WANITA SIMPANAN TUAN REY

WANITA SIMPANAN TUAN REY
Mobil Baru


__ADS_3

BOCIL DISKIP AJA PART INI YAH.


***


Entah mengulang ke berapa kali mereka mengulang adegan bercinta pagi itu, hingga Vio dibuat tak bisa berjalan. Kekuatan super tuan Rey bagaikan diktator yang tiada habisnya.


Keluar kamar mandi sudah habis seluruh tenaga Vio, berjalan saja dengan mencari pegangan yang berada di dekatnya. Tubuhnya kedinginan, wajahnya pucat pasi sampai bentuk warna bibirnya membiru.


Tuan Rey mengangkat tubuh ramping itu yang sudah menggunakan bathrobe di tubuh Vio. "Kau sangat kedinginan, diam disini saja" .


Tuan Rey mendudukkan tubuh Vio di kursi tolet dikamarnya, kemudian dirinya berlalu pergi dari hadapan Vio menuju laci meja nakas yang berada di samping dipan, lalu membukanya dan mencari sesuatu yang ada di dalamnya.


Dirinya kembali menghampiri Vio sambil membawa sesuatu di tangannya dan membuka bathrobe yang menempel di tubuh Vio. "Kau mau apa" Vio menghentikan pergerakan tuan Rey yang sudah memegang bathrobe yang dipakai oleh Vio.


"Aku sudah tidak sanggup melayanimu lagi" Vio dengan suara lemahnya.


"Apa pikiranmu selalu mesum jika aku menyentuhmu" tuan Rey sambil membuka bathrobe Vio dan mengoleskan sesuatu di seluruh tubuh Vio agar tubuh Vio menghangat. Seketika itu wajah Vio bersemu merah menahan malu dengan apa yang ada di dalam pikirannya tadi.


Bagaimana tidak berprasangka buruk, jika tuan Rey saja tak ada ijin akan memberikan obat anti masuk angin pada diri Vio.


Vio terdiam menahan malu, dan membiarkan saja dengan apa yang di lakukan oleh tuan Rey pada tubuhnya itu.


"Sudah, kenapa wajahmu memerah seperti itu" tuan Rey mengamati wajah Vio sejenak. Lalu dirinya menaruh kembali minyak yang di oleskan pada tubuh Vio tadi.


Tanpa di duga tuan Rey kembali dengan membawa dua setel pakaian rumahan untuk dirinya dan juga untuk Vio.


"Kau pakailah pakaian ini, agar tubuhmu tak masuk angin" sambil menyodorkan pakaian ditangannya. Vio tanpa berkata mengambil pakaian itu dan kembali memasuki walk in closet untuk memakai pakaiannya. Pakaian yang di pakai kali ini celana panjang dan atasan panjang yang berbahan katun,sehingga bisa menutup seluruh tubuh Vio.


Sedangkan tuan Rey menggunakan pakaiannya di tempatnya langsung dan berlalu merebahkan tubuhnya di ranjang king size miliknya, menunggu Vio kembali.


Vio kembali dan berjalan mengendap-endap seperti maling yang takut ketahuan, padahal tuan Rey sudah tertidur. Mungkin karena efek dirinya sangat kelelahan sehingga tak sulit membuatnya tidur.


Tanpa di duga Vio malah merasa bersyukur ketika melihatnya, sambil memegangi dadanya tanda ia selamat dari terkaman.


Vio berjalan keluar dan duduk santai di balkon kursi panjang. Baru saja dirinya akan mengambil posisi duduk, ketika melihat kebawah ada kiriman mobil baru yang terlihat dibawah sana.


Buru-buru Vio berjalan keluar mengamati situasi yang berada di bawah lalu menanyakan perihal soal mobil baru itu.

__ADS_1


"Ehh nyonya, anda sudah bangun nyonya" sapa satpam rumah itu dengan canggung.


"Pak ini mobil baru ini punya siapa?" tanya Vio sangat penasaran.


"Ini mobil yang kemaren dipesan oleh tuan Rey nyonya" sahut pegawai yang mengantarkan mobil itu.


Seketika Vio mulutnya membulat membentuk huruf O dan menutup dengan kedua tangannya, sepertinya dirinya sangat terkejut dengan kejutan pagi ini.


Bagaiman tidak, kemaren dirinya hanya asal ngomong saja dan tidak bersungguh-sungguh dalam perihal permintaan mobil baru ini, tetapi siapa sangka malah hari ini dikirim dengan keluaran terbaru dan sangat mewah. Hoki sepertinya sedang berpihak padannya.


"Baiklah boleh meminta tanda tangan di sini nyonya" pinta pegawai dealer itu menyerahkan kertas putih untuk meminta tanda tangan sebagai tanda terima.


Dasar tuan gila, batin Vio bermonolog. Tetapi tak urung juga dirinya malah memasuki mobil barunya dan mencobanya, melihat-lihat isi di dalam mobil itu.


"Memang bagus begini sih mobilnya, baiklah besuk aku akan ke rumah Fani lalu aku akan mengajaknya jalan-jalan berkeliling makan-makan, ke salon dan pokoknya bersenang-senang" Vio bergumam pada dirinya sendiri sambil membayangkan melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama Fani.


***


Sedangkan tuan Rey telah menggerakkan matanya perlahan dan mengumpulkan kesadarannya, lalu mencuci muka dan turn kebawah menyusul Vio yang baru saja keluar dari mobil barunya itu.


"Ehmm iya aku senang"


"Apa kau tak ingin mengucapkan terimakasih padaku" tuan Rey semakin menghampiri Vio dan tepat berada didepannya tanpa jarak.


"Ehmm terimakasih tuan " kata Vio memalingkan wajahnya, karena tak tahan dengan aroma mint yang ada didepannya itu.


"Bilang terimakasih dengan benar" kata tuan Rey tak mengalihkan pandanganya barang sebentar.


"Terimakasih tuan atas hadiahnya pagi ini" Vio


"Bukan seperti itu yang aku maksud"


"Lalu aku harus berterimakasih yang bagaimana" tanya Vio lagi yang masih bingung dengan apa yang dimaksud tuan Rey.


"Cium aku"


Lalu Vio mencium sekilas pipinya sekilas, "bukan disitu, tapi disini" sambil menunjuk bibirnya.

__ADS_1


Vio mengulangi lagi mencium tuan Rey tetapi di bibirnya.


"Yang benar"


"Ihhh mau kamu itu apa sihh " kesal Vio mengeram marah


Dengan cepat tuan Rey menyambar mulut Vio mencium dan ********** beberapa saat, hingga mereka kehabisan nafas baru mereka menyudahi ciuman itu.


Rupanya Vio sangat kesal atas permintaan tuan Rey tadi sehingga dirinya masuk rumah lebih dulu sambil berjalan dengan kaki yang hentakan ke tanah.


Tuan Rey yang melihat tingkah istri simpanannya iyu tersenyum sambil menggelengkan kepalannya pelan.


Tak berapa lama dirinya menyusul Vio memasuki rumahnya dan menuju meja makan, sepertinya hidangan untuk sarapan pagi sudah siap. Vio mendudukkan tubuhnya disana lalu di susul oleh tuan Rey.


Tanpa di duga tuan Rey melihat pergerakan Vio yang mengambil makanan untuk dirinya sendiri itu, "Apa kau tak ingin berniat mengambilkan suamimu ini makanan"


Vio lupa jika dirinya kini telah bersuami, dirinya tadi reflek saja mengambil makanan dan langsung menyantap. Baru saja masuk ke mulutnya sesuap lalu dirinya menoleh pada tuan Rey dan mengambil piring kosong, mengisi makanan apa saja yang ada dimeja makan itu tanpa bertanya dulu pada tuan Rey.


"Ini silahkan dimakan" sambil menyodorkan piring yang sudah terisi penuh makanan.


Mereka makan dalam diam, hanya suara dentingan sendok saja yang terdengar. Hingga sarapan pagi itu selesai.


"Apa kau tak ingin pergi ke kantor" tanya Vio hati-hati.


"Kenapa"


"Ehmm tidak ada, aku hanya bertanya saja" saat ini mereka telah bersantai diruang keluarga sambil menonton televisi.


"Aku bosnya jadi terserah aku mau kekantor kapan saja"


"Cek sombong" Vio melirik suaminya itu sekilas, kemudian fokus lagi pada televisi didepannya itu.


Sepertinya tuan Rey kali ini tidak akan pergi ke kantor karena hari ini dirinya sangat kelelahan dan akan beristirahat dirumah saja.


Tentu saja disini Vio yang dirugikan bagaimana tidak dirinya tak bisa bebas melakukan apa saja semaunya. Semua pasti atas pengawasannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2