
Belum sempat Insha membalas pesan dari Hanafi, tangannya tiba-tiba saja melemas jan menjatuhkan ponsel itu.
Ya Insha pun tertidur, ia sudah sangat mengantuk sedari tadi, tapi rasa khawatirnya pada suaminya itu yang membuatnya tetap terjaga.
Dan ketika pesan Hanafi masuk dalam ponselnya, hatinya seakan merasa lega dan kantuk itu pun seketika menguasai tubuhnya begitu saja, hingga ia terlelap dalam buaian malam, tertidur sendiri di dalam kamar yang luas itu.
Ini adalah kali pertamanya Insha tidur sendiri sejak ia menikah dengan Hanafi. Biasanya ketika Hanafi ada pekerjaan di luar kota pun ia selalu menyempatkan pulang meski sudah larut malam.
Tapi untuk kali ini, karna terjadi hujan badai yang di sertai angin kencang dan mungkin akan mengancam keselamatan Hanafi pun memilih untuk tinggal dan bermalam di kantornya.
*
Hari pun sudah berganti, Insha sudah menghabiskan hidangan sarapannya pagi ini, bersama ketiga pembantunya yang setia menemani.
Tadi Hanafi pagi-pagi sekali mengirim pesan, bahwa dia akan langsung bekerja tanpa pulang terlebih dahulu, dan dia berjanji untuk pulang lebih awal hari ini, sebelum sore hari tiba dan hujan kembali datang menghalangi nya lagi untuk pulang.
Hanafi juga mengatakan bahwa ia sangat rindu pada Insha, semalam tak melihat wajahnya membuatnya gelisah. Insha pun dibuat merona saat melihat pesan dari suaminya itu.
Insha kini sedang berada di taman rumah utama, ntah kenapa ia ingin sekali melihat-lihat bunga disana, hari ini ia tak membuat makanan apapun, ia merasa malas berada di dapur, ia ingin melihat berbagai bunga yang indah juga menghirup udara sejuk di luar rumah setelah semalaman di guyur air hujan.
Beberapa bunga di sana tampak berantakan ada juga yang tampak roboh menindih bunga di sebelahnya. Angin yang semalam menerjang, membuat beberapa tanaman bunga di sana rusak, beberapa pohon disana juga terlihat ada yang patah karna tertiup angin yang sepertinya lumayan kencang.
Insha duduk di sebuah bangku taman tersebut, menatap bunga-bunga yang masih basah di sinari sang mentari pagi, menciptakan kilauan-kilauan air di pucuk bunga yang menambah keindahannya.
Cukup lama Insha terduduk disana, menatap takjub keindahan taman dan juga kolam ikan yang sangat jarang ia nikmati.
Ia pun mengambil ponsel yang ada di sakunya, lalu memotret keindahan yang ada di depannya, berharap beberapa potret itu dapat ia lihat lagi suatu hari nanti. Sebuah moment Indah yang tidak setiap hari terjadi.
Kini tangannya tengah memainkan ponsel, melihat ke beberapa media sosialnya. Ntah kenapa kini perhatiannya tertuju pada sebuah postingan seseorang, di dalam postingan itu terlihat berbagai merk mobil keluaran terbaru.
hmm..kenapa tiba-tiba aku ingin sekali mengemudi mobil sendiri..boleh tidak ya aku belajar mengemudikan mobil..
mas han selalu bilang..lakukan apapun yang kau suka...tapi apa boleh untuk yang satu ini...
Ntah dorongan keinginan dari mana, Insha tiba-tiba ingin belajar mengemudikan mobil. Setelah melihat-lihat beberapa postingan tentang keluaran mobil terbaru ia jadi menyukainya, dan tercetus lah ide untuk belajar mengemudikan sendiri sebuah mobil.
Tentu itu semua ia inginkan untuk mengisi waktu di setiap harinya agar ia tak bosan di dalam rumah, ia berfikir jika ia belajar mengemudi maka ia akan sering berjalan-jalan di luar rumah, dan jika ia sudah handal mengemudikan mobilnya sendiri, fikirannya membayangkan ia akan berjalan-jalan bersama Salma ke beberapa tempat yang belum mereka kunjungi berdua.
"Aahhh..menyenangkan sekali.."
Gumam nya tiba-tiba setelah melamun panjang.
"Aku akan mencoba untuk meminta izin dari mas han..tapi boleh tidak ya.."
__ADS_1
gumam nya lagi.
Insha pun mengetik beberapa kata.
'Sayang...bolehkan aku belajar mengemudi...aku ingin bisa membawa mobil sendiri..aku bosan sekali di rumah...'
*
"Untuk apa mengemudi..kau kan bisa minta antar aku nanti kalau mau kemana pun.."
"Tidak...tidak boleh itu berbahaya...lagi pula kau perempuan..."
"Memangnya kau mau kemana setelah bisa mengemudi.."
"Kau bosan berada di rumah sebesar itu...katakan fasilitas apa yang kau inginkan lagi.."
"Bahkan ada ruang menonton film..kolam renang..ruang peralatan musik..ruang olahraga...kau bisa memakai itu semua untuk menghilangkan bosan mu..."
Rentetan ocehan Hanafi terbayang di lamunan Insha. Ia hendak mengirim pesan itu, jemarinya bergerak maju mundur ingin menekan tombol kirim, ia ragu untuk permintaannya yang satu ini.
" Mas han pasti akan marah...."
gumamnya.
Sempat ia ingin menghapus pesan itu dan melupakan keinginannya untuk belajar mengemudi, tapi ntah kenapa hatinya terus berbicara supaya ia mencoba untuk mengutarakan keinginan itu pada Hanafi, siapa tau saja dia bisa mendapatkan ijin darinya.
gumamnya lagi.
Lalu seketika di tekanlah tombol kirim, pesan pun langsung terkirim pada Hanafi.
Kaki Insha mengetuk-ngetuk lantai, ia tengah menunggu balasan dari Hanafi sekarang, ia melihat ponselnya lagi, rupanya secepat itu Hanafi sudah membacanya.
Jantungnya berdebar sangat kencang, menanti reaksi balasan dari Hanafi.
mengetik...
Hanafi sedang mengetikkan balasan untuk pesan Insha. Insha pun terus menatapi layar ponselnya dengan berdebar.
kenapa mengetik balasan lama sekali sih...dia pasti sedang menulis banyak kata untuk melontarkan kemarahannya padaku...benar...itu pasti..
Insha terlihat cemberut melihat ponselnya. Tapi beberapa detik kemudian wajahnya berubah menjadi senyum yang sangat cerah, di barengi dengan sebuah pesan balasan dari Hanafi.
'Boleh sayang...lakukan apa pun sesukamu..kau ingin mulai kapan sekarang atau besok...aku akan mencarikanmu agen khusus privat mengemudi yang terbaik...'
__ADS_1
"Waah....yang benar saja mas han memperbolehkan aku belajar mengemudi..."
teriak nya pelan dengan kegirangan.
Lalu 3 detik kemudian terlihat pesan balasan lagi.
Beberapa foto mobil keluaran terbaru yang Insha lihat di sosial media tadi terpampang disana, Hanafi menambahkan beberapa foto lagi yang belum Insha lihat sebelumnya.
lalu terlihat pesan balasan lagi.
'Pilihlah salah satu yang kau sukai, untuk kau pakai belajar mengemudi..'
Insha tak menyangka Hanafi memperbolehkannya untuk itu, ia bahkan sampai menginginkannya untuk memilih satu mobil untuk di gunakan belajar mengemudi, dengan kata lain Hanafi menyuruh Insha memilih mobil baru untuknya.
Seperti mendapat sebuah kesenangan betubi-tubi Insha pun berjalan riang masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya dengan senyum merekah yang sangat indah.
Di dalam kamar dengan merebahkan diri di tempat tidur, Insha baru mengetikkan pesan balasan untuk Hanafi.
'Benarkah sayang aku boleh belajar mengemudi...'
'Waaah terimakasih ya...'
'Aku sepertinya semakin mencintaimu suami tampanku..'
'Aku jadi semakin merindukanmu..kapan kau akan pulang..'
pesan balasan untuk Hanafi ia kirim dengan bergantian hanya berjarak 1 detik per pesannya.
Ia juga mengirimkan balik gambar sebuah mobil yang ia inginkan, tanpa mengetahui seperti apa mobil itu, ia hanya melihat dan senang terhadap modelnya lalu memilihnya begitu saja.
Setelah mengirimkan banyak pesan itu Insha pun melemparkan ponsel ke sembarang arah, ia memejamkan mata membayangkan ia mengemudikan mobilnya ke berbagai tempat sendirian, berjalan-jalan sekedar melepas penat, tanpa sadar ia pun tertidur masih dengan wajah yang tersenyum bahagia .
*
Waktu pun bergulir cepat, Insha masih berada di dalam mimpinya.
Pintu kamar tiba-tiba terbuka dan menampakkan sosok Hanafi yang sudah pulang di waktu siang, bahkan jam masih menunjukkan pukul satu siang.
Hanafi menatap sebuah piring yang ada di sebelah tempat tidurnya, piring berisikan beberapa kue coklat lumer buatan Insha.
Hanafi pun mendekatinya melihat kue itu yang sudah sedikit basah di bagian atasnya, ia melirik Insha yang sedang terlelap di sampingnya.
Ntah kenapa dan apa yang sedang ada dalam fikirannya, tiba-tiba saja ia menitikkan air matanya, sambil duduk membelai pipi Insha disana.
__ADS_1
"Maafkan aku sayang..."
Bersambung...