
Kriss masih terdiam , membulatkan bola matanya yang sedikit tertutup karna rasa kantuknya.
Ia melihat lagi siapa yang menepuk pundaknya di waktu yang hampir menuju dini hari itu.
Ya..itu benar-benar Salma sempat terkaget namun ia pun dapat mengontrol expresi wajahnya meski tertutup masker.
"ehh...maaf tuan Kriss..saya tidak tau saya kira anda mas han....dimana mas han sekarang...apa dia sudah pulang..."
Salma terlihat salah tingkah, dia mengira yang sedang duduk di ruang tamu adalah Hanafi.
Karna dari belakang postur tubuhnya memang terlihat sama, itu pun juga di sebabkan karna rasa kantuknya yang masih hinggap setelah ia tertidur tadi.
"Tak apa nona Salma...tuan muda ada di kamarnya...dia sedang tertidur sekarang..."
Jawab Kriss ramah pada Salma.
"Nona sendiri mau kemana di jam segini.."
imbuhnya lagi.
"saya mau mengambil air minum di dapur ...ntah kenapa rasanya haus sekali.."
"Apa mau saya bantu untuk ambilkan nona.."
Kriss sudah ingin berdiri dan menaruh laptop yang ada di pangkuannya ke atas meja.
"Tidak usah tuan...saya akan mengambilnya sendiri..."
Salma pun segera berlalu ke dapur.
"Baiklah..hati-hati nona..."
Kriss lalu mengalihkan pandangannya lagi ke arah laptop, menggeleng-gelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan apa yang telah di lakukan oleh tuan mudanya.
Membawa nona Salma ke rumah utama dengan keadaan hamil seperti ini...tentu akan sangat menyakiti hati nona Insha...
apa yang sebenarnya tuan muda rencanakan...
Pagi pun menjelang, Kriss sudah berhasil meretas rekaman cctv itu, semalaman dia memperhatikan rekaman itu. Juga rekaman yang telah di kirimkan dari manager resto 99 tersebut.
Kriss juga melihat daftar laporan pengeluaran kartu kredit yang di pegang Insha sekarang.
Transaksi apa saja yang telah Insha lakukan ,juga jumlahnya semua telah ia dapatkan.
Ia pun menyempatkan membuat sebuah roti panggang dengan selai kacang di dapur untuk mengganjal perutnya dari rasa lapar.
Kriss sekarang menunggu Hanafi terbangun dari tidurnya.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Hanafi pun terbangun, ia menelpon Kriss dari kamarnya, menyuruhnya untuk segera datang kesana.
__ADS_1
Kriss segera naik ke lantai atas masuk ke dalam kamar dan memberikan informasi tentang apa yang telah ia dapatkan semalam.
"Masuklah.."
Perintah Hanafi masih di atas tempat tidurnya, rupanya dia baru saja selesai mandi, karna rambutnya terlihat sedikit basah.
"Informasi apa yang kau dapatkan..."
"Saya berhasil meretas rekaman cctv di jalanan kota menuju ke resto 99 tuan...Teryata nona Insha masih berada di sana ketika kita sudah datang...dan kita tak menyadarinya..."
Jelas Kriss sambil membuka lagi layar laptopnya.
"Apaa...yang benar saja...kenapa aku sama sekali tak menyadarinya.."
Hanafi terkaget, ia terlihat sangat antusias ingin melihat apa yang telah Kriss dapatkan.
"Saya berhasil mendapat laporan dari kartu kredit yang di pegang nona Insha sekarang...pada sore hari nona melakukan transaksi di salah satu pusat perbelanjaan di kota...beliau membeli sebuah jaket hoodie berwarna coklat tua,kacamata, juga beberapa makanan ringan disana...setelah itu malam hari di jam yang sama saat pengawal kita tiba di lokasi nona baru saja melakukan transaksi membayar makanan dan minuman di resto 99 tersebut..lalu beberapa menit berselang nona kembali melakukan transaksi di sebuah toko yang tak jauh dari resto itu membeli sebuah ransel berwarna hitam...kemudian laporan terakhir dari kartu kredit yang dibawa nona...bahwa nona telah mengambil sejumlah uang dengan nominal yang cukup besar tuan....setelahnya belum ada lagi laporan dari rekening nona sampai sekarang..."
Hanafi hanya terdiam menatap Kriss yang sedang menjelaskan karna Kriss rupanya belum menyelesaikan semua laporannya.
"Lalu berdasarkan rekaman cctv yang berhasil saya dapatkan...saya telah mengamatinya..dengan barang-barang yang nona beli hari itu...ini adalah nona yang terlihat di rekaman cctv..."
Kriss menunjuk sosok Insha di rekaman itu.
Hanafi pun segera menatap layar laptop yang dibawa Kriss.
"Saya masih mencari tau kemana arah tujuan bus itu membawa nona tuan.."
Insha memakai celana...kenapa kau melakukan semua ini Insha...
"Betapa bodohnya aku..aku bahkan tak menyadari kau yang berada di sampingku Insha...maafkan aku.."
Mata Hanafi kembali berkaca-kaca ia mengacak-acak kasar rambutnya yang masih basah itu.
"Maafkan saya tuan, karna saya juga tak menyadarinya..."
Kriss berkata dengan wajah penuh penyesalan.
tapi tak dapat di pungkiri juga tuan..bahwa nona Insha adalah wanita yang cerdik....dia bahkan bisa mengelabui banyak pengawal disana...termasuk kita ....
"Kau tak salah apapun Kriss..akulah yang terlalu bodoh.."
"Jangan menyalahkan diri tuan seperti itu...percayalah pada saya tuan...nona Insha pasti segera di temukan...saya sudah meminta bantuan dari berbagai pihak...juga polisi setempat untuk mencari nona..."
"Dan saya sekarang mohon undur diri tuan...masih banyak hal yang harus saya selesaikan..."
Kriss pun mulai segera membetulkan posisinya ingin segera beranjak dari sana.
"Baiklah...terimakasih Kriss atas kerja kerasmu...."
__ADS_1
Hanafi memberi isyarat pada Kriss untuk keluar.
"Baik tuan...jaga kesehatan anda.."
Kriss pun keluar dan menutup pintu pelan.
Tak berselang lama, seorang terlihat membuka pintu kamar. Hanafi seketika menoleh ke arah pintu, ia melihat Salma yang tengah membawa nampan berisi menu sarapan untuknya. Salma pun masuk dan berjalan perlahan mendekati Hanafi yang masih terduduk di tempat tidurnya.
"Mas han...makanlah...mas belum makan apapun dari semalam.."
Salma menaruh nampan itu di meja, dan mengambil piring berisikan lauk dan juga nasi di dalamnya, ia mengambil sendok hendak memberikan suapan kepada Hanafi.
"Aku tak mau makan apapun sekarang..."
Hanafi terlihat membuang muka menghindari suapan dari tangan Salma.
"Makanlah mas sedikit saja...kau akan sakit nanti jika tak memakan sesuatu..."
bujuk Salma lagi.
"Aku tak mau makan sampai Insha di temukan..." Hanafi masih menolak suapan Salma.
"Mas..makanlah dulu..Insha pasti akan segera di temukan..jaga kesehatanmu..."
"Apa kau sama sekali tak memikirkan Insha...aku pun tak tau Insha sudah makan atau belum di luar sana...aku juga tak tau dia tidur dimana semalam...aku sangat khawatir padanya...dan kau menjawab seringan itu..."
Hanafi menatap Salma dengan sedikit meninggikan suaranya.
"Bukan begitu maksudku mas...aku juga khawatir dengannya...tapi setidaknya fikirkan kesehatanmu dulu...agar kau bisa mencari keberadaannya..."
Salma menaruh piring itu dan mencoba menenangkan Hanafi dengan menepuk pundaknya lembut.
Hanafi pun tanpa di duga ia menepis tangan Salma dengan kasar.
"Semua ini gara-gara kau...kau yang telah membuat Salma pergi dari rumah..."
"Kenapa jadi aku yang mas salahkan atas perginya Insha...Bukankah mas yang membawaku kesini..."
"Iya aku memang yang membawamu kesini...tapi kau penyebab dari semua masalah dan pertengkaran ku dengan Insha...kau yang membuat Insha pergi dari rumah...dan sekarang aku tak tau dia ada dimana..."
"Mas aku...."
"Jangan berkata lagi di depanku....aku sedang tak mau berbicara dengan mu...keluar darisini..."
bentak Hanafi kasar pada Salma ia terlihat menunjuk ke arah pintu berharap Salma segera keluar darisana.
Salma terkesiap karna bentakan Hanafi, ia pun turun dari tempat tidur itu, lalu segera keluar dari kamar dengan berlari kecil sambil terisak dan membiarkan pintu kamar itu terbuka begitu saja.
Bersambung...
__ADS_1