
Insha di berikan berbagai suguhan makanan di depannya. Meja makan itu tampak elegan terbuat dari kaca dan kayu dengan banyak ukiran di bagian tepinya. Kursinya terdapat busa empuk berbalut kulit berwarna putih di tengahnya, di bagian tepinya terbuat dari kayu dengan ukiran yang senada dengan meja di depannya.Kediaman itu tampak sepi tak ada seorang pun berada disana kecuali ibu Prass dan Insha. Memang kediaman ini merupakan kediaman khusus, untuk keluarga Prass. Sehingga tak ada seorang pun yang berada disana kecuali atas ijin dari orang tua Prass selaku pemilik pondok pesantren.
"Makanlah sayang....aku yang memasaknya sendiri..."
Ibu Prass mencoba menawarkan makanan di depan Insha. terlihat banyak jenis masakan disana dan kesemuanya masih mengepulkan asap, makanan itu masih panas. Di sisi kiri Insha juga ada berbagai macam kue dan juga buah segar yang sudah di iris rapi tentunya.
"Benarkah tante...waahh...dari aromanya sepertinya semua lezat..."
Hidung Insha mencoba menghirup dalam-dalam aroma banyak makanan di depannya.
"Ini cobalah Insha kau pasti suka..."
ibu Prass menyodorkan sepiring ayam goreng kering lengkap dengan saus buatannya sendiri pada Insha.
"Tante tau makanan kesukaanku..."
Mata Insha berbinar ketika melihat ayam goreng yang terlihat lebih lezat dari makanan lainnya.
"Ya ...Prass yang bercerita kepadaku...tempo hari ia bahkan memasaknya sendiri untukmu Insha...tangannya seperti tangan seorang perempuan ketika sudah berada di dapur...hasil masakannya pasti sangat enak...aku pun terkadang kagum dengan setiap hasil masakannya...."
jawab ibu Prass dengan bangganya.
" Jadi benar kalau kak Prass bisa memasak tante..."
"Ya benar...ntah mulai kapan dia belajar memasak..tangannya sudah seperti chef handal jika sudah memasuki dapur...dia sering memasak untukku dan ayahnya....tapi baru pertama kali ia memasak makanan khusus untuk wanita yaitu kamu sayang..ayam goreng kesukaanmu..."
"Aku pikir kak Prass berbohong...habis rasanya lezat sekali...berbeda dari ayam goreng mana pun..."
"Prass memang keras kepala, susah diatur tapi dia tak pernah berkata bohong sayang..."
Ibu Prass memandang Insha sambil tersenyum.
"Jadi kapan kalian akan menikah..."
Insha cukup tercengang dengan pertanyaan ibu Prass, dan itu membuatnya terdiam dengan tatapan penuh tanya.
Melihat tatapan itu pun ibu Prass kembali berkalimat.
" Apa dia belum mengatakan apapun padamu sayang...kau terlihat bingung..."
Insha hanya menggeleng pelan, meminta penjelasan lagi.
" Dia sangat meyayangimu Insha...dia ingin menikahimu...berulang kali kata itu dia katakan padaku....karna semua yang telah terjadi dia tak mau kehilangan wanita untuk kedua kalinya...dia sangat mencintaimu Insha..."
"Ta..tante tau semua..."
__ADS_1
dengan terbata Insha berkata.
"Tante tau semua yang telah terjadi sayang..antara kau, Salma dan suamimu....karna kejadian itu yang membuat Prass sempat stres...dia mengurung diri di kamar tak mau makan ataupun minum..tatapannya kosong..aku sempat sangat khawatir dan mencoba bertanya pada siapapun... tapi tak ada satu orang pun yang tau....dimana Salma..apa yang terjadi dengannya sampai Prass menjadi sangat stress...sampai akhirnya Prass mau bercerita tentang semuanya, tepat pada waktu kematian Salma..aku juga sangat terpukul dengan semua kejadian itu..itu juga membuatku sangat kecewa...kami sudah menyiapkan semuanya setelah kepulangan Prass..sesuai janji kami...kami akan menikahkannya dengan Salma....tapi apa yang terjadi semua di luar kendali..."
Ibu Prass menghela nafas panjang sebelum melanjutkan kalimatnya lagi.
"Sampai hari dimana kau bercerai dengan suamimu sayang....dia terlihat kembali memiliki jiwa dalam dirinya...senyum dan tawanya kembali seperti dulu....bahkan dia lebih semangat menjalani harinya...saat aku bertanya apa yang membuatnya bangkit kembali...dia hanya mengatakan satu nama yaitu kau sayang..."
"Aku tau dia sangat menyayangimu...ntah darimana perasaan itu...dia slalu berkata ingin slalu ada di dekatmu...dia ingin melindungimu..dia ingin membahagiakanmu..."
"Hatiku sangat hancur ketika melihat Prass yang sebelumnya...dengan semua yang telah di lakukan Salma padanya....sekarang aku tak mau lagi memaksakan segalanya pada Prass..Karna bahagianya adalah yang utama...aku tak bisa melihat Prass hancur lagi Insha..."
"Apa kau mau menjadi istrinya...Prass sangat mencintaimu Insha...beri kesempatan anakku untuk menjadi suami yang baik untukmu..."
Insha tak dapat berkata apapun, apalagi setelah menerima pertanyaan terakhir dari ibu Prass.
Hatinya memang kini mulai terbuka untuk Prass, karna semua perhatiannya, kasih sayang yang di tunjjukkan Prass untuknya dan ia slalu bisa mengerti perasaan Insha. Tapi Insha juga tak tau bisakah dia berumah tangga lagi dengan trauma yang masih dia bawa sebelumnya, apalagi karna kekurangannya, membuatnya berfikir ulang akankah Prass bisa menerima semua kekurangannya, ia tak ingin tersakiti untuk kedua kali.
Insha tampak ragu untuk menjawab, hatinya ingin berkata "ya" tapi jiwanya masih enggan untuk tersakiti lagi.
Apalagi karna kekurangannya, semua lelaki pasti juga akan menginginkan seorang anak dalam sebuah rumah tangga, dan Insha tak bisa memberi itu.
Di tengah kebingungannya Prass tiba-tiba datang ke kediaman tersebut. Dan menyapa dengan senyum cerianya. Membuat perhatian ibu Prass yang sedari tadi menunggu jawaban Insha teralihkan.
" Ibu dan Insha...apa kalian sudah makan...aku lapar sekali.."
"Hehe...acara baru akan di mulai 2 jam lagi bu...ayah sebentar lagi juga kesini..."
"Benarkah...ayahmu tak bilang kalau acara di selenggarakan siang hari...kau berbohong ya..."
tanya ibu Prass penuh menyelidik.
"Astaga bu...apa ibu pernah lihat aku berbohong...acara di undur 2 jam lagi bu...karna rombongan jamaah sholawat yang akan memimpin acara terjebak macet..dan di perkirakan akan datang 2 jam lagi...ayah juga pasti sebentar lagi kemari...ayah ingin bertemu dan melihat wajah Insha..."
Ibu Prass tampak menaikkan alisnya.
"Ya..ya...ibu percaya padamu...loh bukankah ayah juga sudah pernah bertemu Insha...iya kan Insha..."
"Hehe iya tante....aku pernah sekali bertemu dulu...mungkin om lupa sama Insha..."
Saat itu ayah Prass ternyata sudah memasuki kediaman , dan langsung menyambung kata-kata Insha.
"Bukan lupa nak...tapi aku penasaran seperti apa wajahmu sakarang setelah beberapa tahun tak bertemu...Prass terus cerita pada ayah kalau kau sangat-sangat cantik sekarang..."
jawab ayah Prass sambil berjalan dan duduk berhadapan dengan Insha.
__ADS_1
Ayahnya Prass datang dengan berjalan cepat, wajahnya masih terlihat awet muda meski umurnya jauh lebih tua dari istrinya. Dulu ia menikah dengan ibu Prass ketika berumur 25 tahun dan ibu Prass masih berumur 18 tahun, mereka terpaut umur cukup jauh.
Tingginya sama dengan Prass, badannya juga masih terlihat tegap di umurnya yang sudah menginjak 52 tahun. Terlihat wajahnya juga masih menyisakan kata tampan di usianya yang sekarang. Dan sudah jelas bahwa Prass menurunkan wajah dan tubuh dari ayahnya.
Berbeda dengan ibunya, ibunya memiliki tinggi yang hampir sama dengan Insha, wajahnya juga masih terbilang cantik dan berseri meski tak mengenakan make up. Tubuhnya juga masih ramping bahkan masih seperti seorang wanita yang baru saja menikah.
Prass yang mendengar perkataan ayahnya pipinya seketika bersemu malu, ia menunduk dan tak berani menatap Insha. Sementara Insha sedetik meliriknya lalu segera memandang wajah ayah Prass dengan malu-malu.
"Tidak om...kak Prass terlalu berlebihan...saya masih tetap sama seperti dulu.."
"Prass benar Insha...kau terlihat sangat berbeda dengan dulu....sungguh..."
ayah Prass menatap Insha lalu beralih menatap Prass yang masih menunduk.
"Pantas saja Prass sampai terpesona denganmu...dia ingin segera menikahimu..."
Prass yang mendengar itu seketika menatap ayahnya dengan rasa malu yang teramat sangat.
"Ayaah..."
Prass berkata sambil sedikit membulatkan mata pada ayahnya.
"Ayah benarkan...itu yang selalu kau katakan pada ayah akhir-akhir ini....haha...dari situ ayah berfikir kau memang sudah benar-benar menjadi pria dewasa...iya kan sayang..." pandangannya beralih pada Istrinya yang hanya manggut-manggut sambil tertawa ringan karna melihat tingkah Prass yang terlihat menahan malu.
"Ayah...perlukah kita membahasnya sekarang..."
tanya Prass dengan tatapan yang mulai jengah.
"Tentu perlu karna itu adalah masa depanmu nak....dan Insha...apakah kau mau menjadi istri anakku yang tampan ini....dia memang sedikit keras kepala...tapi untuk perasaannya ayah yakin...dia benar-benar mencintaimu...buktinya dia selalu saja menyebut namamu setiap hari...dan mengaggumimu setiap ia bercerita tentangmu..."
Ayah Prass memandang Insha sambil mencicipi kue tradisional yang ada di depannya.
Melihat wajah Insha yang bingung dan terdiam, juga Prass yang tampak salah tingkah di depan Insha. Ibu Prass pun segera mengalihkan pembicaraan.
"Sudah...sudah.. ayo kita makan saja dulu....Insha kelihatan mulai lapar...kita bisa membahasnya nanti setelah selesai makan.."
"Hemm baiklah aku juga mulai lapar sayang..."
jawab ayah Pras dengan antusias.
Ibu Prass terlihat mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya, sedangkan Prass dan Insha juga mengambil beberapa lauk dan nasi sambil menundukkan kepalanya, sesekali mereka saling menatap dengan malu-malu.
benarkah semua yang di katakan oleh orangtua kak Prass...
gumam Insha dalam diam.
__ADS_1
Bersambung....