2 Bunga Setangkai

2 Bunga Setangkai
Resepsi pernikahan


__ADS_3

"Tentu saja...aku tak akan melewatkan saat terpenting mu rey..."


membalas tepukan lembut di punggung Reyhan.


Kriss tlah mempelajari dan mengenal tentang masa lalu Reyhan dan Hanafi beberapa hari sebelum berangkat untuk mendalami karakternya sekarang, yang tentu saja mempermudah penyamarannya semakin sempurna.


"Terimakasih han...kebahagiaan ku semakin lengkap saat kau datang.."


"Haha kau tidak perlu berlebihan seperti itu rey...dan ya apakah kau tak mau mengenalkan istrimu padaku.."


"Oh ya...tentu saja.."


melepaskan pelukannya dan kini menggandeng tangan istrinya.


"Kenalkan dia Talitha istriku...sayang kenalkan ini Hanafi teman lamaku..kau sudah tau kan siapa dia.."


"Tentu saja sayang..siapa yang tak mengenalnya..."


menatap Reyhan dengan senyum percaya diri.


"Tuan Hanafi perkenalkan saya Talitha istri mas Rey..."


menyodorkan tangan hendak menjabat tangan Kriss.


"Senang bertemu dengan anda nona Talitha...saya Hanafi.."


Mereka berdua berjabat tangan sebentar lalu segera melepasnya sebelum kalimat perkenalan dari Kriss selesai.


"Saya juga senang tuan bisa bertemu dengan anda.."


"Baiklah karna kalian sudah kenal..silahkan Han..duduklah..."


mempersilahkan Kriss untuk duduk kembali, Reyhan dan istrinya pun juga duduk berhadapan dengan Kriss .


Tercipta suasana canggung di antara mereka, Reyhan merasa bingung berhadapan langsung dengan sang penguasa bisnis negara meski dia adalah temannya dari dulu.


"Oh iya..ini...hadiah untuk nona.."


menyodorkan kotak kecil berwarna merah dengan ukiran di atasnya.


"Terimakasih tuan.."

__ADS_1


Talitha mengambil kotak berwarna merah tersebut, lalu memandang Reyhan tersenyum.


"Bolehkan saya membukanya tuan.."


"Tentu saja..itu milikmu nona.."


Dengan wajah bahagia Talitha membuka kotak itu dan terlihatlah sebuah gelang emas bertahta berlian berwarna biru terpampang indah disana. Mata Talitha berbinar mendapati gelang yang sangat indah tengah ada di tangannya. Gelang dengan keluaran desain terbaru yang baru saja menjadi trending di kalangan sosialitanya, desain milik perusahaan Wijaya group sendiri yang tentu saja harganya di bandrol sangat tinggi menjadi hadiah pernikahannya kali ini.


"Sungguh tuan, gelang ini indah sekali....terimakasih tuan..."


Matanya berbinar senang menatap Kriss dengan senyumnya yang merekah.


Reyhan pun tak kalah senang, beberapa hari yang lalu ia melihat istrinya tengah melihat-lihat perhiasan dalam ponselnya dan gelang itu salah satu gambar yang tersimpan di dalam galerinya, ia mengatakan sangat suka dengan desainnya dan ingin memilikinya suatu saat nanti. Tak di duga kini malah menjadi hadiah pernikahannya sendiri. Wajah bahagia pun terpancar dari keduanya.


Kriss memberikan isyarat Reyhan untuk memakaikan gelang itu pada istrinya, dengan senang hati Reyhan pun langsung mengambil dan menaruhnya pada pergelangan tangan istrinya .


"Terimakasih han...apa hadiah ini tidak berlebihan untuk kami.."


"Tentu saja tidak rey...kalian pantas mendapatkannnya..."


" Sekali lagi terimakasih han..."


Menatap bahagia pada Kriss yang kini tengah duduk santai di sofanya tengah mendalami karakternya menjadi seorang tuan muda yang kaya raya.


merasa bersalah dengan pertanyaan nya sendiri yang terlontar begitu saja dari mulutnya.


"Benar rey aku sudah menikah..."


Terkaget lah dua insan yang ada di hadapannya, tidak percaya dengan apa yang mereka dengar barusan.


"Haah...jadi semua itu benar...kenapa kau tak mengundang ku han...dan kenapa kau tak mengadakan resepsi penikahan...dan juga kemana istrimu sekarang...kenapa kau tak mengajaknya kemari..."


mencecar Kriss dengan banyak pertanyaan.


haduhh...harus menjawab apa aku ini..


"Aku tak mau wajah istriku terekpos di media rey...karna aku tak mau semua orang melihat kecantikan wajah istriku.."


Menjawab dengan entengnya, dan membuat teman di hadapannya hanya manggut-manggut percaya pada perkataanya.


"Aku jadi penasaran seperti apa wajah cantik istrimu...bolehkah aku bermain ke rumahmu saat ada waktu senggang nanti..mungkin Talitha bisa berteman baik juga dengan istrimu nanti..."

__ADS_1


"Tentu saja dengan senang hati rey.."


Sementara Talitha sekarang masih mengelus-elus gelang barunya yang menjadi fokus utamanya.


"Han...mari kita makan di luar aku sudah menyiapkan hidangan khusus untukmu...dan bolehkah aku untuk meminta foto denganmu..."


"Maaf rey, aku dengar banyak awak media di luar..aku tak mau berhadapan dengan mereka.."


Reyhan tampak sedikit kecewa dengan jawaban Kriss yang tak menginginkan keluar bertemu dengan para intertainment yang sudah menyiapkan moment untuk mengambil foto sang tuan muda Wijaya group itu. Tapi Reyhan mengingat kembali rumor jika Hanafi memang tak suka wajahnya terekpos media, juga melihat istrinya yang sangat bahagia dengan hadiahnya seketika wajahnya kembali bersinar.


Dia sangat bersyukur Hanafi telah hadir disana meski hanya menemuinya secara pribadi tidak sesuai harapannya, tapi mengingat dia orang yang berpengaruh dan jarang sekali hadir di acara seperti ini Reyhan bahagia mendapati temannya itu sudah menyempatkan diri hadir disana.


Reyhan pun menyuruh para pelayan untuk menyiapkan perjamuan khusus di ruang tunggu VVIP tersebut untuk Hanafi.


Tetapi Kriss segera menolaknya dengan berdalih ia harus segerah kembali ke negaranya karna ada beberapa urusan penting yang harus ia selesaikan. Dan ia tak bisa berlama-lama disana.


Sebenarnya ia merasa lapar apalagi mengetahui menu makanan di negara X yang terkenal dengan kelezatannya.


Tapi ia urungkan karna bisa berbahaya nanti jika ia membuka maskernya , dan mereka mendapati bukanlah Hanafi yang menghadiri acara mereka.


Dan untuk membahagiakan pasangan pengantin tersebut Kriss mengizinkan


mereka mengambil beberapa foto bersama yang tidak akan menjadi masalah besar untuk Kriss karna dirinya yang tetap memakai maskernya.


Dengan begitu juga wajah asli sang tuan muda juga tidak akan terekpos ke berbagai media. Karna tentu sang mempelai wanita akan membuat foto pernikahannya menjadi trending di sosial media karna berhasil membuat sang tuan muda pemilik Wijaya group hadir disana.


Kriss pun segera berpamitan pada kedua mempelai tersebut, ia harus segera pergi dari sana karna memang ada tugas baru dari tuan mudanya yang harus dia selesaikan.


Kriss pun beranjak dari resepsi itu melewati jalan privat khusus yang di buat untuknya, dengan di temani beberapa pengawal yang siap mengantarnya.


Kriss keluar dari gedung ia langsung menuju ke bandara, dan menaiki pesawat pribadi milik Hanafi. Dari situ para pengawal dari Reyhan selesai dengan tugas mereka dan memutuskan untuk meninggalkan bandara karna mendapati orang yang harus mereka jaga akan segera lepas landas menuju negaranya.


Di dalam pesawat Kriss menelpon Hanafi mengabarkan bahwa tugasnya telah selesai dan berjalan dengan lancar. Hanafi pun menberikan tugas pada Kriss untuk menemui klien barunya malam ini juga di restorant milik Wijaya group sendiri, Hanafi mengirimkan beberapa dokumen yang akan mereka sepakati yang tentu ia harus memahami dan mempelajari terlebih dahulu dengan waktu yang cukup singkat itu.


Kriss juga harus menghadiri 3 rapat dalam kantor Wijaya group esok hari dan berperan sebagai Hanafi.


Telpon pun di tutup.


"Huuuh....banyak sekali pekerjaan yang menantiku saat ini...tapi sama sekali aku tak bisa berfikir dengan keadaan perut lapar seperti ini.."


Kriss pun segera berlari kecil menuju dapur pesawat dan memakan langsung menu yang baru saja di masak oleh koki pesawat. Dengan posisi berdiri di dapur dia pun memakan dengan lahapnya sampai sejenak melupakan tugas barunya yang harus dilaksanakan beberapa jam lagi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2