2 Bunga Setangkai

2 Bunga Setangkai
Prass


__ADS_3

Siang ini Insha berangkat ke cafe cokelat untuk menemui seorang yang menelponnya kemarin sore.


Ya...dia adalah prasetyo kekasih Salma yang baru saja pulang dari kairo menempuh pendidikannya disana.


Prasetyo Pratama dia adalah anak pertama dan satu-satunya dari keluarga cukup terpandang di desa Insha dulu.


Orang tuanya mempunyai banyak bisnis di bidang kuliner, restorant, catering dan toko-toko cake yang sangat terkenal di berbagai kota.


Orang tuanya adalah orang yang kental akan agama, mereka bahkan membangun pondok pesantren yang cukup terkenal di kotanya,memiliki banyak santri dan pondok pesantren di desa Insha juga salah satu cabangnya.


Prasetyo dan Salma sudah berpacaran cukup lama, mereka bertemu di pondok pesantren di desa yang di pimpin langsung oleh ayah Prasetyo. Sedangkan Salma di percaya oleh ayahnya untuk membantu sekedar mengajar mengaji, juga membantu jika pondok pesantren mengadakan sebuah acara.


Mereka sering bertemu di pesantren itu, dan itulah awal tumbuhnya cinta kasih mereka berdua.


Prasetyo sendiri adalah anak yang cukup memiliki jiwa yang liar, dia susah di atur, bertindak semaunya dan keras kepala. Sikap itu mulai tumbuh saat dia beranjak dewasa, saat kedua orang tuanya sibuk mengembangkan usaha dan pesantren nya.


Mereka membiarkan Prasetyo dalam dunianya sendiri, mereka hanya menuruti setiap kemauannya tanpa mengerti yang di lakukan di luar sana. Sikap manja itu yang membuat prasetyo terlena dan menjadi pemuda yang bertindak semaunya, ia berfikir semua kemauannya akan di turuti oleh kedua orang tuanya mengingat ia adalah anak satu-satunya dan keluarganya cukup mapan dan terpandang.


Sampai pertengkaran terjadi tepatnya 2 tahun yang lalu saat ayah Prass sudah kewalahan dengan anaknya, juga dengan semua usahanya.


Prass di minta ayahnya untuk melanjutkan pendidikan agamanya di kairo, ayahnya berharap dengan begitu suatu saat nanti prasetyo akan bisa memimpin pesantren yang sudah didirikannya sejak lama.


Tapi permintaan itu tak serta merta di terima oleh Prass ia bersihkeras tak ingin memimpin pesantren itu, ia lebih suka meneruskan usaha kuliner ayahnya, dengan hidup mewah dan berfoya-foya. Pertengkaran pun terjadi sampai ayah Prass jatuh sakit karna itu, dan pada akhirnya Prass pun mengubur keinginannya dan memilih untuk menuruti perintah ayahnya, semua itu juga tak luput atas nasehat Salma sebagai kekasihnya.


Salma menyuruh Prass untuk memperdalam ilmu agamanya yang tentu kelak bisa menjadi suami dan ayah yang baik untuk anak-anaknya.


Kedua orang tua Prass sendiri tau tentang hubungan asmara anaknya, mereka merestuinya karna mengerti latar belakang Salma yang baik dan cukup religius, juga banyak mengerti dengan ilmu agama.


Orang tua Prass pun menjanjikan pernikahan mereka setelah Prass pulang dari pendidikannya, dan akan menyerahkan beberapa usaha kuliner kepada mereka juga pondok pesantren untuk kelangsungan kehidupan keluarga mereka kedepannya.


Prass baru saja pulang 2 minggu yang lalu, pendidikan ia jalani selama 2 tahun lebih karna ada beberapa ujian tambahan yang membuat dia menjadi terlambat pulang ke tanah air.


**


Siang itu Insha memarkirkan mobilnya di tempat parkir cafe cokelat, ia turun dengan mengenakan dress elegan berwarna biru muda juga kerudung warna senada, ia juga membawa tas kecil yang menggantung di lengannya.


Insha memasuki kafe itu dengan langkah menawan, kulit putih bersih juga wajah yang sangat cantik membuat beberapa perhatian di kafe itu berpusat padanya.


Terlihat seorang lelaki di ujung meja kafe itu menatap Insha dengan pandangan kagum, Insha pun mengetahui bahwa ia adalah Prass kekasih Salma yang baru saja pulang dari kairo.


"Kak Prass apa kabar..."


Sapa Insha dengan senyuman ramah.


"Ini kau insha....sungguh...".

__ADS_1


Prass masih terlihat kaget dan mengagumi kecantikan Insha. Penampilannya 180 derajat berubah saat terakhir kali Prass melihatnya 2 tahun yang lalu.


Insha kini terlihat jauh lebih cantik, karna penampilan yang terlihat modis dan ia akhir-akhir ini juga sering memakai uang Hanafi untuk merawat dirinya, membeli skin care mahal, melakukan spa dan masih banyak lagi.


" Tentu kak..kau sudah lupa dengan wajahku..."


jawab Insha ringan sambil menarik kursi kafe itu lalu duduk di depan Prass.


"Sungguh kau sangat berbeda dengan sebelumnya Insha...kau terlihat dua orang yang berbeda..."


"Kau juga sangat berbeda kak...rambutmu sekarang lebih rapi...menjalani pendidikan di kairo rupanya bisa membuat orang tambah tampan ya..."


Insha tersenyum ceria, itu memang yang sering di lakukan Insha dulu bercanda dengan Prass setiap kali bertemu, kadang juga bertengkar seperti kucing dan tikus.


Prass memperlakukan Insha sama seperti teman-teman nya, karna sifat Insha yang tergolong supel, ceria dan mudah tertawa.


Berbeda dengan perlakuan Prass pada Salma, ia lebih serius dalam berkata, juga lembut memperlakukan Salma, membuat siapa pun yang menatapnya akan merasa iri padanya.


"Kabarnya kau sudah menikah ya..."


Tanya Prass pada Insha sambil menyodorkan minuman yang di berikan oleh pelayan.


"Dimana suamimu..kenapa kau tak mengajaknya.."


Insha menyedot jus alpukat yang di sodorkan padanya, lalu menjawab perkataan Prass.


"Siapa yang mengantarmu..."


"Aku membawa mobil sendiri kak..."


"Astaga...benarkah...mana mobilmu..."


Prass mencoba melihat-lihat di tempat parkir melihat mobil mana yang di miliki Insha.


"Kau benar-benar Insha yang berbeda...bahkan kau sekarang bisa mengemudi mobil..."


Perbincangan mereka pun cukup lama membahas kehidupan mereka masing-masing di selingi dengan candaan dan tawa di antara keduanya. Mereka sejenak lupa topik pembicaraan yang akan di bahas saat pertemuan mereka yaitu Salma.


Setelah lama bercanda, Insha dan Prass juga sudah menghabiskan beberapa camilan ringan yang di pesannya. Akhirnya Prass yang memulai pembicaraan mengenai Salma.


"Insha.."


"Hemm.."


Insha hanya berdehem tapi antusias memandang Prass ingin mengetahui kalimat lanjutannya.

__ADS_1


"Dimana sebenarnya Salma berada...aku sungguh merindukannya..."


Insha masih diam tak menjawab, masih sibuk menyedot jus di depannya.


Prass yang melihat itu pun melanjutkan kalimatnya.


"Orang-orang bilang dia pulang ke rumah kakeknya....tapi ketika aku bertanya dimana alamatnya tak ada seorang pun yang tau...berikan alamatnya padaku Insha...aku akan menemuinya..."


"Bahkan ayah dan Ibuku sudah membahas tentang pernikahanku dan Salma...tapi dia malah menghilang tanpa kabar..."


Melihat Insha yang hanya diam menatapnya,


"Hey Insha...apa kau mendengarkan ku.."


Insha hanya mengangguk-angguk kepada Prass, dan memberi isyarat padanya untuk meneruskan kalimatnya.


"Sudah beberapa bulan ini...dia tak bisa di hubungi..menghilang begitu saja...apa terjadi sesuatu padanya Insha..."


"Dia baik-baik saja kak..."


"Benarkah...syukurlah..aku sedikit lega mendengarnya...apa kau mau mengantarku menemuinya..."


"Kau tak akan sanggup menemuinya...dan melihat keadaannya yang sekarang..."


Prass mengangkat satu alisnya, menatap heran karna perkataan Insha.


"Kenapa dia Insha...apa dia sedang sakit..."


"Tidak dia sangat sehat dan baik-baik saja..."


"Jangan berbelit-belit Insha...katakan apa yang terjadi padanya dan dimana dia sekarang..."


Prass mulai geram mendengar penjelasan Insha yang berulang-ulang sambil menyunggingkan senyum tipis padanya.


Melihat tanggapan Prass Insha menyeringai sekarang.


"Kita adalah korban cinta palsu Salma..."


"Maksudmu.."


Prass terlihat mengeryitkan Dahinya


"Salma sudah menikah kak..."


Seketika Prass menjatuhkan sendok yang ia pegang , sendok berisikan puding coklat itu pun terjatuh dan membuat isinya lumer di lantai.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2