
"Emmm".
"Nak Putri yakin akan mengikuti program Pondok ini?".
"InsyaAllah Ustadz".
"Atau Saya tidak boleh?".
"Oh, Sudah lah tentu boleh Ukhti".
"Hanya saja Ukhti bisa mempertimbangkan lagi sebelum akhirnya memutuskan".
"...".
"Ukhti tidak ada yang di tanyakan?".
"Aaa betul".
"Ustadz, apakah nanti Saya bisa menolak bila akhirnya Saya berubah pikiran".
"Mm'maksud Saya jika nanti calon yang akan menikahi Saya bukanlah tipe saya?".
"Oh enggak".
"....".(Putri terdiam).
"Maaf, Saya cuma bercanda".
"Hhhh".
"Nanti semuanya ada prosedurnya".
"Tata caranya, dan ketentuan-ketentuannya".
"Jika Ukhti bersedia Untuk tidak mengumbar dan menjadikan hal ini sebagai mainan".
"E'enggak Ustadz, Saya nggak main-main".
"Alhamdulillah".
"Untuk itu, Ukhti Kami beri beberapa hari untuk menuliskan segala hal tentang Ukhti (Memberi brosur), dan sampai waktunya tiba, Ukhti akan di pertemukan bersama beliau dan Wali Ukhti".
"...".(Putri).
"Satu Pekan ini, ada baiknya Ukhti mempersiapkan mental, kalau perlu ber istikharah".
"Uti".
"InsyaAllah, yang Shalehah akan di pertemukan juga dengan yang Shaleh".(Istri Ustadz Yusuf).
"Na'am Ummi' ".(Putri).
...
"Hemmm Salwa".
"Aku di sini loh".
Lirih Fitri seraya berjalan mengitari taman pagi itu, Suasana pagi dengan proses belajar yang tengah berlangsung membuat udara sejuk menenangkan Hati bagi mereka yang baru menginjakkan kakinya di Pondok Ihya.
Sedangkan Putri kini tengah berjalan dari komplek perumahan Guru senior dengan membawa selembaran, dengan postur serta penampilannya, tak jarang beberapa anak yang tidak kenal menganggapnya seorang Ustadzah.
"Nak Putri".
"Emm Iya Ummi?".
"Gimana keadaan Kamu?".
"Kamu baik-baik saja?".
"Oh Saya sangat senang belajar di sini Ummi".
"Bertemu anak-anak baru".
"Bertemu Ustadzah Khumai, Salwa dan anak-anak BAKAM".
"Alhamdulillah".
"Semangat ya Putri, Pasti Allah sedang mempersiapkan sebuah hal besar di balik ini semua".
"Saya sangat senang bila Nak Putri bisa menjadi anak Saya".
DEG
"...."
__ADS_1
Putri yang terbiasa membantu Ummi Zakiyath di kediamannya setelah meninggalnya KH. Nuruddin terdiam dan seolah-olah Waktu yang dirinya nantikan sudah Tiba.
"Tapi Anak Ummi perempuan semuanya".
"Hhhhh".
"Semoga Nak Putri mendapatkan pasangan yang terbaik, Ibadahnya, Fisiknya, Serta Finansialnya".
"Ahhh, Ummi, Saya Belum memikirkan hal itu".
"Hhh, Saya belum seperti Ummi".
Putri yang tak tau harus berkata apa hanya terkekeh dan merasakan kecanggungan yang luar biasa.
"Hhh, jangan menunggu Seperti Saya".(Senyum).
"Ya Allah, Ummi".
"Aku kangen, Aku akhirnya mengambil langkah ini, akan sangat membantu jika Ummi..".(Murung).
"Hemmm, Kuumai Sedang apa yah".(Berjalan dengan memperhatikan permukaan tanah).
"Ukhti!".
"Eh".
Seseorang tengah duduk di tempat biasa Putri menghafal dan menghabiskan waktu selama Proses pembelajaran berlangsung, tengah duduk dan melambaikan tangannya kepada putri.
...
"Gawat".
"Apanya Man?".
"Hmmmm".
"Ada Ustadzah Pondok Abii di sini".
"Kedengerannya Kamu khawatir".
"Apakah Itu jassos(Mata-mata)".
"Ah, Abii bukan Seseorang yang seperti itu".
"Hanya saja..".
...
[Assalamualaikum]
[Al'akh Salman, sedang apa?]
[Bagaimana perjalananya?]
[Sedang Mengaji yah?](21.00)
^^^[Alhamdulillah Sof]^^^
^^^[Kamu tidak tidur?]^^^
[Belum]
^^^[Tidurlah nanti ada yang mengganggu loh]^^^
[...Is]
^^^[Iya, nanti malah nggak bisa tidur]^^^
[Ya, Selamat Malam]
[Semangat]
^^^[Iya Kamu juga]^^^
"Aku suka kepada Sofi".
"Lalu apa kaitannya dengan Ustadzah itu?".
"Emmm, Jangan bilang dia juga menyukaimu".(Suna).
"Hemmm, Iya".
"Wah, Hebat Kamu".
"Lalu apa langkah selanjutnya?".
__ADS_1
"Entahlah".
...
"Salwa".
"Take Lunch".(Makan siang).
"Emmm Saya ada janji dengan teman".
"Ooo".
"Menulis lagi?".
DEG
"Di Kafe?".
"Author yah?".
"Ssssssth, boleh Aku membacanya?".
"A'aku".
"Ok, berarti nggak boleh".
"By the way sudah tiga tahun lebih yah".
"Mmm?".
"Iya, Tiga tahun lebih Kamu giniin Aku".
"Apa yang akan Kamu perbuat ketika Pulang nanti?".
"Kembali sekolah?".
"..."(Salwa).
"Menikah?".
"Aku belum memikirkannya".
"Wah sayang sekali".
"...".(Salwa).
"Kami padahal hendak bersaing mendapatkan Kamu".
"Eh".
"Ya.., Aku Salah satunya".
"Aku tidak mau memendam rasa lama-lama".
"Kamu orang baik, sholehah".
"Kalau bersedia Aku mau mengunjungi kediaman Kamu di indonesia setelah Lulus".(Herlambang)
"A'akku".
"Ok, Jangan di jawab".
"Pikirkan saja dahulu".
"Saya pamit, semoga harimu menyenangkan".
...
"Wah, Aku nggak nyangka, Aku kirain Kamu salah seorang Santri".
"Eh, Saya juga Santriwati dzah".
"Ah, hhh iya".
"Benar juga"(Lirih).
"...".(Putri tersenyum).
"O iya, kenalkan nama saya Fitri Ramadhan".
"Putri".
"Sepertinya Itu sebuah proposal".
"Mau mengajukan apa?".
__ADS_1
"Aaa, Ini..".(Putri).