Aku Memilih Mu

Aku Memilih Mu
Senyuman terakhir


__ADS_3

"Emm, Untuk semuanya, maaf yah keadaanya begini". Lirih ibunda Fattah menyapa anak-anak perempuan yang kini meramaikan Rumahnya.


"Makan, makan yang banyak".


"Lailah, Zahira".


"Makan yang banyak nak, kalian kok kurus banget".


"Iya tante".(Lailah)


"..."(Zahira tersenyum)


(Sejak kapan beliau tau namaku?).


"...".


(MasyaAllah Rumah segedong ginih gimana nggak susah ngurusnya kalau anaknya cowo semua)(Sofi)


"Kalau yang cantik-cantik sebelah sini siapa aja namanya?".


Memberi tanda kepada Putri dan Sofi.


"Putri Tante".(Tersenyum)


"Sofi tante".(Tersenyum)


"Eummm cantik-cantik ya...".


"Tante ituh, seneng banget kalau ada anak cewe disini".


"..."(keempat santriwati tersenyum)


"Ngurusin anak Cowo berdua itu susah, berantem mulu".(Tersenyum).


"ASSALAMUALAIKUM!!".


"Mah....!?".


"Mamah!?"


"Ya Allah, Tante lupa, Fattah sama satria belum di kasih makan".


"Emm mah, biar Papah aja".


(beranjak).


"Eh, kok sepiring-piringnya?".


"Papah mau mastiin Rumah depan bersih".


"Emmm iya makasih pah,".


"Jadi ini gengnya cewe semua deh".


"Mah, Papah juga sekalian tidur di depan(Rumah depan)".


"...?".


"Tante Memangnya Akang Fattah di rumah seperti apa?".(Sofi)


"Eummm, Fattah itu yah... seperti anak-anak cowo lah hhh suka berantem sama adik, suka bersih-bersih".


"Itu aja".(tersenyum)

__ADS_1


"Ooo".(Sofi)


"kalau tante bilang baik hati penyayang dan suka menabung kayanya berlebihan".


"Kalian juga nggak akan percaya ya kan".(Tersenyum di susul gelak tawa para keempat Santriwati tersebut).


SEBELUMNYA


"Mah, Besok atau lusa akan ada beberapa teman akan menginap di sini".


"Ummm, iya".


Lirih ibunda Fattah yang sudah kesekian kalinya di sambangi para santri sekaligus teman-teman Fattah.


"Fattah akan tidur di rumah depan sama satria".


"Eh... gak mau serem".(Manyun)


"Kok pake Acara tidur di rumah depan?".


"Iya mah, soalnya besok itu ada anak cewenya juga, termasuk Lailah".


"Ooo".(tersenyum)


"Sama dia juga".


Tambah Fattah yang sudah sering membicarakan Zahira kepada Ibunya.


"Iya?".


"Wah, harus bersih-bersih Kamar (Kamar Fattah) nih".


"Emm udah sih".(Salman menggaruk kepala)


"Emmm Kamu yakin Dia nyaman kalau Kamu yang bersihin?".


Akhirnya Ibunda Fattah pun membersihkan Kamar Fattah dengan sedemikian Rupa.


Sementara itu Suna yang Sedang mengendarai Motor menuju Rumah Fattah kembali teringat Wajah Salwa kala terakhir bertemu.


Karena senyuman itu seperti menggambarkan Salwa akan menjadi seseorang yang akan dirindukan Suna sangat lama.


"Kang...".


"Alhamdulillah".


"Aku lulus SMA!!!...".(Bergembira)


"Iya!!"


"Bagus...".


Lirih Suna yang kala itu menjelang Dzuhur di akhir kelulusan anak SMA angkatan Arif.


Bahkan di Seberang tembok pun perayaan kelulusan juga di sambut dengan meriah setelah Sujud syukur bersama,


Bahkan kebanyakan anak SMA Putra, di antara mereka memberikan Suprise kepada teman yang berulang tahun, bertepatan dengan hari Pengumuman hasil Ujian, dari memecahkan telor hingga saling siram.


Meski akhirnya di bubarkan Anggota BAKAM dengan di susul acara Push Up masal,namun pancaran kebahagiaan tetap nampak di wajah-wajah mereka.


"Lihat itu, bahkan di hari pengumuman keulusan mereka juga berbuat onar".


"Iya, Makhluk Primitif".

__ADS_1


"Eh nggak boleh gituh ih, dosa".


"Hehe iya, Astaghfirullah, yang penting tahun depan Aku kuliah".


"Aku juga... yeee....".


...


"Salwa, Kamu mau kemana?".


"Emmm, Akang akan banyak menulis nantinya".


"Tuliskan apa yang akang mau tulis di buku itu".


"Sampai saatnya Akang tau jika Akulah jodoh Akang, barulah berikan ia padaku".


"Emmm".(Suna)


"Saya harus pamit".


"Sal..".


"Apa?"


"Se ingatku Kamu memberikan ini, Kamu meninggalkan Aku ke Pondok tahfidz".


"Lalu.. apa artinya dengan dua Buku agenda lainya?".


"...".(Salwa menitihkan air mata mengingat dirinya hanya sempat menuliskan kata terima kasih di selembar kertas dan ternyata sampai ke tangan Suna sekarang).


"Sal, Aku... ingin Kita bisa mengenal lebih jauh".


"Tapi jika itu tak mungkin jangan membuatku dalam dilema".


"Kang!".


"Seorang Wanita mempunyai kekasih pertama dalam hidupnya yaitu Seorang Ayah".


"Dan mungkin Akang pun merasa seperti itu kepada Ibu akang".


"Akang Bahagiakan beliau dahulu".


"Akang Lupakan semuanya".


"Apalagi Kalau akang masih sama seperti akang yang dahulu".Lirih Salwa yang tau arah pembicaraan Suna meminta untuk saling memberi Janji sebelum ikatan pernikahan di antara mereka.


"Lupakan Saya kang".


"Bahkan Wanita lain pun akan enggan mengenal akang".


"Bahkan Diri Saya".


"Tapi Sal".


"Assalamualaikum".(Beranjak pergi)


"Kini Aku benar-benar menyadari semakin Aku mengenalmu Aku semakin takut bila kehilanganmu".


"Aku takut bila Akhirnya kita tidak berjodoh".


"Tapi Pacaran bukan hal yang Kamu inginkan".


"Lalu apa yang bisa menjamin perasaanku?".

__ADS_1


"Huft".(Lesu)


...


__ADS_2