2 Bunga Setangkai

2 Bunga Setangkai
Bangkit kembali


__ADS_3

"Menikah....apa kau sudah gila..."


Prass benar-benar terkaget dengan perkataan Insha, ia sampai membelalakkan matanya pada Insha.


"Rupanya pendidikan agama yang di ajarkan di kairo tak merubah apapun darimu kak...kata-katamu masih sama...aku kira setelah kau pulang kau akan menjadi seorang ustad yang sangat lembut..."


Insha sekarang malah tertawa ringan mendengar perkataan Prass mengatainya gila sambil membelalakkan matanya.


"Insha kau sedang bercanda ya....ini tidak lucu..aah..sial.."


Prass sekarang tampak kesal mengambil sendok baru lagi dan memakan puding coklatnya .


"Aku tidak sedang bercanda...sebelumnya katakan padaku...darimana kakak mendapatkan nomer ponselku..."


"Hmm..aku mendapatkannya dari Mirna..dia temanmu kan...sebenarnya dia juga enggan memberinya...dia tak mau berurusan dengan suamimu, dia takut membuatnya marah...aku pun tak peduli dan mengambil nomor mu dari ponselnya....memangnya siapa suamimu sampai-sampai semua orang takut padanya..seorang mafia kaya ya..atau bandar judi..."


Prass terlihat tertawa garing menggoda Insha, ia rupanya tak menanggapi serius perkataan Insha tadi, ia hanya menganggap perkataan Insha adalah sebuah candaan.


Insha hanya menggeleng-geleng kepalanya melihat expresi wajah Prass yang terlihat mengejek padanya.


kau masih bisa tertawa sekarang...tapi saat kau mengetahui semuanya...aku rasa bahkan tersenyum pun kau tak akan mampu...


Gumam Insha dalam hatinya.


"Hey...katakan siapa suamimu..."


Prass masih berkata sambil menelan puding lumer di mulutnya.


"Dia adalah tuan muda Wijaya group tentu kak Prass tau kan perusahaan itu..."


Prass membelalakan matanya lagi.


"Apaa..bagaimana kau bisa menikah dengannya..."


pastas saja kini penampilannya sangat jauh berbeda....dia istri dari orang kaya raya teryata..


Prass memandang lagi penampilan Insha sekarang, dan menyadari semua yang di kenakan Insha adalah barang bermerek dia juga tak henti-hentinya bergumam mengaggumi kecantikan Insha yang terlihat sangat luar biasa.


Insha memang kini pandai memadu padankan apa yang dia pakai, pandai memoleskan make up di wajahnya sangat berbeda dari yang dulu Insha terlihat gadis lugu yang tak mengerti dunia fashion.

__ADS_1


Dari dulu Insha memang sudah memiliki kecantikan yang natural, dia terlihat lebih menarik dari Salma. Tubuhnya yang mungil, ramping dan kakinya yang jenjang mampu membuat siapa saja jatuh hati padanya, juga melihat kulitnya yang putih bersih, pipi merah merona nya dan bibir yang ranum mampu membuat seorang pria sangat tertarik padanya.


Sedangkan Salma memiliki tubuh yang lebih berisi dia beberapa centi lebih pendek dari Insha. Memiliki kulit yang putih bersih, wajah cantik yang berseri dan senyuman manis yang sangat menawan mampu memikat siapa saja yang memandangnya.


"Ceritanya panjang dan aku tak akan menceritakan semua padamu kak..."


jawab Insha acuh sekarang.


Insha pun terlihat memanggil seorang pelayan dan memesan beberapa makanan karna kini perutnya mulai terasa lapar.


Prass menunggu pelayan itu berlalu dan kembali bertanya pada Insha.


" Baiklah aku tak akan mau tau bagaimana kisah cintamu...sekarang jawab jujur pertanyaan ku... dimana Salma sebenarnya...orang tuaku menyuruhku untuk membawanya ke rumah untuk membahas pernikahan kita..."


Prass terlihat serius lagi saat membahas Tentang Salma.


"Apa kau masih tak percaya kak...dia sudah menikah.."


Kini wajah Insha yang terlihat sangat serius menatap Prass.


"Apa kau serius Insha..."


Prass dengan wajah kebingungan menatap Insha lekat, sedikit ada gurat kesedihan di wajahnya.


Ketika mengatakan itu mata Insha terlihat berkaca-kaca ia ingat lagi masa-masa awal pernikahannya dengan Hanafi yang sangat bahagia, bahkan tergolong kehidupan yang sempurna. Bayangan-bayangan itu berparade lagi di fikirannya, hingga tak terasa ia kini menitikkan air matanya.


Wajah Prass langsung berubah pias, di bahkan menyingkirkan semua makanan itu di tepi meja, ia meraih tangan Insha di sana di genggamnya erat, ia masih tak percaya dengan perkataan Insha, tapi saat Insha mulai menitikkan air matanya, saat itu pun ia mulai mencoba mencerna perkataan Insha dan mempercayainya.


"Apa kau serius Insha...apa benar Salma sudah menikah..."


Prass kini memelas pada Insha meminta penjelasan lagi.


Insha yang masih tertunduk dan terisak disana hanya diam saja, ntah kenapa tiba-tiba saja air mata itu keluar lagi setelah sekian lama ia mencoba untuk tegar, kenangan-kenangan indah yang kembali mengingatkan dia akan kehidupannya yang dulu bersama Hanafi, juga melihat Prass seakan dia juga mengingat tentang Salma dulu seorang kakak yang sangat penyayang padanya.


Dan mengingat kembali kehidupannya kini yang terhianati, dia seakan merasakan lagi sakit yang teramat sangat di dalam relung hatinya.


Cukup lama Insha terisak disana, membuat tak sedikit pengunjung di cafe cokelat itu memandanginya dengan iba.


"Insha..."

__ADS_1


Suara Prass kembali menyadarkan nya.


Insha menatap Prass dengan mata yang masih mengalirkan air mata, ia juga baru menyadari sedari tadi ia menggenggam erat tangan Prass dalam tangisnya.


Insha melepas tangan itu perlahan, mengusap pipi merah meronanya yang sudah basah dengan air mata.


"Insha...ceritakan padaku..apa yang sebenarnya terjadi....dan kenapa Salma menikah dengan suamimu..."


Prass menatap Insha lekat berusaha mencari kepastian atas semua kejadian yang sudah terjadi saat ia tak ada.


Mendengar pernyataan Salma telah menikah Hatinya seakan hancur, semua harapan dan kesenangan yang ia bayangkan saat pulang ke tanah air hilang begitu saja.


Apalagi Saat mendengar Salma yang menikah dengan orang yang sama dengan adiknya, hatinya seakan tak terima, dia seakan juga merasakan sakit yang sama yang di rasakan Insha sekarang.


Insha pun mulai menceritakan kejadian sebenarnya saat pernikahan Salma dan Hanafi terjadi, dia mencoba terlihat tegar disana, air matanya sudah berhenti mengalir, tapi masih terlihat ia menahannya agar tidak tumpah lagi di pipinya.


Insha pun sudah selesai menceritakan semua kejadian yang ada dengan detail, makanan yang di pesannya pun telah sampai disana, tapi sama sekali ia dan Prass tak menyentuhnya.


Keadaan hening cukup lama, ntah apa yang ada di fikiran Prass, setelah dia terlihat sedih dengan mata yang berkaca-kaca tiba-tiba saja kini matanya berbinar senang menatap Insha sambil berkata.


"Kau tak perlu khawatir sekarang Insha...jangan bersedih lagi..aku akan menemui suamimu dan meminta dia untuk menceraikan Salma....karna aku sudah kembali...dan aku akan menikahi Salma...."


"Aku sama sekali tak akan marah Insha...karna memang semua ini salahku..aku berada jauh saat itu...terlebih lagi aku juga ingat saat itu aku sedang mengadakan studi disana...kalau pun aku tau keadaan ayah saat itu, aku juga akan segera pulang Insha..."


"Tapi sekarang aku sudah disini....kau jangan sedih...setelah ini kau bisa menjalani kehidupan bahagia lagi bersama suamimu..aku akan segera menikahi Salma..."


Prass tersenyum merekah, dia meyakinkan Insha untuk tak bersedih lagi.


"Semua sudah terlambat...aku pun juga tak tau apa yang sebenarnya terjadi antara Salma dan Hanafi di belakangku..."


Mata Insha semakin memerah menahan air mata yang akan tumpah kembali.


"Maksudmu..."


Prass terlihat kebingungan lagi, senyumnya seketika lenyap dari bibirnya.


"Salma sedang mengandung anak dari suamiku..."


Tak dapat di bendung lagi, kini Prass seketika menitikkan air matanya di barengi dengan wajahnya yang terlihat merah padam, menahan emosi dalam Hatinya yang tiba-tiba saja membara, tangan nya sekarang juga mencengkram kuat meja yang ada disana, tak dapat di pungkiri kini jiwa liarnya kembali bangkit dalam tubuhnya.

__ADS_1


Jiwa yang sudah lama ia kubur dalam-dalam dan berusaha menjadi lelaki terbaik untuk Salma kini kembali bergejolak.


Bersambung....


__ADS_2