2 Bunga Setangkai

2 Bunga Setangkai
Perdebatan


__ADS_3

"Bagaimanapun kita harus mewujudkan keinginan ayah yang satu ini...secepatnya.."


Hanafi masih bersikeras untuk menyuruh Salma menikah.


"Orang-orang ku yang akan berangkat ke kairo mereka akan menemukannya.."


imbuh Hanafi lagi.


"Sayaang..."


Insha menatap Hanafi dengan penuh tanya.


"Tidak ada waktu lagi sayang..."


Hanafi menatap dengan tatapan tegas yang tentu tak bisa di bantah oleh Insha.


"Mereka akan meminta alamat kak Pras ke universitasnya..dan akan menjemputnya sekarang juga.."


"Butuh berapa jam untuk melakukan perjalanan ke kairo han..."


Mendengar pertanyaan Arya, Hanafi lalu melihat lama perjalanan setiap negara tujuan di situs internet pada salah satu maskapai penerbangan.


"Mungkin membutuhkan waktu sekitar 16jam sekali perjalanan..."


jawab Hanafi yang masih fokus pada layar ponselnya.


"Itu berarti butuh waktu sekitar 1 hari untuk sampai disini han...itu pun kalau tidak ada kendala.."


Mereka berempat pun tenggelam dalam fikiran masing-masing selama beberapa saat.


Hingga sebuah ketukan pintu membuat mereka semua terkesiap.


"Masuk.."


kata dokter Arya.


Muncul seorang perawat di ambang pintu dengan wajah panik dan nampak setengah berlari tadi menuju ruang dokter Arya, nafasnya nampak terengah-engah.


"Tuan Abdullah keadaannya tiba-tiba menurun dokter..."


tanpa menjawab dokter Arya segera keluar menuju ruang VVIP di ikuti oleh 3 orang tadi di belakangnya.


Setelah memeriksa dengan seksama bersama beberapa dokter, Arya dan dokter lainnya merepkan obat untuk ayah yang segera di ambilkan oleh perawat yang siaga disana.


Ayah nampak masih tersadar, tapi bibirnya sudah tidak sanggup berbicara apapun, badannya nampak pucat dan juga melemas.


Dokter-dokter itu pun segera pamit keluar menyisakan dokter Arya yang masih ada disana.


Dokter Arya memberikan isyarat untuk keluar kepada Insha, Salma dan Hanafi.


Mereka mengikuti dokter Arya lagi menuju ruangannya.


"Bagaimana Ar keadaannya.."


"Sudah tidak bisa menunggu lagi han...keadaannya sudah sangat menurun...kau harus segera kewujudkan keinginannya.."

__ADS_1


Salma dan Insha kembali terisak karna penuturan dokter Arya.


"Mungkin besok malam kak Salma akan menikah...orang-orangku sudah bersiap untuk berangkat sekarang.."


"Tidak bisa han...kak Salma harus menikah malam ini juga..."


"Apa kau sudah gila...bagaimana bisa besok pagi saja belum tentu sampai disana Ar..pikirkan perkataanmu itu.."


Sudah sedikit emosi dengan Arya.


"Jangan emosi di saat seperti ini han...pikirkan juga keadaan ayah...aku sudah bertahun-tahun bekerja di rumah sakit ini...keadaan seperti ini sudah ratusan yang aku tangani...dan semua berakhir dengan yang sudah aku katakan tadi han....mungkin hanya beberapa persen yang berhasil bertahan..dengan keajaiban Tuhan..."


Arya berkaca-kaca berbicara dengan wajah yang terlihat mendung itu.


"Bagaimana dengan kak Salma.."


Salma hanya menggeleng bingung menghadapai situasi yang ada, dia mau melakukan apapun untuk ayahnya, tapi dia juga tak mau menikah dengan sembarang orang.


"Bagaimana kalau kita mencari pengganti kak Pras.."


sahut Insha berbicara sekenanya.


"Maksudmu apa Insha..."


jawab Salma dengan pandangan bingung pada adiknya.


"Pernikahan untuk sementara kak...agar ayah bisa tenang.."


"Pernikahan bukan hal yang bisa di permainkan Insha...pernikahan itu sakral.."


Insha mencoba memberikan sebuah ide.


Hanafi, Salma dan Arya hanya bisa mengangguk faham, rupanya mereka setuju dengan ide Insha.


"Tapi siapa lelaki yang akan menikah denganku Insha..tak mudah mencari orang apalagi menikah dengan sebuah perjanjian..apa katamu tadi..nikah kontrak.."


Salma meminta penjelasan lagi.


Insha tampak berfikir,


"Benar juga siapa yang akan mau melakukannya dengan mendadak seperti sekarang..."


"Aku tlah menemukan orangnya.."


Hanafi tiba-tiba menjawab dengan lantang membuat semua menoleh ke arahnya.


Kini Hanafi sedang memandang Arya dengan senyuman menyeringai, Arya tak mengerti dengan arti tatapan itu padanya, ia mencoba bertanya tapi tak ada jawaban, Hanafi hanya diam dan masih menyeringai padanya.


Lalu sedetik kemudian, Arya seakan mengerti dan menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuknya sambil berkata.


"Maksudmu aku..."


Hanafi hanya mengangguk tersenyum lebar padanya,


"Hanya sementara Ar..."

__ADS_1


Insha dan Salma hanya menatap dengan diam, seakan setuju saja dengan ide yang di berikan Hanafi sekarang.


"Kenapa harus aku han...?"


sudah panik sendiri menatap Hanafi dan Salma bergantian.


"Lalu siapa lagi...yang mengerti situasi ini hanya kau dan aku Ar...ayolah...hanya 5 bulan lebih tepatnya 4 bulan sampai kekasih kak Salma datang.."


"Menikah bukan permainan han...yang bisa di putuskan begitu saja.."


"Kau tak dengar tadi...ini hanya menikah kontrak ar...ada perjanjian sebelum pernikahan..."


"Aku tau han...tapi setidaknya ada nafkah diantara kita..baik lahir maupun batin...tanpa itu kita akan berdosa di hadapan Tuhan..."


"Kau kan bisa memberikan nafkah lahir pada kak Salma..."


"Aku tak bisa han, apartemen ku masih belum lunas...juga untuk uang bulanan yang harus aku kirim kan untuk pendidikan adikku...itu semua tak akan cukup...untuk itu pula aku masih belum menikah di usia ku yang sekarang..."


"Aku akan menaikkan gajimu 3x lipat mulai bulan ini...bagaimana..itu sudah lebih dari cukup kan.."


"Aku mempunyai pacar han.."


Akhirnya memilih alasan yang logis untuk menolak, karna Arya tau Hanafi akan memaksanya, dan ia yakin Hanafi tak akan berhenti sampai ia bilang iya.


"Ini kan bisa kita rahasiakan ar.."


"Nanti bagaimana dengan orang tuaku han...tentu aku harus meminta restu mereka bukan...apa yang akan mereka katakan jika mereka mengetahui kalau pernikahan ini hanya berjalan sebentar..atau sebatas pernikahan kontrak.."


Hanafi tampak kebingungan untuk menjawab memang benar apa yang di katakan Arya sekarang, restu orang tua adalah yang utama.


"Katakan apapun maumu Ar...aku akan menurutinya asal kau mau menikahi kak Salma..."


sudah memandang Arya dengan penuh harapan.


"Sungguh aku minta maaf han...aku tak bisa melakukan hal yang satu ini..aku tak bisa han..maafkan aku.."


memandang Hanafi dengan wajah penuh penyesalannya.


"Sudahlah han...jangan paksa dokter Arya...kita cari orang lain saja.."


Sahut Salma seketika.


"Tapi siapa orang yang bisa menjaga rahasia ini kak...dan kita hendak meminta tolong pada siapa lagi..."


jawaban Insha dengan terus berderai air mata.


"Sungguh maafkan aku nona...maafkan aku han..aku tak bisa melakukan ini..walau hanya sementara..."


Arya memilih menolaknya dengan tegas karna ia tak mau terlibat dalam sebuah pernikahan yang bahkan belum terfikir sama sekali olehnya.


Beberapa menit mereka semua tampak terdiam dalam kebisuan setelah Arya menolak dengan kata-katanya itu.


Hingga Hanafi membuka suara dengan pandangan yang lurus kedepan.


"Baiklah... aku yang akan menikahinya..."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2