
"Baik tuan saya akan menyiapkan dia dan mengirimnya besok ke kediaman anda.."
jawab sang pemimpin dengan wajah secerah mentari pagi.
Sebenarnya dia masih tidak percaya orang seperti kriss akan terpilih menjadi pengawal sang tuan muda. Banyak yang mencari pengawal dalam kurun waktu satu tahun ini, tapi tak satu pun melirik kriss apalagi memperkerjakannya.
Mungkin salah satunya karna tubuh kriss yang terlihat biasa saja jauh dari kata menakutkan, juga karna dia enggan membuka maskernya, selama dia berada di kantor tersebut hanya beberapa orang saja yang mengetahui wajah aslinya.
"Bukan besok, tapi sekarang aku akan membawanya.."
"Haah...sekarang tuan, tapi kami perlu memberikan pengarahan pada kriss terlebih dulu tuan...juga menuliskan beberapa perjanjian"
sudah menjadi prosedur kantor ketika seorang bodyguard nya di minati, mereka harus melatih ulang poin-poin penting peraturan yang tidak boleh di lakukan untuk tidak merugikan pihak penyalur jasa maupun pihak yang bersangkutan.
Sang pemilih bodyguard juga harus membayarkan beberapa uang tunai untuk mengambil kontrak seorang yang di minati tersebut kepada pihak penyalur jasa, biasanya kontrak kerja di bayarkan sebelum bodyguard meninggalkan kantor penyalur jasa.
Dan ketika kontrak tersebut habis maka bodyguard tersebut harus kembali ke dalam kantor untuk mencari tuan yang baru lagi, begitu seterusnya.
Berbeda dengan para bodyguard terbaik yang sering di sewa banyak orang yang di beri tarif mahal untuk kontraknya. Kriss adalah pemilik kontrak dengan harga terendah di kantor itu. Tapi sang pemimpin kantor mengetahui bahwa tuan yang akan mengkontraknya adalah orang kaya maka ia menaikkan kontrak kriss beberapa kali lipat dari perjanjian yang ada.
Kriss sampai terbelalak dengan nominal yang di sebutkan oleh boss nya kepada calon tuan mudanya.
dasar penjilat, bagaimana mungkin dia bisa memberikan nominal berkali-kali lipat dari penjanjian yang ada..bahkan melebihi para seniorku...
pasrah lah...mungkin tuan muda ini juga tidak akan mau membayar nya...
dan aku akan terkurung di kantor ini lagi dan lagi...
Tapi tanpa di sangka.
"Aku akan membayarnya.."
sudah mau mengambil cek di tas kecilnya.
sang pemimpin berbinar senang menyadari kontrak nya di setujui dengan jumlah yang cukup fantastis.
Begitupun dengan kriss yang masih kebingungan dengan tuan muda di depannya ini, kenapa dia tertarik untuk merekrut nya, dia hanya menelan ludah menyadari sang boss penjilat akan segera memiliki banyak uang karna nya.
tapi beberapa saat kemudian Hanafi menyambung kalimatnya, yang semakin membuat semua terbelalak.
"Aku tidak akan membayar untuk kontraknya...tapi aku akan mengambilnya dari kantor ini..."
"Ma..maksud tuan apa"
sang boss sampai terbata.
"Aku akan menebusnya..dia akan bersamaku seumur hidupnya.."
__ADS_1
"Apaaa.."
jawab kriss dan bossnya serentak bersamaan.
"Berapa nominal yang kau inginkan aku akan membayarnya.."
"Apa tuan benar-benar yakin...?"
"Kau meragukanku.."
"Tentu saja tidak tuan...saya akan menyiapkan semuanya.."
"Baik..bawakan semua berkas kriss padaku..lupakan bahwa kriss pernah ada disini..dia milikku sekarang.."
Harga tlah di sepakati, Kriss serta semua berkas tentang biodatanya, keluarganya,riwayat pendidikan,pengalaman dan masih banyak lagi di bawa oleh Hanafi. Ia tak ingin meninggalkan jejak sedikit pun.
Setelah mengurus selama 1 jam lamanya, Kriss akhirnya bebas dari kantor itu dan kini ia siap mengabdikan hidupnya pada sang tuan muda Wijaya group itu.
Kriss dan Hanafi pun memasuki mobil, masih dengan mobil yang di kendarai oleh pak Tono mereka berdua berbincang-bincang di belakang. Kini pak Tono yang terlihat kebingungan, tuan mudanya seperti bicara bertanya dan menjawab pertanyaannya sendiri, ia pun memberanikan diri untuk bertanya.
" Tuan..apakah saya tidak salah dengar...suara tuan dan pengawal anda sangat terdengar mirip sekali.."
"Benar pak..kami memiliki suara yang sama dan tubuh yang sama..untuk itulah aku memilihnya.."
"Tubuh yang sama..maksud tuan.."
Pak Tono hanya manggut-manggut di depan kemudinya, masih bingung dengan pilihan tuan nya itu.
"Oh ya Kriss...aku ingin tau wajahmu..lepaskan maskermu.."
kini sudah fokus menatap Kriss di sebelahnya.
"Maaf tuan muda saya tidak bisa bekerja tanpa masker saya.."
"Aku tau...kau akan tetap bekerja dengan maskermu..itu akan menjadi identitasmu dan keuntungan untukku..."
keuntungan??..apa maksud tuan muda ini..
Menatap tuan mudanya dengan tatapan polosnya.
"Ya...dengan suara yang sama..postur tubuh yang sama..orang akan sulit membedakan kita..dan kau bisa menggantikanku di berbagai acara.."
Menjelaskan tanpa di minta karna melihat tatapan bingung Kriss disana.
"Sesekali kau akan menjadi pengawal pribadiku..tapi kau juga bisa menggantikanku.."
"Baik tuan muda.."
__ADS_1
kini aku mengerti mengapa tuan muda menginginkanku untuk seumur hidupnya...teryata aku akan mempunyai tanggung jawab yang besar nanti..oh Tuhan aku sungguh tak percaya, semua ini di luar dugaanku...
"Lepaskan maskermu.."
"Baik tuan.."
Hanafi mulai membuka penutup itu, dan sedetik kemudian terpampang jelas wajah yang selama ini di tutupinya dari banyak orang.
Di bagian dagu, bibir, hingga separuh pipi bagian kanannya terdapat luka bakar. jika di lihat dari garis wajahnya, sebenarnya dia adalah orang yang tampan dan mungkin bisa di bilang sebelas duabelas dengan Hanafi, dengan kulit yang sama putih bersih.
Hanafi terkaget dengan wajah asli Kriss di depannya,
"Bagaimana kau bisa mendapat luka bakar sebesar itu.."
"Iya tuan..ini karna kebakaran yang menimpa keluarga saya.."
Kriss pun bercerita, ia dulu mempunyai kehidupan yang cukup mapan bersama keluarganya. Ia dua bersaudara, ia mempunyai seorang adik perempuan yang beda 7 tahun darinya. Malam itu saat semua tengah terlelap tidur, kebakaran hebat melahap rumahnya, semua anggota keluarga ayah, ibu, adik, kakek dan neneknya tewas terpanggang hidup-hidup dalam kejadian itu.
Kala itu dia terbangun karna rasa panas dan sesak asap yang memenuhi kamarnya. Kamarnya lah satu-satunya yang belum terbakar, ia ingin keluar dari kamar dan menyelamatkan anggota keluarganya. Ketika membuka pintu hanyalah api yang terlihat disana, ia memanggil-manggil seluruh keluarganya tapi tak ada sahutan sama sekali, ia juga berusaha menerobosnya hingga ia terjatuh, wajahnya tepat di sebuah bara api yang masih menyala, sehingga menyulut sedikit bagian wajahnya, pakaian yang di kenakannya pun juga ikut terbakar.
Terasa tak akan mampu untuk menyelamatkan keluarganya dia pun kembali ke kamarnya, berusaha memadamkan api di tubuhnya, juga secepat kilat mengambil beberapa ijazah dan berkas" penting dalam lemarinya. Kemudian dia memecahkan jendela dan melompat pergi dari sana.
Dari luar dia hanya bisa memandangi rumahnya yang tengah menyala-nyala terbakar seluruhnya, termasuk kamarnya yang kini mulai ikut tersulut juga. Ia menangis sejadi-jadinya sampai ada banyak warga yang mendatanginya, juga beberapa mobil pemadam kebakaran yang mulai berdatangan.
Pagi itu Kriss tersadar sudah berada di ruang rawat inap di salah satu rumah sakit, wajah dan lengannya di penuhi dengan perban.
Ternyata semalam ia pingsan karna terlalu banyak menghirup asap di kebakaran itu.
Ia melihat seorang di samping nya teryata adalah tetangga dekatnya. Menyadari Kriss sudah tersadar wajahnya tampak berbinar senang, semalam ia telah berada disitu menunggunya.
"Kau sudah bangun Kriss..Syukurlah..jangan banyak bicara dan bergerak dulu biar tubuhmu pulih dulu..."
"Bagaimana dengan keadaan keluargaku pak, apa mereka juga ada disini.."
tanyanya dengan sedikit terbata-bata karna perban yang ada di wajahnya.
Wajahnya seketika berubah sedih, dia menitikkan air matanya.
"Maafkan aku Kriss...bersabarlah ini semua ujian dari Tuhan.."
"Apa maksud bapak.."
Sudah memotong kalimatnya, menyadari terjadi sesuatu yang buruk pada keluarganya.
"Seluruh keluargamu di temukan tewas di dalam kamarnya masing-masing..."
Bagaikan jatuh tertimpa tangga,dan dari situlah awal kelam kehidupan Kriss di mulai...
__ADS_1
Bersambung...