WANITA SIMPANAN TUAN REY

WANITA SIMPANAN TUAN REY
Datang Tanpa di Undang


__ADS_3

"Hah nyamannya." Vio merebahkan tubuhnya di ranjang king size milik Adit, iya Vio kali ini menempati kamar Adit, Adit pindah di kamar tamu yang tak senyaman kamarnya, walau sempat berdebat dulu.


"Adiiiit tolong buatkan aku minuman, aku haus." Teriak Vio dari dalam kamarnya.


"Ck menyusahkan saja, tidak suaminya tidak istrinya sama saja." Adit berdecak kesal bangkit dari duduknya dan berlalu ke dapur membuatkan minuman pesanan Vio.


Tak mau ribet Adit memang, selang beberapa menit saja sudah jadi minuman pesanan Vio dan mengetuk pintu kamar. "Nona minuman pesanan anda nona."


Berulang kali Adit mengetuk pintu, tetapi tak ada sahutan dari dalam sana. Adit memberanikan diri membuka pintu kamarnya yang ditempatin Vio.


"Astaga...dia mengerjaiku." Lalu Adit kembali menutup pintu kamarnya setelah melihat keberadaan Vio didalam sana yang ternyata sudah terlelap.


Minuman yang ia buatkan tadi Adit bawa kembali ke dapur dan menaruhnya di lemari es. "Semoga saja tidur yang lama, supaya tak mengganggu ketenanganku." Adit.


Adit kembali lagi mengecek email masuk dan memeriksa. Baru juga akan duduk di kursi santai di sofa ruang tengah. Sudah terdengar suara ponselnya berbunyi.


"Hallo tuan, ada yang bisa saya bantu."


"Kau jangan berani-beraninya mendekati dia jika kau masih sayang nyawamu."


"Anda jangan salah paham dulu tuan, ini juga bukan kemauan saya." Adit.


"Ku peringatkan kau sekali lagi untuk menjaganya, bukan mendekatinya, apa kau mengerti?"


"Saya mengerti tuan, dan saya tahu batasan saya."


"Baguslah kalau begitu, besuk acara peluncuran produk baru, kau harus hadir serta di sana, dan jangan sampai ada yang membuat kekacauan."


"Baik tuan, akan aku pastikan semua berjalan dengan sempurna."


"Dan bawa serta Vio kesana, tak ada bantahan."


Belum sempat Adit menjawab suara tuan Rey, sambungan telepon itu sudah dimatikan sepihak. "Oh Tuhan dia seperti raja yang sangat kejam." Adit bergumam.


Sedangkan tuan Rey di dalam rumah besarnya saat ini sedang mondar mandir seperti setrikaan. Angel sedang berbincang dengan dokter Rica. Tadi tuan Rey telah pamit ke ruang kerjanya karena besuk akan ada peluncuran produk baru sehingga dirinya harus memastikan acara besuk berjalan dengan lancar.


***


.

__ADS_1


.


Tiba waktunya sore hari, Vio sudah pulih dengan semua kondisi tubuhnya, saat ini ia terbangun dari tidurnya dan mengucek matanya perlahan. "Dimana aku ini?" Melihat seisi ruangan dan bangkit dari tidurnya.


Vio yang merasa haus pergi ke dapur untuk mencari air yang bisa membasahi tenggorokannya. "Hah minuman, ini sepertinya milkshake." Tanpa aba-aba dirinya langsung meminumnya hingga tandas tak tersisa.


Lalu berjalan menuju balkon, di sana Adit sedang serius mengerjakan sesuatu. "Adit apa kau sedang sibuk."


"Nona anda sudah bangun?"


"Kalau aku di depan matamu berarti aku sudah bangun, kau jangan mengada-ngada deh." Sembur Vio.


"Ehmm maksud saya apa yang anda butuhkan nona?"


"Aku lapar, kau buatkan aku makanan deh, kalau tidak aku bisa pingsan karena tak diberi makan olehmu." Vio mulai muncul ide jahilnya.


Kesempatan sekali Adit sendiri yang menawarkan diri, jadi dirinya tak usah repot-repot memerintah Adit.


"Baiklah nona, anda bisa menunggu sebentar."


Adit bangkit dari duduknya dan pergi ke dapur untuk membuatkan sesuatu agar bisa dimakan oleh Vio.


"Semoga saja dia tak balas dendam nanti." Vio. Lalu mengambil ponselnya dan bersantai sembari merebahkan dirinya di kursi panjang yang ada di balkon itu.


Beberapa menit berlalu Vio sedang menyantap makanan buatan Adit, baru juga satu suap terdengar suara yang mengusiknya. "Enak sekali kau makannya."


Vio masih meneruskan makannya dan tak menghiraukan suara siapa itu, bahkan dirinya pura-pura tidak mendengarkan.


Hingga piring didepannya di rebut oleh Rey yang sedang kesal karena dicueki olehnya. "Kau mengabaikanku hemm."


"Aku lapar, itu makananku kembalikan."


"Tidak beri aku sambutan yang manis dulu."


"Tidak mau dan tidak akan."


"Benarkah nona." Bisiknya pelan ditelinga Vio yang tingginya saat ini hanya sebatas dagunya saja. Tuan Rey menatap Adit tajam mengisyaratkan matanya jika Adit harus keluar dari sana. Adit yang melihat tatapan itu tanpa pikir panjang keluar dari sana tanpa membawa apa pun. Bahkan ponselnya saja ia tinggal di meja ruang tv tadi.


"Oh Tuhan, aku lupa tak membawa apa pun, sekarang aku harus kemana." Adit bingung saat ini, jika kembali lagi juga tak mungkin, dirinya tak mau menganggu suami istri yang sedang di mabuk asmara itu, tetapi jika seperti ini mau keluar membawa mobil kunci pun tak bawa, dompet apa lagi. Adit hanya berjalan turun kebawah tak tentu arah.

__ADS_1


"Hah berasa jadi gembel saja." Gumamnya kesal. Padahal itu kan tempatnya, lalu kenapa ia terusir, begitulah pikir Adit.


"Sekarang katakan apa tujuan kamu kemari." Vio berucap ketus, menutupi rasa takut dihatinya.


"Menurutmu?" Tuan Rey mendekat perlahan, mereka saling berhadap-hadapan. Jantung Vio sudah loncat-loncat tidak bisa diajak kompromi saat ini.


Detik berikutnya terjadi ciuman rindu suami istri ini. Vio yang awalnya hanya diam saja kini terhanyut dalam buaian ciuman mesra yang diberikan suaminya ini. Tak dapat dipungkiri jika suaminya ini sangat handal jika soal ranjang, bahkan tak bisa ditandingi.


Bisa membuatnya puas beberapa kali dalam satu waktu, "Katakan kau mencintaiku." Bisiknya pelan ditelinga Vio.


"Tidak mau." Vio


Terjadi gigitan kecil dibibirnya, "Baiklah jika tak mau aku akan membuatmu tidak bisa berjalan esuk hari."


Vio tak mengindahkan kata-kata suaminya kali ini, semuanya ia anggap angin lalu saja, ternyata tuan Rey tak pernah main-main dengan apa yang dia ucapkan.


Kali ini terjadi percintaan suami istri di sofa didepan televisi dan dilanjutkan dikamar Adit.


Percintaan sesi kedua telah dimulai disana. "Kau jangan terus main-main, ahhhh ahhh aku tak sanggup."


"Ayo aku su..sudah tak tahann, cepatlah." Vio.


"Dengan senang hati baby,"


"Ayo panggil namaku sayang."


"Rey kau memang hebat, aku tak bisa tahan dibuatnya ahhh, lebih cepat lagiii." Suara Vio tersengal-sengal, akibat diliputi gairah cintanya.


"Seperti yang kau inginkan baby."


Di dalam kamar Adit itu sudah tidak berbentuk lagi hingga dini hari barulah mereka selesai, karena beberapa kali mereka mengulangnya terus menerus.


Jam menunjukkan pukul empat waktu pagi, tetapi ini masih malam, sehingga Rey memutuskan menggunakan kembali pakaiannya dan kembali lagi kerumah, meninggalkan Vio yang masih tertidur disana.


Adit tertidur di pos satpam, sejak tadi sore dirinya tak kembali, karena tuan Rey tak kunjung keluar dari sana.


Vio yang sangat kelelahan langsung terlelap dalam tidurnya. Ketika Adit memasuki rumahnya waktu pagi jam lima. Sudah seperti kapal pecah dibuatnya. "Oh Tuhan cobaan buat jomblo." Adit dengan kesal membereskan sisa-sisa percintaan dua sejoli tadi malam.


dan

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2