
Rey yang tidak ingin mengecewakan putri bungsunya membiarkan saja apa yang dilakukan Revi. Hingga membuatnya basah kuyup. Teriakan Revi bercampur suara tawanya begitu nyaring memenuhi isi ruangan didalam kamar mandi mewah Revi.
Adit pagi pagi sekali sudah datang, mencari si tuan rumah. Yang belum kelihatan batang hidungnya. "Kemana orang orang?" gumam Adit pelan. lalu dirinya memanggil salah satu pelayan wanita yang usianya sudah paruh baya.
"Mob Inem?"
"Kemarilah sebentar?" tangannya melambai menandakan mbk Inem harus mendekat padanya.
"Iya tuan Adit, ada yang bisa saya bantu?" tanya Mbok Inem menaruh alat memasaknya di pantry dan berjalan tergopoh gopoh menuju dimana Adit berada.
"Dimana tuan Rey dan Nyonya Vio?" tanya Adit.
"Oh mereka masih diatas tuan, belum ada yang turun." kata Mbok Inem.
Adit mengangguk mengerti, lalu menyuruh Mbok Inem kembali pada pekerjaannya.
"Mungkinkah mereka masih bergelung dengan selimut hangatnya." gumam Adit.
Lalu langkah kakinya melesat, berjalan menuju lantai dua. Dimana kamar mereka berada. Yang menjadi tujuannya adalah kamar Revi. Namun langkahnya terhenti ketika pandangan matanya melihat begitu banyak box yang tertata rapi seperti penjual yang menata barang barangnya. "Apaan ini?" Adit berbicara pada dirinya sendiri dengan membolak balikan salah satu box yang ada ditangannya.
"Hah mainan kuda Poni," gumamnya pelan. Lalu mengambil box berikutnya yang berisi boneka Barbie. Lantas dirinya meneruskan langkah kakinya yang membawanya ke lantai dua.
Mungkinkah anak itu masih tidur. Pikirnya, tanpa mengetuk pintu dirinya langsung saja membuka daun pintu dan menerobos masuk kedalam sana.
Adit mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Tidak ada siapa pun, hampir saja dirinya berbalik dan keluar dari kamar Revi. Ketika telinganya menangkap suara tawa dua orang yang berbeda generasi itu.
"Hah jadi kalian sedang bermain air begini," ucap Adit terkejut. Apa lagi yang melihat penampilan Rey begitu acak acakan lantaran putrinya itu membuat mainan gelembung sabun dan sesekali memercikan air padanya.
"Papa Adiiittt."
"Sayang hati hatilah jangan lari lari begitu, licin nanti kamu bisa terpeleset." teriak Rey tak kalah khawatir melihat tingkah putri kecilnya.
__ADS_1
Namun sayangnya sama sekali tidak dihiraukan oleh Revi. "Stop stop disitu saja iya." tangan Adit menyetop Revi yang akan berlari menuju kearahnya.
Seketika Revi terdiam ditempatnya, dengan melihat Adit yang matanya sebentar lagi akan basah mengeluarkan air mata.
"Sayang Papa Adit sudah rapi, jadi anak Papa yang cantik harus berganti pakaian dulu iya." kata Adit menghibur Revi yang hampir saja menangis. Tetapi malah mendapatkan tatapan tajam dari Rey lantaran menyebut Revi anaknya.
"Lihatlah, nanti kalau Papa Adit mendapatkan hukuman dari Papa Rey bagaimana, karena bajunya Papa Adit basah, dan telat datang ke kantor."
"Apa Revi tidak kasihan melihat Papa Adit dihukum Papa Rey?" Adit berusaha memberikan pengertian pada Revi dan memelaskan wajahnya. Yang mana hal itu malah membuat Rey ingin saja melempar gayung ke muka Adit karena telah mencari simpati dari anaknya.
"Baiklah nanti Revi akan memarahi Papa Rey, kalau Papa Adit tidak boleh dihukum dan dimarahi." ucapnya membela Adit dengan suara cadelnya.
"Dasar asisten tidak tahu diri, telah memanfaatkan situasi." batin Rey kesal.
"Sekarang anak cantik harus bilas dengan air bersih dulu iya, lalu berganti pakaian." kata Adit berusaha membujuk Revi. Tanpa di duga hal itu membuat Revi sangat menurut.
Berganti pakaian dan menggunakan minyak telon serta bedak bayi, membuat wangi khas anak bayi menguar di indera penciuman Rey. Tadi yang menggantikan pakaian Revi juga Adit, karena Rey sendiri juga harus berganti pakaian.
"Papa Adit kapan kita ke Disneyland?" tanya Revi dengan muka lucunya.
"Setelah pekerjaan Papa Adit selesai sayang, doakan iya supaya pekerjaan Papa Adit cepat selesai, lalu kita bisa jalan jalan kesana." katanya lagi.
"Adik akan jalan jalan sama Papa Rey," kata Rey yang baru saja bergabung bersama mereka.
"Tidak mau, aku maunya sama Papa Adit dan Mama Vio, sama kakak Chris." jawab Revi begitu sinis.
Namun bukan Rey namanya jika dia langsung menyerah begitu saja. "Sayang tadi Papa Adit bilang, jika pekerjaannya masih banyak di kantor, bagaimana jika selesainya lama."
"Apa Revi sabar menunggu?" alibinya.
Ia melihat bagaimana ekspresi putrinya saat cemberut dan ingin membantahnya. "Tapi aku maunya sama Papa Adit." ucap Revi kekeh.
__ADS_1
"Oh Tuhan, drama apa lagi ini ayah dan anak pagi pagi begini, dulu aku menyaksikan seperti ini ketika Vio ingin mengendong Chris, Vio mendapatkan bentakan dari tuan Rey."
"Tapi kenapa sekarang malah kebalikannya, tuan Rey mendapatkan bentakan dari anaknya, oh Tuhan mungkinkah ini yang dinamakan apa yang kamu tanam maka itulah yang kamu tuai." batin Adit menahan tawanya.
Rey yang melihat ekspresi Adit menahan tawanya membuatnya murka. "Awas saja nanti aku akan memberimu banyak pekerjaan sehingga tidak ada waktu untuk mengajak putriku liburan, enak saja mau menggantikan posisiku " batin Rey begitu kesal. Sambil melayangkan tatapan tajamnya yang siap menghunus mangsanya.
"Baiklah, kalau adik tidak mau, Papa Rey akan berangkat sendiri dengan kakak Chris," Rey melirik sekilas ke arah Revi, ingin melihat reaksi Revi selanjutnya.
"Sama Bunda Vio juga." tambah Rey lagi.
Tanpa diduga Revi berdiri dari tempat duduknya, "Aku mau Papa, jangan tinggalkan aku." katanya.
Kini kaki kecilnya menjangkau lantai dan berpindah tempat duduk di dekat Rey. Rey mengangkat tubuh imut Revi dan mendudukkan dipangkuannya.
"Benarkah adik mau ikut?" tanya Rey sekali lagi.
Revi mengangguk setuju. "Tadi katanya tidak mau ikut?" ledek Rey.
"Aku tidak mau ditinggal Bunda sama Kakak Clish." suara Revi masih cadel.
"Baiklah kalau begitu menurut sama Papa Rey iya, adik sarapan yang banyak, setelah itu main sama mbok Inem,"
Revi mengangguk, dan makan suapan demi suapan dari mulut Rey. Rey menyeringai merasa menang satu langkah dari Adit.
Begitu semuanya selesai. Adit dan Rey berpamitan pada Revi untuk pergi ke kantor. Revi bermain bersama mbok Inem di taman belakang yang terdapat binatang satwa seperti kelinci, berbagai jenis burung, koleksi kucing seperti persia dan Anggora, Angsa, Ayam dan masih banyak lagi.
Jika Vio menyukai bercocok tanam, berbeda dengan Revi. Revi menyukai berbagai macam binatang. Hingga membuat Adit mendatangkan berbagai macam binatang dari daerah mana pun.
Ini sudah jam sepuluh pagi, Vio baru saja mengerjapkan matanya, seluruh badannya terasa remuk redam. Karena telah dihajar habis habisan oleh suaminya semalam. Bahkan ia sampai tidak bisa jalan.
"Dia begitu perkasa, sampai tidak bisa membuatku jalan begini." gumam Vio kesal dengan Rey.
__ADS_1
Bahkan ketika jalan saja dirinya harus mencari pegangan, karena jika tidak akan membuatnya terjatuh. Entah saking lelahnya atau dirinya masih kehabisan energi. Mungkin beda tipis.