2 Bunga Setangkai

2 Bunga Setangkai
Kesibukan Kriss


__ADS_3

Hari itu Hanafi tak memakan apapun, dia tengah sibuk dengan ponselnya, menelpon banyak orang untuk mengetahui bagaimana perkembangan dalam pencarian istrinya Insha.


Perutnya sama sekali tak merasa lapar. Dalam hatinya kini hanya ada rasa amarah, kesal, kecewa, sedih semua campur menjadi satu.


Expresi wajahnya juga berubah-ubah, kadang dia menunjukkan expresi wajah kebingungan, kadang menatap tajam pada siapapun yang ada di depannya, kadang juga sedih sampai menitikkan air mata hingga ia lelah.


Hanafi sama sekali tak memperdulikan keadaan perusahaan yang di pimpinnya, dia mengesampingkan semua itu. Yang ada di fikirannya sekarang hanya bagaimana cara menemukan Insha dan membawannya kembali ke pelukannya.


Karna bagaimana pun rasa cintanya pada Insha tak dapat pudar sedikit pun, dia sangat takut kehilangan Insha yang sudah membuat hidupnya penuh warna.


Hari sudah berganti malam, Hanafi hanya terlihat duduk termenung di sebuah sofa ruang tamu, duduknya tak terlihat benar setengah memiringkan tubuhnya.


Sedangkan matanya terus menatap.layar ponsel, melihat foto dirinya dan Insha berdua yang menjadi walpaper layar ponselnya.


Ia juga sedang menunggu kabar dari para pengawalnya, polisi, agen khusus yang di tugaskan untuk mencari Insha dan juga Kriss yang terus berusaha melacak keberadaan Insha.


Suara bell rumah tiba-tiba berbunyi, cukup mengagetkan Hanafi tapi dia sama sekali tak merubah posisi duduknya.


Mbak Risna pun sigap membukakan pintu itu dan muncullah Kriss dari balik pintu itu melihat ke arah tuannya dengan tatapan iba.


astaga kenapa tuan muda terlihat sangat kacau sekali...


Kriss pun masuk, dia melepas jaket hoodie nya dan segera membungkuk pada Hanafi.


"Selamat malam tuan muda..apa anda baik-baik saja.."


Kriss belum selesai mengucapkan salamnya tapi Hanafi sudah bertanya kepadanya.


"Bagaimana kau sudah temukan keberadaannya.."


Melihat isyarat Hanafi ia pun duduk dan mulai menjelaskan informasi yang ia dapatkan.


"Saya sudah mencari bus yang membawa nona kemarin malam, dan saya sudah menemuinya sopirnya... dia tidak tahu tentang nona muda..dia tidak hafal satu persatu wajah penumpang pada malam itu...tapi dia memberi keterangan kalau tujuan terakhir malam itu adalah terminal di pinggiran kota..lebih tepatnya perbatasan kota menuju kota B..."


"Lalu bagaimana dengan Insha.."


"Saya sudah ke terminal tersebut mendatangi satu persatu petugas maupun orang disana tapi tak ada satu pun yang melihat nona..."


"Saya juga sudah mengecek jadwal penerbangan ke semua maskapai...tapi tak ada sama sekali nama nona disana....saya sudah menyuruh mereka semua melapor jika nona terlihat di bandara atau membeli tiket pesawat di maskapai manapun..."


Hanafi terlihat menghela nafas dalam, membenarkan posisi duduknya yang terlihat tidak karuan menjadi tegak bersandar di sofa itu lagi.


"Kemana dia Kriss...kenapa mencari satu orang saja sulit sekali..."


Hanafi menatap kosong ke depan, tak memasang expresi wajah apapun.


"Maafkan saya tuan...saya akan terus berusaha mencarinya..."


"Cari dia sampai ketemu..aku tak mau kehilangan dia Kriss aku sangat mencintainya lebih dari apapun...kau tau itu kan.."

__ADS_1


"Iya tuan saya mengerti..."


"Kerahkan semua pengawal dan anak buahmu untuk mencarinya di berbagai sudut kota...penginapan, hotel atau apapun itu...dia tak akan berada jauh dari sini karna dia tak memiliki siapapun lagi..dan aku pun cukup kaget dengan kepergiannya ini...aku kira dia tak akan senekat itu lari dari ku...aku khawatir siapa yang akan peduli padanya di luar sana, karna tak ada sanak saudara atau siapapun yang di milikinya selain aku...aku takut terjadi sesuatu padanya... Banyak orang-orang jahat di luar sana...dia membawa uang dengan jumlah yang besar di dalam ranselnya...kau pikir apa itu tidak berbahaya jika ada seorang yang melihatnya.."


Hanafi berkata perlahan masih menatap kosong ke depan.


"Nona akan baik-baik saja tuan...yakinlah beliau bukan wanita yang lemah...saya akan tetap mencarinya tuan...saya juga sangat berharap tuan menjaga kesehatan tuan.."


Kriss menatap Hanafi lagi ada rasa perih di hatinya, seakan dia juga merasakan apa yang sekarang di rasakan oleh tuannya.


"Apa tuan sudah makan..."


Kriss berkata lagi, karna melihat Hanafi dengan tubuh yang terlihat sangat lemas dan pucat.


"Aku bahkan tak merasa lapar sedikit pun.."


masih berbicara dengan posisi yang sama.


"Saya akan mengambilkan anda makan tuan...anda harus makan sesuatu...jaga kesehatan anda...itu yang terpenting sekarang..."


Hanafi hanya diam, dia mengingat lagi ketika tadi pagi Salma membawakan sarapan untuknya, dia menolaknya dan malah marah dengan membentak-bentak Salma dengan Kasar.


Dalam bayangan fikirannya juga terlihat lagi foto USG sebuah janin kecil yang ada di kandungan Salma.


Seakan sadar dia telah melakukan kesalahan, dia pun menegakkan kepalanya lagi.


maafkan aku Salma..aku terbawa emosi waktu itu...maafkan ayahmu nak..


"Tidak usah Kriss aku akan makan nanti...sekarang pulanglah..istirahatkan tubuhmu...terimakasih atas kerja kerasmu hari ini...kabari aku segera jika kau mendapat kabar keberadaan Insha.."


Hanafi segera berlalu dari sana.


Kriss pun ikut berdiri saat Hanafi berdiri, dan menganggukkan kepalanya sopan, melihat Hanafi melenggang pergi hingga hilang dari pandangan, lalu dia pun ikut beranjak dan keluar dari rumah utama.


Kriss mengemudikan mobilnya di jalanan malam yang sudah cukup sepi, meminum sebotol kopi yang sempat di belinya tadi di supermarket juga memakan sepotong roti .


"Jangankan tuan muda yang sangat mencintai nona...aku pun juga tak merasakan lapar seharian ini..karna khawatir memikirkannya..sebenarnya dimana anda nona...kenapa sulit sekali menemukan anda..."


gumam Kriss sambil mengunyah rotinya.


Setelah roti itu kandas, ia melemparkan begitu saja kemasannya di segala arah .


Kepalanya sekarang merasakan pusing, karna banyak sekali tugas yang harus ia selesaikan, bukan hanya untuk menemukan Insha, tapi juga semua pekerjaan dalam perusahaan, klien dan masih banyak lagi pekerjaan yang menantinya.


"Sepertinya aku akan bergadang lagi malam ini.."


Kriss pun terus melajukan mobilnya, menuju hotel sebagai tempat tinggalnya.


Sementara yang berada di rumah utama.

__ADS_1


Hanafi memasuki kamar Salma dengan wajah yang penuh penyesalan, dia melihat Salma yang tengah berbaring di tempat tidur,.Hanafi pun masuk dan mendekat.


Hanafi masih berdiri di samping tempat tidur melihat Salma yang memejamkan mata.


"Salma...apa kau sudah tidur.."


Hanafi berkata pelan, lebih tepatnya bergumam.


Seketika Salma membuka matanya, menoleh ke arah suara yang baru saja bertanya.


"Belum mas han ....ada apa.."


Hanafi pun duduk di tepi tempat tidur itu, mensejajari Salma yang kini juga sudah bangun, Hanafi mengelus perut Salma yang mulai terlihat membuncit itu.


"Maafkan ayah ya nak..."


"Maaf untuk apa mas.."


Salma menatap Hanafi lagi.


"Maafkan aku juga Salma tadi sudah bersikap kasar dan membuatmu menangis...maaf aku tak bisa mengendalikan amarahku...aku sangat khawatir dengan Insha..."


Hanafi melepas usapannya pada perut Salma ia sekarang menunduk dalam.


"Tak apa mas ...aku tau apa yang tengah kau rasakan...aku hanya terkaget....maaf aku pergi meninggalkanmu tadi..."


"Seharusnya aku yang harus minta maaf padamu...atas sikapku tadi..."


"Tak apa mas sungguh aku tak apa.."


"Kau memaafkan ku..."


"Kau tak bersalah mas..kenapa minta maaf..."


"Maafkan aku telah berbuat kasar kepadamu dan calon anakku...katakanlah apa kau memaafkanku..."


"Hemm....baiklah aku memaafkan mu..."


Salma tersenyum tulus pada Hanafi.


"Terimakasih Salma...apa sekarang kau mau menemaniku makan..aku lapar..."


"Apa kau belum makan apapun sejak tadi malam..."


Hanafi tak menjawab, dia hanya menggelengkan kepalanya menatap Salma.


"Astaga...ayo..aku akan membuatkan mu makanan..."


Salma pun turun dari tempat tidurnya, ia berjalan dulu menuju dapur untuk membuatkan menu makan untuk Hanafi.

__ADS_1


Hanafi juga berjalan menuju meja makan, dan mereka berdua pun makan bersama di malam yang sudah larut itu.


Bersambung....


__ADS_2