Aku Memilih Mu

Aku Memilih Mu
Aku dan Kamu


__ADS_3

"E'Khemm".


"Kang, S'Saya perlu pulang terlebih dahulu, ada sesuatu yang ingin Saya bawakan untuk Anak dan Istri di Rumah".


"..."(Willy dan Indri terdiam).


"E'Sa'Saya pamit".


"Assalamualaikum".


Mang Triss meninggalkan Willy dan Indri yang tanpa sengaja Ia pergoki tengah bermesraan di tempat peracikan Kopi, dengan keadaan Kafe yang sangat jarang dari pengunjung.


"Emmm Maaf, Aku gak bisa menahan diri".(Lirih Indri).


"Mmmm".(Bingung).


"Nikahi Aku".


"Aku nggak Kaya, Bukan orang berpunya".(Berbisik).


"Syuttt..(Menarik baju Willy)".


"Aku tidak menginginkan semua itu , Aku cuma ingin Kamu".


"Kalau perlu sesegera mungkin".(mencoba mengulangi hal yang sama).


"E'udah".


Lirih Willy yang tak ingin kembali terpancing melakukan hal tersebut di Kafe Kita, karena dirinya takkan mengulangi hal yang sama di kali kedua.


"Emmm, sepertinya Kafe sudah sepi".(Indri)


"Akan lebih lama berkemas jika Mang Triss nggak ada".


"Bisa bantu Aku bersih-bersih?".


"Mmmm iya".(Kaku).(Indri tersenyum)


"Kita bereskan Kafe Kita, dan bersiap pulang".(Menurunkan tubuh mungil Indri dari meja).


...


"Mmmm, Apa itu?".


"Dah lah nggak usah di cari, yang terpenting Kita selesaikan dan segera turun".


Lirih Arif mengarahkan senter ke segala penjuru.


"Baiklah".


"Eh, Kalian kemana saja".


"Ingat, Aku yang Qari' hari ini, Kalian ke Asrama".


Ujar Salman yang sudah dalam keadaan tidur, dan terbangun karena pintu di buka oleh Arif dan Suna.


"Ok"(Arif).


"Dah tidur aja Man?".(Suna).


"Tidur, biar besok nggak ngantuk".(Salman).


Sementara itu di tempat nan jauh, Salwa sedang terlelap dengan sebuah mimpi tentang Suna di dalam tidurnya, bukan kali yang pertama, namun Salwa masih mencoba membuat dirinya sekuat mungkin untuk tetap berprasangka baik, soal Suna.


"Ya Allah, Ku serahkan semuanya, jika dirinya JodohKu maka dekatkanlah, dan apabila bukan, buat Aku ikhlas dengan penggantinya".


"Aamiin".


Lirih Salwa berdo'a di sujud terakhir dari Shalat Tahajjud nya,


setelah mengalami mimpi sebuah perayaan pernikahan yang begitu memukau dirinya, karena jauh dari apa yang pernah terjadi di Pondok.


Dan ternyata Pemeran Utama dari Acara tersebut adalah Suna dengan Seseorang yang cantik, bahkan sempat membuat Salwa berkecil hati di tengah-tengah keramaian Pesta.


Bahkan dirinya kembali teringat Herlambang yang hari ini masih menunjukkan padanya isi hatinya, bahkan sempat terlintas untuk sedikit membukaan hati untuknya.

__ADS_1


"Salwa...".


"Mmmm?".


"Berikan Alamat Mu".


"Ku datangi Ayah dan Ibu".


"Emm, Sayangnya Aku tidak berminat dengan keisengan Kamu".


Lirih Salwa seraya tersenyum, bahkan beberapa teman herlambang terpanah, hingga mengejek Herlambang yang di sebut kekanak kanakan.


"Emm, kalau ini semua kekanak kanakan, maka Aku akan menempuh jalur langit, jalur teromantis Salwa".


DEG


"Aku percaya tidak ada do'a yang sia-sia".


"Suatu saat, Kamu akan mencari Ku, Seseorang yang selalu mencari Mu ini".(Senyum).


"Semangat!!!".


"...".(mempercepat langkah).


"Emm, bagaimana jika itu terjadi?".


"....".


"Astaghfirullah".


"Sadar Salwa... biarkan saja si tengil itu..".


Lirih Salwa yang kini terbayang kata-kata Herlambang.


...


"Hemm, bisa-bisanya Kita memilih taksi daripada menunggangi kuda besi yang Aku punya".


"Em, Kan Kamu nggak bisa mengendarainya".(Willy).


"Iya kan ada Kamu setelah Aku pikir-pikir".


"Mmm?".


"Ah, enggak, Itu sebenarnya sebuah hadiah untuk aniversary ke Empat tahun dariKu".


"Oo".


"Hem, tapi sepertinya, selain terlalu baik Aku juga terlalu Sibuk mencintai meski Sendiri".


"Jadi... ".


"Jadi..?".(Willy).


"Jadi terlalu lama menghabiskan waktu dengan janji-janji manisnya untuk membawaKu membujuk kedua Orang tua untuk memperoleh restu".(Indri).


"Oo".


"A o ao Hihihi".


"Lusa Bawa Aku pada orang TuaMu".(Menggenggam tangan Willy).


"Mmm?".


"Aku juga Capek untuk tidak berterus terang, jadi Aku akan berterus terang tentang semuanya".


"Aku mau Kita segera menikah".


"Karena Aku sudah muak dengan segala macam janji manis namun Palsu".


"I'iya, besok akan Ku kenalkan pada Ayah dan Ibu".


"Em Bagus".(Indri).


...

__ADS_1


"Besok jadi Ke Pondok?".


"Mmm?".


"Jadi, Mas nggak bisa?".


"Kita tunda aja kalau begitu".


"Hhhhh".


"Kok?".


"Malah ketawa sih?".


"Kamu masih aja mempertanyakan segala hal".


"Tuntutlah sesuatu...".


"Ih, Malah nyanyi".


"Tuntutlah sesuatu biar kita jalan ke depan


Aku ingin lama jadi petamu


Aku ingin jadi jagoanmu hu ho


Jangan cintai aku apa adanya jangan


Tuntutlah sesuatu biar kita jalan ke depan ho


Jangan cintai aku apa adanya jangan ho


Tuntutlah sesuatu biar kita jalan ke depan yeah".


"Ih Mas lagi ngapain sih".


Ujar Zahira melepas tangan Fattah yang sebelumnya mengajaknya berdansa berputar-putar.


"By The Way, Aku ada sebuah Kejutan".(Zahira).


"Mmm?".(Fattah).


"Kita makan dulu".(zahira meninggalkan Fattah untuk menyiapkan Hidangan).


...


"Mmmm, Nyampe".


"Tinggalah Sebentar".


Lirih Indri yang tidak melepas Genggaman tangan Willy.


"Mmm, Iya".


"Tapi sepertinya tadi itu kendaraan terakhir yang bisa Ku temui".


"Bagus kalau begitu".


"Kamu bisa temani Aku".


"...".


"Bercanda Sayang".


DEG


"Kamu habiskan Tehnya , lalu bawa saja Motornya".


"Eh? kan itu Motor Kamu".


"Nggak gratis tau".


"Kamu harus antar jemput Aku mulai dari Sekarang".


"Mmmm".

__ADS_1


"Am eum Am eum".


"Lucu deh Kamu".Lirih Indri dikala menyiapkan secangkir Teh.


__ADS_2