
Insha tak memperdulikan kunci mobil ya menggantung di depan wajahnya, ia sekarang malah menghambur memeluk Hanafi kegirangan.
"Secepat itu kah sayang.."
"Apanya..."
Hanafi yang di buat bingung dengan pertanyaan Insha.
"Bahkan aku baru saja bilang padamu tadi pagi...sekarang kau sudah memberiku mobil dan kau menyuruhku memulai belajar mengemudi besok..secepat itu kah.."
" Kenapa..kau ingin menundanya..katakan saja kapan kau siap memulainya.."
"Eehh tidak sayang bukan begitu...aku hanya terkejut..aku siap memulainya besok.."
Sudah bergelayut manja di bahu Hanafi.
"Kalau begitu pegang ini...sekarang ini milikmu..."
Hanafi memberikan kunci mobil itu kepada Insha.
"Terimakasih sayang...aku mencintaimu.."
Insha tersenyum dengan cerahnya lalu mendaratkan kecupan di pipi Hanafi.
"Hanya itu tanda terimakasih mu...aku tidak cukup hanya dengan kecupan.."
menyeringai tipis pada Insha sekarang.
Insha pun yang mengerti arti seringai itu hanya terkikik pelan, lalu beberapa detik kemudian Hanafi menggendong tubuh mungil Insha menuju lantai atas.
Saat menaiki tangga Hanafi terlihat sedikit terengah-engah.
"Tubuh kecilmu ini berat juga ya rupanya.."
Insha hanya tertawa dan melingkarkan tangannya pada leher Hanafi erat seakan tak ingin di turunkan sebelum sampai di dalam kamar.
Hanafi pun merebahkan Insha di tempat tidur, menindih tubuh Insha, kemudian melancarkan berbagai aktivitasnya yang sempat tertunda tadi siang.
Hingga aktivitas yang mereka lakukan membuat suhu dalam ruangan ber AC itu menjadi menghangat, keringat bercucuran ntah dari tubuh siapa. Dan malam panjang pun trus mereka lalui sampai menjelang tengah malam.
*
Pagi hari telah tiba, Insha dan Hanafi melakukan rutinitasnya masing-masing. Mereka telah selesai sarapan pagi ini. Lalu segera beranjak ke dalam kamar lagi untuk mempersiapkan keberangkatan Hanafi bekerja.
Insha masih terlihat menyiapkan jas dan tas kerja Hanafi, setelah beberapa menit Hanafi baru muncul dari lantai bawah membawa sesuatu di tangannya.
Hanafi membawa beberapa paperbag di tangannya, terlihat beberapa logo yang Insha kenal di paperbag itu.
Pakaian lagi...baru saja beberapa hari yang lalu membeli pakaian...mas han sudah membelikan lagi..
"Insha ini..."
Hanafi mengangkat tinggi-tinggi paperbag di tangan nya.
"Pakaian lagi sayang...Pakaian ku kan masih banyak yang belum terpakai.."
__ADS_1
"Ya aku tau..tapi ini untuk kau belajar mengemudi beberapa minggu ke depan..ingat hanya untuk belajar mengemudi...kau tak boleh memakainya keluar dari mobil kecuali saat bersamaku...aku tak mau ada orang yang melihat kau dengan ini.."
Hanafi mengeluarkan celana jeans dari salah satu paperbag yang di bawanya.
"Celanaa..."
Insha tampak kaget dengan apa yang di bawa Hanafi, pasalnya ia sama sekali tak pernah memakai celana saat dia sudah mulai memasuki masa remajanya. Sehari-hari dan saat kemana pun ia selalu memakai rok panjang lengkap dengan kerudungnya.
"Pakailah ini...ini akan memudahkanmu untuk belajar mengemudi..kau akan sulit jika memakai rok panjang seperti itu nanti...ini hanya untuk sementara...dan jangan pakai celana ini sembarangan Insha..setelah kau sudah mahir mengemudi nanti kau boleh memakai rok panjangmu lagi.."
Sempat heran Insha menatap celana itu tapi setelah mendengar penjelasan dari Hanafi ia pun mengerti maksud Hanafi membelikannya celana jeans itu. Insha hanya mengangguk-angguk faham.
"Dan ini sayang..."
Hanafi terlihat sedikit ragu mengatakannya.
"Apa sayang.."
Insha mengeryitkan dahi nya menatap Hanafi.
"Ada dua dress di dalam paperbag besar ini..pilihlah salah satu..."
"Ada dua kenapa aku harus memilihnya satu..."
kepala Insha di penuhi dengan tanda tanya.
"Emm..iya karna satunya milik Salma...Kriss yang memilih semua pakaian ini...dan aku memintanya untuk membelikan kalian berdua dress dengan model yang sama...pilihlah warna yang kau suka..."
"Emm...satu punya kak Salma ya...kalau aku menyukai kedua warnanya bagaimana..."
"Sayang...aku akan membelikanmu lagi nanti...itu hanya satu dress...aku akan membelikan lebih banyak lagi untukmu jika kau mau..lagi pula kau juga sering membelikan kakakmu pakaian sebelumnya..."
Insha tersenyum dan memilih salah satu dress dari paperbag itu.
Ia menelitinya memang modelnya sama persis hanya warna nya aja yang membedakan.
"Oh ya sayang...bolehkah aku minta tolong lagi padamu kali ini.."
"Hemmm....ya..ya aku sudah tau mana uangnya.."
"Hehe...kau mengerti sekali jalan fikiranku sayang...terimakasih ya sudah bisa memahamiku.."
Hanafi memeluk dan mengecup kening Insha pelan.
"Yaa...hanya untuk kali ini dan beberapa bulan ke depan kan...tidak masalah untukku...setelah itu semua akan segera berakhir..."
Insha mengambil amplop coklat yang berada di tangan Hanafi yang sedang memeluk pinggang nya sekarang. Mengambilnya dengan menarik sedikit kasar.
Ia pun berusaha membuka amplop itu dan mengintip isi di dalamnya.
"Isi nya sama sayang seperti bulan kemarin..."
"Hemm..baiklah.."
*
__ADS_1
Hanafi setiap bulan selalu memberikan sejumlah nominal uang untuk Salma sebagai istri keduanya.
Ia merasa bertanggung jawab dan mempunyai kewajiban untuk memberikan nafkah kepadanya.
Semenjak kejadian di rumah sakit itu, Hanafi dan Salma tak pernah lagi bertemu kecuali dengan Insha yang menemani. Hanafi tak mau kejadian seperti sebelumnya terulang lagi.
Setiap bulan Hanafi selalu menyuruh Insha untuk memberikan nafkahnya kepada Salma. Hanafi juga tak menutup-nutupi jumlah nafkah yang di berikannya. Semua atas persetujuan Insha tentunya.
Nafkah yang di berikan pun jumlahnya jauh berbeda dengan yang di terima Insha setiap bulan nya.
Insha pun sama sekali tak mempermasalahkan itu semua, baginya ini akan membuat hidup kakaknya lebih baik tanpa harus bekerja keras sepeninggal ayah.
Nafkah itu juga bisa ia tabung untuk biaya pernikahannya beberapa bulan mendatang.
Seperti di rumah ini, tidak ada yang mengetahui perihal pernikahan kedua Hanafi dengan Salma. Begitupun warga disana tak ada sama sekali yang mengetahuinya, ketika Insha dan Hanafi sering berkunjung kesana warga hanya menatap biasa seperti hubungan kakak, adik dan iparnya yang terlihat cukup normal-normal saja.
*
Insha telah berganti pakaian karna Hanafi yang memintanya.
Hanafi cukup terpesona dengan penampilan Insha yang sekarang, terlihat modis seperti gadis-gadis kota pada umumnya yang dia temui.
hmmm...Kriss aku menyuruhmu memilih baju yang sejelek mungkin...kenapa kau malah membuat istriku semakin cantik seperti ini...
Insha terlihat risih memakai celana jeans yang sama sekali belum pernah ia pakai. Ia terlihat beberapa kali menutupi bagian kakinya dengan tangannya.
"Sayang...kenapa kau menatapku seperti itu.."
Insha tampak sedikit malu dengan tatapan Hanafi itu.
"Apapun yang kau pakai kau terlihat sangat cantik sayang..untung saja seorang yang aku sewa untuk mengajarimu adalah seorang wanita...aku jadi bisa tenang meninggalkanmu bersamanya.."
"Jangan merayuku lagi...katakan saja kalau aku tak pantas memakai ini..."
"Tidak sayang sungguh aku tak berbohong..."
Hanafi melirik jam tangan yang di kenakannya."Sudah pukul setengah 8 sayang..ayo cepat aku harus segera pergi ke kantor....aku akan memperkenalkanmu dengan orang yang akan mengajarimu.."
"Baiklah sayang ...ayo.."
Insha meraih paperbag besar berisi satu dress dan satu buah amplop coklat berisi uang di dalamnya yang akan ia berikan pada Salma.
Mereka pun bergandengan tangan menuruni tangga, terlihat sudah ada seorang wanita yang berdiri di depan pintu membelakangi mereka, ia menggunakan seragam yang tampak asing di mata Insha.
Fikiran Insha menangkap seragam itu sebagai seragam agen kursus mengemudi.
rupanya itu ya perempuan yang akan mengajari ku...bahkan dia sudah datang sepagi ini...kenapa sekarang jantungku rasanya berdebar kencang ya...bahkan aku belum saja memulai nya...
Hanafi dan Insha pun sampai di ambang pintu, seorang perempuan di depannya seketika membalikkan badan ketika mendengar suara langkah kaki di belakangnya dan membungkuk sopan kepada keduanya.
"Perkenalkan dirimu.."
Hanafi berkata tanpa melihat gadis itu, ia masih asyik saja memandang Insha di sampingnya sambil tersenyum tak henti-henti.
"Baik tuan....Perkenalkan nona muda...nama saya Alnaina nona bisa memanggil saya Nana..saya yang akan mengajari nona mengemudi mulai hari ini..."
__ADS_1
Nana tampak memberikan senyuman manisnya pada Insha yang berada di depannya.
Bersambung...