
BUKAN KAWASAN BOCIL. MENDING SKIP AJA YANG SINGLE JIKA TAK KUAT. HEHEHE TERUTAMA BOCIL OKE...
Hari ini tuan Rey akan pergi ke Moscow dimana dirinya dilahirkan. Rencananya akan mengunjungi ibu dan ayahnya.
Saat ini ibunya di rawat dirumah sakit kota, ditemani oleh menantu kesayangannya yaitu Angelica Sanan,
Semua yang mengurus dari makan, mengganti pakaian.
"Mommy tenang saja tidak usah khawatir, saat ini fokuslah dulu dengan kesembuhan mommy" menantunya itu menenangkan ibu mertuanya agat tak mencemaskan sesuatu lagi.
"Kapan anak itu sampai" tanya ibu mertuanya itu
"Hemmm kalau itu aku juga belum tau, sekarang mommy tidurlah" Angelica menenangkan ibu mertuanya itu
Sebenarnya Angelica anak yang baik, namun karena karena pernikahan mereka hasil perjodohan sehingga dirinya masih ingin main-main.
Soal tanggung jawab dirinya juga sudah berbicara dengan tuan Rey sejak awal, jika dirinya masih belum sanggup, tetapi karena kesabaran tuan Rey hingga istrinya lupa dengan kewajibannya sebagai seorang istri. Tak dapat dipungkiri selama hidup bersama dengan istrinya selama bertahun-tahun ada tempat khusus dihatinya tuan Rey saat ini.
Ibunya tuan Rey akhirnya tertidur pulas dan menantunya itu duduk selonjoran di sofa. Sedangkan ayah mertuanya pulang kerumah berganti baju dan beristirahat sebentar. Mereka akan bergantian jaga untuk merawat ibunya.
Waktu malam hari saatnya minum obat dan makan malam, semua itu tak lepas dari bantuannya Angelica, sedangkan tuan Rey yang baru nyampai di kota itu langsung menuju rumah sakit dimana ibunya dirawat, kali ini ditemani asistennya yang bernama Adit.
"Apa semuanya baik-baik saja" tanya tuan Rey pelan yang bahkan seperti gumaman namun Adit masih bisa mendengar suara pelan bosnya itu.
"Semuanya baik-baik saja tuan, nyonya besar ditemani oleh nyonya muda saat ini" Adit telah mendapat kabar dari tuan besar itu jika nyonya muda sejak kemaren menemani ibunya.
Tak ada reaksi apapun dari dari tuan Rey mereka terus saja berjalan hingga membuka pintu ruangan dimana ibunya berbaring lemah di sana.
Hal pertama kali yang ia lihat Angelica istrinya itu telah menyuapi ibunya dengan tulus tak ada kepurak-purakan di sana. Seperti yang ia amati saat ini. Saking asyiknya mereka bercanda tawa hingga tak menyadari jika pintu ruangan itu telah dibuka seseorang.
Sifat inilah yang disenangi dari tuan Rey, meskipun istrinya itu jarang akur bersamanya tetapi ia bisa mengimbangi ibunya, bisa menjadi teman untuk ibunya sehingga ia tak sampai hati jika harus berpisah dengan Angelica.
Tuan Rey sejatinya anak yang berbakti kepada orang tua, semua perintah ayah dan ibunya selalu di ikuti selama itu bagus dan tak merugikan dirinya, termasuk dalam hal jodoh juga ibunya yang memilihkan.
"Ehmm" sebuah deheman mampu membuyarkan konsentrasi mereka
Seketika mereka berdua menolah ke arah sumber suara. "Cek masih ingat pulang kamu" ibunya berdecak kesal dengan sindiran halus dilontarkan kepada putranya itu
__ADS_1
"Mommy sudahlah sekarang Rey sudah pulang" tanpa di duga kali ini Angelica berlari kencang memeluk suaminya dan menghirup aroma suaminya itu dalam-dalam
"Kenapa kamu tak pernah pulang"
"Padahal aku sangat merindukanmu, aku merindukan berdebat denganmu, apa kamu tak kangen dengan diriku" seketika itu tangis Angelica pecah di pelukan suaminya.
Iya dirinya selama ini menyandang sebagai istri sahnya, tetapi semua juga salahnya kenapa tak dari dulu ia perhatian terhadap suaminya itu.
"Apa sebegitu sibuknya dirimu, sehingga tak pernah ada waktumu untukku" Angelica dengan suara seraknya
Tuan Rey mendengarkan keluh kesah istrinya itu dengan seksama, niat hati mau mengunjungi ibunya tapi kenapa malah istrinya yang seperti ini. Seketika dirinya merasa bersalah pada istrinya telah mengkhianati istrinya. Tetapi itu semua bukan maunya. Merupakan sebagai tanggungjawabnya terhadap gadis yang telah ia rusak mahkotanya.
"Maafkan aku, aku janji mulai sekarang akan membagi waktuku bekerja dengan dirimu" sambil mengecup dahi istrinya dan membalas pelukan istrinya itu.
Ibunya diam menyaksikan suami istri itu, dan tak mau merusak momen romantis di antara suami dan istri itu.
Mau tak mau tuan Rey harus adil terhadap kedua istrinya baik dalam hal materi maupun dalam hal nafkah batin.
Setelah dirasa istrinya itu sudah tenang, tuan Rey mengurai melepaskan pelukannya itu dan membawa istrinya ke ibunya.
"Apa kabar mom" tuan Rey
Tuan Rey diam saja mendengarkan ocehan mommy nya dan mengambil posisi duduk di samping ibunya.
"Dimana daddy" tanyanya
Cklekk.. pintu ruangan terbuka, orang yang dibicarakan barusan membuka pintu.
"Kau pulang son"
"Hemm iya dad, daddy apa kabar"
"Daddy masih sangat bugar oleh karena itu segeralah buatkan daddy cucu yang sangat banyak"
Lagi-lagi soal anak jika bertemu ayah dan ibunya, yang berujung merusak momen bahagia mereka.
Tuan Rey diam tak menjawab, mungkin dirinya sudah terlalu malas jika menyangkut pembahasan yang sensitif ini. Mending diajak bicara soal menghadapi rekan bisnis yang terkenal sulit ditaklukkan sekalipun jika harus berbicara soal ini. Dirinya yang menjadi tokoh utama tak akan mampu melawan dengan pembicaraan.
__ADS_1
Angelica yang berada di samping suaminya itu langsung menoleh kearah suaminya dan tanpa di duga "Doakan kami saja dad" sambil mengelus perutnya didepan mertuanya itu
"Doa kami selalu yang terbaik untuk kalian. Semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian"Nyonya Faras
"Suamimu baru pulang pasti kecapekan, kalian pulanglah biar nanti daddy mu yang jaga mommy disini dan sebentar lagi kakak kamu akan nyampai" nyonya Faras
"Aku masih ingin di sini menemani mommy" rengek Angelica itu
Tuan Rey yang tahu arti tatapan pandangan ibunya itu seketika langsung mengendalikan keinginan istrinya dengan pelan.
"Baiklah mom aku akan membawa Angel pulang" mommy istirahatlah disini sudah ada daddy yang akan menjaga mommy.
Dengan berat hati Angelica mengikuti langkah suaminya yang berjalan keluar itu.
***
Sampai dirumah mereka tuan Rey langsung ke kamar mandi membersihkan diri, sedangkan Angelica menyiapkan pakaian suaminya. Sebuah pemandangan yang sangat langka karena selama mereka menikah tak pernah sekalipun Angelica mengurus suaminya itu dengan baik.
Tuan Rey masih menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya dan akan membuka lemari namun dirinya tak kalah terkejut karena sudah ada baju kaos rumahan dan celana pendek yang biasa dirinya kenakan sehari-hari.
Sedangkan Angelica saat ini menggunakan baju tidurnya yang berbahan satin berwarna hitam pendek terlihat sangat menerawang.
Tuan Rey yang melihat istrinya seperti itu tentu saja tidak akan tahan dengan godaan, apalagi istrinya malam ini merayunya dengan penuh minat.
"Sayang apa kau tak merindukanku" sambil meraba dada bidang suaminya yang tercium aroma mint khas wangi tubuh suaminya itu.
Dengan sengaja tangan Angelica memasuki celana suaminya dan ternyata benar dugaannya, penghuninya sudah mengeras. Dengan tak sabaran Angelica membuka celana suaminya dan melahap habis isinya. Tentu saja pemiliknya menahan nafas. Namun detik berikutnya ******* muncul juga dari mulut suaminya "Ahhh sayaaang kau pandai menggodaku"
Puas bermain di sana, dirinya menaiki tiang kokoh yang sudah tegak berdiri itu dan menari di sana dengan lihainya.
"Malam ini milik kita berdua sayang" Angelica ....
Bersambungggg
Like
komen
__ADS_1
Siram bunga juga boleh
I love you