Aku Memilih Mu

Aku Memilih Mu
Rindu


__ADS_3

"Abi..".


"...".


"Abi..?".


"...".


"Abi.. Salwa akan lebih berhati-hati, dan akan ngelakuin permintaan Abi".


"...".


"Abi..?". (mendekap)


"...".


"Allah".(Terbangun)


"Fyuh".


Salwa yang kala itu tak terasa menitihkan air mata begitu kaget dan mendapati jam sudah menunjukan pukul dua dini hari.


...


"Hemm, sebaiknya Kita bersiap karena sebentar lagi Subuh akan segera tiba".(Salman)


"Iya, Lekas bangunkan anak-anak Bakam dan kita Segera beristirahat".(Asyifa)


"..."(Suna).


"Akang nggak persiapan Qori'?".(Asyifa)


"Hemm".


"Iya, Aku akan segera Qori' ".(melentikkan tubuh)


"O iya, Kalau ada Aku yang lain berkeliaran di sini tolong tangkap".


"Karena Aku yang akan Qori' untuk sekarang dan beberapa hari kedepan".


"Siyap, nanti Aku kabarin Anak-anak".


DI MASJID


"Assalamualaikum".


"Waalaikumussalam".


"Kenapa Rif?".


"Huh... kang, sepertinya ada yang aneh semalam".(Gemetar)


"Iya, banyak keanehan tadi malam".


"Lalu ini?"


"Kenapa lampunya di nyalakan".


"Boros listrik tau".


"Hosh. hosh. hosh".


"Semalaman Aku terjaga dari tidurku Kang".


"Kenapa?".(Duduk)


"Semalam saat akang pergi".


"Iya?".


"Aku kira Akang yang kembali setelah melakukan Shalat".


"Bukan.. bukan Aku itu, Aku tadi malam semalam suntuk menemani Anak-anak BAKAM berjaga".


"Iya memang bukan Akang".


"Lalu Kamu Sudah tau kalau itu bukan Aku bukanya menangkapnya?'.(Suna Bingung)

__ADS_1


"Kang, Aku semalam tidur dan mendapati Ada seseorang yang masuk tanpa mengucapkan sepatah kata pun".


"Aku kira itu Akang".


"Bukan".(Suna)


"Iya, memang bukan".


"Malam itu dia memelukku ketika tidur".


"Dan tangannya dingin".


"..."(Suna)


"Gila".


"Dia bukan Manusia yang jelas".


"Untung Akang kesini".


"Ng?".


"Makhluk itu menghilang beberapa saat sebelum Akang masuk tadi".


"Pasti gituh".


"Aku kemana, dia kemana".


"Memangnya Apa yang di inginkan makhluk itu sebenarnya".


Pagi ini kedua Ta'mir masjid terlihat uring-uringan di dalam kamar setelah Subuh, Suna yang merasakan penat karena semalaman terjaga hendak beristirahat untuk beberapa jam kemudian, karena jam sembilan Ada kajian dengan Ustadz Senior.


Sedangkan Arif makin kencang beribadah, bahkan melupakan makan, karena mengalami hal yang jelas Ia rasakan, seseorang memeluk dengan tangan sedingin es.


Di selimuti ketakutan, malam itu Arif hanya mencoba terlelap, berharap pagi cepat datang dan seseorang dapat menyelamatkannya.


"Rif... itu ada cemilan punyaku, masih banyak".


"Jangan lupa makan".


"...".(Terlelap)


Sementara itu, kabar menggemparkan kembali menyebar dari pengakuan Dika, dimana dirinya mendapati Sesosok makhluk yang menyerupai Suna tadi malam.


Sebagian teman-temanya meragukan, pengakuan Dika tersebut apalagi dirinya memang terkenal paling penakut.


"Bisa-bisanya nggak minta temenin pengurus kalau takut?".


"...".(Syok)


"Sudah-sudah".


"Kedepannya, jika merasa takut sendirian jangan sungkan untuk meminta tolong pada pengurus".


Di Kelas.


"Ustadz, tadi malam Dika pingsan dan katanya melihat Akang Suna yang mengejar Seseorang mirip dirinya".


"Lalu?".


"Lalu pingsan, dan pengurus menolongnya tadi malam".


"Iya, Ustadz, karena itulah Dika tidak masuk kelas pagi ini".


"Ooo".(Ustadz)


...


"Ukhti Salwa".


"Eng?".


"Kenapa Siti?".


"Uti, apa nih rahasianya Uti bisa bangun lebih cepat?".


"Aku pengen loh setidaknya mendirikan dua rakaat sebelum Subuh".

__ADS_1


"Eng?".


"Kan sebelum shalat Subuh kita bisa shalat".


"Emmm maksudnya yang selama ini Uti lakukan".


"Bangun lebih awal loh Uti, Para Uti-uti mudabbirah juga suka membicarakan Uti".


"...".(Salwa)


"Iya, katanya Uti selama ini selalu terbangun lebih cepat dari yang lain yah".


"Mmm.. ituh, apayah".


"Aku juga nggak tau rahasianya".


"Kan kita bisa karena terbiasa kaya Ustadzah-ustadzah bilang".


"mmm, iya sih".


"Minta saja Uti-Uti mudabbirah membangunkan Kita lebih awal".


"Malu uti, nanti yang ada bikin mereka marah karena Akunya susah di bangunkan".(Manyun).


"Emmm Atau, nanti insyaAllah kalau Aku kembali bangun lebih awal Aku bisa bangunin Kamu gimana?".(Salwa)


"Sepakat".(Tersenyum).


tidak dapat di pungkiri bahwa salwa yang belakangan ini semakin kuat untuk terbangun lebih Awal itu karena masih ada perasaan kehilangan yang besar dan kini berpadu dengan Rasa rindu akan kehadiran Sang Ayah.


Bahkan terselip di dalam do'annya untuk bisa mewujudkan semua hal yang Ayahnya inginkan sebelum akhirnya beliau berpulang.


(Kini bukanlah waktunya untuk egois hanya untuk meraih kebahagiaanku dengan jalanku, tapi Aku ingin membuat tersenyum Ayah).


"Aku ingin melihat Ayah tersenyum di akhirat kelak, saat bertemu denganku". Lirih Salwa di susul senyuman


[Assalamualaikum]


[Waalaikumussalam]


[Ibu Sumi, Saya harap Ibu mengkonsumsi Vitaminya secara Rutin]


"Ummm ummm ummm".


"Sepertinya Ada yang sedang kasmaran".


Lirih Anita menyindir adiknya Sumi, yang semenjak pulang tersenyum melihat layar Gawai.


"Apasih?".(Ketus)


"Kamu nggak terlalu tua Kok dek".


"Lepaskan!!!".


"Aku yakin ponakan gagahku juga setuju kalau Kamu jadi sama Dokter itu".


"Kakak tuh, bicara Apa dih gak jelas".


"Dah ah, Aku mau istirahat".


"Bu, gimana kelanjutan Dramanya?".


"Eh, iya yah Bi, gimana kalau kita nonton lagih".


"Masih Ada enam Episode lagi sebelum tamat.


[Terima kasih Banyak dokter]


[Sumi, Panggil Sumi saja]


Sumi yang masih belum bisa menerima secara lapang kehadiran Dokter Riyan, hanya sempat tersenyum melihat ketikan-ketikan pesan darinya.


Sementara.


Yaaa huuu...


nanananana

__ADS_1


"Permisi, Dok pasien gawat darurat baru saja tiba".


"Eh, E'ekhm, Iya Saya segera ke sana".(Berusaha stay cool).


__ADS_2