
Hari ini tuan Rey menunggu istrinya yang masih di rawat di rumah sakit, untuk urusan pekerjaan kantornya, tuan Rey telah meminta asisten Adit membawakan sisa pekerjaannya ke rumah sakit.
Dirinya saat ini sedang menyuapi Angel makan, tadi Angel meminta Beef Stroganoff. Makanan khas Rusia, Beef Stroganoff ini merupakan sajian dari potongan dadu daging sapi dan saus kental dengan jamur atau tomat. Beef Stroganoff itu sendiri memiliki cita rasa yang gurih, asin, pedas dan sedikit asam. Rasa asam didapatkan dari penggunaan saos khas Rusia, yaitu smetana.
Bahkan di pagi hari yang buta, tuan Rey sudah meminta Adit berkeliling kota Moscow untuk mencari makanan yang diminta oleh istrinya ini.
Istrinya yang hamil tetapi yang repot malah Adit, benar-benar membagongkan batin Adit menggerutu. Habis ini apa lagi, soal istri ke duanya yang banyak ulah itu atau kah masalah baru yang akan menimpanya.
Siapa yang membuat dan siapa yang repot, Adit jadi ngeri sendiri jika membayangkan hal itu terjadi pada dirinya. Makanya sampai saat ini masih betah saja menjomblo.
"Bukalah mulutmu." Tuan Rey menyuapi istrinya makan dengan pelan dan hati-hati, namun masih tak kehilangan wibawa dirinya.
Angel hanya mengamati cara tuan Rey menyendok makanan tuan Rey, hanya menyendok makanan saja benar-benar sangat elegan. Pemandangan langka ini tak ingin segera berakhir. Angel mengunyah makannya dengan perlahan dan hati-hati, agar tak terkesan gugup berhadapan dengan suaminya.
Sesekali tuan Rey melihat ke layar ponselnya, mengecek email masuk, dan notifikasi apa saja yang ada di dalam sana.
"Ehmmm sayang." Panggil Angel memanggil suaminya.
Tuan Rey mendongak, menatap wajah pucat Angel, dan mendengarkan apa yang akan di sampaikan Angel padanya.
"Ya." Jawabnya singkat, matanya yang tegas memandang manik Angel.
"Apa aku boleh meminta sesuatu padamu?" Tanya Angel takut, takut jika permintaanya kali ini ditolak oleh suaminya.
"Katakan apa, aku akan mengabulkannya."
Angel terdiam sejenak, dirinya masih mengumpulkan keberaniannya untuk menyampaikan keinginannya, jika dirinya meminta ikut bersamanya, kemana pun dia pergi. Ujung tangannya meremas baju yang di pakaianya.
"Apa aku boleh mengikuti kamu?"
"Mak..maksud aku, jika kamu perjalanan bisnis dalam waktu lama, aku boleh mengikutinya." Tanya Angel setelah berani mengumpulkan keberaniaanya.
Tuan Rey menatap kaget wajah Angel, bagaimana mungkin Angel akan mengikuti dirinya kemana pun ia pergi, sementara dalam urusan yang lama itu, dirinya pergi menemui Vio.
"Tidak, aku tidak mengijinkanmu keluar rumah."
Seketika itu nyali Angel menciut, dirinya tak berani lagi mengeluarkan suaranya. Melihat raut wajah suaminya yang sepertinya tak bersahabat itu.
__ADS_1
"Aku tak ingin terjadi sesuatu dengan kalian."
"Apa kamu bisa memahami keinginanku."
Tanya tuan Rey, menatap Angel lembut, sementara Angel menghentikan kunyahan makanannya di dalam mulutnya, dan mengangguk perlahan.
"Apa lagi kondisi kamu seperti ini, aku tak akan pergi lama lagi untuk urusan bisnis,"
Seketika itu perasaan lega merayap di hatinya, dirinya jadi merasa di perhatikan. Lalu tuan Rey menyuapkan lagi makanan itu ke mulut Angel hingga habis tak tersisa. Tapi anehnya kali ini Angel makan dengan lahab dan tak mual lagi perutnya.
Anaknya ini memang pandai bersandiwara, bagaimana tidak jika di depan ayahnya saja bisa makan apa saja. Tetapi kebalikannya, jika jauh dari ayahnya terus-terusan mual, muntah, bahkan tak bisa makan apa pun hingga Angel mengalami dehidrasi.
"Sekarang istirahatlah, aku akan melanjutkan pekerjaanku,"
"Jika kamu membutuhkan sesuatu bisa memanggilku."
Mengecup kening istrinya sekilas lalu mencuci piring bekas makannya tadi, dan berjalan ke arah sofa. Dirinya membuka ponselnya. Mendapatkan notifikasi penarikan uang dalam jumlah yang lumayan besar.
"Kelinci kecilku sedang bersenang-senang." Batin tuan Rey.
"Baiklah nikmati saja waktumu, setelah itu terima saja hukuman dariku."
Sehingga Angel tak mengetahui apa yang dilakukan oleh suaminya. Sedangkan si empunya saat ini sedang mengirim pesan pada seseorang.
"Selidiki untuk apa saja uang sebanyak itu." Isi pesan chatnya dengan seseorang.
"Tidak ada yang me mencurigakan tuan, uang yang di tarik oleh nona Vio dimasukkan lagi ke rekening pribadinya, dan sebagian lagi untuk membeli tas dan barang-barang branded lainnya." Tak lama dari balasan pesan yang ia kirim tadi.
Mana mungkin tuan Rey akan percaya begitu saja, ini tidak mungkin, pasti Vio ada niatan yang lain. Baiklah sepertinya kali ini dirinya perlu memberikan sedikit ruang kebebasan untuk Vio agar tak merasa di kurung.
Tok...Tok...!!!
Sebuah ketukan pintu telah membuyarkan ketenangannya, "Masuklah."
Setelah mendapatkan perintah dari dalam, asisten Adit memasuki ruangan itu dan menaruh beberapa file yang diminta tuannya.
"Bagaimana, apa sudah mendapatkan persetujuan dari tuan Aldo?" Tanya tuan Rey pada Adit. Tetapi pandangannya fokus ke arah tumpukan file yang berada di depannya.
__ADS_1
"Belum ada pembicaraan lanjutan tuan, mengenai hal ini."
"Sepertinya perlu mengadakan pertemuan berikutnya untuk membahas kesepakatan proyek baru kita."
Tuan Rey hanya mengangguk setuju dengan ucapan Adit asistennya, "Atur jadwal pertemuanku dengannya."
"Baik tuan,"
"Kalau begitu saya permisi."
"Hemmm."
Setelah kepergian Adit, tuan Rey sangat serius mengerjakan pekerjaannya, memeriksa beberapa file yang dikirim Adit.
Ada beberapa yang membutuhkan persetujuannya, dan koreksi darinya, dan ada beberapa juga yang memerlukan tanda tangan darinya.
Dalam keadaan mode serius ini, sungguh Maha karya tuhan yang sangat sempurna tanpa cacat sedikit pun. Angel sangat betah berlama-lama memandangnya. Walaupun tuan Rey telah menjadi suaminya, namun dirinya tak bosan-bosan memandangnya.
Apa lagi jika sedang menggunakan kacamata bacanya. Angel benar-benar dibuat gila oleh suaminya sendiri.
Dalam hati ia berdoa, semoga anak yang lahir nanti menjadi duplikat ayahnya. Agar jika dirinya merindukan suaminya bisa memeluk kembarannya.
Ahh rasanya sudah tak sabar ingin melihat bagaimana rupa wajah anaknya nanti. Harapan besarnya akhirnya sebentar lagi akan terkabulkan.
"Kenapa kamu tidak jadi tidur?"
Seketika Angel kaget mendengarkan suara bariton dari arah sofa itu, karena dirinya sedang asyik dalam lamunan indahnya.
"Aku belum mengantuk."
"Tidurlah, nanti aku akan menanyakan pada dokter kapan kamu bisa pulang."
Tanpa banyak kata, Angel menuruti kemauan suaminya, sepertinya mertuanya dan juga ke dua orang tuanya tidak akan datang kemari, karena sudah ada suaminya yang saat ini sudah stay menjaganya.
"Ahh indahnya menjadi orang hamil, dan di perhatikan seperti ini." Batin Angel bermonolog. Lalu detik berikutnya memejamkan matanya.
Sepertinya tuan Rey setelah ini tak akan menemui Vio dalam jangka yang tak di tentukan. Hingga semuanya berjalan lancar.
__ADS_1
dan