara tuan Rey dam istrinya itu. Akhirnya mengiyakan keinginan tuan Rey.


__ADS_2