WANITA SIMPANAN TUAN REY

WANITA SIMPANAN TUAN REY
Kabar Oma


__ADS_3

"Baiklah kapan hari aku undang ke tempat paman dan jangan lupa ajak juga wanita pujaan hati paman"Arka


Tuan Rey diam tak menjawab permintaan keponakannya itu.


Pembicaraan mereka dilanjutkan pembicaraan antar lelaki seputar bisnis dan masih banyak lagi.


"Kapan hari jika ada waktu, paman pulanglah ke Moscow jika ada waktu, Oma merindukan paman" Arka


"Aku mau pamit balik dulu"


Tuan Rey tak menjawab hanya diam dan menganggukkan kepalannya tanda setuju.


Waktu telah berlalu begitu cepat, saat ini menunjukkan pukul empat sore, sebentar lagi jam pulang karyawan.


"Pulang bersamaku" pesan singkat itu telah terkirim ke sasarannya


Siapa lagi jika bukan Vio yang baru sehari menjadi istrinya itu.


"Cek tuan pemaksaan, bagaimana aku memberitahu Fani, jika aku tak menurut padanya dia akan membuat ulah" pikir Vio sedang memutar otak.


"Kalaupun aku bilang lembur pun juga ia tak akan percaya" gumam Vio dalam hati.


"Apa aku terus terang saja ya padanya, ach tidak-tidak nanti dia malah mencecarku dengan banyak pertanyaan"


"Ahhh ayolah otak berpikirlah dengan cemerlang" pikiran Vio sudah mentok tak bisa diajak kompromi lagi.


Sedangkan di ruangan lain, tuan Rey yang masih menyelesaikan pekerjaannya yang tinggal sebentar lagi. Beberapa menit setelah selesai dirinya duduk bersandar di kursi kebesarannya itu sambil memejamkan matanya.


Sepertinya dirinya sangat lelah kali ini. Trinnng....


Suara notifikasi ponselnya menyala menandakan jika ada pesan masuk. "Jangan malam ini, aku belum siap" balas Vio akhirnya


"Baiklah aku kasih kami waktu dua hari" jawab singkat tuan Rey


Kali ini ia bermurah hati memberikan toleransi. Tidak tau dengan besuk-besuk apa yang akan terjadi jika Vio membangkang perintahnya.


Tuan Rey membereskan barang-barangnya, lagi pula hari ini ia sangat lelah. Sehingga butuh persiapan untuk malam pertama mereka.


Kemudian mengambil tasnya dan berjalan keluar sambil mengendurkan dasi yang melilit dilehernya.


****


Dirumah tuan Rey seluruh karyawan telah diberitahu jika besuk dua hari lagi akan ada nyonya dirumah ini, mereka diminta untuk mempersiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan wanita seperti alat rias, make up dan segala macam. Adit asistennya pun ikut terlibat dalam masalah ini.

__ADS_1


"Cek seharusnya yang belanja make up dan baju-baju wanita itu bukan diriku, tetapi wanita" kesalnya


"Mana tahu aku soal selera wanita, yang benar saja masak iya memilih perlengkapan under wear perempuan" gumamnya kala ia mendapatkan tugas baru dari bosnya itu


Lama Adit berpikir dan muncullah ide cemerlang jika dirinya akan menyuruh Mia berbelanja peralatan perempuan seperti yang diminta bosnya itu


Segera saja Adit menghubungi Mia, Mia yang jabatannya dibawah Adit itu tentu akan berani menolaknya.


"Baiklah tuan besuk akan saya belanjakan" balasnya pada pesan terakhir


"Ternyata tuan Adit juga sudah punya gadis pujaan hatinya" gumam Mia dalam hati


Mia memang menyukai tuan Rey, ia juga tahu jika bosnya itu telah memiliki istri tetapi karena hubungan jarak jauh ia berharap jika dirinyalah yang menjadi wanita kedua tuan Rey.


Maka dari itu Mia tak patah arang menggoda tuan Rey secara inten dan tak kasat mata.


Seperti ketika dirinya selalu berpakaian seksi saat dikantor dan sengaja bajunya dengan belahan dada yang rendah.


Itu semua ia lakukan agar menarik perhatian tuan Rey. Memang pesona tuan Rey dan dingin dan berwibawa itu mampu melemahkan hati kaum hawa.


Walaupun hanya sebatas wanita simpanan mungkin tak akan menjadi masalah bagi mereka.


Sedangkan di mension para pelayan telah disibukan penataan segala sesuatunya agar terlihat indah untuk penyambutan nyonya baru mereka. Hingga larut. barulah mereka sudahi.


Pelayan tak ada yang tahu jika nyonya baru yang akan datang adalah istri simpanan, karena mereka juga belum pernah sekalipun melihat nyonya mereka yang sesungguhnya.


****


"Tak rugi juga aku menjebaknya" gumamnya


Sepertinya tuan Rey sudah memiliki pandangan ke depan bagaiman kehidupannya itu nantinya.


Tuan Rey gak bisa tidur malam ini ia mengambil obat di saku tasnya, setiap malam ia tak bisa memejamkan matanya jika tak meminum obat itu.


Mungkin jika dilihat orang, tuan Rey memiliki kehidupan yang sangat sempurna dengan wajah tampan nan berwibawa, usaha yang terus berkembang dan selalu mendapatkan keberuntungan.


Wanita mana yang tak menyukai dirinya. Baru saja merebahkan tubuhnya dan akan memejamkan matanya sudah ada panggilan masuk, ketika dilihat ternyata dari keponakannya itu. "Hallo paman" panggilnya


"Apa kau tahu waktu ini jam berapa" kesal tuan Rey


"Iya maafkan aku paman yang telah menganggu waktu istirahatmu malam-malam,"


"Katakan dengan jelas ada kau meneleponku malam-malam begini" kesalnya

__ADS_1


"Oma paman"


"Oma kenapa" tuan Rey


"Oma masuk rumah sakit dan aku belum bisa pulang cepat, apa paman besuk bisa pergi ke Moscow" tanya Arka


Seketika mendengar ibunya disebut langsung bangun dari tidurnya dan matanya yang semula mengantuk menjadi cerah.


"Baiklah kau tak usah khawatir soal itu, besuk paman akan atur penerbangannya"


Seketika itu hati tuan Rey dilanda cemas memikirkan bagaimana kondisi ibunya. Dan malam itu juga dirinya menghubungi Adit asistennya.


Waktu sudah sangat larut sehingga dirinya mengirim Adit sebuah chat agar supaya di atur penerbangannya pergi ke Moscow.


Ia meminta Jet pribadinya segera di siapkan dengan pilotnya. Agar dirinya tak menunggu terlalu lama. Malam ini dirinya tak jadi tidur yang semula mengantuk, karena mendengar kabar tak enak dari ibunya ia telah mempersiapkan barang-barangnya apa saja yang perlu dibawa ke Moscow.


Sedangkan Vio yang mendapatkan kabar jika bosnya besuk akan pergi itu bersorak girang, dirinya berharap semoga lebih lama lagi tinggal di Moscow atau kalau perlu tak usah balik. Begitulah batin Vio kala pagi hari membuka ponselnya dan menemukan sebuah chat yang bisa membuatnya bahagia pagi ini.


Ia segera turun ranjang, mandi membersihkan diri dan memasak sarapan sambil bersenandung.


Fani yang melihatnya itu tentu saja heran, "Kau itu kenapa"


tanya Fani


"Aku sedang ingin menyanyi saja" Vio


"Tapi yang kulihat kau itu sangat senang, seperti habis dapat undian lotre saja" selidik Fani


"Benarkah"


"Iya, kenapa memangnya" Fani masih penasaran


Vio yang menyelesaikan masaknya sambil menata di meja itu tak tahu harus berkata apa pada sahabatnya itu.


"Suasana hatiku sedang baik hari ini, ayo makanlah" mengalihkan pembicaraan


"Cek ratu drama sekali kau ini" Fani berdecak kesal


"Hahhh baiklah nona aku akan bercerita padamu, tapi kumohon kamu jangan terkejut" Vio dengan santainya


Mungkin inilah saatnya dirinya bercerita pada Fani tentang kondisinya saat ini.


"Aku akan mandi dulu" pamit Vio

__ADS_1


Seketika itu Fani yang terlanjur dibuat penasaran tak jadi memakan sarapan paginya. Ia menunggu Vio selesai mandi dan


Bersambung


__ADS_2