2 Bunga Setangkai

2 Bunga Setangkai
Resto 99


__ADS_3

Hanafi berlari turun dari balkon itu, kakinya masih berpijak di tangga tapi ia sudah berkata sambil berteriak.


"Insha pergi dengan mobilnya..."


Menatap siapapun dengan penuh amarah.


"Kami sama sekali tak mengetahui..nona Insha keluar den.."


ungkap bu Ririn pada Hanafi.


"Iya den, kami tadi meninggalkan nona di kamar dan dia pun sepertinya tertidur..."


imbuh Fatimah sambil menatap ke arah Risna, Risna pun hanya mengangguk-angguk.


"Segera temukan dia mas...aku takut jika dia mengemudi dalam amarah...itu akan berbahaya untuknya..."


Salma menimpali, ia masih mengingat saat Insha mengemudi pulang dari rumah sakit saat itu, dengan kecepatan penuh dan cukup membuat orang ketakutan meski dia sudah terlihat handal memainkan kemudinya berkelak kelok di jalanan.


"Salma kau pergi ke kamar saja dulu... aku akan mengurus semuanya.."


Menatap Salma dengan sedikit melunakkan wajahnya.


"Mbak Ris...antar Salma ke kamarnya.."


"Baik den.."


Risna pun menemani Salma masuk ke dalam kamarnya.


"Panggil pak Tono dan pak Sardi kemari.."


Hanafi sudah mulai berteriak lagi.


Fatimah pun segera berlari ketakutan, keluar dari rumah dan memanggil kedua orang yang di maksud.


Selama bekerja di rumah Hanafi ia sama sekali tak pernah melihat amarah Hanafi seperti sekarang, sungguh menakutkan dan membuat siapa saja akan langsung patuh dengan perintahnya.


Pak Tono dan pak Sardi pun sudah ada di dalam rumah, dengan tatapan penuh kebingungan. Karna Fatimah tadi menyuruhnya untuk menemui Hanafi tanpa memberitahu masalah apa yang terjadi, ia hanya melihat expresi ketakutan, khawatir, panik menjadi satu di wajah Fatimah.


"Jam berapa Insha keluar dengan mobilnya.."


Hanafi duduk di kursi di sebelah meja makan, dan menatap tajam pada kedua orang di depannya.


Pak Tono yang kala itu tengah bertugas membereskan barang-barang Salma yang baru sampai dari desa pun sama sekali tak mengetahui akar permasalahannya, ia hanya menatap pak Sardi dan Hanafi bergantian dalam kebingungan.


Pak Sardi pun menunduk dan menjawab pelan.


"Kira-kira satu jam setelah tuan muda keluar dengan nona Salma.."


"Sudah selama itu dia pergi..apa dia mengatakan dia akan pergi kemana.."


Hanafi sedikit mengurangi nada bicaranya.


"Nona cantik...eh maaf tuan...maksud saya nona Insha tak mengatakan apapun...dia hanya tersenyum dan pergi dengan melajukan mobilnya sangat kencang tuan.."


Pak Sardi sampai salah bicara dia masih mengingat dengan jelas wajah cantik Insha tadi siang yang berbeda dari biasanya.


"Cantik...maksud bapak.."

__ADS_1


Sudah menaruh pandangan curiga karna pak Sardi terlihat salah tingkah di depan Hanafi.


"Maaf tuan muda...tapi saya tadi melihat nona tidak seperti biasanya...dia pergi dengan berdandan begitu cantik tuan...saya sampai sempat salah mengenalinya .."


Mendengar jawaban itu, Hanafi makin bingung dan amarahnya semakin berapi-api, karna tentu dia tak ingin Insha memperlihatkan kecantikannya di depan orang lain selain dirinya.


Dan tak biasanya Insha berperilaku seperti itu ketika dia akan keluar tanpa Hanafi di sampingnya.


Penyesalan tinggallah penyesalan kini Hanafi tengah bingung mengacak-acak kasar rambutnya, Berfikir bahwa semua ini adalah salahnya.


Hanafi pun mencoba menghubungi Kriss saat itu juga.


tuut...tutt...


terdengar nada sambung telepon di ponsel Hanafi.


"Hallo tuan..ada yang bisa saya bantu..."


Kriss menjawab dari sebrang.


"Cari tahu dimana nona muda sekarang...dia pergi dengan membawa mobilnya tadi siang.."


Hanafi menjawab sebelum Kriss selesai dengan kalimatnya.


"Baik tuan..."


Hanafi pun mematikan telpon itu secara sepihak seperti biasanya.


Dia sekarang terlihat mengeluarkan air mata, sambil terus mengetikkan sesuatu di ponselnya.


Sementara Kriss yang sedang ada di hotel tempat biasa dia tinggal, di ruangan yang memang khusus untuk ia tempati.


Waktu Hanafi menyuruh Kriss untuk mengurus dan membelikan mobil untuk Insha. Hanafi menyuruh Kriss untuk memasang gps di mobilnya tanpa sepengetahuan Insha, karna Hanafi hanya ingin mengetahui kemana saja Insha pergi dengan mobilnya jika sedang sendiri.


Kriss pun menemukan sinyal dari mobil dan ponsel Insha secara bersamaan, cukup jauh memang, Insha sekarang berada di pusat kota tepatnya di sebuah restorant.


hmm..rupanya anda disini nona...bersiaplah saya akan menjemput nona..


Kriss mengambil jaket hoodie yang slalu di kenakannya, juga masker yang selalu melekat di wajahnya.


kenapa nona tak pulang sampai selarut ini nona...membuat tuan muda menggila saja...


Kriss pun segera menelpon beberapa pengawal untuk menuju ke titik gps yang sudah di kirimkan oleh Kriss.


Sementara Ia langsung menghubungi Hanafi sekarang.


Telpon pun tersambung, Kriss langsung memberikan informasi sesuai yang ia dapatkan kini.


"Hallo tuan muda...saya sudah menemukan titik dimana nona Insha sekarang berada..."


"Dimana Kriss katakan.."


sudah menjawab dengan antusias.


"Di pusat kota tuan, tepatnya di resto 99..."


sedikit ragu mengatakan dimana tempat Insha sekarang berdiam.

__ADS_1


"Apaa resto 99..."


Hanafi pun terkaget pasalnya disana adalah sebuah resto yang cukup terkenal dengan dunia gelapnya, kadang juga di jadikan transaksi perjudian, narkoba dan masih banyak lagi.


Hanafi pun tau karna resto itu sering masuk di beranda berita, tentang penggerebekan yang sering terjadi disana.


"Tenang saja tuan...anak buah saya sudah dalam perjalanan kesana..."


"Segera temukan dia...jangan sampai terjadi sesuatu padanya...aku juga akan segera berangkat kesana..."


"Jangan tuan...ini sudah larut malam, tidak baik untuk kesehatan anda...biarkan saya yang berangkat disana..."


Tanpa menjawab apapun Hanafi memutus sambungan telponnya. Ia langsung menyuruh pak Tono dan Pak Sardi untuk menyiapkan mobil untuknya.


Hanafi pun segera melaju mengemudikan mobilnya sendiri dengan kecepatan penuh, segera menuju tempat yang telah di beritahu oleh Kriss.


Hanafi masih jauh dari pusat kota, mobilnya terus melaju dengan kencangnya, menyalip berbagai kendaraan yang ada di depannya.


Di saat itu ponsel pun berbunyi lagi, dia mengangkatnya dan menaruh hp itu di dashboard mobil mengencangkan suara di ponselnya, ia berbicara sambil terus mengemudi disana.


"Ada apa Kriss.."


"Maaf tuan para pengawal telah sampai disana, mereka menemukan mobil nona Insha tapi sama sekali tak melihat nona disana..."


"Carii terus dia....pasti dia masih berada disana...dia tak mungkin pergi tanpa mobilnya..."


hardik serius Hanafi kepada Kriss sambil berteriak-teriak dalam mobil yang tengah melaju.


"Baik tuan"


telpon pun terputus lagi.


Kriss yang tengah menuju ke lokasi, ia sudah dekat dengan pusat kota, tapi dia memilih menepikan mobilnya dan membuka laptopnya mencari lagi titik keberadaan Insha disana.


Dan benar saja, gps di ponsel Insha berpindah-pindah terus berjalan lamban tak tentu arah.


Kriss pun membiarkan laptopnya menyala dan melajukan mobilnya lagi, seketika itu juga dia mengirimkan titik lokasi terbaru Insha pada para anak buahnya.


Para pengawal di pusat kota itu pun menyisir semua pertokoan yang ada disana, mereka sama sekali tak melihat nona muda yang di cari.


Sampai salah seorang pengawal menemukan ponsel tergeletak di sebuah bangku di pinggir jalan, ponsel yang dilihat dari tipenya sangatlah mahal, ia pun curiga bahwa itu ponsel nona mudanya, dan benar saja gps mengarah tepat pada ponsel tersebut, ia pun melaporkan penemuan itu pada Kriss.


Kriss segera menerima laporan itu, dan menelpon Hanafi lagi, guna memberikan Informasi terbaru.


"Tuan..para pengawal menemukan ponsel nona tergeletak di pinggir jalan... dan mereka sama sekali tak menemukan nona disana.."


"Aku sudah sampai di ujung jalan menuju resto 99 Kriss aku akan mencarinya sendiri dia pasti masih berada di dekat sini..."


Hanafi menjawab sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh jalanan yang di lewatinya berharap melihat Insha disana.


Dan telpon pun di tutup.


Sementara Kriss yang juga sudah hampir sampai dilokasi, wajahnya terlihat khawatir meski tertutup oleh maskernya.


"Anda mungkin salah tuan...pasalnya 10 menit yang lalu terdapat laporan dari rekening nona muda...bahwa dia telah mengambil sejumlah uang yang cukup besar... dan mungkin sekarang nona sudah pergi jauh darisana..."


gumam Kriss lirih sambil trus melajukan mobilnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2