
"Ini berat Uti".
"Emh iya Sof, iya benar".(Putri).
"E' Fattah, Sepertinya tendanya lumayan".Ujar lailah yang sempat mendengar perbincangan antara Uti Putri dan Sofi.
"Wah, Tenda yah,".
"Coba deh, Nanti Aku bicarain sama Anak-anak".
"Tongkat pendakian".(lirih Sofi Memutar-mutar tongkat)
"Hey, Kalian sudah persiapkan Jaket hujan?".(Fattah dari kejauhan)
"Uem?".
"Belum!!".(Lailah).
"Wah, Gawat ini lumayan menguras otak dan isi dompet Fiuh".
"Ok, nanti urutannya, Saya di depan".
"Lalu anak-anak perempuan".
"Arif, Salman, di susul Suna".
"Jelas?".
"Jelas".(Suna dan kawan-kawan)
"Eh jadi judulnya Kita mendaki Di jam segini?".
"Bukanya seharusnya kita mulai malem?".
"Ini instruksi dari tenaga ahli tau Uti".
"Bukan saya".
"Setidaknya Kalian sudah sedikit merasakan hawa lereng gunung tadi malam".
Ujar Fattah yang semalam menjadi donatur tunggal menyewakan tempat untuk teman-temanya, sedangkan kali ini mereka mendaki Via situs kuwu.
"Huft, Uti...".(Sofi)
"Ayo Sof".(Putri)
"Fattah".
"Istirahat".(lailah berbisik).
"Hemm belum sampai pos pertama".
"Baik, Lima menit".(Fattah)
"Hosh.. hosh".
"Aku nggak percaya kita jadi mesin pembawa peralatan kang".(Salman).
"Ayo, Kamu masih muda kan".(meraih dahan pohon di kanan jalan).
"Suna".
"Eh?".(Suna)
"Kenapa Kang?".(Salman).
"Emm enggak".(tersenyum).
"Fattah!! Ayo, setidaknya kalian liat tempat untuk beristirahat".
"Tempat sempit gini!!".
"Maaf".
"Sebentar".
"Capek ya Kang?".
__ADS_1
"Minum, minum".
"Dih, Perhatikan saja kaki Uti".
"Saya tidak mau menambah beban bila harus menuntun Ukhti di sini".
Ketus Salman yang meledek Zahira.
"Kita Kuat-kuat kok Ukhti".
(Arif tersenyum).
"Whatever".(beranjak).
Setelah Beberapa menit.
"Wah ternyata sudah deket".
"Ok, Karena tadi sudah beristirahat beberapa menit".
"Kita di sini sebentar saja".
(Fattah).
"Pangbadakan".(Salman).
"Khu..khu khu".
"Sofi.., Kamu nggak apa-apa?".
"Ehm.. khuk khuk..".(Menggeleng).
"Air Ukhti".
"Ini".
"Ukhti ini ada balsem".(Arif)
"Em, Makasih Rif".(Putri).
"..."(Salman)
"Mumpung masih di pos pertama".
"...".(Menggeleng).
"Disini Uti".(Menunjuk betis).
Setelah di beri perawatan oleh Putri, Sofi pun kembali berjalan beriringan dengan para rombongan, sedikit tersimpan pertanyaan apakah dirinya baik-baik saja dari seseorang yang sempat menemukanya terjatuh di tepi jalan raya.
"Hemm".(Salman menghela nafas).
"Suna".( Suara bisikan )
"...".(Suna).
"Kang, Antum dah ketemu Salwa?".
"Ng?".
"Apa Man?".
"Salwa Salwa".(Salman).
"O, Salwa, sudah".
"Sepertinya Dia akan pergi jauh".
"..."(Salman).
"...".(Suna).
"Kang kalian nggak ketinggalan kan?".
"Kayanya diem-diem aja".
"Apa rif?".(Salman).
__ADS_1
"Aku kira kalian ketinggalan!!". ujar Arif seraya Fokus memilih langkah di antara akar-akar yang melintang.
"Ukhti, Sofi nggak apa-apa?".
"Nggak tau nih, kayanya kakinya sedikit merasa kaget".
"Burtuqal, Kamu nggak apa-apa?".(Zahira).
"Emmm Aku kuat kok Uti".(Tersenyum).
"Sof, Kamu yakin?".
"Yakin Uti Putri".
"Aku bisa kok, selama ada kalian".
"Ok, Kalau dah capek bilang yah".
"Iya, Uti Putri".
Dengan segala perjuangan yang di kerahkan Sofi hingga akhirnya mereka berdelapan dapat beristirahat di Pos tiga dan mendirikan Shalat dzuhur.
"Ok, untuk memulihkan tenaga, kita sebaiknya beristirahat lalu Shalat Dzuhur".
"Emm, Persediaan air sangat sedikit".(Zahira).
"Kita ber tayamum".(Singkat Fattah).
"Fattah, Kita akan menghabiskan perjalanan segera?".
"Enggak lah, Kita lihat Anggota yang paling lemah".
"Dari pada memaksakan sepertinya masalah keselamatan lebih penting".
"Um, Iya".
"Masalah Sunrise atau sunset, kita usahakan saja semampu Kita".(Meminum air).
Suara-suara khas pedalaman hutan menemani mereka berdelapan Sholat, bahkan beberapa Pendaki yang sempat mendapati mereka Shalat, menyempatkan diri untuk mengantri, serta menjaga peralatan kelompok Suna.
"Mas, Mau ngejer Sunset?".
"Ah, Sekuatnya aja mas, yang penting sampai Puncak".(Fattah).
"O, Iya, Kami mendapati beberapa kesulitan di beberapa post".
"Ah, Sepertinya Medan yang kami lalui nggak begitu sukar mas, insyaAllah bisa lah".
"Ya, bagus deh, di jaga ibadahnya mas, namanya di gunung".
"Sarang".(Tersenyum).
"O, iya insyaAllah".
"Satu lagi, sebelum matahari mencapai waktu maghrib, sebaiknya dirikan tenda segera".
"...".(Fattah).
"Lalu".
"Lalu?".(Fattah).
"Jika sewaktu-waktu di antara teman-teman mas, atau mas sendiri mendapati suara-suara yang nggak jelas di waktu itu".
"Jangan keluar".
"Iya, kalau sesuatu yang nggak jelas kan nggak perlu di cari kan mas".
"Iya, Bagus deh kalau seperti itu".
"Biasanya orang yang rasa penasarannya besar akan sedikit kesulitan di gunung".
"Yang terpenting keselamatan yang nomer satu, Moga aja masnya ma rekan-rekan sama mba-mba nya juga sampe puncak dan pulang dalam keadaan selamat.
"Aamiin, thanks mas".
"Kami pamit".(Beranjak).
__ADS_1